Kalkulator Energi Kisi - Pendekatan Kapustinskii

Kalkulator Energi Kisi - Pendekatan Kapustinskii

Minggu, 05 April 2026

Energi kisi adalah energi yang diperlukan untuk memisahkan senyawa ionik padatan menjadi ion-ion gas penyusunnya, atau secara setara, energi yang dilepaskan saat ion-ion gas bergabung membentuk kisi kristal. Besaran ini menjadi tolok ukur penting kestabilan senyawa ionik dan memengaruhi sifat-sifat fisik seperti titik leleh, kekerasan, dan kelarutan.

Persamaan Kapustinskii (A. F. Kapustinskii, 1956) menawarkan pendekatan empiris yang praktis: tanpa perlu mengetahui geometri kisi secara detail, energi kisi dapat diperkirakan hanya dari jumlah ion, muatan, dan jari-jari ionik.

Pendekatan ini sangat berguna untuk perbandingan cepat antar-senyawa sekaligus memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana ukuran dan muatan ion bersama-sama menentukan kekuatan ikatan ionik.

Bagikan di
Kalkulator Muatan Inti Efektif (Aturan Slater)

Kalkulator Muatan Inti Efektif (Aturan Slater)

Dalam atom berelektron banyak, setiap elektron tidak hanya ditarik oleh inti bermuatan positif, tetapi juga ditolak oleh elektron lain. Akibatnya, "muatan inti" yang dirasakan oleh sebuah elektron tertentu selalu lebih kecil dari muatan inti sesungguhnya (nomor atom Z).

Nilai muatan yang benar-benar "dirasakan" oleh elektron tersebut disebut muatan inti efektif (Zeff). Konsep ini sangat penting dalam kimia karena menjelaskan berbagai tren periodik: jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan.

Bagikan di

Pembahasan Soal #8 OSP Kimia 2025 (Kelarutan)

Sabtu, 04 April 2026

Enamel gigi merupakan lapisan terluar gigi yang berfungsi melindungi gigi dari kerusakan. Enamel gigi tersusun dari hidroksiapatit Ca5(OH)(PO4)3. Hidroksiapatit memiliki Ksp sebesar 6,8 × 10–37. Ketika hidroksiapatit direaksikan dengan fluorida, terbentuk fluoroapatit yang memiliki Ksp = 1 × 10–60).

Bagikan di

Pembahasan Soal #6 OSP Kimia 2025 (Kesetimbangan Kimia)

Sebuah wadah dengan volume 2,0 L diisi air sebanyak 500,0 mL (densitas = 1,00 g mL–1 ) pada 25,0 °C. Sebanyak 10,0 g asam lemah monoprotik yang mudah menguap, HA (MM = 60,0 g/mol dan Ka = 1,5 × 10–7), ditambahkan ke dalam air sehingga terbentuk larutan homogen.

Bagikan di

Pembahasan Soal #4 OSP Kimia 2025 (Termodinamika)

Dalam industri peleburan besi, reduksi senyawa besi(III) oksida menjadi logam besi merupakan proses utama yang terjadi dalam tanur tinggi (blast furnace). Salah satu reduktor yang umum digunakan adalah karbon monoksida. Reaksi reduksi yang berlangsung adalah sebagai berikut: Fe2O3(s) + CO(g) → Fe(s) + CO2 (g)

Proses ini berlangsung pada suhu tinggi, sekitar 1000–1800 K, dan sangat bergantung pada aspek termodinamika dan kinetika.

Diketahui data termodinamika standar pada suhu 1000 K: ΔH° = -24,8 kJ/mol ; ΔS° = -33,1 J/mol.K = -0,0331 kJ/mol.K

Bagikan di

Pembahasan Soal #2 OSP Kimia 2025 (Kimia Anorganik)

Secara umum, garam nitrat logam transisi periode 4 larut baik dalam air dan menghasilkan larutan yang bersifat asam. Contohnya garam Cr(NO3)3, Fe(NO3)3, Ni(NO3)2, dan Cu(NO3)2.

Bagikan di
Simulasi Ionisasi Asam-Basa Kuat/Lemah (Molekuler & Diagram Batang)

Simulasi Ionisasi Asam-Basa Kuat/Lemah (Molekuler & Diagram Batang)

Simulasi ini memvisualisasikan proses ionisasi asam kuat, asam lemah, basa kuat, dan basa lemah secara molekuler dalam skala partikel tereduksi. Setiap molekul digambarkan sebagai partikel berwarna yang terurai sebagian atau sepenuhnya dalam air. Anda dapat membandingkan jumlah spesi sebelum dan sesudah ionisasi, nilai Ka/Kb, konsentrasi larutan yang dipilih, derajat ionisasi (α), serta pH yang dihitung menggunakan persamaan kimia yang sesungguhnya, bukan perkiraan.

Bagikan di
Visualisasi Interaktif Struktur Kristal 3D dengan Three.js

Visualisasi Interaktif Struktur Kristal 3D dengan Three.js

Memahami geometri molekul dalam ruang tiga dimensi adalah kunci dalam mempelajari ikatan kimia. Demikian pula dalam sistem kristal. Gunakan simulator ini untuk mengeksplorasi unit sel berbagai sistem kristal. Model Potong Unit Sel menunjukkan bagaimana atom dibagi di antara sel-sel yang berdekatan.

Bagikan di
Simulasi Identifikasi Gugus Fungsi Senyawa Organik

Simulasi Identifikasi Gugus Fungsi Senyawa Organik

Jumat, 03 April 2026

Praktikum virtual ini dirancang untuk membantu siswa SMA memahami cara mengidentifikasi gugus fungsi senyawa organik melalui serangkaian uji kimia. Dalam laboratorium nyata, proses identifikasi memerlukan berbagai reagen khusus dan kondisi tertentu.

Simulasi ini menghadirkan pengalaman tersebut secara digital, lengkap dengan visualisasi perubahan warna, pembentukan endapan, dan fenomena kimia lain yang terjadi pada setiap uji. Siswa dapat memilih senyawa tak dikenal, mengujinya dengan berbagai reagen, menganalisis hasil, lalu menarik kesimpulan tentang gugus fungsi yang terkandung dalam senyawa tersebut.

Bagikan di
Tabel Interaktif Gugus Fungsi Senyawa Organik

Tabel Interaktif Gugus Fungsi Senyawa Organik

Tabel interaktif ini menyajikan delapan gugus fungsi utama dalam kimia organik SMA beserta haloalkana secara ringkas. Klik baris mana saja untuk membuka panel detail yang memuat struktur gugus, sifat fisik dan kimia, reaksi khas, serta contoh senyawa nyata. Gunakan tombol filter atau kolom pencarian untuk navigasi cepat antar gugus.

Bagikan di
Kalkulator Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) V.2026

Kalkulator Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) V.2026

Hukum Perbandingan Tetap, dikemukakan oleh Joseph Louis Proust menyatakan bahwa perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap, tidak bergantung pada cara pembentukannya.

Kalkulator ini membantu Anda menerapkan hukum tersebut secara dinamis: cukup masukkan rasio massa (biasanya dari rumus kimia atau data percobaan) dan massa tersedia, maka sistem akan menghitung massa senyawa yang terbentuk, sisa pereaksi, kebutuhan unsur untuk target tertentu, atau memverifikasi kesesuaian data dengan hukum Proust.

Bagikan di
Simulasi Hukum Proust dan Dalton V.2026

Simulasi Hukum Proust dan Dalton V.2026

Rabu, 01 April 2026

Simulasi ini penggabungan dua hukum dasar kimia, hukum perbandingan tetap (Hukum Proust) dan hukum perbandingan berganda (Hukum Dalton) yang sebelumnya di pisah. Dua hukum dasar kimia ini menjadi fondasi pemahaman tentang bagaimana unsur-unsur bergabung membentuk senyawa.

Bagikan di
 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info