Dalam implementasi Kurikulum 2013 dan kurikulum berikutnya, guru kimia dituntut tidak hanya menyampaikan konsep secara verbal, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan analitis. Salah satu pendekatan yang sangat dianjurkan adalah Inquiry-Based Learning (IBL) atau pembelajaran berbasis inkuiri, karena mendorong siswa untuk aktif bertanya, mengeksplorasi, melakukan percobaan, serta menarik kesimpulan berdasarkan data dan fenomena yang mereka amati.
Daftar Topik Kimia SMA (Kurikulum 2013), Potensi Pembelajaran Berbasis Inkuiri
Kamis, 21 Agustus 2025
Tingkatan dalam Pembelajaran Berbasis Inkuiri (IBL)
Berikut ringkasan isi jurnal tentang tingkatan dalam pembelajaran berbasis inkuiri (inquiry based learning) yang ditulis oleh Carl J. Wenning (2005) "Levels of Inquiry: Hierarchies of Pedagogical Practices and Inquiry Processes", Journal of Physics Teacher Education Online (JPTEO) Vol. 2, No. 3, hlm. 3–11. Artikel ini dapat diadaptasi untuk pembelajara kimia.
Prasyarat Siswa Dapat Melakukan IBL Kimia
Inquiry-Based Learning (IBL) atau pembelajaran berbasis inkuiri adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan siswa aktif mencari, menemukan, dan membangun pengetahuan sendiri melalui proses bertanya, menyelidiki, dan menganalisis, bukan hanya menerima informasi dari guru.
Untuk dapat melakukan hal itu pada diri siswa sudah harus mempunyai kemampuan tertentu. Daftar berikut merangkum tujuh kemampuan prasyarat agar siswa dapat menjalankan pembelajaran berbasis inkuiri (IBL) secara efektif.
