Hidrolisis bertingkat garam dari asam lemah poliprotik adalah proses anion garam bereaksi dengan air secara bertahap (tidak sekaligus) karena anion tersebut mampu menerima proton (H+) lebih dari satu kali, masing-masing dengan konstanta kesetimbangan (Kb) berbeda.
Hal ini terjadi karena asam lemah polipotik (seperti H2CO3, H2SO3, dan H3PO4) melepaskan H+-nya secara bertahap saat membentuk garam. Akibatnya, anion yang terbentuk masih dapat bereaksi kembali dengan air secara bertahap pula.
Yang menarik, anion antara (misalnya HCO3−, HSO3−, H2PO4−, HPO42−) bersifat amfiprotik, spesi yang dapat bertindak sebagai asam (melepas H+) sekaligus sebagai basa (menerima H+) dalam larutan yang sama. Dua proses ini berjalan bersamaan, dan mana yang lebih dominan akan menentukan apakah larutan bersifat asam atau basa.
Catatan: Garam jenis ini adalah hasil pelarutan kemudian terdiosiasi (terurai) kemudian anionnya bereaksi dengan air (anionnya terhidrolisis bertingkat).
Dari setiap asam polipotik, dapat terbentuk dua jenis garam:
- Garam normal (reaksi sempurna), semua H+ asam sudah tergantikan oleh Na+. Anionnya bukan amfiprotik. Hidrolisisnya satu arah (hanya sebagai basa). Contoh: Na2CO3, Na2SO3, Na3PO4.
- Garam asam (reaksi parsial), masih ada H+ asam yang belum tergantikan. Anionnya amfiprotik, inilah yang mengalami hidrolisis bertingkat sejati. Contoh: NaHCO3, NaHSO3, NaH2PO4, Na2PO4.
Artikel ini membahas keduanya secara berdampingan agar perbandingan perhitungan pH-nya menjadi jelas.
H2CO3 adalah asam dipotik, dengan ionisasi yang terjadi dalam 2 tahap:
(Ka1 = 4,3 × 10−7)
Tahap 2 HCO3− ⇌ H+ + CO32−
(Ka2 = 4,7 × 10−11)
H2CO3 + NaOH menghasilkan dua jenis garam:
| Reaksi | Garam | Nama Garam | Jenis |
|---|---|---|---|
| H2CO3 + NaOH → | NaHCO3 + H2O | Natrium bikarbonat | Garam asam (amfiprotik) |
| H2CO3 + 2NaOH → | Na2CO3 + 2H2O | Natrium karbonat | Garam normal |
• Na+ berasal dari NaOH (basa kuat) → TIDAK terhidrolisis
• CO32− adalah basa konjugat dari HCO3− (asam lemah) → terhidrolisis satu arah sebagai basa
• Hanya ada satu reaksi, tidak ada sifat amfiprotik
Reaksi hidrolisis CO32−:
Gunakan rumus hidrolisis basa biasa. Kb untuk CO32− dihitung dari Ka2 H2CO3:
$$\begin{aligned} K_b(CO_3^{2−}) &= \frac{K_w}{K_{a2}}\\ &= \frac{10−14}{4,7 \times 10^{−11}}\\ &≈ 2,13 \times 10^{−4}\\\\ [OH^−] &= \sqrt{Kb \times C}\\ &= \sqrt{2,13 \times 10^{−4} \times 0,1}\\ &= \sqrt{2,13 \times 10^{−5}}\\&= 4,61 \times 10^{−3}~M\\ \\ pOH &= -\log [OH^-]\\ &= −log(4,61 \times 10^{−3})\\ &≈ 2,34\\\\ pH &= 14 - pOH\\ &= 14 − 2,34\\ &= 11,66 \end{aligned} $$
✓ pH = 11,66 → Larutan bersifat BASA (C = 0,1 M)
Catatan: pH Na2CO3 bergantung pada konsentrasi, berbeda dari NaHCO3. Makin encer, pH mendekati 7.
