Simulasi Like Dissolves Like: Kelarutan Polar dan Nonpolar

Senin, 02 November 2026

Pelarutan bukan sekadar zat yang menghilang ke dalam cairan, melainkan hasil tawar-menawar energi antara gaya yang harus diputus dan gaya baru yang terbentuk. Simulasi ini menelusuri tawar-menawar itu pada empat zat (NaCl, etanol, minyak, dan I2) dalam tiga sistem pelarut (air, heksana, dan kotak campuran air-heksana), mulai dari gelas di meja hingga satu partikel di dalamnya.

Siswa memprediksi, mengamati, lalu menjelaskan alasan di tingkat partikel.

Dasar Teori

Kepolaran dan gaya antarpartikel

Molekul polar (air, etanol bagian -OH) memiliki muatan parsial δ+ dan δ−. Molekul nonpolar (heksana, minyak, I2) tidak memiliki muatan parsial tetap, tetapi awan elektronnya bergoyang sehingga terbentuk dipol sesaat yang menginduksi tetangganya (gaya dispersi London). Urutan kekuatan relatif untuk partikel berukuran sebanding: ion-dipol > ikatan hidrogen > dipol-dipol > dispersi London. Dispersi menguat seiring bertambahnya ukuran dan kemudahan terdistorsinya awan elektron.

Tiga langkah pelarutan

(1) Gaya antarpartikel zat terlarut diputus (menyerap energi). (2) Gaya antarmolekul pelarut diputus (menyerap energi). (3) Gaya zat terlarut-pelarut terbentuk (melepas energi).

\Delta H_{larut}=\Delta H_1+\Delta H_2+\Delta H_3

Zat larut jika langkah 3 cukup mengimbangi langkah 1 dan 2. Pada tingkat SMA, peran entropi cukup disebut sekilas: tersebarnya partikel menaikkan ketidakteraturan sehingga \Delta G=\Delta H-T\Delta S dapat negatif meskipun \Delta H sedikit positif.

Like dissolves like bukan hitam-putih

Etanol memiliki kepala polar (-OH) dan ekor nonpolar (-C2H5), sehingga dapat berinteraksi dengan air maupun heksana. I2 nonpolar tetapi masih sedikit larut di air karena dipol terinduksi. Minyak dan air tidak saling tolak: air lebih kuat menarik sesamanya lewat ikatan hidrogen, sehingga minyak terdorong keluar.

Cara Menggunakan Simulasi
  1. Pilih zat terlarut dan pelarut. Pilihan "Air + heksana" menampilkan dua lapisan agar siswa melihat zat memilih fase.
  2. Langkah 1: pilih prediksi (larut, tidak larut, atau sedikit larut; pada kotak campuran: fase air, fase heksana, atau kedua fase).
  3. Tekan Jalankan, lalu amati gelas (tingkat makro). Atur suhu untuk mengubah laju gerak dan pelarutan.
  4. Klik gelas untuk zoom ke tingkat partikel. Gunakan Jeda atau Gerak lambat untuk membekukan momen.
  5. Klik satu molekul atau ion untuk melihat daftar interaksinya pada kotak informasi.
  6. Aktifkan atau matikan muatan parsial dan gaya. Garis merah tebal: ion-dipol atau ikatan ionik. Garis biru putus-putus: ikatan hidrogen. Garis ungu tipis berkedip: dispersi London, dengan awan elektron yang bergoyang.
  7. Langkah 3: pilih gaya penentu, lalu baca umpan balik dan panel pembukuan energi.
  8. Tekan Layar penuh untuk tampilan besar pada papan interaktif digital: kanvas di kiri, kontrol di kanan, dengan tombol dan kotak pilihan yang lebih besar. Tekan Esc atau tombol Keluar layar penuh untuk kembali.

Warna molekul: oksigen merah, hidrogen putih, kepala polar etanol dan minyak biru, bagian nonpolar abu-abu atau kuning, I2 ungu tua.

