Simulasi ini memperlihatkan cara aluminium diperoleh dari alumina melalui proses Hall–Héroult, yaitu elektrolisis Al2O3 yang dilarutkan dalam kriolit cair (Na3AlF6) pada suhu sekitar 960 °C. Atur kuat arus dan lama elektrolisis, lalu amati gelembung CO2 yang naik dari anoda, butiran aluminium cair yang mengendap di dasar sel, serta anoda karbon yang terkikis.
Massa aluminium hasil simulasi dihitung dengan Hukum Faraday sehingga dapat dibandingkan langsung dengan perhitungan teoretis, lengkap dengan jumlah Al2O3 yang diperlukan dan CO2 yang dihasilkan.
Dasar Teori
1. Latar Belakang Proses Hall–Héroult
Aluminium tidak dapat diperoleh melalui elektrolisis larutan garam berair karena sifatnya yang sangat reaktif. Proses Hall–Héroult (dikembangkan tahun 1886 oleh Charles Martin Hall dan Paul Héroult) adalah metode industri utama untuk mengekstraksi aluminium dari alumina (\(\mathrm{Al_2O_3}\)) yang dilarutkan dalam kriolit cair (\(\mathrm{Na_3AlF_6}\)) pada suhu sekitar 950–965 °C. Kriolit berfungsi menurunkan titik leleh alumina dari ±2050 °C menjadi ±960 °C sehingga proses menjadi ekonomis.
2. Susunan Sel Elektrolisis
- Katoda karbon: tempat ion \(\mathrm{Al^{3+}}\) direduksi menjadi aluminium cair.
- Anoda karbon: tempat ion oksida teroksidasi menjadi gas \(\mathrm{CO_2}\).
- Elektrolit: kriolit cair dan alumina terlarut sebagai penghantar ionik.
- Sumber arus searah (DC): kutub positif dihubungkan ke anoda dan kutub negatif ke katoda. Di kawat luar, elektron mengalir dari anoda melalui sumber menuju katoda, sedangkan di dalam elektrolit muatan dibawa oleh ion.
- Aluminium cair (\(\rho \approx 2{,}3\ \text{g/cm}^3\)) lebih padat daripada elektrolit (\(\rho \approx 2{,}1\ \text{g/cm}^3\)), sehingga mengendap di dasar sel dan mudah dipisahkan.
3. Reaksi di Elektroda
Reaksi reduksi di katoda (tempat Al terbentuk):
Reaksi oksidasi di anoda (anoda karbon ikut teroksidasi):
Reaksi keseluruhan:
4. Hukum Faraday
Massa aluminium yang dihasilkan sebanding dengan jumlah muatan listrik yang mengalir, sesuai Hukum Faraday:
dengan:
5. Stoikiometri Terkait
Berdasarkan reaksi total, setiap 4 mol Al yang terbentuk memerlukan 2 mol Al2O3 dan menghasilkan 3 mol CO2. Dengan \(n_{\mathrm{Al}} = \dfrac{I \cdot t}{z \cdot F}\), maka:
Prosedur Penggunaan
- Pilih skenario (opsional). Gunakan tombol preset Skala Lab, Skala Industri, atau Konsumsi Tinggi untuk langsung mengatur arus dan waktu ke nilai khas.
- Atur arus listrik. Geser slider Arus listrik (I) antara 10 dan 350 kA. Semakin besar arus, semakin cepat aluminium terbentuk.
- Atur waktu elektrolisis. Geser slider Waktu elektrolisis (t) untuk durasi 0,5 hingga 8 jam.
- Amati hasil teoretis. Panel Hasil Perhitungan langsung menampilkan massa Al, jumlah mol, Al2O3 yang diperlukan, dan CO2 yang dihasilkan sesuai Hukum Faraday, tanpa perlu menjalankan animasi.
- Jalankan animasi. Klik Mulai (atau tekan Space). Gelembung CO2 akan naik dari anoda, butiran aluminium mengendap ke dasar sel, permukaan logam Al naik, dan anoda terkikis. Titik biru pada kawat luar menunjukkan aliran elektron dari anoda melalui sumber arus menuju katoda.
- Jeda atau lanjutkan. Klik Jeda untuk menghentikan animasi sementara; klik lagi untuk melanjutkan dari titik terakhir.
- Reset. Klik Reset (atau tekan R) untuk kembali ke kondisi awal.
- Eksperimen ulang. Ubah arus atau waktu, lalu jalankan kembali. Bandingkan massa Al yang dihasilkan untuk melihat pengaruh \(I\) dan \(t\) secara langsung.
Catatan: massa yang ditampilkan adalah hasil teoretis berdasarkan Hukum Faraday. Pada industri nyata, efisiensi arus (current efficiency) berkisar 90–95% karena adanya reaksi samping. Tombol pintas (Space, R, ←, →) aktif setelah area simulasi diklik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar