Kalkulator Terpadu unutuk Sifat Koligatif Larutan ini dirancang untuk mempermudah perhitungan empat sifat fisik larutan yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan jenisnya. Dengan fitur perhitungan bolak-balik (vice-versa) dan dukungan untuk larutan elektrolit maupun nonelektrolit, kalkulator ini menjadi asisten digital yang ideal untuk memvalidasi tugas kimia, praktikum, maupun pemahaman konsep dasar stoikiometri larutan.
Kalkulator Terpadu Sifat Koligatif Larutan
Senin, 06 April 2026
Materi Kimia: Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
Senin, 05 Januari 2026
Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat larutan yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan pada identitas kimianya. Pokok bahasan ini mencakup empat fenomena utama: penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik.
Diagram Fase Interaktif untuk Pokok Bahasan Sifat Koligatif Larutan
Sabtu, 22 November 2025
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan tidak bergantung pada jenis zat terlarutnya. Terdapat empat sifat koligatif utama, yaitu: penurunan tekanan uap (ΔP), kenaikan titik didih (ΔTb), penurunan titik beku (ΔTf), dan tekanan osmotik (π). Diagram fase interaktif ini memvisualisasikan tiga sifat koligatif pertama dalam satu grafik terpadu.
Simulasi Interaktif Penurunan Tekanan Uap & Kenaikan Titik Didih
Kamis, 20 November 2025
Penurunan Tekanan Uap merupakan salah satu sifat koligatif larutan yang terjadi ketika zat terlarut non-volatil ditambahkan ke dalam pelarut murni. Berdasarkan Hukum Raoult, tekanan uap larutan (P) sama dengan fraksi mol pelarut (Xpelarut) dikalikan tekanan uap pelarut murni (P⁰). Secara matematis dinyatakan sebagai: P = Xpelarut × P⁰. Penambahan zat terlarut mengurangi fraksi mol pelarut, sehingga tekanan uap larutan lebih rendah daripada pelarut murni.
Menghitung Perbandingan ∆Tb Larutan Sebelum dan Sesudah Ditambahkan Zat Lain
Kamis, 28 Maret 2019
100 gram M2A (massa molar = 50 g/mol) dilarutkan dalam 1 L pelarut yang mempunyai Kb = 0,5 °C/m dan densitas 1 kg/L. M2A terurai sempurna dalam larutan. Ke dalam larutan M2A kemudian ditambahkan 0,5 mol LB2 dan terbentuk endapan LA seperti reaksi berikut. M2A(aq) + LB2(s) → LA(s) + 2MB(aq)
Endapan yang terbentuk disaring atau dipisahkan dengan larutan. Hitunglah kenaikan titik didih larutan M2A mula-mula dan larutan campuran hasil penyaringan. Berapakah perbandingan titik didih kedua larutan?
Kalkulator Vice-Versa Molalitas, Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Larutan
Jumat, 01 Mei 2015
Dasar teori:
Kenaikan titik didih dan penaikan titik beku larutan tergantung pada banyaknya komponen larutan dalam hal ini adalah molalitas.
Molal adalah satuan konsentrasi yang dihitung berdasarkan jumlah mol zat terlarut setiap 1 kg pelarut.