Ion-dipol / ionikIkatan hidrogenDispersi London
1. Prediksi:   3. Gaya penentu:
Tingkat makro: klik gelas untuk zoom ke partikel.
Pembukuan energi (satuan relatif, kualitatif)

Model 2D yang disederhanakan. Kekuatan gaya dan nilai energi bersifat relatif, bukan angka eksperimen.

Interpretasi Hasil
  • Panel energi: batang merah berarti butuh energi, batang hijau berarti melepas energi. Netto mendekati nol atau negatif berarti pelarutan menguntungkan (NaCl-air, etanol-air, etanol-heksana, minyak-heksana, I2-heksana). Netto besar dan positif berarti zat tetap terpisah (NaCl-heksana, minyak-air).
  • NaCl: di air, ion dikelilingi kulit hidrasi pertama berisi sekitar 6 molekul air yang berorientasi (O ke Na+, H ke Cl−) dan ikut bergerak bersama ion. Di heksana, kristal utuh karena dispersi tidak mampu menggantikan tarikan ionik.
  • Etanol: larut di kedua pelarut karena kepala -OH berikatan hidrogen dengan air, sedangkan ekor etil berinteraksi lewat dispersi dengan heksana.
  • Minyak: pada air membentuk lapisan karena air lebih memilih sesamanya. Ini bukan tolak-menolak. Pada heksana, dispersi sepadan sehingga bercampur.
  • I2: pada kotak campuran I2 berpindah ke lapisan heksana yang menjadi ungu. Warna ungu di pelarut nonpolar dan cokelat di pelarut polar disebabkan interaksi I2 dengan pelarut, jadi bukan bukti kepolaran semata.
  • Prediksi yang salah bernilai diagnostik: periksa apakah siswa hanya menghafal "polar larut polar" tanpa menimbang gaya yang diputus di pelarut.
  • Larut berarti partikel tersebar, bukan hilang. Jumlah partikel pada tampilan mikro tidak berubah.
Contoh Soal dan Pembahasan
Soal 1. Entalpi kisi NaCl sekitar +788 kJ mol−1 dan jumlah entalpi hidrasi Na+ dan Cl− sekitar −784 kJ mol−1. Hitung entalpi pelarutan NaCl dan jelaskan mengapa NaCl tetap larut di air walaupun nilainya positif.
Lihat pembahasan
\begin{aligned}\Delta H_{larut}&=\Delta H_{kisi}+\Delta H_{hidrasi}\\&=(+788)+(-784)\\&=+4\ \text{kJ mol}^{-1}\end{aligned}

Nilai +4 kJ mol−1 sangat kecil: energi yang dilepas lewat gaya ion-dipol hampir mengimbangi energi untuk membongkar kisi. Selisih kecil itu diatasi oleh kenaikan entropi karena ion tersebar, sehingga \Delta G=\Delta H-T\Delta S bernilai negatif. Di heksana, langkah 3 hanya dispersi lemah (jauh dari −784), sehingga \Delta H sangat positif dan NaCl tidak larut.

Soal 2. Etanol bercampur sempurna dengan air maupun heksana. Jelaskan dengan tiga langkah pelarutan mengapa kedua hasil itu mungkin, padahal polaritas air dan heksana berlawanan.
Lihat pembahasan

Dalam air: ikatan hidrogen etanol-etanol dan air-air diputus, lalu diganti ikatan hidrogen etanol-air lewat gugus -OH. Langkah 3 hampir setara dengan langkah 1 dan 2, jadi netto kecil dan menguntungkan.

Dalam heksana: pemutusan gaya di heksana murah (hanya dispersi). Ikatan hidrogen antaretanol hilang, tetapi ekor etil berinteraksi dispersi dengan heksana dan entropi pencampuran membantu, sehingga netto juga kecil.

Kesimpulan: etanol memiliki dua ujung dengan sifat berbeda, sehingga masing-masing pelarut "bertemu" ujung yang cocok. Ini menunjukkan bahwa kecocokan diukur pada tingkat gugus, bukan hanya pada tingkat molekul.

Soal 3. Kelarutan I2 dalam air sekitar 0,29 g L−1 (Mr I2 = 254). Hitung molaritas larutan jenuhnya, lalu jelaskan mengapa nilainya kecil tetapi tidak nol, dan mengapa warna larutan di air dan di heksana berbeda.
Lihat pembahasan
\begin{aligned}[\text{I}_2]&=\frac{0{,}29\ \text{g L}^{-1}}{254\ \text{g mol}^{-1}}\\&=1{,}14\times10^{-3}\ \text{M}\end{aligned}

Nilainya kecil karena air harus memutus ikatan hidrogen untuk memberi ruang, sedangkan I2 hanya menggantinya dengan dipol terinduksi yang lemah. Tidak nol karena awan elektron I2 besar dan mudah terdistorsi, sehingga masih ada interaksi dipol-dipol terinduksi dengan air. Perbedaan warna (cokelat di air, ungu di heksana) berasal dari interaksi I2 dengan pelarut yang mengubah penyerapan cahayanya.

Soal 4. Seorang siswa menulis: "Minyak dan air tidak bercampur karena saling tolak." Nilai pernyataan itu menggunakan tiga langkah pelarutan, lalu perbaiki kalimatnya.
Lihat pembahasan

Pernyataan itu keliru pada kata "saling tolak". Antara minyak dan air tetap ada tarikan dispersi, hanya lemah. Analisis tiga langkah: langkah 2 mahal karena air harus memutus ikatan hidrogen yang kuat; langkah 3 kecil karena minyak tidak dapat menggantikan ikatan hidrogen itu; langkah 1 (dispersi antarminyak) murah tetapi tidak mengimbangi biaya langkah 2. Netto sangat positif.

Kalimat yang benar: minyak tidak bercampur dengan air karena air lebih kuat tertarik pada sesama molekul air (ikatan hidrogen) daripada pada minyak, sehingga minyak terdesak membentuk lapisan.

Soal 5. Sebanyak 23 g etanol (Mr = 46) dicampur dengan 77 g air (Mr = 18). Hitung fraksi mol etanol, lalu jelaskan mengapa campuran tetap satu fase.
Lihat pembahasan
\begin{aligned}n_{etanol}&=\frac{23}{46}=0{,}50\ \text{mol}\\n_{air}&=\frac{77}{18}=4{,}28\ \text{mol}\\x_{etanol}&=\frac{0{,}50}{0{,}50+4{,}28}\\&=0{,}105\end{aligned}

Setiap molekul etanol dikelilingi sekitar 8 sampai 9 molekul air. Gugus -OH etanol membentuk ikatan hidrogen dengan air dan menggantikan ikatan hidrogen air-air yang diputus, sehingga energi seimbang dan entropi pencampuran menaikkan kecenderungan bercampur. Hasilnya satu fase homogen.

Soal 6. Ke dalam wadah berisi 50 mL air dan 50 mL heksana ditambahkan I2 dan NaCl. Misalkan koefisien distribusi I2 adalah K=\frac{[\text{I}_2]_{heksana}}{[\text{I}_2]_{air}}=800. (a) Tentukan fraksi I2 yang berada di lapisan heksana. (b) Prediksi warna kedua lapisan dan lokasi NaCl.
Lihat pembahasan
\begin{aligned}\text{fraksi}_{heksana}&=\frac{K\,V_{heks}}{K\,V_{heks}+V_{air}}\\&=\frac{800}{800+1}\\&=0{,}9988\approx 99{,}9\%\end{aligned}

Karena volume sama, perbandingan jumlah zat sama dengan perbandingan konsentrasi. (b) Lapisan atas (heksana, massa jenis lebih kecil) berwarna ungu pekat, lapisan bawah (air) hampir bening atau cokelat sangat pucat. NaCl tetap di lapisan air karena hanya di sana ion-dipol dapat mengimbangi energi kisi; di heksana kristal tidak larut. Prinsip ini dipakai pada ekstraksi pelarut.

Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info