• Na+ berasal dari NaOH (basa kuat) → TIDAK terhidrolisis
• HCO3− adalah anion amfiprotik → bisa bertindak sebagai asam DAN basa sekaligus
• Inilah inti dari hidrolisis bertingkat — dua kesetimbangan berjalan bersamaan
Dua reaksi hidrolisis yang terjadi bersamaan:
Reaksi 1: HCO3− sebagai BASA (menerima H+ dari air):
Reaksi 2: HCO3− sebagai ASAM (melepas H+ ke air):
Karena Ka2 << Kb untuk HCO3−, maka reaksi hidrolisis basa lebih dominan → larutan bersifat BASA.
pH = ½ (pKa1 + pKa2)
pKa1 = −log(4,3 × 10−7) ≈ 6,37
pKa2 = −log(4,7 × 10−11) ≈ 10,33
pH = ½ (6,37 + 10,33) = ½ × 16,70 = 8,35
✓ pH = 8,35 → Larutan bersifat BASA (tidak bergantung konsentrasi)
| Aspek | Na2CO3 (garam normal) | NaHCO3 (garam asam) |
|---|---|---|
| Anion | CO32− (basa biasa) | HCO3− (amfiprotik) |
| Jumlah reaksi hidrolisis | Satu arah (hanya basa) | Dua arah bersamaan |
| Reaksi dominan | CO32− + H2O ⇌ HCO3− + OH− | HCO3− + H2O ⇌ H2CO3 + OH− |
| Rumus pH | pH = 14 + ½(log Kb + log C) | pH = ½(pKa1 + pKa2) |
| Sifat larutan | Basa kuat | Basa lemah |
| pH (0,1 M) | ≈ 11,66 | ≈ 8,35 |
| pH bergantung [C]? | Ya | Tidak (unik!) |
H2SO3 juga merupakan asam dipotik, mirip dengan H2CO3.
Namun, H2SO3 memiliki Ka1 yang jauh lebih besar. Perbedaan ini akan berdampak besar!
(Ka1 = 1,5 × 10−2)
Tahap 2 HSO3− ⇌ H+ + SO32−
(Ka2 = 6,3 × 10−8)
| Reaksi | Garam | Nama Garam | Jenis |
|---|---|---|---|
| H2SO3 + NaOH → | NaHSO3 + H2O | Natrium bisulfit | Garam asam (amfiprotik) |
| H2SO3 + 2NaOH → | Na2SO3 + 2H2O | Natrium sulfit | Garam normal |
• Na+ berasal dari NaOH (basa kuat) → TIDAK terhidrolisis
• SO32− adalah basa konjugat dari HSO3− → terhidrolisis satu arah sebagai basa
Reaksi hidrolisis SO32−:
Kb untuk SO32− dihitung dari Ka2 H2SO3:
$$\begin{aligned} K_b(SO_3^{2−}) &= \frac{K_w}{K_{a2}}\\ &= \frac{10−14}{6,3 \times 10^{−8}}\\ &≈ 1,59 \times 10^{−7}\\\\ [OH^−] &= \sqrt{Kb \times C}\\ &= \sqrt{1,59 \times 10^{−7} \times 0,1}\\ &= \sqrt{1,59 \times 10^{−8}}\\ &= 1,26 \times 10^{-4}~M\\\\ pOH &= -\log [OH^-]\\ &= −log(1,26 \times 10^{−4})\\ &≈ 3,90\\\\ pH &= 14 - pOH\\ &= 14 − 3,90\\ &= 10,10 \end{aligned} $$
✓ pH = 10,10 → Larutan bersifat BASA (C = 0,1 M)
Catatan: pH Na2SO3 bergantung pada konsentrasi. Makin encer, pH semakin mendekati 7.
• Ka1(H2SO3) = 1,5 × 10−2 → jauh lebih besar dari Ka2 = 6,3 × 10−8
• Ini berarti H2SO3 sudah cukup kuat pada ionisasi pertamanya
• Dampaknya: sifat larutan NaHSO3 akan berbeda drastis dari NaHCO3!
