Kalkulator "Tabel ABA" (Penentu Pereaksi Pembatas) dalam Reaksi Kimia

Jumat, 08 Mei 2015

Beberapa pembahasan reaksi kimia sering membutuhkan sebuah penyelesaian yang dapat dipermudah dengan menggunakan tabel tertentu untuk menghitung perbandingan jumlah mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia. Tabel tersebut saya beri nama "Tabel ABA" (Awal, Berubah, Akhir).  Demikian juga dalam penyelesaian soal-soal kesetimbangan reaksi dan bahasan konsep asam-basa sering memerlukan tabel serupa hanya tujuan penggunaannya berbeda.

Pada tulisan ini saya sajikan Kalkulator Tabel ABA dengan kombinasi reaksi kimia rumus umum senyawa sebagaimana pada tiap kepala tabel. Tabel ini juga dapat digunakan untuk menentukan manakah pereaksi yang berperan sebagai pereaksi pembatas dan mana yang habis bereaksi.

Perhitungan dalam Kalkulator Tabel ABA ini menggunakan prinsip perbandingan koefisien reaksi setara sama dengan perbandingan jumlah mol pada tiap zat yang terlibat dalam reaksi.

Bagian kotak putih merupakan kotak masukan (input) yang harus diisi sesuai dengan tipe reaksi yang akan ingin dihitung, dan kotak oranye adalah hasil hitung/keluaran (output).

Kalkulator Tabel ABA Model-1
Reaksi AB + CD → AD + CB
Petunjuk: Isikan hanya pada kotak berwarna putih sebagai masukan (input), keluaran (ouput) akan ditampilkan pada kotak berwarna oranye. Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal bilangan.
AB
(mol)
+

CD
(mol)


AD
(mol)
+

CB
(mol)
Awal00
Berkurang BerubahBertambah
Akhir


Kalkulator Tabel ABA Model-2
Reaksi 2AB + C
2D → A2D + 2CB
Petunjuk: Isikan hanya pada kotak berwarna putih sebagai masukan (input), keluaran (ouput) akan ditampilkan pada kotak berwarna oranye. Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal bilangan.
2AB
(mol)
+

C2D
(mol)


A2D
(mol)
+

2CB
(mol)
Awal00
Berkurang BerubahBertambah
Akhir


Kalkulator Tabel ABA Model-3
Reaksi 3AB + C3D → A
3D + 3CB
Petunjuk: Isikan hanya pada kotak berwarna putih sebagai masukan (input), keluaran (ouput) akan ditampilkan pada kotak berwarna oranye. Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal bilangan.
3AB
(mol)
+

C3D
(mol)


A3D
(mol)
+

3CB
(mol)
Awal00
Berkurang BerubahBertambah
Akhir


Kalkulator Tabel ABA Model-4
Reaksi A
2B + 2CD → 2AD + C2B
Petunjuk: Isikan hanya pada kotak berwarna putih sebagai masukan (input), keluaran (ouput) akan ditampilkan pada kotak berwarna oranye. Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal bilangan.
A2B
(mol)
+

2CD
(mol)


2AD
(mol)
+

C2B
(mol)
Awal00
Berkurang BerubahBertambah
Akhir


Kalkulator Tabel ABA Model-5
Reaksi A
2B + C2D → A2D + C2B
Petunjuk: Isikan hanya pada kotak berwarna putih sebagai masukan (input), keluaran (ouput) akan ditampilkan pada kotak berwarna oranye. Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal bilangan.
A2B
(mol)
+

C2D
(mol)


A2D
(mol)
+

C2B
(mol)
Awal00
Berkurang BerubahBertambah
Akhir


Kalkulator Tabel ABA Model-6
Reaksi 3A
2B + 2C3D → 2A3D + 3C2B
Petunjuk: Isikan hanya pada kotak berwarna putih sebagai masukan (input), keluaran (ouput) akan ditampilkan pada kotak berwarna oranye. Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal bilangan.
3A2B
(mol)
+

2C3D
(mol)


2A3D
(mol)
+

3C2B
(mol)
Awal00
Berkurang BerubahBertambah
Akhir


Kalkulator Tabel ABA Model-7
Reaksi A
3B + 3CD → 3AD + C3B
Petunjuk: Isikan hanya pada kotak berwarna putih sebagai masukan (input), keluaran (ouput) akan ditampilkan pada kotak berwarna oranye. Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal bilangan.
A3B
(mol)
+

3CD
(mol)


3AD
(mol)
+

C3B
(mol)
Awal00
Berkurang BerubahBertambah
Akhir


Kalkulator Tabel ABA Model-8
Reaksi 2A
3B + 3C2D → 3A2D + 2C3B
Petunjuk: Isikan hanya pada kotak berwarna putih sebagai masukan (input), keluaran (ouput) akan ditampilkan pada kotak berwarna oranye. Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal bilangan.
2A3B
(mol)
+

3C2D
(mol)


3A2D
(mol)
+

2C3B
(mol)
Awal00
Berkurang BerubahBertambah
Akhir


Kalkulator Tabel ABA Model-9
Reaksi A
3B + C3D → A3D + C3B
Petunjuk: Isikan hanya pada kotak berwarna putih sebagai masukan (input), keluaran (ouput) akan ditampilkan pada kotak berwarna oranye. Gunakan tanda titik sebagai tanda desimal bilangan.
A3B
(mol)
+

C3D
(mol)


A3D
(mol)
+

C3B
(mol)
Awal00
Berkurang BerubahBertambah
Akhir


Contoh penggunaan dapat menggunakan Kalkulator Tabel ABA dapat mencoba menyelesaikan soal berikut:
100 mL larutan Ba(OH)2 0,01 M direaksikan dengan 100 mL larutan HCl 0,01 M, hitunglah masing-masing jumlah zat pada saat akhir reaksi.

Pertama, dihitung:
- jumlah mol Ba(OH)2 (100 mL x 0,1 M = 10 mmol)
- jumlah mol HCl (100 mL x 0,1 M = 10 mmol)
Jumlah mol tiap zat ini sebaiknya dikonversi ke dalam satuan mol, 10 mmol = 0,01 mol.
Kedua, masukkan data jumlah mol dengan benar pada model reaksi yang sesuai, dalam hal ini model tabel yang sesuai dengan reaksi Ba(OH)2 + 2HCl → BaCl2 + 2H2O adalah Tabel ABA Model-4. Jangan lupa menggunakan tanda titik sebagai tanda desimal.
Jika penginputan data mol benar maka Kalkulator Tabel ABA Model-4 akan seperti gambar berikut:
Lebih lanjut Kalkulator Tabel ABA ini dapat digunakan untuk hitungan kimia seperti pada konsep asam-basa maupun kesetimbangan kimia dengan beberapa penyesuaian.

Pada tulisan berikutnya akan saya buat kalkulator yang lebih spesifik untuk keperluan perhitungan kesetimbangan, larutan penyangga dan garam terhidrolosis.

Semoga bermanfaat, kritik, saran, dan koreksi untuk perbaikan kalkulator ini sangat diharapkan. Terima kasih.
Bagikan di

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2015-2016 Urip dot Info | Disain Template Oleh Herdiansyah Hamzah Dimodivikasi Urip.Info