Tampilkan postingan dengan label pH Garam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pH Garam. Tampilkan semua postingan
Pembahasan Soal: Hidrolisis Garam & Perhitungan pH, Edisi 2026

Pembahasan Soal: Hidrolisis Garam & Perhitungan pH, Edisi 2026

Minggu, 03 Mei 2026

Hidrolisis garam adalah konsep yang menuntut pemahaman mendalam tentang sifat ion dalam larutan, bukan sekadar menghafal rumus pH. Soal-soal berikut dirancang untuk uji kemampuan menalar spesi mana yang terhidrolisis, mengapa reaksi itu terjadi, dan bagaimana kesetimbangan air terganggu, kemudian melakukan perhitungan kuantitatif.

Bagikan di
Dua Konteks Perhitungan pH (Garam Terhidrolisis & Titrasi)

Dua Konteks Perhitungan pH (Garam Terhidrolisis & Titrasi)

Rabu, 25 Februari 2026

Mengapa rumus pH larutan garam yang dilarutkan melibatkan konsentrasi, sementara rumus pH di titik ekuivalen titrasi tidak melibatkan konsentrasi dan apa kaitan matematis di antara keduanya.

Bagikan di
pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Kation) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi

pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Kation) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi

Senin, 23 Februari 2026

Studi Kasus: Titrasi ZnCl2 dan AlCl3 dengan NaOH – Analogi dengan Asam Poliprotik

1. Mengapa Kation Logam Bisa Bersifat Asam?

Ketika garam seperti ZnCl2 atau AlCl3 dilarutkan dalam air, ion logamnya tidak berdiri sendiri sebagai Zn2+ atau Al3+ telanjang. Ion logam ini memiliki orbital kosong berenergi rendah yang dapat menerima pasangan elektron dari molekul air, sehingga terbentuk ion aqua kompleks:

Bagikan di
pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Anion) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi

pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Anion) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi

Studi Kasus: Titrasi H3PO4 dengan NaOH – Penurunan Rumus pH di TE-1, TE-2, dan TE-3

Hidrolisis garam terjadi ketika ion penyusun garam bereaksi dengan H2O menghasilkan larutan yang bersifat asam atau basa. Pada garam yang berasal dari asam lemah poliprotik atau basa lemah polihidroksi, proses hidrolisis dapat terjadi secara bertingkat.

Pada artikel ini dijelaskan penurunan rumus pH pada setiap titik ekuivalen (TE) pada proses titrasi yang menghasilkan garam terhidrolisis secara bertingkat (garam dengan anion dari asam poliprotik) seperti Na3PO4.

Bagikan di

Tips Cepat Menjawab/Membuat Soal Hitungan pH Garam Terhidrolisis

Senin, 08 Maret 2021

Membuat soal hitungan pH garam-garam yang dapat bereaksi dengan air (dapat mengalami hidrolisis) dapat dilakukan dengan menggunakan tips berikut ini. Demikian pula jika ingin menentukan jawaban dari pilihan yang tersedia dalam soal dapat menggunakan tips dalam artikel ini.

Bagikan di

Perhitungan Terkait Hidrolisis Garam dengan Dua Metode, Edisi Februari 2020

Jumat, 21 Februari 2020

Soal-soal yang terkait dengan perhitungan pH asam/basa kerap kali menguji pemahaman matematika. Bentuk soal pilihan ganda kadang hanya menyediakan pilihan hasil hitung berupa persamaan yang menggunakan logaritma tanpa angka jadi. Untuk itulah maka kecekatan dalam menghitung agar mengarah kepada opsi yang tersedia harus terus dilatih walaupun sesungguhnya itu bukan lagi ranah ilmu kimia. Berikut ini beberapa soal perhitungan terkait hidrolisis garam yang diselesaikan dengan 2 cara.
Bagikan di

Cara Mudah Mengingat Rumus pH Larutan Garam Terhidrolisis

Kamis, 13 Februari 2020

Memperhatikan pola rumus guna menemukan keteraturan atau kemiripan akan lebih mudah untuk mengingatnya. Demikian pula rumus untuk perhitungan pH asam-basa pada umumnya. Sebelum menentukan rumus mana yang akan digunakan dalam bahasan hidrolisis garam perlu dipahami lebih dahulu jenis-jenis asam-basa kuat.
Bagikan di

Menghitung pH Na2CO3 dengan Data Konsentrasi dan Kb1

Jumat, 25 Mei 2018

Asam diprotik, asam yang bila terion akan menghasilkan proton (ion hidrogen) sebanyak 2 proton. Tetapan ionisasi dari pengionanan pertama dari asam diprotik disebut Ka1. Tetapan ionisasi dari pengionanan kedua dari asam diprotik disebut Ka2.

H2A + H2O ⇌ HA + H3O+Ka1 = $\dfrac{[HA^-][H_3O^+]}{[H_2A]}$
HA + H2O ⇌ A2– + H3O+Ka2 = $\dfrac{[A^{2-}][H_3O^+]}{[HA^-]}$
Kebalikan dari reaksi pengionan kedua (reaksi dari basa konjugat A2– dengan H+ dari air) nilai tetapan ionisasinya menjadi Kb1.
Bagikan di

Kalkulator pH Garam Amfiprotik

Minggu, 05 Maret 2017

Sebagai kelanjutan tulisan sebelum ini (Cara Menghitung pH Garam Amfiprotik) untuk membantu pencocokan hitungan berikut ini dibuatkan kalkulator pH Garam Amfiprotik.

Kalkulator ini menggunakan prinsip hitung seperti rumus berikut:

[H+] =$\mathsf{\sqrt{K_{a1} . K_{a2}\times \dfrac{[G]}{[G]+K_{a1}}}}$
Bagikan di

Cara Menghitung pH Garam Amfiprotik

Jumat, 03 Maret 2017

Soal-soal tentang perhitungan pH garam di banyak buku kimia SMA biasanya hanya melibatkan garam-garam normal, garam amfiprotik jarang dibahas. Sementara pada soal-soal seleksi masuk perguruan tinggi negeri soal tentang perhitungan pH garam amfiprotik kerap muncul. Garam amfiprotik adalah garam yang terdiri dari ion positif basa kuat dengan ion negatif yang masih mengandung proton (H) dari asam lemah. Garam amfiprotik ini anionnya dapat berperan sebagai asam maupun sebagai basa ketika bereaksi dengan air, karena pada anionnya masih terdapat atom H. Contoh garam amfiprotik:
Bagikan di
pH Garam Dihitung dari Ka1, Ka2, atau Ka3?

pH Garam Dihitung dari Ka1, Ka2, atau Ka3?

Selasa, 28 Februari 2017

Ketika menghadapi soal pH garam dari asam lemah poliprotik (seperti Na2CO3 atau Na3PO4) banyak siswa terjebak dalam satu pertanyaan: Ka yang mana yang dipakai? Ada yang asal pilih Ka terbesar, ada yang pilih Ka terkecil, ada pula yang mencampurnya tanpa alasan jelas. Artikel ini menjelaskan logikanya dari awal supaya tidak sekadar hafal rumus.

Mengapa Ion Garam Bisa Terhidrolisis?

Garam seperti Na2CO3 berasal dari reaksi antara basa kuat (NaOH) dan asam lemah (H2CO3). Ketika dilarutkan dalam air, ion Na+ tidak bereaksi dengan air karena basa konjugasinya (NaOH) sangat kuat. Namun ion CO32− adalah basa konjugat dari asam lemah H2CO3, sehingga ia menerima proton dari air, inilah yang disebut hidrolisis.

Kunci: Hubungan Kh dengan Ka

Tetapan hidrolisis (Kh) suatu ion basa dihubungkan dengan tetapan ionisasi asam konjugasinya melalui hubungan:

$$\begin{aligned} K_h &= \frac{K_w}{K_a(\text{asam konjugat})} \end{aligned}$$

Di sinilah letak kuncinya. Ion CO32− adalah basa konjugat dari HCO3 (bukan H2CO3!), sehingga asam konjugatnya adalah HCO3 yang memiliki tetapan ionisasi Ka2. Bukan Ka1. Maka:

Ion CO32− basa konjugat dari HCO3 (Ka2) → Kh1 = Kw/Ka2
Ion HCO3 basa konjugat dari H2CO3 (Ka1) → Kh2 = Kw/Ka1

Karena Ka2 ≪ Ka1, maka Kh1 ≫ Kh2. Artinya hidrolisis tahap pertama (CO32−) jauh lebih dominan daripada hidrolisis tahap kedua (HCO3). Inilah alasan mengapa rumus cepat menggunakan Ka2, bukan Ka1.


Contoh 1. Garam Diprotik: Na2CO3

Soal: Hitunglah pH larutan Na2CO3 0,1 M!
(Ka1 H2CO3 = 4,5 × 10−7; Ka2 H2CO3 = 4,7 × 10−11)

1 Reaksi disosiasi garam

Na2CO3 (aq) → 2 Na+ (aq) + CO32− (aq)

Dalam larutan 0,1 M Na2CO3, terbentuk CO32− dengan konsentrasi 0,1 M dan Na+ 0,2 M. Ion Na+ tidak terhidrolisis, sedangkan CO32− akan bereaksi dengan air.

2 Hidrolisis tahap pertama, dominan

CO32− adalah basa konjugat dari HCO3 (Ka2), sehingga:

$$\begin{aligned} K_{h1} &= \frac{K_w}{K_{a2}} \\[10pt] &= \frac{10^{-14}}{4{,}7 \times 10^{-11}} \\[10pt] &= 2{,}13 \times 10^{-4} \end{aligned}$$
CO32− (aq) + H2O (l) ⇌ HCO3 (aq) + OH (aq)
Kondisi [CO32−] [HCO3] [OH]
Awal0,1 M00
Perubahan−x+x+x
Setimbang(0,1 − x)xx
$$\begin{aligned} K_{h1} &= \frac{x^2}{0{,}1 - x} = 2{,}13 \times 10^{-4} \end{aligned}$$

Uji aproksimasi: jika x ≪ 0,1 maka x ≈ √(2,13 × 10−4 × 0,1) ≈ 0,00461 M, atau 4,6% dari 0,1 M. Karena mendekati 5%, lebih aman diselesaikan dengan persamaan kuadrat lengkap:

$$\begin{aligned} x^2 + (2{,}13 \times 10^{-4})\,x - (2{,}13 \times 10^{-5}) &= 0 \\[10pt] \boxed{x = [\text{OH}^-]_1 = 0{,}00451 \text{ M}} &\quad \text{(uji: 4,5\% < 5\%, valid)} \end{aligned}$$

3 Hidrolisis tahap kedua, sangat kecil

Ion HCO3 yang terbentuk (≈ 0,00451 M) dapat terhidrolisis lebih lanjut:

HCO3 (aq) + H2O (l) ⇌ H2CO3 (aq) + OH (aq)
$$\begin{aligned} K_{h2} &= \frac{K_w}{K_{a1}} \\[10pt] &= \frac{10^{-14}}{4{,}5 \times 10^{-7}} \\[10pt] &= 2{,}22 \times 10^{-8} \end{aligned}$$

Kh2 sangat kecil (sekitar 10.000× lebih kecil dari Kh1). Pada tahap ini larutan sudah mengandung OH dari tahap pertama sebesar 0,00451 M, sehingga kesetimbangan bergeser ke kiri. Kontribusi OH dari hidrolisis tahap kedua dihitung dengan tabel ICE berikut:

Kondisi [HCO3] [H2CO3] [OH]
Awal0,00451 M00,00451 M
Perubahan−x2+x2+x2
Setimbang(0,00451 − x2)x2(0,00451 + x2)
$$\begin{aligned} K_{h2} &= \frac{x_2\,(0{,}00451 + x_2)}{0{,}00451 - x_2} \\[10pt] &\approx x_2 \\[10pt] &= 2{,}22 \times 10^{-8} \text{ M} \end{aligned}$$

Kontribusi ini hanya sekitar 0,0005% dari [OH] tahap pertama, dapat diabaikan sepenuhnya.

4 Menghitung pH

[OH] total ≈ 0,00451 M (didominasi tahap pertama)

$$\begin{aligned} pOH &= -\log[\text{OH}^-] \\[10pt] &= -\log(0{,}00451) \\[10pt] &= 2{,}346 \\[10pt] pH &= 14 - pOH \\[10pt] &= 14 - 2{,}346 \\[10pt] &= \boxed{11{,}65} \end{aligned}$$

Perbandingan: Metode Bertahap vs. Rumus Cepat

Rumus cepat yang lazim diajarkan mengasumsikan hanya hidrolisis tahap pertama yang signifikan, dan menggunakan aproksimasi 0,1 − x ≈ 0,1:

$$\begin{aligned} [\text{OH}^-] &= \sqrt{\frac{K_w \cdot C}{K_{a2}}} \\[10pt] &= \sqrt{\frac{10^{-14} \times 0{,}1}{4{,}7 \times 10^{-11}}} \\[10pt] &= 0{,}00461 \text{ M} \end{aligned}$$
✔ Metode Bertahap (Kuadrat)
[OH] = 0,00451 M
pOH = 2,346
pH = 11,65
Tanpa aproksimasi 5%
≈ Rumus Cepat (Aproksimasi)
[OH] = 0,00461 M
pOH = 2,336
pH = 11,66
Aproksimasi 0,1−x ≈ 0,1
Catatan: Selisih hasil antara dua metode hanya 0,01 unit pH, sangat kecil dan masih dalam batas toleransi praktis. Rumus cepat boleh digunakan, asalkan kita paham bahwa yang digunakan adalah Ka2 (bukan Ka1), dan alasannya adalah karena hidrolisis tahap pertama yang dominan melibatkan Ka2 sebagai asam konjugatnya.

Contoh 2. Garam Triprotik: Na3PO4

Soal: Hitunglah pH larutan Na3PO4 0,1 M!
(Ka1 H3PO4 = 7,5 × 10−3; Ka2 = 6,2 × 10−8; Ka3 = 4,8 × 10−13)

Asam fosfat H3PO4 adalah asam triprotik, ia terionisasi dalam tiga tahap. Garam Na3PO4 berasal dari netralisasi lengkap H3PO4 oleh NaOH. Ion PO43− yang terbentuk adalah basa konjugat dari HPO42− (Ka3), sehingga ia adalah basa yang cukup kuat.

1 Identifikasi tetapan hidrolisis tiap tahap

Tiga tahap hidrolisis yang mungkin terjadi:

Reaksi Hidrolisis Asam Konjugat Kh Nilai Kh
PO43− + H2O ⇌ HPO42− + OH HPO42− (Ka3) $K_{h1} = K_w/K_{a3}$ 2,08 × 10−2
HPO42− + H2O ⇌ H2PO4 + OH H2PO4 (Ka2) $K_{h2} = K_w/K_{a2}$ 1,61 × 10−7
H2PO4 + H2O ⇌ H3PO4 + OH H3PO4 (Ka1) $K_{h3} = K_w/K_{a1}$ 1,33 × 10−12
Kh1 : Kh2 : Kh3 ≈ 2 × 10−2 : 2 × 10−7 : 1 × 10−12
→ Hidrolisis tahap pertama dominan sepenuhnya (105× lebih besar dari tahap kedua).
Hanya tahap pertama yang perlu dihitung.

2 Hidrolisis tahap pertama (dominan)

PO43− (aq) + H2O (l) ⇌ HPO42− (aq) + OH (aq)
Kondisi [PO43−] [HPO42−] [OH]
Awal0,1 M00
Perubahan−x+x+x
Setimbang(0,1 − x)xx
$$\begin{aligned} K_{h1} &= \frac{K_w}{K_{a3}} \\[10pt] &= \frac{10^{-14}}{4{,}8 \times 10^{-13}} \\[10pt] &= 2{,}08 \times 10^{-2} \end{aligned}$$ $$\begin{aligned} K_{h1} &= \frac{x^2}{0{,}1 - x} = 2{,}08 \times 10^{-2} \end{aligned}$$
⚠ Perhatian! Uji aproksimasi: jika diabaikan, x ≈ √(0,0208 × 0,1) = 0,0456 M → 45,6% dari 0,1 M. Ini jauh melebihi batas 5%, sehingga aproksimasi 0,1 − x ≈ 0,1 tidak boleh digunakan dan rumus cepat akan memberikan hasil yang keliru. Harus diselesaikan dengan persamaan kuadrat penuh.
$$\begin{aligned} x^2 + (2{,}08 \times 10^{-2})\,x - (2{,}08 \times 10^{-3}) &= 0 \end{aligned}$$

Menggunakan rumus $x = \dfrac{-b + \sqrt{b^2 - 4ac}}{2a}$:

$$\begin{aligned} x &= \frac{-0{,}0208 + \sqrt{(0{,}0208)^2 + 4 \times 2{,}08 \times 10^{-3}}}{2} \\[10pt] &= \boxed{[\text{OH}^-] = 0{,}0364 \text{ M}} \end{aligned}$$

Verifikasi: $\dfrac{(0{,}0364)^2}{0{,}1 - 0{,}0364} = \dfrac{1{,}325 \times 10^{-3}}{0{,}0636} = 2{,}083 \times 10^{-2}$ ✓

3 Kontribusi hidrolisis tahap kedua

Dengan Kh2 = 1,61 × 10−7 dan [OH] yang sudah ada 0,0364 M, kontribusi x2 dari hidrolisis HPO42− hanya:

$$\begin{aligned} x_2 &\approx K_{h2} \\[10pt] &= 1{,}61 \times 10^{-7} \text{ M} \quad (0{,}0004\% \text{ dari } [\text{OH}^-]_1) \end{aligned}$$

Diabaikan sepenuhnya.

4 Menghitung pH

$$\begin{aligned} pOH &= -\log[\text{OH}^-] \\[10pt] &= -\log(0{,}0364) \\[10pt] &= 1{,}439 \\[10pt] pH &= 14 - pOH \\[10pt] &= 14 - 1{,}439 \\[10pt] &= \boxed{12{,}56} \end{aligned}$$

Perbandingan: Metode Kuadrat vs. Rumus Cepat

✔ Metode Kuadrat (Benar)
[OH] = 0,0364 M
pOH = 1,439
pH = 12,56
Wajib pakai; aproksimasi tidak valid
✘ Rumus Cepat (Keliru di sini)
[OH] = √(Kw·C/Ka3) = 0,0456 M
pOH = 1,341
pH = 12,66
Selisih 0,10 unit pH, tidak akurat
Kasus Na3PO4 ini menunjukkan bahwa rumus cepat tidak selalu valid. Selisih 0,10 unit pH cukup signifikan dalam konteks analitik. Uji signifikansi 5% harus selalu dilakukan sebelum memutuskan menggunakan aproksimasi.

Kapan Rumus Cepat Tidak Boleh Dipakai?

Selama ini kita sudah tahu bahwa yang menentukan Kh adalah Ka terakhir dari asam konjugatnya. Namun ada variabel kedua yang sama pentingnya: konsentrasi larutan (C). Bahkan garam yang "biasa" seperti Na2CO3 pun bisa membuat aproksimasi gagal jika larutannya cukup encer.

Syarat formal aproksimasi valid

Rumus cepat mengasumsikan x ≪ C sehingga (C − x) ≈ C. Secara matematis, uji 5% mensyaratkan:

$$\begin{aligned} \frac{x}{C} < 5\% \quad &\Longrightarrow \quad \frac{\sqrt{K_{h1} \cdot C}}{C} < 0{,}05 \\[10pt] &\Longrightarrow \quad \sqrt{\frac{K_{h1}}{C}} < 0{,}05 \\[10pt] &\Longrightarrow \quad \frac{K_{h1}}{C} < 0{,}0025 \\[10pt] &\Longrightarrow \quad \boxed{C > 400 \times K_{h1}} \end{aligned}$$

Syarat ini berlaku umum untuk semua garam. Semakin besar Kh1 (artinya semakin lemah asam konjugatnya), semakin tinggi pula konsentrasi minimum yang diperlukan agar aproksimasi valid.

Perbandingan Cmin antar garam

Tabel berikut menunjukkan konsentrasi minimum (Cmin = 400 × Kh1) agar rumus cepat masih boleh digunakan:

Garam Ka relevan Kh1 Cmin agar valid Kesimpulan praktis
Na2C2O4 (natrium oksalat) Ka2 H2C2O4 = 6,4 × 10−5 1,56 × 10−10 6,25 × 10−8 M Hampir selalu valid; rumus cepat aman
Na2CO3 Ka2 H2CO3 = 4,7 × 10−11 2,13 × 10−4 8,5 × 10−2 M (≈ 0,085 M) Hati-hati di bawah ≈ 0,1 M
Na3PO4 Ka3 H3PO4 = 4,8 × 10−13 2,08 × 10−2 8,33 M Tidak pernah valid pada konsentrasi larutan biasa
Na2S Ka2 H2S ≈ 1 × 10−14 ≈ 1,0 ≈ 400 M Tidak pernah valid; wajib kuadrat
Pola yang terlihat: semakin kecil Ka asam konjugatnya, semakin besar Kh1, semakin tinggi Cmin. Garam dengan Kh1 besar (ion yang bersifat basa kuat) selalu membutuhkan persamaan kuadrat, berapapun konsentrasinya dalam rentang yang wajar.

Contoh 3. Na2CO3 Encer: Konsentrasi Menentukan Metode

Soal: Hitunglah pH larutan Na2CO3 0,01 M!
(Ka2 H2CO3 = 4,7 × 10−11)

Garam dan Ka yang dipakai persis sama dengan Contoh 1. Perbedaannya hanya pada konsentrasi: 0,01 M (sepersepuluh dari sebelumnya). Mari kita uji apakah aproksimasi masih berlaku.

Kh1 = Kw/Ka2 = 2,13 × 10−4 (sama seperti sebelumnya).

Uji aproksimasi terlebih dahulu:

$$\begin{aligned} x_{\text{approx}} &= \sqrt{K_{h1} \times C} \\[10pt] &= \sqrt{2{,}13 \times 10^{-4} \times 0{,}01} \\[10pt] &= \sqrt{2{,}13 \times 10^{-6}} \\[10pt] &= 1{,}46 \times 10^{-3} \text{ M} \end{aligned}$$ $$\begin{aligned} \text{Uji} &= \frac{x_{\text{approx}}}{C} \times 100\% \\[10pt] &= \frac{1{,}46 \times 10^{-3}}{0{,}01} \times 100\% \\[10pt] &= 14{,}6\% \end{aligned}$$
⚠ Uji GAGAL (14,6% > 5%). Meskipun ini garam Na2CO3 yang sama dengan Contoh 1, pada konsentrasi 0,01 M aproksimasi sudah tidak valid. Wajib pakai persamaan kuadrat.

