Pembahasan Soal Olimpiade Kimia Tingkat Lokal USA 2026 (Bagian 1/6)

Jumat, 12 Juni 2026

Berikut adalah pembahasan soal olimpiade kimia tingkat lokal di Amerika yang dapat digunakan sebagai bahan latihan persiapan mengikuti kompetisi serupa di Indonesia. Beberapa kali terdeteksi soal-soal OSN-K di Indonesia mengadopsi soal dari kompetisi di negara tersebut. Jumlah soal ada 60 butir (terjemahan) yang pembahasannya dibagi menjadi 6 bagian, @10 butir soal.

Bagian-2, Bagian-3, Bagian-4, Bagian-5, Bagian-6

  1. Berapa banyak atom yang terdapat dalam 0,300 mol kalium nitrat, KNO3 (Mm = 101,11 g/mol)?
    1. 1,79 × 1021
    2. 1,81 × 1023
    3. 5,42 × 1023
    4. 9,03 × 1023
  2. Satu unit formula KNO3 mengandung 1 atom K, 1 atom N, dan 3 atom O, sehingga total atom per unit formula = 5 atom.

    Setiap 1 mol KNO3 = 6,02 × 1023 unit formula KNO3.

    \[ \begin{aligned} N_{\text{atom}}&=0,3\ \cancel{\text{mol KNO}_3}\times\frac{6,02\times10^{23}\ \cancel{\text{satuan formula KNO}_3}}{1\ \cancel{\text{mol KNO}_3}}\times \frac{5\ \text{atom}}{1\ \cancel{\text{satuan formula KNO}_3}}\\[8pt] &=0,3\times6,02\times10^{23}\times5\ \text{atom}\\[8pt] &=9,03\times10^{23}\ \text{atom} \end{aligned} \]

    Jadi, jawaban yang tepat adalah D.


  3. Seorang siswa mengisolasi 22,0 g etil bromida, C2H5Br (Mm = 108,96 g/mol), dari reaksi 34,0 g etil alkohol (Mm = 46,07 g/mol) dengan 59,0 g fosfor tribromida (Mm = 270,67 g/mol) berdasarkan reaksi setara di bawah ini. Berapakah persen hasil reaksi tersebut?
    3 C2H5OH(l) + PBr3(l) → 3 C2H5Br(l) + H3PO3(s)
    1. 27,4%
    2. 30,9%
    3. 64,7%
    4. 92,6%
  4. Reaksi setara: 3 C2H5OH + PBr3 → 3 C2H5Br + H3PO3.
    Hitung n masing-masing pereaksi:

    \[ \begin{aligned} \text{n C}_2\text{H}_5\text{OH} &= \dfrac{34,0 \text{ g}}{46,07 \text{ g/mol}} = 0,7380 \text{ mol} \\[5px] \text{n PBr}_3 &= \dfrac{59,0 \text{ g}}{270,67 \text{ g/mol}} = 0,2179 \text{ mol} \end{aligned} \]

    Perbandingan stoikiometri C2H5OH : PBr3 = 3 : 1.
    Untuk menghabiskan 0,2179 mol PBr3 diperlukan C2H5OH sebanyak 3 × 0,2179 = 0,6537 mol.
    Tersedia 0,7380 mol, sehingga C2H5OH berlebih dan PBr3 sebagai pereaksi pembatas.

    Hasil teoritis C2H5Br = 3 × n PBr3 = 3 × 0,2179 mol = 0,6537 mol.
    Massa teoritis:

    \[ \begin{aligned} \text{massa teoritis} &= 0,6537 \text{ mol} \times 108,96 \text{ g/mol} = 71,23 \text{ g} \end{aligned} \]

    Hasil aktual = 22,0 g. Persen hasil:

    \[ \begin{aligned} \% \text{hasil} = \dfrac{22,0~g}{71,23~g} \times 100\% = 30,88\% \approx 30,9\% \end{aligned} \]

    Jadi, jawaban yang tepat adalah B.


  5. Sampel HCl(aq) sebanyak 25,00 mL dititrasi dengan NaOH 0,150 M, yang memerlukan penambahan 18,75 mL larutan NaOH untuk mencapai titik ekuivalen. Berapakah konsentrasi ion klorida dalam larutan akhir?
    1. 0,0643 M
    2. 0,0750 M
    3. 0,112 M
    4. 0,200 M
  6. Reaksi yang terjadi:
    HCl + NaOH → NaCl + H₂O.
    Pada titik ekuivalen, n HCl = n NaOH.
    Volume NaOH yang digunakan = 18,75 mL = 0,01875 L, konsentrasi NaOH = 0,150 M.

    \[ \begin{aligned} \text{n NaOH} &= 0,150~M \times 0,01875~L = 0,0028125 \text{ mol} \\ \text{n Cl}^- &= \text{n HCl} = 0,0028125 \text{ mol} \end{aligned} \]

    Volume total larutan setelah pencampuran = 25,00 mL + 18,75 mL = 43,75 mL = 0,04375 L.
    Konsentrasi ion klorida:

    \[ \begin{aligned} [\text{Cl}^-] = \dfrac{0,0028125\text{ mol}}{0,04375~L} = 0,0642857 \text{ M} \approx 0,0643 \text{ M} \end{aligned} \]

    Jadi, jawaban yang tepat adalah A.


  7. Suatu hidrokarbon cair tak berwarna mengandung karbon dan hidrogen dengan perbandingan massa 6,0 : 1. Apakah rumus molekulnya?
    1. CH
    2. CH2
    3. C5H10
    4. C6H6
  8. Diketahui perbandingan massa C : H = 6,0 : 1.
    Misalkan massa C = 6,0 g dan massa H = 1,0 g.
    Jumlah mol masing-masing:

    \[ \begin{aligned} \text{n C} &= \dfrac{6,0~g}{12\text{ g/mol}} = 0,5 \text{ mol} \\[5px] \text{n H} &= \dfrac{1,0~g}{1\text{ g/mol}} = 1,0 \text{ mol} \end{aligned} \]

    Perbandingan mol C : H = 0,5 : 1,0 = 1 : 2, sehingga rumus empiris = CH2.
    Rumus molekul = (CH2)n.
    Hidrokarbon tersebut berwujud cair pada suhu kamar, sehingga n cukup besar.
    Untuk n = 5 diperoleh C5H10 (cair), dan perbandingan massanya:

    \[ \begin{aligned} \dfrac{5 \times 12}{10} = \dfrac{60}{10} = 6 : 1 \end{aligned} \]

    CH2 sendiri bukan molekul stabil.
    Jadi rumus molekul yang tepat adalah C5H10.

    Jawaban yang tepat adalah C.


  9. Pencampuran volume yang sama dari Ba(NO3)2 0,15 M dan NaF 0,20 M menyebabkan pengendapan barium fluorida yang tidak larut. Di antara pilihan berikut, manakah yang menunjukkan urutan konsentrasi ion dalam supernatan (cairan di atas endapan) dari yang terkecil hingga terbesar?
    1. [Ba2+] < [F] < [NO3] < [Na+]
    2. [Ba2+] < [F] < [Na+] < [NO3]
    3. [F-] < [Ba2+] < [NO3] < [Na+]
    4. [F-] < [Ba2+] < [Na+] < [NO3]
  10. Volume sama, misal masing-masing V L. Volume campuran 2V.
    Setelah pencampuran, konsentrasi awal sebelum reaksi pengendapan:

    \[ \begin{aligned} [\text{Ba}^{2+}] &= \dfrac{0,15~M \times V}{2V} = 0,075\ \text{M} \\ [\text{F}^-] &= \dfrac{0,20~M \times V}{2V} = 0,10\ \text{M} \\ [\text{NO}_3^-] &= 2 \times 0,075~M = 0,15\ \text{M} \quad (\text{dari Ba(NO}_3)_2) \\ [\text{Na}^+] &= 0,10\ \text{M} \quad (\text{dari NaF}) \end{aligned} \]

    Reaksi pengendapan: Ba2+ + 2F- → BaF2(s).
    Stoikiometri: 1 Ba2+ : 2 F-.
    Untuk mengendapkan semua Ba2+ diperlukan F- sebanyak 2 × 0,075 M = 0,15 M, tetapi F- hanya 0,10 M, sehingga F- adalah pereaksi pembatas.

    Sisa Ba2+ setelah reaksi:

    \[ \begin{aligned} \text{Sisa Ba}^{2+} = 0,075~M - \dfrac{0,10~M}{2} = (0,075 - 0,05)\text{M} = 0,025\ \text{M} \end{aligned} \]

    F- habis bereaksi, namun karena terdapat endapan BaF2, larutan menjadi jenuh.
    Dengan Ksp BaF2 ≈ 1,8 × 10-7 dan [Ba2+] = 0,025 M, maka konsentrasi F- dalam supernatan sangat kecil: [F-] = Ksp / [Ba2+] ≈ 7,2 × 10-6 M.
    Ion penonton (spectator ion) yang tetap tidak berubah baik dalam reaktan maupun produk reaksi kimia dan tidak berpartisipasi dalam perubahan kimia.) Na+ dan NO3- tidak berubah: [Na+] = 0,10 M, [NO3-] = 0,15 M.


    Urutan konsentrasi dari yang terkecil:
    [F-] ≪ [Ba2+] = 0,025 M < [Na+] = 0,10 M < [NO3-] = 0,15 M.

    Jadi, jawaban yang tepat adalah D.


  11. Larutan senyawa manakah, pada konsentrasi 25 g L−1, yang memiliki titik beku paling rendah?
    1. NaBrO3
    2. KBrO3
    3. Na2SeO4
    4. K2SeO4
  12. Titik beku paling rendah ditentukan oleh penurunan titik beku ΔTf = i · Kf · {X}.
    {X} di sini simbol molalitas (konsentrasi molal) dan [X] simbol molaritas (konsentrasi molar)
    Untuk konsentrasi yang sama dalam satuan g/L, semakin besar nilai i · {X} (dengan {X} ≈ [X] karena larutan encer) maka ΔTf semakin besar, sehingga titik beku semakin rendah.

    Hitung konsentrasi molar [X] dan faktor van't Hoff (i) untuk setiap senyawa dengan Mm (massa molar) dalam g/mol, konsentrasi 25 g/L):

    \[ \begin{aligned} &\text{NaBrO}_3\ (\text{Mm} = 151):\\ [X] &= \dfrac{25~g}{151~g/mol \times 1~L} \approx 0,1656\ \text{M},\\ i&=2 \rightarrow i \cdot [X] = 2 \times 0,1656~M = 0,3312~M \\[12px] &\text{KBrO}_3\ (\text{Mm} = 167):\\ [X] &= \dfrac{25~g}{167~g/mol \times 1~L} \approx 0,1497\ \text{M},\\ i&=2 \rightarrow i \cdot [X] = 2 \times 0,1497~M = 0,2994~M \\[12px] &\text{Na}_2\text{SeO}_4\ (\text{Mm} = 189):\\ [X] &= \dfrac{25~g}{189~g/mol \times 1~L} \approx 0,1323\ \text{M},\\ i&=3 \rightarrow i \cdot [X] = 3 \times 0,1323~M = 0,3969~M \\[12px] &\text{K}_2\text{SeO}_4\ (\text{Mm} = 221):\\ [X] &= \dfrac{25~g}{221~g/mol \times 1~L} \approx 0,1131\ \text{M},\\ i&=3 \rightarrow i \cdot [X] = 3 \times 0,1131~M = 0,3393~M \end{aligned} \]

    Nilai i · [X] terbesar adalah 0,3969 untuk Na2SeO4, sehingga larutan ini memiliki titik beku paling rendah.

    Jadi, jawaban yang tepat adalah C.


  13. Larutan garam logam 0,01 M membentuk endapan putih ketika dicampur dengan volume yang sama dari Na2CO3 0,01 M dan Na2SO4 0,01 M, tetapi tidak membentuk endapan dengan NaOH 0,01 M. Apakah garam logam tersebut?

    1. MgCl2
    2. ZnCl2
    3. AgNO3
    4. BaCl2
  14. Campuran volume sama (misal masing-masing V L) menyebabkan konsentrasi garam logam dan pereaksi menjadi setengahnya, yaitu 0,005 M (karena 0,01 M dicampur volume sama).
    Syarat: endapan putih dengan Na2CO3 dan Na2SO4, tetapi tidak dengan NaOH.

    Cek masing-masing pilihan:

    A. MgCl2:
    MgCO3 mengendap (Q > Ksp), tetapi MgSO4 larut (Q < Ksp) → tidak memenuhi.

    B. ZnCl2:
    ZnCO3 mengendap, ZnSO4 larut, dan Zn(OH)2 akan endap karena Ksp Zn(OH)2 kecil (~3×10-17) dengan Q = [Zn2+][OH-]2 = (0,005)(0,005)2 = 1,25×10-7 > Ksp → mengendap, sehingga tidak memenuhi (membentuk endapan dengan NaOH).

    C. AgNO3:
    Ag2CO3 mengendap, tetapi Ag2SO4 memiliki Q = (0,005)2(0,005) = 1,25×10-7, sedangkan Ksp Ag2SO4 ≈ 1,2×10-5, jadi Q < Ksp → tidak mengendap. Tidak memenuhi.

    D. BaCl2:
    BaCO3 mengendap (Ksp 2,6×10-9, Q = 2,5×10-5), BaSO4 mengendap (Ksp 1,1×10-10, Q = 2,5×10-5). Sementara untuk NaOH: Ba(OH)2 memiliki Ksp ≈ 5×10-3, Q = [Ba2+][OH-]2 = (0,005)(0,005)2 = 1,25×10-7 < Ksp → tidak mengendap. Memenuhi semua syarat.

    Jadi, garam logam tersebut adalah BaCl2.

    Jawaban yang tepat adalah D.


