Berikut ini adalah pembahasan soal Kimia pada Soal SBMPTN 2018 TKD Saintek Kode 457 khusus bidang kimia. Pada soal SBMPTN terdapat beberapa perbedaan bila kodenya berbeda. Untuk kode soal lain akan dibahas pada halaman yang berbeda. Silakan koreksi bila ada pembahasan yang kurang tepat. Terima kasih.
Pembahasan Soal SBMPTN TKD Saintek Kode 457 Bidang Kimia (2018)
Jumat, 11 Mei 2018
Kategori:
Kimia,
Kode 457,
Pembahasan Soal,
SBMPTN,
SBMPTN 2018,
SBMPTN TKD Sainstek
Pembahasan Soal (Nomor 26-50) KSM Kima Tingkat Provinsi Tahun 2017
Jumat, 27 April 2018
Berikut ini adalah lanjutan pembahasan soal dari kompetisi sains madrasah (KSM) tingkat provinsi tahun 2017. Untuk pembahasan soal nomor 1-25 sila klik di sini. Mohon koreksi bila ada kekurangtepatan pembahasannya.
Pembahasan Soal (Nomor 1-25) KSM Kima Tingkat Provinsi Tahun 2017
Kamis, 26 April 2018
Berikut ini adalah pembahasan soal nomor 1-25 dari kompetisi sains madrasah (KSM) tingkat provinsi tahun 2017. Mohon koreksi bila ada kekurangtepatan pembahasannya.
Cara Menghitung Jumlah Atom dalam Sel Satuan Kristal
Selasa, 17 April 2018
Bahasan tentang struktur kristal di jenjang SMA memang tidak menjadi pokok bahasan, namun untuk topik olimpiade kimia kadang hal ini muncul.
Yang diulas biasa memang tidak terlalu rumit untuk olimpiade tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
Cerita menjadi berbeda manakala sudah di tingkat nasional apalagi internasional. Memang bahasan ini baru ada di mata kuliah kimia dasar di perguruan tinggi.
Yang diulas biasa memang tidak terlalu rumit untuk olimpiade tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
Cerita menjadi berbeda manakala sudah di tingkat nasional apalagi internasional. Memang bahasan ini baru ada di mata kuliah kimia dasar di perguruan tinggi.
Simulator Perhitungan Konsentrasi Zat Setimbang
Rabu, 11 April 2018
Simulator ini digunakan untuk menentukan konsentrasi zat-zat dalam kesetimbangan kimia bila diketahui konsentrasi awal (mula-mula) serta nilai Kc kesetimbangan tersebut. Untuk menentukan konsentrasi zat-zat (dimisalkan dengan variabel x) ketika kesetimbangan tercapai biasa diselesaikan dengan persamaan kuadrat. Persamaan kuadrat ini akan terbentuk bila jumlah koefisien zat di salah satu ruas atau keduanya sama dengan 2. Koefisien tersebut merupakan koefisien zat-zat dalam keadaan setara antara ruas kiri dan kanan. Simulator ini berlaku umum, dengan syarat koefisien setara setiap zat seperti pada simulator. Zat-nya dapat disesuaikan.
Kalkulator Perubahan pH pada Larutan Bufer Setelah Ditambah Asam/Basa
Jumat, 06 April 2018
Kalkulator ini merupakan simulasi perhitungan perubahan pH larutan bufer (penyangga) sebelum dan setelah ditambahkan larutan asam/basa. Metode penyelesaiannya sedikit berbeda dari cara yang biasa dicontohkan pada buku-buku teks kimia SMA, namun prinsipnya sama. Teknik penyelesaian yang umum dapat dilihat pada pranala ini. Kalkulator ini hanya berlaku untuk larutan bufer yang ditambahkan asam kuat monovalen atau basa kuat monovalen. Untuk dapat menggunakannya perlu dihitung lebih dahulu komponen penyangga yang ada kemudian meng-inputnya ke dalam kotak input yang tersedia.
Simulator Prediksi Posisi Kesetimbangan Reaksi Asam-Basa
Selasa, 03 April 2018
Bagaimana memprediksi posisi kesetimbangan (arah reaksi) dari reaksi asam basa? Asam-basa di sini biasanya merupakan asam-basa Lewis.
Posisi kesetimbangan reaksi dapat diprediksi bila diketahui nilai pKa atau Ka dari asam dan asam konjugat (asam pada hasil reaksi) atau setidaknya terdapat urutan tingkat keasaman beserta konjugat setiap zat seperti pada Tabel 1.
Apakah asam (di ruas kiri) cukup kuat untuk memprotonasi basa atau dengan kalimat lain, apakah basa yang ada itu cukup kuat untuk mendeprotonasi asam pada reaksi tersebut?
Bisa juga diformulasikan - apakah reaksi tersebut dapat berlangsung ke arah kanan hingga membentuk produk?
Pertanyaan yang lebih aplikatif adalah apakah reaksi ke kanan dapat berlangsung untuk menghasilkan produk.
Simulator ini dapat membantu memperkirakannya bila diketahui data-data yang dimaksud.
Posisi kesetimbangan reaksi dapat diprediksi bila diketahui nilai pKa atau Ka dari asam dan asam konjugat (asam pada hasil reaksi) atau setidaknya terdapat urutan tingkat keasaman beserta konjugat setiap zat seperti pada Tabel 1.
Apakah asam (di ruas kiri) cukup kuat untuk memprotonasi basa atau dengan kalimat lain, apakah basa yang ada itu cukup kuat untuk mendeprotonasi asam pada reaksi tersebut?
Bisa juga diformulasikan - apakah reaksi tersebut dapat berlangsung ke arah kanan hingga membentuk produk?
Pertanyaan yang lebih aplikatif adalah apakah reaksi ke kanan dapat berlangsung untuk menghasilkan produk.
Simulator ini dapat membantu memperkirakannya bila diketahui data-data yang dimaksud.
Simulator Identifikasi Kearomatikan Molekul
Sabtu, 31 Maret 2018
Salah satu bagian penting dalam pokok bahasan kimia organik adalah mengidentifikasi suatu molekul apakah bersifat aromatik atau bukan aromatik.
Kearomatikan (aromatisitas) ini akan menentukan banyak sifat suatu molekul serta kemungkinan bagaimana reaksi terjadi.
Untuk mengidentifikasinya perlu dilakukan pemeriksaan setahap demi setahap secara cermat hingga diperoleh kesimpulan yang benar.
Kearomatikan (aromatisitas) ini akan menentukan banyak sifat suatu molekul serta kemungkinan bagaimana reaksi terjadi.
Untuk mengidentifikasinya perlu dilakukan pemeriksaan setahap demi setahap secara cermat hingga diperoleh kesimpulan yang benar.
Kategori:
2D,
3D,
Antiaromatik,
Aromatik,
Aromatisitas,
Aturan Huckel,
kalkulator kimia,
Kearomatikan,
Konjugasi,
Nonaromatik,
Nonsiklik,
Planar,
Siklik,
sp2,
sp3
Kalkulator Waktu Paruh dan Peluruhan Radioisotop (Radiokimia)
Jumat, 30 Maret 2018
Bahasan tentang radioaktif atau kadang ditulis kimia inti atau radiokimia bukan lagi menjadi pokok bahasan utama dalam pelajaran kimia SMA saat ini.
Meskipun demikian pada beberapa soal dalam OSN Kimia pernah dimunculkan.
Untuk membantu siswa kalkulator ini dibuat, untuk asistensi dalam menemukan jawaban dan memeriksa kembali alur kerja yang sudah dilakukan selama latihan.
Meskipun demikian pada beberapa soal dalam OSN Kimia pernah dimunculkan.
Untuk membantu siswa kalkulator ini dibuat, untuk asistensi dalam menemukan jawaban dan memeriksa kembali alur kerja yang sudah dilakukan selama latihan.
Kategori:
Isotop,
kalkulator kimia,
Kimia Nuklir,
Kimia-3,
N0,
Nt,
Radioaktivitas,
Radiokimia,
Tetapan Laju Peluruhan,
Waktu paroh,
Waktu Paruh,
Waktu Peluruhan
Kalkulator Ar dan Kelimpahan Isotop
Rabu, 28 Maret 2018
Bahasan tentang massa atom relatif (Ar) dan massa molekul relatif (Mr) dominan hanya terkait hitungan secara matematis.
Untuk menguasainya diperlukan pemahaman aturan dalam hitungan. Hitungannya cukup menggunakan aturan aljabar relatif sederhana saja.
Berdasarkan persentase isotop keberadaan isotop di alam kemudian dapat dihitung rata-rata isotop untuk setiap unsur.
Ini kemudian ditampilkan pada tabel periodik unsur yang selama ini digunakan.
Kalkulator ini berfungsi untuk menentukan hitungan variabel-variabel terkait dengan Ar/Mr dari data yang diberikan.
Untuk menguasainya diperlukan pemahaman aturan dalam hitungan. Hitungannya cukup menggunakan aturan aljabar relatif sederhana saja.
Berdasarkan persentase isotop keberadaan isotop di alam kemudian dapat dihitung rata-rata isotop untuk setiap unsur.
Ini kemudian ditampilkan pada tabel periodik unsur yang selama ini digunakan.
Kalkulator ini berfungsi untuk menentukan hitungan variabel-variabel terkait dengan Ar/Mr dari data yang diberikan.
Kalkulator Kadar Zat
Minggu, 25 Maret 2018
Satuan kadar zat atau konsentrasi zat dapat dinyatakan dengan berbagai satuan. Ini dilakukan agar nilainya tidak menjadi terlalu kecil dan tentu sesuai kegunaannya pada bidang kerja tertentu.
Misalnya orang yang bekerja pada bidang farmasi tidak menggunakan satuan %, jika menggunakan satuan % itu menjadi sangat kecil nilainya kalau memang ia hanya membutuhkan hanya 10 mikrogram zat tertentu dalam setiap 100 mL larutan.
Sebagai satuan % massa/volume, 10 mikrogram dalam 100 mL sama dengan ((10 × 10−6) gram : 100 mL) × 100% = 0,00001%. Mereka akan lebih suka menggunakan satuan 10ppm.
Misalnya orang yang bekerja pada bidang farmasi tidak menggunakan satuan %, jika menggunakan satuan % itu menjadi sangat kecil nilainya kalau memang ia hanya membutuhkan hanya 10 mikrogram zat tertentu dalam setiap 100 mL larutan.
Sebagai satuan % massa/volume, 10 mikrogram dalam 100 mL sama dengan ((10 × 10−6) gram : 100 mL) × 100% = 0,00001%. Mereka akan lebih suka menggunakan satuan 10ppm.
Kategori:
% massa,
% volume,
bpj,
Kadar,
kadar unsur dalam senyawa,
Kadar Zat,
kalkulator kimia,
Kimia 10,
Kimia-1,
persen massa,
persen volume,
ppm
Simulator "Endapan Apa yang Terbentuk?"
Sabtu, 24 Maret 2018
Soal seperti berikut kerap muncul dalam latihan soal kimia pokok bahasan kelarutan dan Ksp.
"Ke dalam 1 liter larutan yang mengandung CoSO4, FeSO4, MgSO4, MnSO4, dan ZnSO4 dengan konsentrasi masing-masing 0,001 M ditambah larutan NaOH sampai mempunyai pH 8.
Diketahui hasil kali kelarutan basa yang terbentuk adalah:
Ksp Co(OH)2 = 2 × 10-15,
Ksp Fe(OH)2 = 5 × 10-17,
Ksp Mg(OH)2 = 5 × 10-12,
Ksp Mn(OH)2 = 2 × 10-13,
Ksp Zn(OH)2 = 3 × 10-17
Endapan apakah yang terbentuk dari larutan tadi?"
"Ke dalam 1 liter larutan yang mengandung CoSO4, FeSO4, MgSO4, MnSO4, dan ZnSO4 dengan konsentrasi masing-masing 0,001 M ditambah larutan NaOH sampai mempunyai pH 8.
Diketahui hasil kali kelarutan basa yang terbentuk adalah:
Ksp Co(OH)2 = 2 × 10-15,
Ksp Fe(OH)2 = 5 × 10-17,
Ksp Mg(OH)2 = 5 × 10-12,
Ksp Mn(OH)2 = 2 × 10-13,
Ksp Zn(OH)2 = 3 × 10-17
Endapan apakah yang terbentuk dari larutan tadi?"
Kategori:
Basa,
kalkulator kimia,
Kalkulator Pengendapan Selektif,
Kelarutan,
Ksp,
Pengendapan Selektif,
pH
Langganan:
Postingan (Atom)
