Soal dan Pembahasan Kesetimbangan Kimia Edisi Akhir Maret 2016
Kamis, 31 Maret 2016
Pada suhu tertentu dalam ruang 10 liter terdapat dalam kesetimbangan 0,2 mol gas PCl5 ; 0,3 mol PCl3; dan 0,1 mol gas Cl2 ; menurut reaksi kesetimbangan: PCl5 ⇌ PCl3 + Cl2
Pada suhu dan volume tetap dimasukkan x mol gas Cl2 . Ternyata setelah terjadi kesetimbangan baru didapatkan 0,25 mol gas PCl5; 0,25 mol pas PCl3; dan 0,15 mol gas Cl2 . Hitunglah nilai x.
Soal dan Pembahasan Terkait Waktu Paruh untuk Menentukan perbadingan Massa A dan B Saat T
Jumat, 18 Maret 2016
Waktu paruh zat A adalah 3 hari dan waktu paruh zat B adalah 4 hari, jika sewaktu-waktu jumlah zat A sama dengan 2 kali jumlah zat B maka:
- Saat 10 hari berapa kali lipatkah jumlah A terhadap B?
- Kapankah kedua zat memiliki jumlah yang sama?
Pembahasan untuk pertanyaan a:
Saat 10 hari berapa kali lipatkah jumlah A terhadap B?
Soal Kesetimbangan Kimia dari Perbandingan jumlah Zat dalam Kesetimbangan
Selasa, 15 Maret 2016
Sebanyak 0,05 mol gas SO3 dipanaskan dalam ruang 4 L. Setelah kesetimbangan tercapai, perbandingan berat gas SO3 dan gas O2 = 5:3.
a. Tentukan persentase SO3 yang telah terdisosiasi!
b. Hitunglah harga Kc!

Soal dan Jawaban OSP dan OSN Kimia 2015
Selasa, 01 Maret 2016
Untuk para siswa yang sudah dinyatakan masuk seleksi peserta OSN Kimia Tingkat Provinsi 2016, berikut ini adalah soal dan jawaban OSP Kimia Tahun 2015 dan OSN Kimia tahun 2015.
- Soal dan Jawaban OSN Kimia Tahun 2015 File PDF 1,5 MB
- Soal dan Jawaban OSN Kimia Tingkat Provinsi Tahun 2015 File PDF 4,2 MB
Semoga bermanfaat untuk tambahan modal belajar dalam mempersiapkan diri. Salam sukses!
Soal dan Kunci Jawaban Soal Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Tahun 2016
Sabtu, 20 Februari 2016
- Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Bidang Kimia 2016
- Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Bidang Fisika 2016
- Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Bidang Kebumian 2016
- Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Bidang Biologi 2016
- Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Bidang Ekonomi 2016
- Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Bidang Astronomi 2016
- Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Bidang Geografi 2016
- Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Bidang Matematika 2016
- Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Bidang Informasi dan Komputer 2016
Selamat kepada peserta OSK 2016 yang berlanjut di tingkat provinsi, persiapkan diri untuk OSP 2016.
Model Soal UN Kimia Tahun 2016
Jumat, 05 Februari 2016
Penambahan Asam/Basa Kuat pada Larutan Penyangga (Bufer)
Minggu, 17 Januari 2016
Pasangan zat berikut ini yang jika dicampurkan akan berpeluang menghasilkan larutan bufer adalah ....
(1) CH3COOH (aq) + NaOH(aq)
(2) CH3COONa (aq) + HCl(aq)
(3) NH3(aq) + HCl(aq)
(4) NH4Cl(aq) + NaOH(aq)
Trik Menentukan Orde Ikatan
Senin, 07 Desember 2015
Berbeda dengan teori ikatan valensi bahwa dalam pembentukan ikatan antaratom hanya elektron valensi saja. Bagaimana menentukan orde ikatan suatu molekul atau ion?
Trik Menentukan Orbital Hibrida (Hibridisasi)
Jumat, 04 Desember 2015
Menentukan orbital hibrida suatu atom penting dalam mempelajari kimia. Awalnya memang relatif sulit, namun tidak perlu putus asa. Berikut ini cara pintas dan sederhana untuk menentukan hibridisasi.
Trik, hitung jumlah elektron valensi tiap atom dalam senyawa atau ion, dengan rumus tertentu diperoleh jumlah pasangan elektron dalam molekul/ion dan dapatlah kesimpulan orbital hibridanya.
Penyetaraan Reaksi Redoks Menggunakan Metode Aljabar Sederhana
Sabtu, 07 November 2015
Dengan metode perubahan bilangan oksidasi dan metode setengah reaksi biasa siswa banyak yang mengalami kesulitan. Tawaran metode aljabar sederhana ini bertujuan agar siswa dapat memilih cara yang dirasa lebih mudah. Metode ini selanjutnya diberi nama metode "MAS".
Metode ini sangat cocok digunakan apabila persamaan reaksi redoks tersaji dalam bentuk ion-ion. Meski demikian jika terdapat persamaan reaksi redoks bentuk lengkap (tanpa dimunculkan ion) tetap dapat digunakan namun penyelesaiannya sampai pada tahap tinjau jumlah atom-atomnya saja kemudian dicari penyelesaiannya seperti paparan tulisan saya sebelumnya.
Kelebihan dari metode MAS ini TIDAK PERLU menghitung bilangan oksidasi, TIDAK PERLU pula meng-ion-kan zat-zat dalam persamaan reaksi redoks. Kekurangannya adalah metode ini sangat matematis oleh karena itu diperlukan ketelitian dalam berhitung meskipun hitungannya relatif sederhana.
