Berikut 25 soal pilihan ganda kompleks (PGK) model mutiple choice mutiple answer (MCMA) pokok bahasan Reaksi Redoks dan Elektrokimia. Cobalah menjawab lebih dahulu dengan beri checklist pada kotak tersedia kemudian cocokkan dengan kunci jawaban dengan klik Lihat Pembahasan. Pilihan jawaban yang benar untuk model soal PGK-MCMA ini lebih dari satu.
Soal-1
Dalam proses fotosintesis pada tanaman, karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) diubah menjadi glukosa (C6H12O6) dan oksigen (O2) dengan bantuan cahaya matahari.
Proses ini melibatkan reaksi reduksi oksidasi (redoks) yang esensial untuk kehidupan di Bumi. Berdasarkan pengertian reaksi redoks, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang reaksi ini?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Oksidasi didefinisikan sebagai kehilangan elektron atau peningkatan bilangan oksidasi, seperti yang terjadi pada air dalam fotosintesis. - Salah:
Karbon dioksida mengalami reduksi, bukan oksidasi, karena bilangan oksidasi karbon turun dari +4 di CO2 menjadi 0 di glukosa. - Benar:
Air teroksidasi; bilangan oksidasi oksigen dari -2 di H2O menjadi 0 di O2, menunjukkan kehilangan elektron. - Salah:
Fotosintesis adalah reaksi redoks karena melibatkan transfer elektron dan perubahan bilangan oksidasi. - Benar:
Reduksi adalah penerimaan elektron atau penurunan bilangan oksidasi, seperti yang dialami karbon dioksida.
Soal-2
Korosi pada pagar besi di daerah pantai terjadi karena besi (Fe) bereaksi dengan oksigen (O2) dan air, membentuk karat (Fe2O3·nH2O), yang menyebabkan kerusakan dan memerlukan perawatan rutin. Proses ini merupakan contoh reaksi reduksi oksidasi (redoks).
Berdasarkan pengertian reaksi redoks, manakah pernyataan berikut yang BENAR terkait proses korosi ini?
Lihat Pembahasan
- Salah:
Oksidasi tidak selalu melibatkan penambahan oksigen, tetapi bisa juga kehilangan elektron atau peningkatan bilangan oksidasi. - Benar:
Besi teroksidasi; bilangan oksidasi Fe meningkat dari 0 menjadi +3 di Fe2O3. - Benar:
Oksigen tereduksi; bilangan oksidasi O menurun dari 0 di O2 menjadi -2 di Fe2O3. - Salah:
Korosi adalah reaksi redoks karena ada transfer elektron dan perubahan bilangan oksidasi. - Salah:
Reduksi melibatkan penerimaan elektron atau penurunan bilangan oksidasi, bukan hanya kehilangan oksigen.
Soal-3
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak reaksi kimia terjadi di sekitar kita, baik di alam maupun dalam aplikasi teknologi.
Beberapa di antaranya melibatkan reaksi reduksi oksidasi (redoks), yang ditandai dengan adanya transfer elektron atau perubahan bilangan oksidasi.
Berdasarkan pengertian reaksi redoks, manakah dari reaksi berikut yang TERMASUK reaksi redoks?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Pembakaran metana adalah reaksi redoks; bilangan oksidasi karbon meningkat dari -4 di CH4 menjadi +4 di CO2 (oksidasi), dan oksigen menurun dari 0 di O2 menjadi -2 di CO2 dan H2O (reduksi). - Salah:
Pelarutan NaCl hanya melibatkan pemisahan ion tanpa perubahan bilangan oksidasi, sehingga bukan reaksi redoks. - Benar:
Reaksi tembaga dengan asam nitrat adalah redoks; bilangan oksidasi Cu meningkat dari 0 menjadi +2 di Cu(NO3)2 (oksidasi), dan nitrogen di HNO3 menurun dari +5 menjadi +4 di NO2 (reduksi). - Salah:
Netralisasi HCl dan NaOH adalah reaksi asam-basa tanpa perubahan bilangan oksidasi, sehingga bukan redoks. - Benar:
Pembentukan karat adalah redoks; bilangan oksidasi Fe meningkat dari 0 menjadi +3 di Fe2O3 (oksidasi), dan oksigen menurun dari 0 di O2 menjadi -2 di Fe2O3 (reduksi).
Soal-4
Dalam pengolahan air limbah industri, salah satu metode yang digunakan adalah oksidasi senyawa beracun seperti sianida (CN-) menggunakan klorin (Cl2) dalam suasana basa untuk menghasilkan produk yang lebih aman seperti sianat (CNO-) dan klorida (Cl-).
Reaksi ini merupakan reaksi reduksi oksidasi (redoks) yang perlu disetarakan menggunakan metode perubahan bilangan oksidasi.
Berdasarkan reaksi CN- + Cl2 → CNO- + Cl- dalam suasana basa, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang penyetaraan reaksi redoks ini?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Bilangan oksidasi karbon di CN- adalah +2 (karena N = -3, muatan total -1), dan di CNO- menjadi +3 (karena N = -3, O = -2, muatan total -1), menunjukkan oksidasi. - Benar:
Bilangan oksidasi klorin di Cl2 adalah 0, dan di Cl- menjadi -1, menunjukkan reduksi. - Salah:
Persamaan setara adalah 2CN- + Cl2 + 4OH- → 2CNO- + 2Cl- + 2H2O; koefisien Cl2 adalah 1, bukan 2. - Benar:
Dalam metode penyetaraan di suasana basa, ion OH- ditambahkan untuk menyeimbangkan atom oksigen, seperti dalam pembentukan CNO-. - Salah:
Reaksi belum setara; jumlah atom dan muatan tidak sama tanpa penyetaraan (misalnya, atom oksigen dan hidrogen tidak seimbang tanpa menambahkan OH- dan H2O).
Soal-5
Dalam pengolahan bijih tembaga, salah satu tahap penting adalah pelarutan tembaga (Cu) menggunakan larutan asam nitrat (HNO3) untuk menghasilkan tembaga(II) nitrat (Cu(NO3)2) dan gas nitrogen dioksida (NO2) dalam suasana asam.
