Pembahasan Soal PG Kimia Nomor 11-25 KSM-Provinsi 2014

Sabtu, 28 Maret 2015

Pembahasan Soal KSM Kimia Tingkat Provinsi 2014 Nomor 1-10 ada di pranala ini.

11. Asam oksalat (H2C2O4) dalam air memiliki persamaan reaksi kesetimbangan sebagai berikut:
H2C2O4](aq) + 2H2O](l) ⇌ 2H3O+(aq) + C2O42- (aq)
Diketahui Ka1 asam oksalat sebesar 5,36×10-2 dan Ka2 adalah 5,30×10-5
maka harga tetapan kesetimbangan untuk reaksi reaksi tersebut adalah

A. 5,36×10-2
B. 5,30×10-5
C. 2,80×10-6
D. 1,06×10-7
E. 3,86×10-13

Pembahasan:
Ka = Ka1 × Ka2 = 5,36×10-2 × 5,30×10-5 = 28,408 × 10-7 = 2,8404 × 10-6 ~ 2,80×10-6
Jawaban yang tepat adalah C.

12. Campuran benzena dan toluena membentuk larutan ideal. Tekanan uap jenuh toluena pada 20°C adalah 22 torr. Jika mol benzena sama dengan mol toluena dalam campuran pada 20°C, maka tekanan uap toluena adalah
A. 44 torr
B. 33 torr
C. 22 torr
D. 11 torr
E. 5,5 torr

Pembahasan:
Jika dalam campuran tersebut jumlah mol benzena dan toluena sama maka tekanan uap toluena sama dengan tekanan uap benzena.
P–benzena = mol benzena : (mol benzena + mol toluena) × P–total.
P–toluena = mol toluean : (mol benzena + mol toluena) × P–total
Jawaban yang tepat adalah C.

13. Data tetapan ionisasi asam diberikan sebagai berikut:
HClO Ka 3,5×10-8
HClO2 Ka 1,2×10-2
HCN Ka 6,2×10-10
H2PO4- Ka 6,2×10-8
Basa konjugasi setiap asam di atas akan disusun menurut bertambahnya
kekuatan basa, maka susunan yang benar adalah
A. ClO2- ; ClO- ; HPO4- ; CN-
B. CN- ; ClO- ; ClO2- ; HPO4-
C. ClO2- ; HPO4- ; ClO- ; CN-
D. CN- ; HPO4- ; ClO2- ; ClO-
E. CN- ; ClO2- ; ClO- ; HPO4-

Pembahasan:
HCN Ka 6,2×10-10 basa konjugasinya adalah CN-
H2PO4- Ka 6,2×10-8 basa konjugasinya adalah HPO4-
HClO Ka 3,5×10-8 basa konjugasinya adalah ClO-
HClO2 Ka 1,2×10-2 basa konjugasinya adalah ClO2-
Ka semakin kecil maka sifat asamnya semakin kecil. Jika asam semakin lemah maka kekuatan basa konjugasinya semakin besar.
Jadi urutan kekuatan basa konjugasi: ClO2- < ClO- < HPO4- < CN-
Jawaban yang tepat adalah A .

14. Reaksi H2O2 + 2H+ + 2I- → I2 + 2H2O memiliki hukum laju reaksi r = k [H2O2][I-], mekanisme reaksi yang disarankan sebagai berikut:
H2O2 + I- → HOI + OH- lambat
OH- + H+ → H2O cepat
HOI + H+ + I- → I2 + H2O cepat
Senyawa yang termasuk zat antara (intermediet) pada reaksi di atas adalah
A. H+ dan I-
B. H+ dan HOI
C. HOI dan OH-
D. H+
E. H2O dan OH-

Pembahasan:
Ciri zat antara (intermediet) adalah zat tidak hadir pada saat akhir reaksi tetapi ada dalam tahapan reaksi yang terjadi. Dalam soal ini zat intermedietnya adalah HOI dan OH
Jawaban yang tepat adalah C .

15. Persamaan Arrhenius dinyatakan sebagai k = Ae–(Ea/RT). Plot ln k terhadap 1/T memberikan garis lurus dengan nilai kemiringan sama dengan
A. - k
B. k
C. Ea
D. - Ea/R
E. A

Pembahasan:
Nilai kemiringannya sama dengan - Ea/R
Jawaban yang tepat adalah D.

16. Reaksi isomerisasi siklopropana menjadi propena mengikuti kinetika reaksi orde ke-1. Pada 760 K, sebanyak 15% sampel senyawa siklopropana akan berisomerisasi menjadi propena dalam waktu 6,8 menit. Nilai waktu paruh (t1/2) reaksi isomerisasi tersebut pada 760 K sebesar
A. 2,5 menit
B. 23 menit
C. 29 menit
D. 120 menit
E. 230 menit

Pembahasan:

Jawaban yang tepat adalah A .

17. Pada suhu 700 K, isomerisasi siklopropana → propena memiliki nilai tetapan
laju 6,2 × 10-4 menit-1. Kinetika reaksi isomerisasi masih mengikuti kinetika reaksi orde 1. Waktu yang diperlukan agar 10% sampel siklopropana berisomerisasi menjadi propena adalah
A. 14 menit
B. 170 menit
C. 1120 menit
D. 3710 menit
E. 16100 menit

Pembahasan:
Kinetika reaksi orde satu:
Misal [siklopropana]0 = 100%; [siklopropana]t = 100% – 10% = 90%
→ ln [siklopropana]t = ln [siklopropana]0 – k.t
→ k.t = ln [siklopropana]0 – ln [siklopropana]t
→ t = (ln [siklopropana]0 – ln [siklopropana]t) : k
→ t = (ln 1 – ln 0,9 / 6,2 × 10-4
→ t = (0 – (–0,105) / 6,2 × 10-4
→ t = 0,105 / 6,2 × 10-4
→ t = 169,35 menit ≈ 170 menit
Jawaban yang tepat adalah B.

18. Massa aluminium (kalor jenis aluminium = 0,902 J/g.°C) dalam gram yang dapat dipanaskan dari 24,5°C hingga 44,0°C dengan jumlah kalor yang sama untuk menaikkan suhu 125 g H2O (kalor jenis air = 4,184 J/g.°C) pada interval suhu yang sama adalah
A. 2200 g
B. 1050 g
C. 580 g
D. 130 g
E. 27 g

Pembahasan:
Kalor air → Q = m × c × ∆T → Q = 125 g × 4,182 J/g.oC × (44–24,5) → Q = 10193,625
Kalor Al = kalor air
Kalor Al → 10193,625 = m × 0,902 J/ g.oC × (44–24,5)
→ m = 10193,625 : 17,589
→ m = 579,55 g ≈ 580 g
Jawaban yang tepat adalah C .

19. Perubahan entalpi pembentukan standar (∆Hf) gas H2O sebesar - 242 kJ/mol. Nilai perubahan entalpi (∆H) untuk pembakaran 11,2 L gas H2 membentuk gas H2O pada STP adalah
A. - 726 kJ
B. - 484 kJ
C. - 242 kJ
D. - 121 kJ
E. - 60,5 kJ

Pembahasan:
H2(g) + ½ O2(g) → H2O(g) ∆Hf = –242 kJ/mol
Pada keadaan standar 11,2 L gas H2 ini setara dengan ½ mol (didapat dari 11,2/22,4) gas H2
∆H untuk pembakaran ½ mol gas H2 = ½ dari ∆Hf gas H2O = ½ (–242 kJ) = –121 kJ
Jawaban yang tepat adalah D.

20. Jumlah ikatan sigma (s) sp3 yang terdapat pada senyawa etana adalah
A. 7
B. 6
C. 5
D. 3
E. 1

Pembahasan:
Jawaban A.

21. Isopentil adalah nama trivial yang tepat bagi gugus alkil (alternatif jawaban tidak jelas)

Pembahasan:
(CH3)2-CH-CH2-CH2– atau


22. Nama IUPAC bagi senyawa berikut adalah
A. 5-Metil-4-(1-metilpropil)heksana
B. 2-Metil-3-(1-metilpropil)heksana
C. 2-Metil-3-(2- metilpropil)heksana
D. 3-Metil-4-(1-metiletil)heptana
E. 5-Metil-4-(1-metiletil)heptana

Pembahasan:

3-Metil-4-(1-metiletil)heptana Jawaban yang tepat D

23. Suatu sel elektrokimia mengalami reaksi sebagai berikut: Ni2+ + 2Ag → 2Ag+ + Ni
Diketahui nilai EoAg+ | Ag = 0,80 V dan Eo Ni2+ | Ni = - 0,23 V
Pernyataan yang tepat adalah Eo sel (V) Reaksi pada keadaan standar
A. +1,03 V Spontan
B. -1,03 V Tidak Spontan
C. +0,54 V Tidak Spontan
D. -0,54 V Spontan
E. -0,54 V Tidak Spontan

Pembahasan:
Ni2+ + 2e → Ni E0 = -0,23 V
2Ag → 2Ag+ + 2e E0 = –0,80 V
Ni2+ + 2Ag → 2Ag+ + Ni E0 = –1,03 V
Karena nilai E0 negatif maka reaksi tidak berlangsung secara spontan.
Jawaban yang tepat adalah B.

24. Logam yang dapat digunakan untuk memproteksi besi secara katodik adalah
A. Timah (Sn)
B. Seng (Zn)
C. Nikel (Ni)
D. Tembaga (Cu)
E. Perak (Ag)

Pembahasan:
Jika ingin memproteksi besi secara katodik (besi sebagai katoda) maka yang tepat adalah logam–logam reaktif (lebih mudah teroksidasi) yang berada di sebelah kiri logam Fe pada deret Volta.
Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au
Jawaban yang tepat adalah B.

25. Larutan besi klorida bereaksi dengan permanganat dalam suasana basa dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
FeCl2(aq) + KMnO4(aq) + HCl → FeCl3(aq) + KCl(aq) + MnCl2(aq) + H2O
Pada saat reaksi tersebut setara maka koefisien reaksi dari molekul H2O
adalah
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

Pembahasan:
FeCl2(aq) + HCl → FeCl3(aq)
KMnO4(aq) + HCl → KCl(aq) + MnCl2(aq) + H2O

|× 5 | FeCl2(aq) + HCl → FeCl3(aq) + H+ + e
|× 1 |KMnO4(aq) + 3HCl + 2H+ + 5e→ KCl(aq) + MnCl2(aq) + H2O + 3OH

5 FeCl2(aq) + 5HCl → 5FeCl3(aq) + 5H+ +5 e
KMnO4(aq) + 3HCl + 2H+ + 5e→ KCl(aq) + MnCl2(aq) + H2O + 3OH

Karena reaksi berlangsung dalam suasana asam maka ion 3OH ini harus dinetralkan dengan menambahkan 3 ion H+ pada kedua ruas

5 FeCl2(aq) + 8HCl + KMnO4(aq) → 5FeCl3(aq) + KCl(aq) + MnCl2(aq) + 4H2O
Jawaban yang tepat adalah D .

Pranala pembahasan soal essay KSM Tingkat propinsi 2014 menyusul berikutnya.

Bagikan di

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2015-2016 Urip dot Info | Disain Template Oleh Herdiansyah Hamzah Dimodivikasi Urip.Info