Persamaan kuadrat: $x^2 + K_{h1}\,x - K_{h1} \cdot C = 0$

$$\begin{aligned} x^2 + (2{,}13 \times 10^{-4})\,x - (2{,}13 \times 10^{-6}) &= 0 \end{aligned}$$ $$\begin{aligned} x &= \frac{-2{,}13 \times 10^{-4} + \sqrt{(2{,}13 \times 10^{-4})^2 + 4 \times 2{,}13 \times 10^{-6}}}{2} \\[10pt] &= 1{,}36 \times 10^{-3} \text{ M} \end{aligned}$$ $$\begin{aligned} pH &= 14 + \log(1{,}36 \times 10^{-3}) \\[10pt] &= \boxed{11{,}13} \end{aligned}$$

Bandingkan: jika kita nekat pakai rumus cepat, pH = 14 + log(1,46 × 10−3) = 11,16 (selisih 0,03 unit pH). Tidak besar, tapi prosedurnya keliru dan akan makin parah pada konsentrasi yang lebih encer.

Dampak Pengenceran terhadap pH dan Validitas Aproksimasi

Tabel berikut merangkum perilaku Na2CO3 di berbagai konsentrasi, menunjukkan bagaimana uji 5% berubah drastis seiring pengenceran:

C (M) [OH] eksak Uji % dr C pH (kuadrat) pH (approx) Selisih Metode
0,51,02 × 10−22,0% 12,0112,010,004 ✓ approx
0,14,51 × 10−34,5% 11,6511,660,010 ✓ approx
0,053,16 × 10−36,3% 11,5011,510,014 ✗ kuadrat
0,011,36 × 10−313,6% 11,1311,160,032 ✗ kuadrat
0,0013,67 × 10−436,7% 10,5710,660,099 ✗ kuadrat
10−47,42 × 10−574,2% 9,8710,160,294 ✗ kuadrat
Perhatikan: pada C = 0,1 M, aproksimasi nyaris melewati batas 5% (uji = 4,5%). Jika soal memberikan Na2CO3 pada konsentrasi di bawah 0,085 M, aproksimasi sudah tidak valid dan persamaan kuadrat wajib digunakan, meskipun garamnya sama dan Ka yang dipilih juga sama.

Simpulan dan Kaidah Praktis

📌 Kaidah Menentukan pH Garam dari Asam Lemah Poliprotik
1
Ion garam yang paling terdeprotonasi (misalnya CO32− atau PO43−) adalah basa konjugat dari anion satu proton di atasnya. Maka Kh1 = Kw / Ka(anion tersebut), yaitu menggunakan Ka terkecil (Ka yang paling terakhir).
2
Hidrolisis tahap pertama selalu dominan karena Kh1 ≫ Kh2 ≫ Kh3. Hanya tahap pertama yang perlu diperhitungkan untuk pH.
3
Sebelum memakai rumus cepat $[\text{OH}^-] = \sqrt{K_w \cdot C / K_{a(\text{terakhir})}}$, wajib uji: hitung x dari akar kuadrat, bagi dengan C, kalikan 100%. Jika > 5%, pakai persamaan kuadrat penuh.
4
Jangan pilih Ka terbesar hanya karena "terbesar = paling kuat". Yang menentukan adalah ion mana yang langsung terlibat dalam reaksi hidrolisis tahap pertama.
Ringkasan hubungan ion – Ka:

CO32− berasal dari asam konjugatnya HCO3 → gunakan Ka2 H2CO3
PO43− berasal dari asam konjugatnya HPO42− → gunakan Ka3 H3PO4
HPO42− berasal dari asam konjugatnya H2PO4 → gunakan Ka2 H3PO4
Bagikan di
 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info