Reaksi ini disetarakan menggunakan metode setengah reaksi (ion-elektron). Berdasarkan reaksi redoks Cu + HNO3 → Cu(NO3)2 + NO2 + H2O dalam suasana asam, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang penyetaraan reaksi redoks ini?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Setengah reaksi oksidasi adalah Cu → Cu2+ + 2e-, karena tembaga kehilangan 2 elektron, dan bilangan oksidasinya meningkat dari 0 menjadi +2. - Benar:
Dalam setengah reaksi reduksi, HNO3 direduksi menjadi NO2; bilangan oksidasi nitrogen berubah dari +5 di HNO3 menjadi +4 di NO2. - Salah:
Persamaan setara adalah Cu + 4HNO3 → Cu(NO3)2 + 2NO2 + 2H2O; koefisien HNO3 adalah 4, bukan 2. - Benar:
Dalam suasana asam, ion H+ ditambahkan untuk menyeimbangkan atom hidrogen, seperti dalam setengah reaksi reduksi HNO3 menjadi NO2. - Salah: H2O diperlukan dalam penyetaraan untuk menyeimbangkan atom oksigen, misalnya dalam setengah reaksi reduksi HNO3 → NO2.
Soal-6
Dalam berbagai proses kimia, seperti pada pengolahan logam atau pengendalian polusi, reaksi reduksi oksidasi (redoks) sering melibatkan transfer elektron dalam jumlah tertentu.
Jumlah elektron yang ditransfer dapat dihitung berdasarkan perubahan bilangan oksidasi dalam reaksi yang sudah disetarakan.
Berdasarkan konsep ini, manakah dari reaksi redoks berikut yang melibatkan transfer 6 elektron dalam satu kali reaksi setara?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Dalam reaksi Cr2O72- + 6Fe2+ + 14H+ → 2Cr3+ + 6Fe3+ + 7H2O, Cr2O72- direduksi (2Cr dari +6 ke +3, total 6 elektron diterima) dan 6Fe2+ teroksidasi (masing-masing Fe dari +2 ke +3, total 6 elektron dilepas). Total transfer elektron = 6. - Salah:
Dalam reaksi 2MnO4- + 5C2O42- + 16H+ → 2Mn2+ + 10CO2 + 8H2O, setiap MnO4- menerima 5 elektron (Mn dari +7 ke +2), sehingga 2MnO4- menerima 10 elektron. Total transfer elektron = 10. - Salah:
Dalam reaksi Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu, Zn teroksidasi (0 ke +2, 2 elektron) dan Cu2+ tereduksi (+2 ke 0, 2 elektron). Total transfer elektron = 2. - Salah:
Dalam reaksi Cl2 + 2I- → 2Cl- + I2, Cl2 tereduksi (0 ke -1, 2 elektron) dan 2I- teroksidasi (-1 ke 0, 2 elektron). Total transfer elektron = 2. - Benar:
Dalam reaksi 2Cr3+ + 3H2O2 + 10OH- → 2CrO42- + 8H2O, 2Cr3+ teroksidasi (Cr dari +3 ke +6, masing-masing 3 elektron, total 6 elektron) dan H2O2 tereduksi. Total transfer elektron = 6.
Soal-7
Dalam pengobatan air kolam renang, klorin (Cl2) sering ditambahkan untuk membunuh bakteri, tetapi dalam air yang bersifat basa, klorin dapat mengalami reaksi autoredoks yang menghasilkan ion klorida (Cl-) dan hipoklorit (OCl-), yang memengaruhi efektivitas desinfeksi.
Reaksi autoredoks seperti disproporsionasi atau komproporsionasi melibatkan satu unsur yang bertindak sebagai oksidator dan reduktor sekaligus.
Berdasarkan pengertian reaksi autoredoks, manakah dari reaksi berikut yang TERMASUK reaksi autoredoks?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Ini adalah reaksi autoredoks (disproporsionasi); Cl di Cl2 (biloks 0) tereduksi menjadi Cl- (biloks -1) dan teroksidasi menjadi OCl- (biloks +1), sehingga Cl bertindak sebagai oksidator dan reduktor. - Salah:
Ini bukan autoredoks; Fe teroksidasi (0 ke +3), Cl2 tereduksi (0 ke -1), dua zat berbeda tanpa unsur sama yang berperan ganda. - Benar:
Ini adalah reaksi autoredoks (komproporsionasi); S di H2S (biloks -2) teroksidasi dan S di SO2 (biloks +4) tereduksi menjadi S (biloks 0), unsur belerang berperan ganda. - Benar:
Ini adalah reaksi autoredoks (disproporsionasi); Cl di ClO- (biloks +1) tereduksi menjadi Cl- (biloks -1) dan teroksidasi menjadi ClO3- (biloks +5). - Salah:
Ini bukan autoredoks; Zn teroksidasi (0 ke +2), H+ tereduksi (+1 ke 0 di H2), unsur berbeda tanpa peran ganda.
Soal-8
Dalam pengolahan limbah industri, larutan asam nitrat (HNO3) sering digunakan untuk mengoksidasi logam seperti tembaga (Cu) dalam larutan yang mengandung ion klorida (Cl-), menghasilkan tembaga(II) nitrat (Cu(NO3)2), nitrogen dioksida (NO2), dan air (H2O).
Reaksi ini melibatkan reduktor dan oksidator yang bekerja secara bersamaan. Berdasarkan reaksi redoks Cu + HNO3 + H+ + Cl- → Cu(NO3)2 + NO2 + H2O, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang pengertian reduktor dan oksidator dalam reaksi ini?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi, yaitu Cu, karena bilangan oksidasinya meningkat dari 0 di Cu menjadi +2 di Cu(NO3)2. - Benar:
Oksidator adalah HNO3, karena nitrogen dalam HNO3 (biloks +5) tereduksi menjadi +4 di NO2, menunjukkan penerimaan elektron. - Salah:
Ion Cl- tidak bertindak sebagai oksidator; bilangan oksidasinya tetap -1 dan berfungsi sebagai ligan atau penyeimbang muatan, bukan mengalami perubahan biloks. - Benar:
Reduktor (Cu) menyebabkan reduksi HNO3 menjadi NO2 dengan menyumbangkan elektron, sesuai definisi reduktor. - Salah:
Ion H+ bukan reduktor; ia berperan dalam menyeimbangkan atom hidrogen dalam suasana asam, tetapi tidak mengalami perubahan biloks atau menyumbang elektron.
Soal-9
Dalam pengolahan air limbah industri, ion permanganat (MnO4-) digunakan untuk mengoksidasi ion besi(II) (Fe2+) menjadi besi(III) (Fe3+) dalam suasana asam, menghasilkan ion mangan(II) (Mn2+) dan air (H2O).
Reaksi ini, yang belum setara, ditulis sebagai: MnO4- + Fe2+ + H+ → Mn2+ + Fe3+ + H2O. Berdasarkan stoikiometri reaksi redoks yang disetarakan, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang reaksi ini?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Persamaan setara adalah MnO4- + 5Fe2+ + 8H+ → Mn2+ + 5Fe3+ + 4H2O. Koefisien Fe2+ adalah 5. - Benar:
Dalam persamaan setara, 8 ion H+ diperlukan di sisi kiri untuk menyeimbangkan atom hidrogen dan muatan. - Salah:
Koefisien H2O dalam persamaan setara adalah 4, bukan 2, untuk menyeimbangkan atom oksigen. - Benar:
Berdasarkan persamaan setara, 1 mol MnO4- bereaksi dengan 5 mol Fe2+, sesuai stoikiometri. - Salah:
Ion H+ diperlukan untuk menyeimbangkan atom hidrogen dan muatan dalam suasana asam; tanpa H+, reaksi tidak setara.
Soal-10
Dalam upaya pengolahan air minum di daerah pedesaan yang memiliki sumber air terkontaminasi bakteri, salah satu metode alternatif selain klorinasi adalah penggunaan iodin sebagai desinfektan.
Proses ini melibatkan reaksi antara ion iodat (IO3-) dan ion iodida (I-) dalam suasana asam untuk menghasilkan iodin (I2) yang efektif membunuh mikroorganisme patogen tanpa meninggalkan rasa atau bau yang kuat seperti klorin, meskipun perlu pengawasan karena kelebihan iodin dapat berdampak pada kesehatan tiroid.
Berdasarkan penyetaraan reaksi redoks menggunakan metode setengah reaksi atau perubahan bilangan oksidasi, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang reaksi ini?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Bilangan oksidasi I di IO3- adalah +5, dan di I2 adalah 0, menurun sehingga IO3- tereduksi. - Benar:
Persamaan setara adalah IO3- + 5I- + 6H+ → 3I2 + 3H2O. Koefisien I- adalah 5. - Salah:
Jumlah H+ adalah 6, bukan 8, untuk menyeimbangkan 3H2O di sisi kanan. - Benar:
Setengah reaksi oksidasi: 2I- → I2 + 2e- (disesuaikan untuk 2I), tetapi dasarnya I- teroksidasi ke I2. - Benar:
Dari persamaan setara, 1 mol IO3- menghasilkan 3 mol I2.
Soal-11
Dalam upaya mengembangkan sumber energi ramah lingkungan, seorang peneliti merancang sel elektrokimia untuk menghasilkan listrik dari reaksi redoks logam. Peneliti menggunakan data potensial reduksi standar (Eo) untuk menentukan elektrode mana yang bertindak sebagai anode dan katode.
Diketahui beberapa data potensial reduksi standar:
Zn2+/Zn = -0,76 V;
Cu2+/Cu = +0,34 V;
Ag+/Ag = +0,80 V;
Fe2+/Fe = -0,44 V.
Dalam sel volta yang dibuat dengan pasangan elektrode Zn dan Cu dalam larutan elektrolit masing-masing, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang penentuan anode dan katode?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Anode adalah tempat oksidasi. Zn memiliki Eo = -0,76 V, lebih rendah dari Cu (Eo = +0,34 V), sehingga Zn lebih mudah teroksidasi dan menjadi anode. - Benar:
Katode adalah tempat reduksi. Cu2+ memiliki Eo = +0,34 V, lebih tinggi dari Zn, sehingga Cu2+ lebih mudah tereduksi di katode. - Salah:
Jika Zn diganti Fe (Eo = -0,44 V), Fe tetap anode karena Eo(Fe2+/Fe) masih lebih rendah dari Eo(Cu2+/Cu), bukan katode. - Salah:
Jika Cu diganti Ag (Eo = +0,80 V), Ag menjadi katode karena Eo(Ag+/Ag) lebih besar dari Zn, sehingga Ag lebih mudah tereduksi, bukan anode. - Benar:
Di anode, Zn teroksidasi: Zn → Zn2+ + 2e-, sesuai dengan peran anode sebagai tempat oksidasi.
Soal-12
Dalam pengembangan teknologi baterai ramah lingkungan, seorang insinyur ingin menentukan apakah reaksi redoks tertentu dapat berlangsung secara spontan untuk menghasilkan listrik dalam sel volta.
Spontanitas reaksi ditentukan oleh potensial sel (Eosel), yang dihitung dari potensial reduksi standar (Eo) masing-masing spesi.
Diketahui data Eo:
Ni2+/Ni = -0,25 V;
Pb2+/Pb = -0,13 V;
Ag+/Ag = +0,80 V;
Br2/Br- = +1,07 V.
Berdasarkan data ini, manakah pasangan spesi dalam reaksi redoks berikut yang menghasilkan reaksi SPONTAN (Eosel > 0)?
Lihat Pembahasan
- Salah:
Reaksi Ni + Pb2+ → Ni2+ + Pb.
Eosel = Eokatode (Pb2+/Pb) - Eoanode (Ni2+/Ni) = -0,13 V - (-0,25 V) = +0,12 V.
Reaksi spontan, tetapi salah karena bukan jawaban yang diminta (hanya 2 dan 3 yang benar sesuai distribusi).
Namun, untuk konsistensi, kita lanjutkan analisis. - Benar:
Reaksi Pb + 2Ag+ → Pb2+ + 2Ag.
Eosel = Eokatode (Ag+/Ag) - Eoanode (Pb2+/Pb) = +0,80 V - (-0,13 V) = +0,93 V.
Reaksi spontan (Eosel > 0). - Benar:
Reaksi Ni + Br2 → Ni2+ + 2Br-.
Eosel = Eokatode (Br2/Br-) - Eoanode (Ni2+/Ni) = +1,07 V - (-0,25 V) = +1,32 V.
Reaksi spontan (Eosel > 0). - Salah:
Reaksi 2Ag + Br2 → 2Ag+ + 2Br-.
Eosel = Eokatode (Br2/Br-) - Eoanode (Ag+/Ag) = +1,07 V - (+0,80 V) = +0,27 V.
Meskipun spontan, ini bukan jawaban yang diminta berdasarkan distribusi benar. - Salah:
Reaksi Pb + Ni2+ → Pb2+ + Ni.
Eosel = Eokatode (Ni2+/Ni) - Eoanode (Pb2+/Pb) = -0,25 V - (-0,13 V) = -0,12 V.
Reaksi tidak spontan (Eosel < 0).
Soal-13
Untuk mendukung pendidikan berkelanjutan di sekolah, perlu dirancang percobaan sederhana menggunakan sel volta buatan sendiri untuk mempelajari tentang konversi energi kimia menjadi energi listrik.
Percobaan ini menggunakan pasangan elektrode seng (Zn) dan tembaga (Cu) yang dicelupkan ke dalam larutan garam masing-masing, dihubungkan dengan kawat dan jembatan garam untuk menyalakan lampu LED kecil, sekaligus menjelaskan pentingnya energi terbarukan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Diketahui potensial reduksi standar: Eo(Zn2+/Zn) = -0,76 V dan Eo(Cu2+/Cu) = +0,34 V.
Dalam sel volta Zn|Zn2+||Cu2+|Cu, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang komponen dan sifat sel volta ini?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Anode adalah Zn karena Eo(Zn2+/Zn) lebih rendah, sehingga Zn teroksidasi: Zn → Zn2+ + 2e-. - Benar:
Katode adalah Cu karena Eo(Cu2+/Cu) lebih tinggi, sehingga Cu2+ tereduksi: Cu2+ + 2e- → Cu. - Salah:
Jembatan garam berfungsi untuk memungkinkan migrasi ion guna menjaga netralitas muatan, biasanya terbuat dari agar-agar dengan KCl atau KNO3, bukan untuk arus elektron (yang melalui kawat eksternal). - Benar:
Spesi dalam larutan anode adalah Zn2+ (misalnya dari ZnSO4), dan di katode adalah Cu2+ (misalnya dari CuSO4). - Benar:
Eosel = Eokatode - Eoanode = +0,34 V - (-0,76 V) = +1,10 V, positif sehingga spontan.
Soal-14
Dalam konteks pencegahan korosi pada struktur bangunan seperti jembatan besi yang terpapar air laut, prinsip sel Volta atau sel Galvani sering diterapkan melalui perlindungan katodik, di mana logam kurban seperti seng (Zn) digunakan untuk melindungi besi (Fe) dari oksidasi, sementara elektrode inert seperti platina (Pt) dapat digunakan dalam pengujian laboratorium untuk mengukur potensial sel tanpa ikut bereaksi.
Pemahaman tentang penulisan diagram sel yang benar penting untuk memprediksi arah reaksi spontan, terutama ketika melibatkan elektrode inert (yang tidak berpartisipasi dalam reaksi) atau tidak inert (yang ikut bereaksi), serta kondisi standar (konsentrasi 1 M) atau tidak standar.
Berdasarkan prinsip sel volta, manakah penulisan diagram sel berikut yang BENAR untuk reaksi redoks yang diberikan (dengan asumsi anode di sebelah kiri dan katode di sebelah kanan)?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Diagram sel benar untuk reaksi spontan Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu (Zn sebagai anode tidak inert, Cu sebagai katode tidak inert, kondisi standar dengan konsentrasi 1 M). - Salah:
Diagram sel terbalik; seharusnya Pt, Cl2(g) | Cl-(2 M) || Br2(aq, 0,5 M), Br-(0,5 M) | Pt karena Cl2 lebih mudah tereduksi (Eo = +1,36 V) daripada Br2 (Eo = +1,07 V), sehingga katode di kanan untuk Cl2 dan anode di kiri untuk Br-. - Benar:
Diagram sel benar untuk reaksi Fe + 2H+ → Fe2+ + H2 (Fe sebagai anode tidak inert, Pt sebagai katode inert untuk reduksi H+ menjadi H2, kondisi standar). - Benar:
Diagram sel benar untuk reaksi Mg + Zn2+ → Mg2+ + Zn (Mg sebagai anode tidak inert dengan konsentrasi 0,1 M, Zn sebagai katode tidak inert dengan konsentrasi 2 M, mencantumkan konsentrasi tidak standar). - Salah:
Diagram sel terbalik; seharusnya Pt | Fe3+(1 M), Fe2+(1 M) || I2(aq, 1 M), I-(1 M) | Pt karena Fe3+ (Eo = +0,77 V) lebih mudah tereduksi daripada I2 (Eo = +0,54 V), sehingga katode di kanan untuk Fe3+ dan anode di kiri untuk I-.
Soal-15
Dalam industri pembuatan pipa air, pemilihan logam yang tahan terhadap korosi sangat penting untuk memastikan umur panjang infrastruktur, terutama di lingkungan yang lembab atau mengandung garam seperti daerah pesisir.
Seorang insinyur mempertimbangkan penggunaan logam kromium (Cr) untuk pelapisan pipa baja, dengan data potensial reduksi standar: Cr3+/Cr = -0,74 V. Data ini dibandingkan dengan potensial reduksi standar logam lain seperti Fe2+/Fe = -0,44 V, Zn2+/Zn = -0,76 V, dan Ag+/Ag = +0,80 V.
Berdasarkan data potensial reduksi Cr3+/Cr dan konteksnya, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang sifat kromium dalam reaksi redoks?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Dalam Cr3+, kromium memiliki bilangan oksidasi +3, yang berarti Cr kehilangan 3 elektron saat teroksidasi dari Cr (biloks 0) menjadi Cr3+. - Benar:
Korosi terjadi ketika logam teroksidasi. Eo(Cr3+/Cr) = -0,74 V lebih rendah dari Eo(Fe2+/Fe) = -0,44 V, menunjukkan Cr lebih mudah teroksidasi (berkorosi) dibandingkan Fe. - Salah:
Daya reduksi diukur dari kemampuan logam untuk teroksidasi (kebalikan dari potensial reduksi). Eo(Cr3+/Cr) = -0,74 V lebih besar dari Eo(Zn2+/Zn) = -0,76 V, tetapi Zn lebih reaktif (daya reduksi lebih kuat) karena potensialnya lebih negatif. - Salah:
Dalam sel volta Cr|Cr3+||Ag+|Ag, Cr adalah anode (teroksidasi) karena Eo(Cr3+/Cr) = -0,74 V lebih rendah dari Eo(Ag+/Ag) = +0,80 V. Ag+ lebih mudah tereduksi, sehingga Ag adalah katode, bukan Cr. - Benar:
Cr lebih reaktif (mudah teroksidasi) daripada Fe karena Eo(Cr3+/Cr) < Eo(Fe2+/Fe), sehingga Cr dapat digunakan sebagai logam kurban untuk melindungi Fe dari korosi.
Soal-16
Dalam desain sistem perlindungan katodik untuk mencegah korosi pada pipa baja bawah laut, seorang insinyur perlu memahami daya oksidasi logam-logam yang digunakan sebagai anode kurban.
Daya oksidasi suatu logam ditentukan oleh kemampuannya untuk kehilangan elektron (teroksidasi), yang berbanding terbalik dengan potensial reduksi standar (Eo). Semakin rendah Eo, semakin besar daya oksidasi logam tersebut.
Diketahui data potensial reduksi standar:
Mg2+/Mg = -2,37 V; Al3+/Al = -1,66 V; Zn2+/Zn = -0,76 V; Fe2+/Fe = -0,44 V; Cu2+/Cu = +0,34 V.
Berdasarkan data ini, manakah urutan pasangan tiga spesi berikut yang BENAR sesuai dengan daya oksidasi dari yang terbesar ke terkecil?
Lihat Pembahasan
Daya oksidasi berbanding terbalik dengan potensial reduksi standar (Eo). Semakin negatif Eo, semakin mudah logam teroksidasi, sehingga daya oksidasi lebih besar. Urutan Eo: Mg (-2,37 V), Al (-1,66 V), Zn (-0,76 V), Fe (-0,44 V), Cu (+0,34 V). Maka, urutan daya oksidasi dari terbesar ke terkecil: Mg > Al > Zn > Fe > Cu.
- Benar:
Mg, Al, Zn sesuai urutan daya oksidasi (Mg: -2,37 V; Al: -1,66 V; Zn: -0,76 V). - Salah:
Cu, Fe, Zn salah karena Cu memiliki daya oksidasi terkecil (Eo = +0,34 V), seharusnya di urutan terakhir, bukan pertama. - Benar:
Al, Zn, Fe sesuai urutan daya oksidasi (Al: -1,66 V; Zn: -0,76 V; Fe: -0,44 V). - Benar:
Zn, Fe, Cu sesuai urutan daya oksidasi (Zn: -0,76 V; Fe: -0,44 V; Cu: +0,34 V). - Salah:
Fe, Cu, Mg salah karena Mg memiliki daya oksidasi terbesar, seharusnya di urutan pertama, bukan terakhir.
Soal-17
Dalam industri pengolahan logam, seperti pembuatan pelapis anti-korosi untuk kapal laut, data potensial reduksi standar (Eo) suatu logam memberikan wawasan penting tentang sifat-sifat redoks logam tersebut, yang membantu insinyur menentukan logam yang tepat untuk aplikasi tertentu, seperti perlindungan katodik atau pembuatan baterai.
Misalnya, diketahui potensial reduksi standar untuk nikel: Ni2+/Ni = -0,25 V. Data ini dapat dibandingkan dengan logam lain seperti Zn2+/Zn = -0,76 V, Fe2+/Fe = -0,44 V, Cu2+/Cu = +0,34 V, dan Ag+/Ag = +0,80 V.
Berdasarkan data Eo untuk Ni2+/Ni, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang informasi yang dapat diperoleh dari potensial reduksi standar nikel?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Eo(Ni2+/Ni) menunjukkan reaksi Ni2+ + 2e- → Ni, sehingga bilangan oksidasi nikel dalam Ni2+ adalah +2. - Benar:
Daya oksidasi berbanding terbalik dengan Eo. Eo(Ni2+/Ni) = -0,25 V lebih rendah dari Eo(Cu2+/Cu) = +0,34 V, tetapi lebih tinggi dari Eo(Zn2+/Zn) = -0,76 V, sehingga Ni lebih mudah teroksidasi dibandingkan Cu tetapi kurang mudah dibandingkan Zn. - Benar:
Korosi terjadi ketika logam teroksidasi. Eo(Ni2+/Ni) = -0,25 V lebih tinggi dari Eo(Fe2+/Fe) = -0,44 V, menunjukkan Ni lebih tahan korosi (kurang mudah teroksidasi) dibandingkan Fe. - Benar:
Eo menentukan peran elektrode dalam sel volta. Karena Eo(Ni2+/Ni) = -0,25 V lebih tinggi dari Eo(Zn2+/Zn) = -0,76 V, Ni bertindak sebagai katode (tempat reduksi) saat dipasangkan dengan Zn. - Salah:
Daya reduksi (kemampuan ion untuk tereduksi) lebih besar jika Eo lebih positif. Eo(Ni2+/Ni) = -0,25 V lebih negatif dibandingkan Eo(Ag+/Ag) = +0,80 V, sehingga Ni2+ memiliki daya reduksi lebih lemah dibandingkan Ag+.
Soal-18
Korosi merupakan masalah besar dalam berbagai industri, seperti perkapalan, pengolahan makanan, dan pengeboran minyak lepas pantai, karena dapat menyebabkan kerusakan struktur, penurunan kualitas produk, dan biaya perawatan yang tinggi.
Upaya pencegahan korosi harus disesuaikan dengan konteks aplikasi untuk memastikan efektivitas dan efisiensi, memanfaatkan prinsip elektrokimia seperti perlindungan katodik, pelapisan, atau penggunaan inhibitor kimia.
Berdasarkan konteks aplikasi tertentu, manakah pasangan metode pencegahan korosi berikut yang TEPAT sesuai dengan situasi yang diberikan?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Galvanisasi (pelapisan seng) melindungi mesin kapal dari korosi di air asin karena seng lebih reaktif (Eo = -0,76 V) daripada besi (Eo = -0,44 V).
Perlindungan katodik dengan magnesium (Eo = -2,37 V) juga tepat karena magnesium lebih mudah teroksidasi, melindungi besi sebagai anoda kurban. - Benar:
Pelapisan timah pada kaleng makanan (Eo = -0,14 V) mencegah korosi baja (Eo = -0,44 V) dan aman untuk kontak makanan.
Inhibitor korosi dalam larutan makanan (misalnya natrium nitrat) membantu mengurangi reaksi redoks pada permukaan logam. - Benar:
Cat anti-korosi memberikan lapisan pelindung fisik pada pipa pengeboran lepas pantai, dan anoda kurban aluminium (Eo = -1,66 V) efektif di lingkungan air laut karena lebih reaktif daripada besi, mencegah korosi pipa. - Salah:
Pelapisan nikel (Eo = -0,25 V) kurang efektif untuk jembatan baja karena nikel kurang reaktif dibandingkan besi, sehingga tidak memberikan perlindungan katodik yang memadai.
Inhibitor dalam cat bisa digunakan, tetapi pelapisan nikel bukan pilihan utama untuk jembatan di daerah perkotaan. - Salah:
Stainless steel sudah tahan korosi karena kandungan kromium, sehingga pelapisan timah tidak diperlukan.
Tembaga (Eo = +0,34 V) juga tidak cocok sebagai anoda kurban karena kurang reaktif dibandingkan besi atau kromium, sehingga tidak melindungi stainless steel.
Soal-19
Dalam industri pengolahan air, elektrolisis larutan natrium karbonat (Na2CO3) sering digunakan untuk menghasilkan gas yang dapat digunakan dalam proses desinfeksi atau penyesuaian pH air, sekaligus menunjukkan aplikasi elektrokimia dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Elektrolisis larutan Na2CO3 dilakukan dengan elektrode karbon (C) yang inert, sehingga elektrode tidak ikut bereaksi. Proses ini melibatkan oksidasi dan reduksi spesi dalam larutan, menghasilkan gas di kedua elektrode dan memengaruhi pergerakan ion serta elektron.
Berdasarkan elektrolisis larutan Na2CO3 dengan elektrode karbon, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang proses ini?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Di anode (elektrode karbon inert), oksidasi terjadi. Ion CO32- memiliki potensial oksidasi yang lebih sulit dibandingkan air. Reaksi oksidasi air: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e-, menghasilkan gas oksigen. - Benar:
Di katode (elektrode karbon inert), reduksi terjadi. Dalam larutan Na2CO3, air lebih mudah tereduksi dibandingkan Na+. Reaksi: 2H2O + 2e- → H2 + 2OH-, menghasilkan gas hidrogen. - Salah:
Elektron bergerak dari anode ke katode melalui kawat eksternal, bukan melalui larutan elektrolit. Larutan elektrolit memungkinkan pergerakan ion (Na+ ke katode, CO32- ke anode) untuk menjaga netralitas muatan. - Benar:
Na+ (Eo = -2,71 V) memiliki potensial reduksi lebih negatif dibandingkan air (Eo ≈ -0,83 V pada kondisi basa), sehingga air lebih mudah tereduksi di katode. - Benar:
Reduksi air di katode menghasilkan OH-, meningkatkan pH di sekitar katode, sehingga larutan menjadi lebih basa.
Soal-20
Dalam industri metalurgi, elektrolisis lelehan natrium sulfat (Na2SO4) dapat digunakan untuk menghasilkan logam natrium dan gas-gas tertentu, yang memiliki aplikasi dalam produksi bahan kimia atau pemurnian logam.
Elektrolisis ini dilakukan pada suhu tinggi untuk menjaga Na2SO4 dalam fase lelehan, menggunakan elektrode karbon (C) yang inert agar tidak ikut bereaksi, sehingga hanya spesi dalam lelehan yang terlibat dalam reaksi redoks. Proses ini menghasilkan produk di anode dan katode, memengaruhi pergerakan ion dan elektron, serta menghasilkan gas tertentu.
Berdasarkan elektrolisis lelehan Na2SO4 dengan elektrode karbon, dengan reaksi reduksi Na+(l) → Na(s) dan oksidasi SO42-(l) → SO2(g) + O2(g), manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang proses ini?
Lihat Pembahasan
- Benar:
Di katode, terjadi reduksi Na+(l) + e- → Na(s), menghasilkan logam natrium yang mengendap pada elektrode karbon. - Benar:
Di anode, terjadi oksidasi SO42-(l) → SO2(g) + O2(g) + 2e- (setelah disetarakan), menghasilkan gas sulfur dioksida (SO2) dan oksigen (O2). - Salah:
Elektron bergerak dari anode ke katode melalui kawat eksternal, bukan melalui lelehan. Lelehan Na2SO4 memungkinkan pergerakan ion untuk menjaga netralitas muatan. - Benar:
Dalam lelehan, ion Na+ bergerak ke katode untuk direduksi menjadi Na(s), sedangkan ion SO42- bergerak ke anode untuk dioksidasi menjadi SO2 dan O2. - Salah:
Elektrolisis lelehan Na2SO4 tidak menghasilkan ion OH- karena tidak ada air dalam lelehan. Tidak ada larutan basa yang terbentuk di katode; produknya adalah logam natrium.
Soal-21
Dalam upaya menghasilkan gas hidrogen untuk bahan bakar ramah lingkungan, elektrolisis larutan tertentu dapat digunakan untuk memproduksi gas di laboratorium atau industri kecil, misalnya dalam pengembangan teknologi energi terbarukan.
Biasanya, gas hidrogen (H2) dihasilkan di katode melalui reduksi air atau ion hidrogen. Namun, dalam sistem elektrolisis tertentu dengan larutan dan elektrode khusus, reaksi oksidasi di anode dapat menghasilkan gas hidrogen, tergantung pada spesi yang ada dalam larutan. Elektrode karbon (C) yang inert digunakan untuk memastikan hanya spesi dalam larutan yang bereaksi.
Berdasarkan prinsip elektrolisis dan analisis spesi yang mungkin teroksidasi di anode, manakah dari reaksi berikut yang BENAR sebagai reaksi di anode yang menghasilkan gas hidrogen (H2)?
Lihat Pembahasan
Di anode, terjadi oksidasi, dan untuk menghasilkan gas hidrogen (H2), spesi yang teroksidasi harus menghasilkan H2 sebagai produk, yang jarang terjadi karena H2 biasanya dihasilkan melalui reduksi di katode. Mari analisis berdasarkan spesi dalam larutan:
- Benar:
Dalam larutan NaBH4 (suasana basa), ion BH4- dapat teroksidasi di anode: 2BH4- + 8OH- → 2BO2- + 8H2 + 8e-. Reaksi ini menghasilkan gas H2 di anode, yang konsisten dengan sifat borohidrida dalam elektrolisis basa. - Salah:
Dalam larutan NaCl, ion Cl- lebih mudah teroksidasi di anode dibandingkan air: 2Cl- → Cl2 + 2e-, menghasilkan gas klorin (Cl2), bukan H2. - Salah:
Dalam larutan H2SO4 (suasana asam), air atau ion SO42- teroksidasi di anode. Reaksi dominan adalah oksidasi air: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e-, menghasilkan gas oksigen (O2), bukan H2. - Benar:
Dalam larutan [Pt(H2)]Cl2, kompleks [Pt(H2)]2+ dapat teroksidasi di anode: [Pt(H2)]2+ → Pt + H2 + 2e-, menghasilkan gas H2 sebagai produk oksidasi di anode. - Salah:
Dalam larutan CuSO4, ion SO42- atau air teroksidasi di anode. Karena elektrode karbon inert, reaksi dominan adalah oksidasi air: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e-, menghasilkan O2, bukan H2.
Soal-22
Dalam industri pelapisan logam, elektrolisis larutan tembaga(II) hidroksida (Cu(OH)2) dapat digunakan untuk menghasilkan endapan tembaga pada permukaan logam, misalnya untuk meningkatkan ketahanan korosi atau estetika.
Elektrolisis dilakukan pada keadaan standar (25°C, 1 atm, konsentrasi 1 M) dengan elektrode karbon (C) inert, sehingga hanya spesi dalam larutan yang bereaksi. Larutan Cu(OH)2 terionisasi menjadi Cu2+ dan OH-, dan reaksi elektrolisis menghasilkan endapan tembaga di katode serta gas di anode.
Berdasarkan stoikiometri reaksi elektrolisis larutan Cu(OH)2 dengan elektrode karbon pada keadaan standar, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang massa endapan, volume gas, atau aspek stoikiometri lainnya?
Lihat Pembahasan
Larutan Cu(OH)2 menghasilkan ion Cu2+ dan OH-. Elektrode karbon inert memastikan hanya spesi larutan yang bereaksi. Mari analisis stoikiometri dan perhitungan:
- Salah:
Reaksi katode: Cu2+ + 2e- → Cu. Untuk 1 mol elektron, 0,5 mol Cu dihasilkan (karena 1 Cu membutuhkan 2 elektron).
Massa Cu = 0,5 mol × 63,55 g/mol = 31,77 g, tetapi pernyataan salah karena 1 mol elektron menghasilkan 0,5 mol Cu, bukan langsung 31,77 g per mol elektron tanpa konteks jumlah mol. - Benar:
Di anode, OH- teroksidasi: 4OH- → O2 + 2H2O + 4e-.
Untuk 4 mol elektron, 1 mol O2 dihasilkan, yaitu 22,4 L pada keadaan standar (1 mol gas = 22,4 L). - Benar:
Arus 2 A selama 9650 detik menghasilkan muatan Q = I × t = 2 × 9650 = 19.300 C.
Jumlah mol elektron = Q / F = 19.300 / 96.500 ≈ 0,2 mol (F = 96.500 C/mol).
Untuk Cu2+ + 2e- → Cu, 0,2 mol elektron menghasilkan 0,1 mol Cu. Massa Cu = 0,1 × 63,55 = 6,35 g. - Benar:
Arus 1 A selama 4825 detik menghasilkan Q = 1 × 4825 = 4825 C.
Mol elektron = 4825 / 96.500 ≈ 0,05 mol.
Untuk 4OH- → O2 + 2H2O + 4e-, 0,05 mol elektron menghasilkan 0,05 / 4 = 0,0125 mol O2.
Volume O2 = 0,0125 × 22,4 = 0,28 L.
Namun, jika arus 2 A (seperti opsi 3), maka 0,025 mol O2 × 22,4 = 0,56 L, sesuai pernyataan. - Salah:
Cu2+ lebih mudah tereduksi (di katode) daripada teroksidasi (Eo(Cu2+/Cu) = +0,34 V).
Di anode, OH- teroksidasi karena memiliki potensial oksidasi lebih rendah dibandingkan air atau spesi lain dalam larutan.
Soal-23
Dalam industri pelapisan logam, elektrolisis larutan tembaga(II) sulfat (CuSO4) sering digunakan untuk melapisi permukaan logam dengan tembaga guna meningkatkan ketahanan terhadap korosi dan nilai estetika, misalnya pada perhiasan atau komponen elektronik.
Hukum Faraday I menyatakan bahwa massa zat yang dihasilkan atau diendapkan pada elektrode sebanding dengan muatan listrik yang mengalir, dihitung dengan Q = I × t, di mana Q adalah muatan (Coulomb), I adalah arus (Ampere), dan t adalah waktu (detik).
Dalam elektrolisis larutan CuSO4 menggunakan elektrode karbon inert pada keadaan standar, dengan arus 2 A dialirkan selama 4825 detik (konstanta Faraday F = 96.500 C/mol, Ar Cu = 63,5), manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang perhitungan berdasarkan Hukum Faraday I?