Penyetaraan Reaksi Monster Menggunakan Metode Aljabar Sederhana
Jumat, 06 November 2015
Reaksi berikut disebut reaksi monster. Dikatakan begitu mungkin karena tidak mudah untuk menyelesaikannya hingga reaksi tersebut menjadi setara jumlah atom-atomnya di ruas kiri dan kanan. Reaksi monster ini sebenarnya adalah reaksi redoks, namun untuk menyetarakannya ada beberapa alternatif selain menggunakan metode setengah reaksi yang dimodifikasi dan metode perubahan bilangan oksidasi. Salah satu alternatifnya adalah dengan menggunakan metode aljabar sederhana. Metode ini penjelasan langkahnya ada di tulisan sebelumnya.
-
1️⃣ Tinjau Cr
Samakan jumlah atom Cr di kedua ruas. Reaktan mengandung 2a × (4+3) = 14a atom Cr, produk K2Cr2O7 memuat 2 atom Cr per molekul, sehingga koefisiennya menjadi 7a.
2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + KMnO4 + H2SO4 → 7aK2Cr2O7 + MnSO4 + CO2 + KNO3 + K2SO4 + H2O -
2️⃣ Tinjau N
Hitung jumlah atom N pada reaktan: 2a × (6×2 + 6×1) = 2a × 18 = 36a … Nah, di KNO3 tiap molekul ada 1 atom N, jadi koefisiennya 132a (karena N berasal dari senyawa kompleks kedua pula).
2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + KMnO4 + H2SO4 → 7aK2Cr2O7 + MnSO4 + CO2 + 132aKNO3 + K2SO4 + H2O -
3️⃣ Tinjau C
Hitung atom C di reaktan: 2a × (6×1 + 6×1) = 2a × 42 = 84a. Seluruh C masuk ke CO2 (1 atom C per molekul), jadi koefisien CO2 = 84a.
2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + KMnO4 + H2SO4 → 7aK2Cr2O7 + MnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + K2SO4 + H2O -
4️⃣ Tinjau Mn
Jumlah atom Mn di kiri dan kanan harus sama. KMnO4 dan MnSO4 masing-masing mengandung 1 atom Mn, sehingga koefisien keduanya sama, dimisalkan b.
2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + bKMnO4 + H2SO4 → 7aK2Cr2O7 + bMnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + K2SO4 + H2O -
5️⃣ Tinjau K
K di ruas kanan berasal dari tiga senyawa: K2Cr2O7, KNO3, dan K2SO4. Karena koefisien K2SO4 belum diketahui, dimisalkan c untuk diselesaikan nanti.
2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + bKMnO4 + H2SO4 → 7aK2Cr2O7 + bMnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + cK2SO4 + H2O -
6️⃣ Tinjau S
Atom S di ruas kanan ada pada MnSO4 (koefisien b) dan K2SO4 (koefisien c), totalnya b+c. Seluruh S berasal dari H2SO4, sehingga koefisien H2SO4 = (b+c).
2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + bKMnO4 + (b+c)H2SO4 → 7aK2Cr2O7 + bMnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + cK2SO4 + H2O -
7️⃣ Tinjau H
H di ruas kiri berasal dari senyawa kompleks (192a atom H) dan H2SO4 (2(b+c) atom H). Semua H masuk ke H2O, sehingga koefisien H2O dapat dinyatakan dalam a, b, dan c.
2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + bKMnO4 + (b+c)H2SO4 → 7aK2Cr2O7 + bMnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + cK2SO4 + xH2OH kiri = H kanan: 192a + 2(b + c) = 2x x = 96a + b + c2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + bKMnO4 + (b+c)H2SO4 → 7aK2Cr2O7 + bMnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + cK2SO4 + (96a+b+c)H2O -
8️⃣ Persamaan atom K
Tinjau persamaan jumlah atom K untuk mendapat persamaan baru yang menghubungkan variabel b, a, dan c. Ini akan digunakan untuk mengeliminasi variabel b pada langkah substitusi berikutnya.
K kiri = K kanan: b = 14a + 132a + 2c b = 146a + 2c -
9️⃣ Substitusi b = 146a + 2c
Ganti seluruh b dalam persamaan reaksi dengan ekspresi (146a + 2c). Persamaan kini hanya memuat dua variabel bebas: a dan c.
2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + (146a+2c)KMnO4 + (146a+3c)H2SO4 → 7aK2Cr2O7 + (146a+2c)MnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + cK2SO4 + (242a+3c)H2O -
🔟 Persamaan atom O
Tinjau persamaan jumlah atom O untuk mendapatkan nilai a dan c. Atom O adalah satu-satunya yang belum digunakan sebagai persamaan, sehingga dari sini diperoleh hubungan langsung antara a dan c.
O kiri = O kanan: 48a + 4(146a+2c) + 4(146a+3c) = 49a + 4(164a+2c) + 2·84a + 3·132a + 4c + 242a + 3c
48a + 4(146a+3c) = 49a + 2·84a + 3·132a + 4c + 242a + 3c
632a + 12c = 49a + 168a + 396a + 7c + 243a
12c − 7c = 855a − 632a
5c = 223a a = 5, c = 223Substitusi a = 5 dan c = 223 ke b = 146a + 2c: b = 146 × 5 + 2 × 223 b = 830 + 446 b = 1176
Metode Aljabar Sederhana untuk Penyetaraan Reaksi Kimia Biasa
Senin, 02 November 2015
Misalnya:
a Pereaksi-1 + b Pereaksi-2 + .... → c Produk-1 + d Produk-2 + ...
Alternatif metode penyetaraan reaksi kimia ini bukanlah metode baru, hanya dilakukan sedikit penyederhanaan dari metode aljabar yang selama ini digunakan.