  15. Sebuah neraca baru diuji dengan pengukuran berulang dari massa standar 50,00 g, dan memberikan bacaan 49,31 g, 49,31 g, 49,29 g, dan 49,30 g. Deskripsi manakah yang paling tepat mencirikan neraca baru tersebut?

    1. Akurasi rendah dan presisi rendah
    2. Akurasi rendah dan presisi tinggi
    3. Akurasi tinggi dan presisi rendah
    4. Akurasi tinggi dan presisi tinggi
  16. Nilai sebenarnya massa standar adalah 50,00 g.
    Hasil pengukuran berulang: 49,31 g, 49,31 g, 49,29 g, dan 49,30 g.

    Rata-rata hasil pengukuran:

    \[ \begin{aligned} \bar{x} = \dfrac{49,31 + 49,31 + 49,29 + 49,30}{4} = \dfrac{197,21}{4} = 49,3025 \text{ g} \end{aligned} \]

    Selisih rata-rata terhadap nilai sebenarnya adalah |49,3025 - 50,00| = 0,6975 g (besar), sehingga akurasi rendah.
    Rentang data (selisih nilai tertinggi dan terendah) = 49,31 - 49,29 = 0,02 g (kecil), menunjukkan presisi tinggi.

    Jadi, neraca tersebut memiliki akurasi rendah dan presisi tinggi.

    Jawaban yang tepat adalah B.


  17. Ion oksalat, C2O42−, dapat ditentukan secara kuantitatif dengan titrasi menggunakan kalium permanganat dalam larutan asam. Manakah yang digunakan untuk mengidentifikasi titik akhir?

    1. Warna merah muda yang persisten dari permanganat
    2. Warna merah muda yang persisten dari Mn2+
    3. Warna merah muda yang persisten dari penambahan fenolftalein
    4. Gelembung CO2 tidak lagi teramati
  18. Titrasi ion oksalat (C2O42−) dengan kalium permanganat (KMnO4) dalam larutan asam berlangsung menurut reaksi:

    5 C2O42− + 2 MnO4 + 16 H+ → 10 CO2 + 2 Mn2+ + 8 H2O

    Larutan KMnO4 berwarna ungu (merah muda jika encer), sedangkan produk Mn2+ tidak berwarna.
    Selama oksalat masih ada, warna ungu dari KMnO4 yang ditambahkan akan segera hilang karena bereaksi.
    Pada titik akhir, setelah semua oksalat habis, kelebihan satu tetes KMnO4 akan membuat larutan berwarna merah muda yang persisten (tidak hilang).
    Dengan demikian, KMnO4 bertindak sebagai indikator otomatis, tidak perlu indikator tambahan seperti fenolftalein. Gelembung CO2 tidak digunakan untuk menentukan titik akhir.

    Jadi, jawaban yang tepat adalah A.


  19. Jumlah mol suatu asam monoprotik lemah ditentukan dengan titrasi menggunakan larutan NaOH terstandarisasi hingga titik akhir fenolftalein. Prosedur tersebut memerlukan asam dilarutkan dalam 50 mL air suling. Kesalahan apa yang akan terjadi jika digunakan 75 mL air suling sebagai gantinya?

    1. Jumlah mol akan meningkat secara signifikan.
    2. Jumlah mol akan menurun secara signifikan.
    3. Jumlah mol tidak akan terpengaruh secara signifikan.
    4. Jumlah mol akan berkurang karena perubahan jika konsentrasi indikator rendah, tetapi meningkat jika konsentrasi indikator tinggi.
  20. Jumlah mol asam monoprotik lemah ditentukan dengan titrasi menggunakan NaOH standar hingga titik akhir fenolftalein. Prosedur melarutkan asam dalam air suling, tetapi volume air yang digunakan tidak mempengaruhi jumlah mol asam.

    Hal ini karena jumlah mol asam sudah tetap sejak awal, hanya konsentrasinya yang berubah. Titrasi mengukur volume NaOH yang bereaksi secara stoikiometri:

    \[ \begin{aligned} n_{\text{asam}} = M_{\text{NaOH}} \times V_{\text{NaOH}} \end{aligned} \]

    Volume air tambahan (misalnya 75 mL bukan 50 mL) hanya mengencerkan larutan asam, tetapi tidak mengubah mol asam.

    Titik akhir fenolftalein tetap tercapai pada pH yang sama, dan volume NaOH yang diperlukan untuk menetralkan semua asam tidak berubah secara signifikan selama indikator masih berfungsi baik.

    Oleh karena itu, kesalahan yang terjadi tidak signifikan terhadap penentuan jumlah mol.

    Jadi, jawaban yang tepat adalah C.


Soal asli dan kunci jawaban dapat diunduh dari sini.

Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info