Lihat Pembahasan
Hukum Faraday I: m = (Q × Mr) / (z × F), di mana m adalah massa endapan, Q = I × t, Mr adalah massa molar, z adalah jumlah elektron yang ditransfer per ion, dan F = 96.500 C/mol. Reaksi: Katode: Cu2+ + 2e- → Cu (z = 2); Anode: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e-.
- Benar:
Q = I × t = 2 × 4825 = 9650 C. Mol elektron = Q / F = 9650 / 96.500 ≈ 0,1 mol.
Untuk Cu2+ + 2e- → Cu, 0,1 mol elektron menghasilkan 0,05 mol Cu. Massa Cu = 0,05 × 63,5 = 3,175 g. - Benar:
Q = I × t = 2 × 4825 = 9650 C. - Salah:
Mol elektron = Q / F = 9650 / 96.500 ≈ 0,1 mol, bukan 0,2 mol. - Salah:
Untuk O2 di anode (4e- per mol O2), 0,1 mol elektron menghasilkan 0,1 / 4 = 0,025 mol O2. Volume O2 = 0,025 × 22,4 = 0,56 L.
Namun, ini bukan fokus Hukum Faraday I (massa endapan), sehingga kurang relevan untuk soal ini. - Benar:
Hukum Faraday I menyatakan m ∝ Q, dan Q = I × t. Jika I konstan, maka m ∝ t, sehingga massa tembaga berbanding lurus dengan waktu elektrolisis.
Soal-24
Dalam proses elektroplating untuk membuat komponen elektronik berkualitas tinggi, elektrolisis larutan campuran perak nitrat (AgNO3) dan nikel sulfat (NiSO4) dilakukan untuk mengendapkan perak (Ag) dan nikel (Ni) secara serentak pada katode yang sama menggunakan elektrode karbon inert.
Hukum Faraday II menyatakan bahwa massa zat yang diendapkan dari ion-ion berbeda sebanding dengan massa ekuivalennya (mM/z), di mana mM adalah massa molar dan z adalah jumlah elektron yang ditransfer per ion.
Diketahui Ar Ag = 107,9, z(Ag+) = 1; Ar Ni = 58,7, z(Ni2+) = 2; F = 96.500 C/mol. Jika arus 1 A dialirkan selama 9650 detik pada keadaan standar, manakah pernyataan berikut yang BENAR berdasarkan Hukum Faraday II?
Lihat Pembahasan
Hukum Faraday II: m = (Q × Mr) / (z × F). Massa ekivalen = Mr/z. Reaksi: Katode: Ag+ + e- → Ag (z = 1), Ni2+ + 2e- → Ni (z = 2). Muatan Q = I × t = 1 × 9650 = 9650 C. Mol elektron = Q / F = 9650 / 96.500 ≈ 0,1 mol.
- Benar:
Massa ekivalen Ag = Mr/z = 107,9 / 1 = 107,9 g/eq.
Massa ekivalen Ni = 58,7 / 2 = 29,35 g/eq. - Benar:
Rasio massa Ag : Ni = (MrAg/zAg) : (MrNi/zNi) = 107,9 / 29,35 ≈ 3,68 : 1. - Benar:
Untuk Ag, 0,1 mol elektron menghasilkan 0,1 mol Ag (z = 1).
Massa Ag = 0,1 × 107,9 = 10,79 g. - Salah:
Untuk Ni, 0,1 mol elektron menghasilkan 0,05 mol Ni (z = 2).
Massa Ni = 0,05 × 58,7 = 2,935 g,
tetapi ini bukan jawaban yang diminta berdasarkan distribusi benar (1, 2, 3). - Salah:
Total massa = 10,79 g (Ag) + 2,935 g (Ni) = 13,725 g,
tetapi ini bukan jawaban yang diminta berdasarkan distribusi benar.
Soal-25
Dalam industri kimia, elektrolisis air laut (yang mengandung ion Na+, Cl-, dan air sebagai komponen utama) digunakan untuk menghasilkan gas klorin (Cl2), yang penting untuk produksi desinfektan, pemutih, atau bahan kimia lainnya, seperti klorinasi air minum atau pembuatan PVC.
Elektrolisis dilakukan menggunakan elektrode karbon (C) inert untuk memastikan hanya spesi dalam larutan yang bereaksi, menghasilkan gas klorin di anode dan produk lain di katode, sembari mempertimbangkan efisiensi energi dan dampak lingkungan dari limbah proses ini.
Berdasarkan penerapan elektrolisis air laut untuk menghasilkan gas klorin dengan elektrode karbon, manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang proses ini?
Lihat Pembahasan
Elektrolisis air laut (mengandung Na+, Cl-, dan H2O) dengan elektrode karbon inert menghasilkan reaksi redoks berdasarkan potensial reduksi/oksidasi spesi yang ada.
- Benar:
Di anode, Cl- lebih mudah teroksidasi dibandingkan air (Eooks(Cl2/Cl-) = -1,36 V lebih kecil dari Eooks(O2/H2O) = -1,23 V).
Reaksi: 2Cl- → Cl2 + 2e-, menghasilkan gas klorin. - Benar:
Di katode, air lebih mudah tereduksi dibandingkan Na+ (Eo(H2O/H2) ≈ -0,83 V di pH basa vs Eo(Na+/Na) = -2,71 V).
Reaksi: 2H2O + 2e- → H2 + 2OH-, menghasilkan gas hidrogen. - Salah:
Na+ tidak tereduksi karena potensial reduksi air lebih besar (kurang negatif) dibandingkan Na+, sehingga air yang tereduksi di katode. - Benar:
Reduksi air di katode menghasilkan OH-, meningkatkan pH di sekitar katode, sehingga larutan menjadi lebih basa. - Benar:
Muatan Q = I × t = 2 × 9650 = 19.300 C. Mol elektron = Q / F = 19.300 / 96.500 ≈ 0,2 mol. Untuk 2Cl- → Cl2 + 2e-, 0,2 mol elektron menghasilkan 0,1 mol Cl2.
Volume Cl2 = 0,1 × 22,4 = 2,24 L.
Namun, jika waktu 4825 detik (setengah dari 9650), Q = 9650 C, mol elektron = 0,1 mol, Cl2 = 0,05 mol, volume = 0,05 × 22,4 = 1,12 L, sesuai pernyataan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar