Simulasi ini dirancang untuk siswa SMA yang belum pernah mempelajari spektroskopi H-NMR (spektroskopi resonansi magnetik inti proton). Cukup ikuti alurnya dari nol, dan setiap langkah di simulasi ini akan menunjukkan bagaimana sinyal di spektrum berhubungan dengan struktur molekul yang sedang kamu pelajari.
Materi ini memang tidak muncul di kurikulum SMA, tetapi sering menjadi bagian penting dalam soal OSN Kimia; karena itu simulasi ini disusun sebagai jembatan antara pengetahuan kimia SMA dan tuntutan OSN. Kamu akan mulai dari konsep paling dasar, proton, lingkungan kimia, chemical shift, integrasi, dan pola splitting, lalu menggunakannya untuk membaca spektrum dan menentukan struktur molekul sederhana.
Dirancang oleh Urip.info
Bayangkan ada cairan bening dan kamu ingin tahu molekul apa isinya. Spektroskopi NMR membaca "lingkungan" setiap atom hidrogen dalam molekul. Hasilnya seperti sidik jari struktur. Kita mulai dari sifat paling dasar: inti hidrogen.
Inti 1H (proton) punya spin ½, sehingga berperilaku seperti magnet batang mungil. Di luar medan magnet arahnya acak. Di dalam medan magnet kuat hanya ada dua orientasi: α (searah , energi rendah) dan β (berlawanan, energi tinggi). Selisih energinya . Gelombang radio berfrekuensi yang tepat bisa "membalik" proton dari α ke β. Itulah resonansi.
Elektron di sekitar H menghasilkan medan kecil yang melawan . Medan yang benar-benar dirasakan inti adalah , dengan tetapan perisai (shielding constant). Akibatnya frekuensi resonansi H bergantung pada lingkungan elektroniknya:
Nilai hanya sekitar , jadi bedanya sangat kecil. Lihat sendiri pada spektrometer berikut:
| Jenis H | δ (ppm) | Frekuensi resonansi (Hz) | Selisih dari TMS (Hz) |
|---|
Selisihnya hanya ratusan sampai ribuan Hz dari ratusan juta Hz. Karena itu kita memakai satuan relatif ppm (bagian per sejuta), yang dibahas di Tahap 1.
Alat modern mengirim denyut radio berisi banyak frekuensi sekaligus, lalu komputer mengubah sinyal yang diterima menjadi spektrum dengan transformasi Fourier. Untuk keperluan kita cukup tahu: spektrum = grafik sinyal terhadap δ (ppm).
| Petunjuk | Memberi tahu kita | Dibahas di |
|---|---|---|
| Jumlah sinyal | Berapa jenis H yang berbeda | Tahap 2 |
| Integrasi (luas) | Berapa banyak H per sinyal | Tahap 3 |
| Pergeseran kimia δ | Lingkungan elektronik H (dekat O, cincin benzena, dst.) | Tahap 4 |
| Pemecahan sinyal | Berapa H tetangga | Tahap 5 |
Sumbu mendatar spektrum adalah pergeseran kimia dalam ppm. Aturannya: TMS (tetrametilsilana, Si(CH3)4) dijadikan titik nol, dan nilai membesar ke kiri.
- Downfield (kiri, besar): H kurang terlindungi (deshielded), frekuensi resonansi lebih tinggi.
- Upfield (kanan, kecil): H lebih terlindungi (shielded).
- Mengapa TMS? Dua belas H-nya setara sehingga memberi satu singlet tajam, senyawanya inert, mudah menguap, dan sinyalnya jauh di sisi upfield.
Spektrum etanol. Ganti spektrometer dan skala sumbu. Di skala ppm posisi sinyal tetap, di skala Hz posisi berubah. Gerakkan kursor atau jari pada spektrum untuk membaca nilai.
Selisih dari TMS Hz, alat MHz
δ ppm, alat MHz
H yang setara secara kimia (chemically equivalent) memberi satu sinyal yang sama. Jadi jumlah sinyal = jumlah jenis H.
- Tes substitusi: ganti satu H dengan atom lain (misalnya Cl). Jika dua H menghasilkan produk yang sama, keduanya setara.
- Simetri: bidang atau sumbu simetri membuat H di dua sisi setara (dua CH3 pada dimetil eter).
- Putaran bebas: tiga H pada satu CH3 selalu setara.
Pilih sebuah warna, lalu klik atom H. H yang setara diberi warna sama, H yang berbeda diberi warna berbeda. Setelah itu isi jumlah sinyalnya.
Luas di bawah sinyal sebanding dengan jumlah H penyebabnya. Alat menampilkannya sebagai kurva berbentuk tangga (garis oranye): tinggi tiap anak tangga mewakili luas sinyal. Yang bermakna adalah perbandingan tinggi, lalu diskalakan memakai jumlah H pada rumus molekul.
Tinggi tangga diukur dalam mm (ada sedikit galat pengukuran). Rumus molekul diberikan. Tentukan jumlah H tiap sinyal.
Di mana sinyal muncul bergantung pada kerapatan elektron di sekitar H. Makin banyak elektron yang melindungi H, makin upfield ( kecil). Makin ditarik gugus elektronegatif, makin downfield.
Pengaruh gugus penarik elektron melemah seiring jarak. Arahkan kursor pada sinyal atau atom H untuk melihat hubungannya.
Sentuh sebuah batang untuk melihat contohnya.
Atom H yang berwarna menunjukkan sinyal yang ditanyakan. Pilih zona δ yang paling mungkin.
Tiap H tetangga adalah magnet kecil yang menghadap atas atau bawah, sehingga H yang kita amati merasakan sedikit medan tambahan berbeda. Hasilnya sinyal terpecah. Aturan n + 1: jika ada n H tetangga yang setara, sinyal terpecah menjadi n + 1 garis dengan perbandingan tinggi mengikuti segitiga Pascal.
- Yang menjadi tetangga: H pada atom C yang bersebelahan (tiga ikatan, H–C–C–H).
- H yang setara tidak saling memecah.
- H pada O–H biasanya tidak memecah dan tidak dipecah (bertukar cepat), tampil singlet lebar.
- Jarak antar garis disebut konstanta kopling , diukur dalam Hz, nilainya tidak bergantung kuat medan. Untuk H tetangga pada rantai alkana .
Atom H berwarna adalah yang ditanyakan. Garis putus-putus menandai H tetangganya. Pilih pola sinyalnya.
| Jenis H | δ (ppm) |
|---|---|
| R–CH3 | 0,8–1,3 |
| R–CH2–R | 1,2–1,9 |
| H–C–C=O, H–C–Ar | 2,0–2,9 |
| C≡C–H | 1,8–3,1 |
| H–C–O, H–C–X (halogen) | 3,2–4,5 |
| O–H, N–H (lebar, bervariasi) | 1–5,5 |
| H–C=C alkena | 4,6–6,0 |
| H aromatik | 6,5–8,0 |
| H–C=O aldehida, format | 8–10 |
| O–H asam karboksilat | 10–13 |
| H tetangga (n) | Pola | Rasio tinggi |
|---|---|---|
| 0 | singlet (s) | 1 |
| 1 | doublet (d) | 1 : 1 |
| 2 | triplet (t) | 1 : 2 : 1 |
| 3 | kuartet (q) | 1 : 3 : 3 : 1 |
| 4 | kuintet | 1 : 4 : 6 : 4 : 1 |
| 5 | sekstet | 1 : 5 : 10 : 10 : 5 : 1 |
| 6 | septet | 1 : 6 : 15 : 20 : 15 : 6 : 1 |
Rumus penting.
Urutan kerja elusidasi: (1) DBE, (2) jumlah sinyal, (3) integrasi menjadi jumlah H, (4) δ menjadi jenis H, (5) pola menjadi H tetangga, (6) susun fragmen, (7) verifikasi dengan memprediksi spektrum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar