Kalkulator ini merupakan pengembangan dari kalkulator versi sebelumnya. Dengan tambahan fitur ouput berupa langka penyelesaian. Cara penggunaan dapat dilihat langsung dalam kotak kalkulator.
Pembahasan Soal Ksp dan Kelarutan Garam Sukar Larut 2021 Bagian-2
Rabu, 10 Maret 2021
Berikut ini pembahasan 10 butir soal uraian pokok bahasan di Kimia Kelas-11 Kelarutan Garam yang Sukar Larut. Sumber soal Buku Sekolah Elektronik (BSE) Kimia 2 Untuk SMA/MA Kelas XI oleh Budi Utami dkk, diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Depdiknas 2009 pada halaman 217-218. Untuk pembahasan 20 soal pilihan ganda tentang bahasan ini sila klik di sini.
Pembahasan Soal Ksp dan Kelarutan Garam Sukar Larut 2021 Bagian-1
Selasa, 09 Maret 2021
Berikut ini pembahasan 20 butir soal pilihan ganda pokok bahasan di Kimia Kelas-11 Kelarutan Garam yang Sukar Larut. Sumber soal Buku Sekolah Elektronik (BSE) Kimia 2 Untuk SMA/MA Kelas XI oleh Budi Utami dkk, diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Depdiknas 2009 pada halaman 214-217. Untuk pembahasan soal bentuk uraian sebanyak 10 soal sila klik di sini.
Penyelesaian Soal Campuran Dua Larutan, Mengendap atau Tidak
Jumat, 22 Maret 2019
Berikut ini penyelesaian soal tentang campuran dua larutan yang diketahui konsentrasinya untuk ditentukan apakah terbentuk endapan atau tidak. Ksp setiap zat hasil campuran diberikan. Dasarnya adalah dengan membandingkan Qsp (hasil kali kelarutan ion-ion) dengan data Ksp yang diberikan.
Manakah yang akan Mengendap Lebih Dahulu?
Minggu, 24 Juni 2018
Dalam sebuah larutan yang mengandung Ag+, Zn2+, Cd2+, Fe3+ masing-masing sebesar 0,001 M, ditambah Na2S 0,01 M tetes demi tetes.
Urutan pengendapan sulfida yang mengendap pertama kali dan seterusnya adalah...
(Ksp ZnS = 2×10–24; Ag2S = 6,0×10–50; CdS = 8×10–27 dan Fe2S3 = 2×10–88)
Cara Menghitung Pengaruh Ion Senama Zat dengan Ksp Relatif Besar
Selasa, 16 Agustus 2016
Mari kita simak dan terapkan hal ini pada soal yang disalin dari diskusi grup Asosiasi Guru Kimia Indonesia di facebook.
Ke dalam 1 liter larutan jenuh basa Ca(OH)2 dengan Ksp = 4 × 10-6, ditambahkan NaOH sebanyak 0,01 mol. Jika penambahan itu dianggap tidak mengubah volume larutan, tentukan kelarutan Ca(OH)2 sebelum dan sesudah penambahan NaOH. Hitung pula pH larutan sebelum dan sesudah penambahan NaOH.
