Pembahasan Soal Ke-4 OSP Kimia 2022: Oksida Nitrogen

Minggu, 21 Mei 2023

Ini merupakan salah satu soal olimpiade kimia tingkat provinsi (kompetisi sains tingkat provinsi) tahun 2022  yang keseluruhan berjumlah 9 soal. Soal lainnya akan di-posting secara terpisah.

SOAL:
Oksida nitrogen merupakan salah satu jenis polutan udara yang dapat membahayakan kesehatan dan ekosistem karena dapat menyebabkan gangguan pernafasan, hujan asam, efek rumah kaca, dll. Reaksi antara oksida nitrogen dapat menghasilkan gas N2 dan O2 yang tidak berbahaya.

Bagikan di

Pembahasan Soal Ke-7 OSP Kimia 2022: Senyawa Peroksidisulfat

Jumat, 12 Mei 2023

Ini merupakan salah satu soal olimpiade kimia tingkat provinsi (kompetisi sains tingkat provinsi) tahun 2022  yang keseluruhan berjumlah 9 soal. Soal lainnya akan di-posting secara terpisah.

SOAL:
Peroksisulfat merupakan salah satu golongan senyawa peroksida anorganik yang banyak digunakan di industri. Bentuk asam dibasa dari peroksidisulfat (H2S2O8) bersifat tidak stabil dalam larutan aqueous karena mengalami hidrolisis. Namun, dalam bentuk garamnya (baik dengan kation kalium, natrium maupun amonium) bersifat stabil.

Bagikan di

Pembahasan Soal Ke-9 OSP Kimia 2022: Logam Transisi dan Ksp-nya

Ini merupakan salah satu soal olimpiade kimia tingkat provinsi (kompetisi sains tingkat provinsi) tahun 2022  yang keseluruhan berjumlah 9 soal. Soal lainnya akan di-posting secara terpisah.

SOAL:
Logam transisi deret pertama memiliki beberapa keunikan, di antaranya adalah memiliki beberapa bilangan oksidasi dan sifat kemagnetan yang beragam.

Bagikan di

Pembahasan Soal Ke-8 OSP Kimia 2022: Asam Sitrat dan Sistem Bufer

Kamis, 11 Mei 2023

Ini merupakan salah satu soal olimpiade kimia tingkat provinsi (kompetisi sains tingkat provinsi) tahun 2022  yang keseluruhan berjumlah 9 soal. Soal lainnya akan di-posting secara terpisah.

Siklus Krebs merupakan salah satu jalur metabolisme yang menghasilkan berbagai molekul berenergi tinggi. Siklus tersebut diantaranya melibatkan tiga metabolit berikut : asam sitrat (C6H8O7), asam oksaloasetat (C4H4O5), dan asam suksinat (C4H6O4).

Bagikan di

Menghitung Persen FeS dalam Cuplikan (Stoikiometri)

Selasa, 09 Mei 2023

Sebanyak 50 g cuplikan yang mengandung pirit (FeS) bereaksi dengan HCl menghasilkan FeCl2, dan gas H2S sesuai persamaan reaksi berikut, FeS(s) + HCl(aq) → FeCl2(aq) + H2S(g) (belum setara). Jika reaksi tersebut menghasilkan 5 L gas H2S yang diukur pada saat 2,5 L gas nitrogen bermassa 3,5 g, hitunglah persentase massa FeS dalam cuplikan tersebut.
Diketahui Ar: Fe = 56l, Cl = 35,5, H = 1, S = 32, dan N = 14).

Bagikan di

Pembahasan Soal Ke-6 OSP Kimia 2022: Senyawa Diklorin Heksaoksida

Jumat, 05 Mei 2023

Ini merupakan salah satu soal olimpiade kimia tingkat provinsi (kompetisi sains tingkat provinsi) tahun 2022  yang keseluruhan berjumlah 9 soal. Soal lainnya akan di-posting secara terpisah.

Senyawa diklorin heksaoksida (Cl2O6) merupakan cairan yang berwarna merah dan bersifat sebagai oksidator kuat. Pada suhu ruang, senyawa Cl2O6 dalam air dapat terdekomposisi menjadi senyawa A dan B, dengan perbandingan stoikiometri 1 : 1. Kedua senyawa tersebut merupakan asam kuat. Kemudian pada 6 oC, Cl2O6 juga dapat terdekomposisi menjadi gas oksigen dan cairan C, dengan perbandingan 1:2.

Bagikan di

Menentukan Kespontanan Reaksi Asam Basa dari Data-data Ka1, Ka2, Ka3

Rabu, 03 Mei 2023

Untuk reaksi kesetimbangan peluang reaksi untuk pembentukan produk (ke arah kanan), atau sebaliknya, reaksi balik (ke arah kiri), dapat saja terjadi karena berbagai faktor. Bila tidak ada faktor dari luar reaksi kesetimbangan akan mempunyai kecenderungan ke kanan atau ke kiri, inilah yang dimaksud dengan kespontanan. Kespontanan reaksi ini dapat dilihat dari data atau hasil hitung tetapan kesetimbangan (K) reaksi tersebut. Bila K relatif besar ke arah tertentu maka reaksi ke arah tersebut bersifat spontan. Contoh soal terkait penentuan kespontanan reaksi ke arah tertentu (ke kiri atau ke kanan) dapat di hitung dengan menggunakan konsep seperti yang dibahas di catatan ini.

Bagikan di

Cara Mengonversi Proyeksi Newman Menjadi Proyeksi Fischer

Senin, 24 April 2023

Untuk menentukan jenis konformasi atau stereoisomer molekul-molekul organik yang diberikan dalam proyeksi Fischer akan relatif lebih mudah dibanding proyeksi Newman. Prinsip-prinsip tentang stereoisomer, misalnya apakah 2 struktur molekul itu merupakan enantiomer, diastereomer, identik pernah dijelaskan secara ringkas di sini. Kadang data yang diberikan tidak disajikan dalam gambar proyeksi Fischer, tetapi dalam proyeksi lain seperti proyeksi Newman. Oleh karena itu perlu dipelajari cara mengonversi proyeksi Newman menjadi proyeksi Fischer. Silakan ikuti syarat dan langkah-langkah yang berikut.

Bagikan di

Reaksi Kondensasi Claisen dan Kondensasi Dieckmann

Terdapat dua jenis reaksi kondensasi, yaitu kondensasi Claisen dan kondensasi Dieckmann, keduanya mana menghasilkan produk sampingan air/alkohol. Perbedaan utama antara kedua reaksi tersebut terletak pada jenis reaksi yang terjadi. Kondensasi Claisen merupakan reaksi kopling, sementara kondensasi Dieckmann merupakan reaksi pembentukan cincin. Berikut ini daftar perbedaan selengkapnya antara kedua reaksi kondensasi Claisen dan Dieckmann beserta contoh reaksinya.

Bagikan di

Hubungan Ka, Kf, dan ∆Tf (Penurunan Titik Beku)

Minggu, 23 April 2023

Larutan asam merupakan salah satu larutan elektrolit, larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Terkait bahasan sifat koligatif larutan, jarang dijumpai soal kimia di MA/SMA/SMK yang menghubungkan nilai Ka suatu larutan asam yang notabene juga merupakan larutan elektrolit. Kebanyakan contoh soal dalam bahasan sifat koligatif larutan ini menggunakan contoh larutan garam. Oleh karena itu beberapa siswa tidak dapat menghubungkan nilai Ka dengan data-data yang biasa disajikan dalam persoalan sifat koligatif. Berikut ini penjelasan dan contoh perhitungannya.

Bagikan di

Kalkulator Volume Larutan Pekat untuk Membuat Larutan dengan Konsentrasi Tertentu

Jumat, 21 April 2023

Misalnya zat terlarut disimbolkan A. Dasar perhitungan yang digunakan untuk menghitung volume larutan pekat A yang diperlukan untuk membuat larutan dengan konsentrasi ([A]) dan volume ($\mathsf{V_A}$) tertentu bila diketahui data massa jenis A ($\mathsf{\rho_A}$), kadar atau persen A dalam larutan pekatnya, dan massa molar A ($\mathsf{mM_A}$) adalah sebagai berikut:

Bagikan di
 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info