Cara Mudah Mengingat Rumus pH Larutan Garam Terhidrolisis

Kamis, 13 Februari 2020 edit

Memperhatikan pola rumus guna menemukan keteraturan atau kemiripan akan lebih mudah untuk mengingatnya. Demikian pula rumus untuk perhitungan pH asam-basa pada umumnya. Sebelum menentukan rumus mana yang akan digunakan dalam bahasan hidrolisis garam perlu dipahami lebih dahulu jenis-jenis asam-basa kuat.
Berikut ini adalah asam kuat atau basa kuat yang biasa digunakan dalam buku-buku pelajaran kimia SMA di Indonesia.

Asam-basa kuat hanya ada dua macam, kalau tidak bervalensi satu pasti bervalensi dua. Jumlah valensi ini menentukan hasil akhir perhitungan pH garam terhidrolisis.
Daftar Asam Kuat
  1. HA-K → Asam kuat bervalensi satu seperti HCl, HBr, HI, HNO3, HClO4, HClO3
  2. H2A-K → Asam kuat bervalensi dua seperti H2SO4, ini adalah satu-satunya H2A-K yang biasa digunakan di pelajaran kimia SMA di Indonesia.
Daftar Basa Kuat
  1. BOH-K → Basa kuat bervalensi satu seperti LiOH, NaOH, KOH, RbOH, CsOH. 
  2. B(OH)2-K → Basa kuat bervalensi dua seperti Ca(OH)2, Sr(OH)2, dan Ba(OH)2. Khusus Mg(OH)2 tidak dimasukkan dalam kelompok basa kuat karena kelarutannya sangat-sangat rendah relatif lebih rendah dibanding basa lain dalam golongan yang sama.
Terdapat kemiripan pola dalam rumus pH garam terhidrolisis ini.

Hidrolisis anionpH = 7 + ½(pKa + log ([G] × valensi BK))
Hidrolisis kationpH = 7  ½(pKb + log ([G] × valensi AK))
Hidrolisis anion+kationpH = 7 + ½(pKa  pKb)


Garam yang tersusun dari kation basa kuat dan anion dari asam lemah, pH lebih dari 7 (baca 7 ditambah....). Jika angka 7 ditambah tentu nilainya akan lebih dari 7.

pH = 7 + ½(pKa + log ([G] × valensi BK)

Kation dari BK tidak terhidrolisis (tetap dalam bentuk ionnya); Anion dari asam lemah terhidrolisis (dapat bereaksi dengan air).

Contoh garam dari  kation BK valensi 1 dengan anion AL:
NaF (anggap dari NaOH dan HF)
Na+(aq) + F(aq) + H2O(aq) ⇌ Na+(aq) + HF(aq) + OH(aq)

Contoh garam dari BK valensi 2 dengan AL:
CaF2 (anggap dari Ca(OH)2 dan HF)
Ca2+(aq) + 2F(aq) + 2H2O(aq) ⇌ Ca+(aq) + 2HF(aq) + 2OH(aq)


Garam yang tersusun dari kation basa lemah dan anion asam kuat, pH kurang dari 7 (baca 7 dikurangi .....). Jika angka 7 dikurangi tentu nilainya kurang dari 7.

pH = 7 ½(pKb + log ([G] × valensi AK)

Kation dari BK tidak terhidrolisis (tetap dalam bentuk ionnya); Anion dari asam lemah terhidrolisis (dapat bereaksi dengan air).

Contoh garam dari BL dengan AK valensi 1:
NH4Cl (anggap dari NH4OH dan HCl)
NH4+(aq) + Cl(aq) + H2O(aq) ⇌ NH4OH(aq) + Cl(aq) + H+(aq)

Contoh garam dari BL dengan AK valensi 2:
(NH4)2SO4 (anggap dari NH4OH dan H2SO4)
2NH4+(aq) + SO42–(aq) + 2H2O(aq) ⇌ 2NH4OH(aq) + SO42–(aq) + 2H+(aq)


Garam yang tersusun dari anion dari asam lemah dan kation dari basa lemah, pH tergantung besarnya Ka (asam lemah) dan Kb dari basa lemah.

pH = 7 + ½(pKa  pKb)

Contoh garam dari BL dengan AL:
NH4F (anggap dari NH4OH dab HF)
NH4+(aq) + F(aq) + H2O(aq) ⇌ NH4OH(aq) + HF(aq)

Saran agar lebih mudah mempelajari bahasan larutan asam-basa pastikan diri telah memahami materi prasyaratnya lebih dahulu. Seperti yang disarankan di sini.

CMIIW
Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2020 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info