Penentuan kadar zat melalui data titrasi asam-basa merupakan salah satu aplikasi penting stoikiometri larutan. Berikut tiga soal latihan beserta pembahasan lengkapnya. Klik Lihat Pembahasan untuk membuka langkah-langkah penyelesaian pada setiap soal.
Kadar Ba(OH)2 dalam Larutan
Perhatikan data titrasi asam-basa berikut!
| No | Volume Larutan (mL) | |
|---|---|---|
| HCl 0,2 M | Ba(OH)2 X M | |
| 1 | 25 | 19,8 |
| 2 | 25 | 20,0 |
| 3 | 25 | 20,2 |
Jika massa jenis larutan Ba(OH)2 = 1,2 g/mL, berapakah kadar (% massa) Ba(OH)2 dalam larutan tersebut? (Mr Ba(OH)2 = 171)
- A. 8,60%
- B. 4,30%
- C. 1,78%
- D. 0,86%
- E. 0,43%
Lihat Pembahasan
Rasio molar HCl : Ba(OH)2 = 2 : 1.
Berdasarkan rasio koefisien (2 : 1):
Kadar Besi (Fe) dalam Cuplikan - Titrasi Balik
Suatu cuplikan yang mengandung logam besi bermassa 2 gram direaksikan dengan 100 mL larutan asam klorida 0,1 M. Kelebihan asam klorida dititrasi dengan KOH 0,125 M dan menghabiskan KOH sebanyak 32 mL.
Tentukan kadar besi dalam cuplikan tersebut! (Ar Fe = 56)
Reaksi yang terjadi:
Lihat Pembahasan
Reaksi penetralan sisa HCl:
Dari reaksi Fe + 2 HCl, rasio molar Fe : HCl = 1 : 2.
Kadar NaOH dalam Cuplikan
Untuk menetralkan 30 mL H2SO4 0,1 M diperlukan 0,3 gram cuplikan NaOH. Hitunglah kadar NaOH dalam cuplikan tersebut! (Massa molar NaOH = 40 g/mol)
\(\displaystyle \text{Kadar NaOH} = \dfrac{m_{\text{NaOH untuk menetralkan H}_2\text{SO}_4}}{m_{\text{cuplikan NaOH}}} \times 100\%\)
Lihat Pembahasan
Rasio molar NaOH : H2SO4 = 2 : 1.

simple tanpa mula" bereaksi sisa.
BalasHapus