Dua reaksi hidrolisis HSO3−:
Reaksi 1: HSO3− sebagai BASA:
Reaksi 2: HSO3− sebagai ASAM:
pH = ½ (pKa1 + pKa2)
pKa1 = −log(1,5 × 10−2) ≈ 1,82
pKa2 = −log(6,3 × 10−8) ≈ 7,20
pH = ½ (1,82 + 7,20) = ½ × 9,02 = 4,51
✗ pH = 4,51 → Larutan bersifat ASAM! (tidak bergantung konsentrasi)
Mengapa asam? Karena pKa1 sangat kecil (1,82), nilai ½(pKa1+pKa2) jatuh jauh di bawah 7.
| Aspek | Na2SO3 (garam normal) | NaHSO3 (garam asam) |
|---|---|---|
| Anion | SO32− (basa biasa) | HSO3− (amfiprotik) |
| Jumlah reaksi | Satu arah | Dua arah bersamaan |
| Reaksi dominan | SO32− + H2O ⇌ HSO3− + OH− | HSO3− ⇌ SO32− + H+ (ionisasi asam) |
| Sifat larutan | Basa | Asam (mengejutkan!) |
| pH (0,1 M) | ≈ 10,10 | ≈ 4,51 |
| pH bergantung [C]? | Ya | Tidak |
H3PO4 adalah asam tripotik, yang paling kompleks di antara ketiga asam ini!
Ionisasi terjadi dalam 3 tahap:
(Ka1 = 7,5 × 10−3)
Tahap 2 H2PO4− ⇌ H+ + HPO42−
(Ka2 = 6,2 × 10−8)
Tahap 3 HPO42− ⇌ H+ + PO43−
(Ka3 = 2,2 × 10−13)
H3PO4 + NaOH menghasilkan tiga jenis garam:
| Mol NaOH | Reaksi | Garam | Nama | Jenis |
|---|---|---|---|---|
| 1 mol | H3PO4 + NaOH → | NaH2PO4 | Natrium dihidrogen fosfat | Garam asam (amfiprotik) |
| 2 mol | H3PO4 + 2NaOH → | Na2HPO4 | Dinatrium hidrogen fosfat | Garam asam (amfiprotik) |
| 3 mol | H3PO4 + 3NaOH → | Na3PO4 | Natrium fosfat | Garam normal |
• Na+ berasal dari NaOH (basa kuat) → TIDAK terhidrolisis
• PO43− adalah basa konjugat dari HPO42− → terhidrolisis satu arah sebagai basa
• Hidrolisis hanya satu tahap yang dominan (tahap 2 dan 3 dapat diabaikan)
Reaksi hidrolisis PO43− (tahap 1, dominan):
Kb untuk PO43− dihitung dari Ka3 H3PO4. Ka3 sangat kecil → Kb sangat besar → PO43− adalah basa yang cukup kuat!
Kb(PO43−) = Kw / Ka3 = 10−14 / 2,2×10−13 ≈ 4,55 × 10−2
[OH−] = √(Kb × C) = √(4,55×10−2 × 0,1)
= √(4,55×10−3) ≈ 6,75 × 10−2 M
Cek: [OH⁻] = 0,0675 M > C/10, berarti aproksimasi kurang akurat.
Gunakan persamaan kuadrat atau anggap nilai ini sebagai pendekatan.
pOH = −log(6,75×10−2) ≈ 1,17
pH = 14 − 1,17 = ≈ 12,83
✓ pH ≈ 12,83 → Larutan bersifat BASA KUAT (C = 0,1 M)
Catatan: Kb PO43− sangat besar (≈ 0,046) karena Ka3 sangat kecil. Ini membuat Na3PO4 menjadi garam yang sangat basa — pH bergantung konsentrasi.
• Sebagai BASA: H2PO4− + H2O ⇌ H3PO4 + OH−
• Sebagai ASAM: H2PO4− + H2O ⇌ HPO42− + H3O+
Reaksi ASAM lebih dominan karena Ka2 >> Kb dari H2PO4−.
pH = ½ (pKa1 + pKa2)
pKa1 = −log(7,5 × 10−3) ≈ 2,12
pKa2 = −log(6,2 × 10−8) ≈ 7,21
pH = ½ (2,12 + 7,21) = ½ × 9,33 = 4,66
✗ pH = 4,66 → Larutan bersifat ASAM! (tidak bergantung konsentrasi)
• Sebagai BASA: HPO42− + H2O ⇌ H2PO4− + OH− (Kb = Kw/Ka2)
• Sebagai ASAM: HPO42− + H2O ⇌ PO43− + H3O+ (Ka3 sangat kecil!)
Reaksi BASA lebih dominan karena Ka3 = 2,2 × 10−13 sangat kecil → HPO42− hampir tidak terionisasi sebagai asam.
pH = ½ (pKa2 + pKa3)
pKa2 = −log(6,2 × 10−8) ≈ 7,21
pKa3 = −log(2,2 × 10−13) ≈ 12,66
pH = ½ (7,21 + 12,66) = ½ × 19,87 = 9,93
✓ pH = 9,93 → Larutan bersifat BASA! (tidak bergantung konsentrasi)
| Garam | Anion | pH (0,1 M) | Sifat | Rumus pH | pH bergantung C? |
|---|---|---|---|---|---|
| NaH2PO4 | H2PO4− (amfiprotik) | 4,66 | Asam | ½(pKa1 + pKa2) | Tidak |
| Na2HPO4 | HPO42− (amfiprotik) | 9,93 | Basa | ½(pKa2 + pKa3) | Tidak |
| Na3PO4 | PO43− (basa biasa) | ≈12,83 | Basa kuat | ½(pKw/Ka3) via Kb | Ya |
| Aspek | NaHCO3 | NaHSO3 | NaH2PO4 | Na2HPO4 |
|---|---|---|---|---|
| Asam asal | H2CO3 | H2SO3 | H3PO4 | H3PO4 |
| Anion amfiprotik | HCO3− | HSO3− | H2PO4− | HPO42− |
| Reaksi dominan | Hidrolisis basa | Ionisasi asam | Ionisasi asam | Hidrolisis basa |
| Sifat larutan | Basa | Asam | Asam | Basa |
| pH (approx.) | 8,35 | 4,51 | 4,66 | 9,93 |
| pH bergantung [C]? | Tidak | Tidak | Tidak | Tidak |
dengan n adalah tahap ionisasi yang menghasilkan anion tersebut.
Artinya: Ka dominan (ionisasi asam lebih kuat).
Artinya: Kb dominan (hidrolisis basa lebih kuat).
Berlaku untuk semua garam amfiprotik. Untuk garam normal (Na2CO3, Na2SO3, Na3PO4), pH bergantung pada konsentrasi.
HSO3−: pH = ½(pKa1+pKa2) dari H2SO3
H2PO4−: pH = ½(pKa1+pKa2) dari H3PO4
HPO42−: pH = ½(pKa2+pKa3) dari H3PO4
Ka1 H2CO3 = 4,3 × 10−7 ; Ka2 H2CO3 = 4,7 × 10−11
💡 Lihat Jawaban
Keduanya memiliki pH yang SAMA (8,35). pH garam amfiprotik = ½(pKa1 + pKa2), sehingga tidak bergantung pada konsentrasi!
💡 Lihat Jawaban
Na+ memang tidak terhidrolisis. Namun Ka1(H2SO3) = 1,5 × 10−2 sangat besar, sehingga Ka2 dari HSO3− masih cukup besar relatif terhadap Kb-nya. Akibatnya ionisasi asam HSO3− lebih dominan.
pH = ½(1,82 + 7,20) = 4,51 < 7.
(Ka1 = 7,5×10−3, Ka2 = 6,2×10−8, Ka3 = 2,2×10−13)
💡 Lihat Jawaban
pKa2 = −log(6,2×10−8) = 7,21
pKa3 = −log(2,2×10−13) = 12,66
pH = ½(7,21 + 12,66) = ½(19,87) = 9,93 → BASA ✓
(Ka2 H2CO3 = 4,7 × 10−11)
💡 Lihat Jawaban
Kb(CO32−) = 10−14 / 4,7×10−11 ≈ 2,13 × 10−4
[OH−] = √(2,13×10−4 × 0,05) = √(1,065×10−5) ≈ 3,26 × 10−3 M
pOH = −log(3,26×10−3) ≈ 2,49
pH = 14 − 2,49 = 11,51 → BASA ✓
Perhatikan: pH 11,51 (C=0,05 M) berbeda dari pH 11,66 (C=0,1 M) — bukti pH Na2CO3 bergantung konsentrasi.
💡 Lihat Jawaban
NaHSO3 (4,51) < NaH2PO4 (4,66) < NaHCO3 (8,35) < Na2HPO4 (9,93) < Na2SO3 (≈10,10) < Na2CO3 (≈11,66) < Na3PO4 (≈12,83)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar