Ionisasi, Disosiasi, dan Solvasi beserta Contohnya

Kamis, 27 Februari 2020 edit

Perbedaan utama antara ionisasi dan disosiasi, ionisasi adalah pembentukan partikel muatan baru yang tidak ada dalam senyawa sebelumnya sedangkan disosiasi adalah proses pemisahan partikel bermuatan yang sudah ada di dalam senyawa. Secara singkat:  ionisasi mengacu pada proses pemisahan senyawa molekuler ke bentuk ion dalam larutan; disosiasi mengacu pada proses pemisahan senyawa ion padat, seperti NaCl, menjadi ion-ion penyusunnya di dalam larutan.

Penjelasan ini sesuai dengan yang diberikan di sini. Pada artikel tersebut dibahas tentang tinjauan definisi pada buku-buku teks kimia dasar yang dijadikan referensi pembelajaran kimia di jenjang universitas dan sma.

Berikut tabel perbedaan ionisasi dan disosiasi yang ditinjau dari beberapa aspek.

Ionisasi Disosiasi
Definisi Ionisasi adalah proses
menghasilkan partikel
bermuatan.
Disosiasi adalah pemisahan
partikel bermuatan yang sudah
ada dalam senyawa sebelumnya*).
Senyawa 
awal
Ionisasi melibatkan senyawa
kovalen polar atau logam
Disosiasi melibatkan
senyawa ion.
Produk Ionisasi selalu menghasilkan
partikel bermuatan (ion)
Disosiasi menghasilkan
baik partikel bermuatan (ion)
maupun partikel netral.
Proses Ionisasi bersifat irreversible
(reaksi tidak dapat balik).
Disosiasi bersifat reversible
(reaksi dapat balik).
Ikatan Ionisasi melibatkan
ikatan kovalen
antara atom-atom. 
Disosiasi melibatkan
ikatan ion dalam senyawa.

Untuk hal lebih umum disosiasi*) dapat diartikan sebagai proses penguraian suatu zat menjadi partikel yang lebih kecil seperti atom, ion atau molekul. Jadi disosiasi tidak hanya proses pemisahan yang menghasilkan ion saja untuk definisi yang lebih umum. Dalam beberapa kasus kadang pengertian disosiasi dapat dimaknai sebagai ionisasi tetapi tidak berlaku sebaliknya.

Solvasi merupakan interaksi antara partikel terlarut dengan molekul pelarut. Interaksi yang dimaksud berupa daya tarik menarik antara ion-dipol. Ion-ion tersebut berasal dari partikel terlarut yang tertarik oleh dipol-dipol pelarut.


Berikut definisi ionisasi, disosiasi, dan solvasi dalam terminologi kimia (Gold Book) yang dibuat oleh IUPAC.

Definisi ionisasi menurut terminologi kimia IUPAC:
The generation of one or more ions. It may occur, e.g. by loss of an electron from a neutral molecular entity, by the unimolecular heterolysis of such an entity into two or more ions, or by a heterolytic substitution reaction involving neutral molecules.
Sumber: Gold Book IUPAC online.

Menjadi jelas bahwa ionisasi itu proses menghasilkan satu ion atau lebih yang terjadi melalui: pelepasan elektron dari molekul netral; pemecahan molekul tunggal menjadi dua atau lebih ion dengan muatan positif dan negatif atau pemecahan melalui reaksi substitusi yang melibatkan molekul netral sehingga menjadi ion dengan muatan positif dan negatif.

Contoh reaksi ionisasi:
Mg merupakan atom netral mengalami ionisasi dengan melepaskan elektron.
Mg → Mg+ + e

HCl merupakan senyawa kovalen polar, netral. HCl dalam bentuk larutan mengalami ionisasi seperti reaksi berikut:
$\mathsf{\ce{HCl(g)->[H2O] H^+(aq) + Cl^-(aq)}}$
boleh ditulis:
HCl(aq) → H+(aq) + Cl(aq)

CH3COOH merupakan senyawa kovalen polar,  netral. CH3COOH dalam bentuk larutan mengalami ionisasi seperti reaksi berikut:
CH3COOH(aq) + H2O(aq) → CH3COO(aq) + H3O+(aq)

Definisi disosiasi menurut terminologi kimia IUPAC:
The separation of a molecular entity into two or more molecular entities (or any similar separation within a polyatomic molecular entity). Examples include unimolecular heterolysis and homolysis, and the separation of the constituents of an ion pair into free ions.
Sumber: Gold Book IUPAC online.

Definisi disosiasi menurut IUPAC bersifat lebih umum, tidak hanya membatasi proses pemisahan ion-ion dalam senyawa ion ketika dilarutkan dalam pelarutnya. Pemisahan entitas (zat) molekul menjadi dua molekul lebih sederhana atau lebih. Pemisahan ini biasanya dari molekul-molekul poliatom. Termasuk di dalamnya juga pemisahan/peruraian molekul tunggal secara heterolisis maupun homolisis, dan pemisahan konstituen dari pasangan ion menjadi ion bebas.

Contoh Reaksi Disosiasi:
2HI ⇌ H2 + I2
NH4Cl ⇌ NH3 + HCl
CaCO3 ⇌ CaO + CO2
N2O4 ⇌ 2NO2
PCl5 ⇌ PCl3 + Cl2

NaCl(s) $\mathsf{\ce{->[H2O]}}$ Na+(aq) + Cl(aq)
Fe2(SO4)3(s) $\mathsf{\ce{->[H2O]}}$ 2Fe3+(aq) + 3SO42(aq)

Definisi solvasi menurut terminologi kimia IUPAC:
Any stabilizing interaction of a solute (or solute moiety) and the solvent or a similar interaction of solvent with groups of an insoluble material (i.e. the ionic groups of an ion-exchange resin). Such interactions generally involve electrostatic forces and van der Waals forces, as well as chemically more specific effects such as hydrogen bond formation.
Sumber: Gold Book IUPAC online.

Kata kunci solvasi menurut IUPAC adalah proses penstabilan interaksi antara zat terlarut dan pelarut dalam suatu sistem yang melibatkan gaya elektrostatik (dari spesi ion-ion) dan gaya van der Waals (dari spesi yang bersifat polar dan kadang dari spesi nonpolar). Secara singkat interaksi antarpartikelnya adalah interaksi ion-dipol dan juga ion-dipol terimbas.

Contoh reaksi solvasi
Disosiasi NaCl dalam pelarut air terjadi akibat adanya solvasi ion Na+(aq) dan ion Cl(aq) dari NaCl oleh molekul air (air bersifat polar).
Sumber image: quora dot com
yang dimodifikasi
Contoh proses solvasi pada disosiasi NaCl dapat dilihat pada video animasi di sini.

CMIIW
Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2020 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info