Menganalisis Reaksi Campuran Asam Lemah Poliprotik dengan Basa Kuat
Selasa, 28 Februari 2017
Untuk dapat menyimpulkan jenis campuran yang dihasilkan, pertama harus dipahami lebih dahulu ciri-ciri komponen dalam larutan penyangga itu sendiri apa dan ciri jenis garam terhidrolisis itu apa atau bukan keduanya. Kemudian menghitung proporsi jumlah zat pada saat akhir reaksi.
pH Garam Dihitung dari Ka1, Ka2, atau Ka3?
Ketika menghadapi soal pH garam dari asam lemah poliprotik (seperti Na2CO3 atau Na3PO4) banyak siswa terjebak dalam satu pertanyaan: Ka yang mana yang dipakai? Ada yang asal pilih Ka terbesar, ada yang pilih Ka terkecil, ada pula yang mencampurnya tanpa alasan jelas. Artikel ini menjelaskan logikanya dari awal supaya tidak sekadar hafal rumus.
Mengapa Ion Garam Bisa Terhidrolisis?
Garam seperti Na2CO3 berasal dari reaksi antara basa kuat (NaOH) dan asam lemah (H2CO3). Ketika dilarutkan dalam air, ion Na+ tidak bereaksi dengan air karena basa konjugasinya (NaOH) sangat kuat. Namun ion CO32− adalah basa konjugat dari asam lemah H2CO3, sehingga ia menerima proton dari air, inilah yang disebut hidrolisis.
Kunci: Hubungan Kh dengan Ka
Tetapan hidrolisis (Kh) suatu ion basa dihubungkan dengan tetapan ionisasi asam konjugasinya melalui hubungan:
$$\begin{aligned} K_h &= \frac{K_w}{K_a(\text{asam konjugat})} \end{aligned}$$Di sinilah letak kuncinya. Ion CO32− adalah basa konjugat dari HCO3− (bukan H2CO3!), sehingga asam konjugatnya adalah HCO3− yang memiliki tetapan ionisasi Ka2. Bukan Ka1. Maka:
Ion HCO3− basa konjugat dari H2CO3 (Ka1) → Kh2 = Kw/Ka1
Karena Ka2 ≪ Ka1, maka Kh1 ≫ Kh2. Artinya hidrolisis tahap pertama (CO32−) jauh lebih dominan daripada hidrolisis tahap kedua (HCO3−). Inilah alasan mengapa rumus cepat menggunakan Ka2, bukan Ka1.
Contoh 1. Garam Diprotik: Na2CO3
(Ka1 H2CO3 = 4,5 × 10−7; Ka2 H2CO3 = 4,7 × 10−11)
1 Reaksi disosiasi garam
Dalam larutan 0,1 M Na2CO3, terbentuk CO32− dengan konsentrasi 0,1 M dan Na+ 0,2 M. Ion Na+ tidak terhidrolisis, sedangkan CO32− akan bereaksi dengan air.
2 Hidrolisis tahap pertama, dominan
CO32− adalah basa konjugat dari HCO3− (Ka2), sehingga:
$$\begin{aligned} K_{h1} &= \frac{K_w}{K_{a2}} \\[10pt] &= \frac{10^{-14}}{4{,}7 \times 10^{-11}} \\[10pt] &= 2{,}13 \times 10^{-4} \end{aligned}$$| Kondisi | [CO32−] | [HCO3−] | [OH−] |
|---|---|---|---|
| Awal | 0,1 M | 0 | 0 |
| Perubahan | −x | +x | +x |
| Setimbang | (0,1 − x) | x | x |
Uji aproksimasi: jika x ≪ 0,1 maka x ≈ √(2,13 × 10−4 × 0,1) ≈ 0,00461 M, atau 4,6% dari 0,1 M. Karena mendekati 5%, lebih aman diselesaikan dengan persamaan kuadrat lengkap:
$$\begin{aligned} x^2 + (2{,}13 \times 10^{-4})\,x - (2{,}13 \times 10^{-5}) &= 0 \\[10pt] \boxed{x = [\text{OH}^-]_1 = 0{,}00451 \text{ M}} &\quad \text{(uji: 4,5\% < 5\%, valid)} \end{aligned}$$3 Hidrolisis tahap kedua, sangat kecil
Ion HCO3− yang terbentuk (≈ 0,00451 M) dapat terhidrolisis lebih lanjut:
Kh2 sangat kecil (sekitar 10.000× lebih kecil dari Kh1). Pada tahap ini larutan sudah mengandung OH− dari tahap pertama sebesar 0,00451 M, sehingga kesetimbangan bergeser ke kiri. Kontribusi OH− dari hidrolisis tahap kedua dihitung dengan tabel ICE berikut:
| Kondisi | [HCO3−] | [H2CO3] | [OH−] |
|---|---|---|---|
| Awal | 0,00451 M | 0 | 0,00451 M |
| Perubahan | −x2 | +x2 | +x2 |
| Setimbang | (0,00451 − x2) | x2 | (0,00451 + x2) |
Kontribusi ini hanya sekitar 0,0005% dari [OH−] tahap pertama, dapat diabaikan sepenuhnya.
4 Menghitung pH
[OH−] total ≈ 0,00451 M (didominasi tahap pertama)
$$\begin{aligned} pOH &= -\log[\text{OH}^-] \\[10pt] &= -\log(0{,}00451) \\[10pt] &= 2{,}346 \\[10pt] pH &= 14 - pOH \\[10pt] &= 14 - 2{,}346 \\[10pt] &= \boxed{11{,}65} \end{aligned}$$Perbandingan: Metode Bertahap vs. Rumus Cepat
Rumus cepat yang lazim diajarkan mengasumsikan hanya hidrolisis tahap pertama yang signifikan, dan menggunakan aproksimasi 0,1 − x ≈ 0,1:
$$\begin{aligned} [\text{OH}^-] &= \sqrt{\frac{K_w \cdot C}{K_{a2}}} \\[10pt] &= \sqrt{\frac{10^{-14} \times 0{,}1}{4{,}7 \times 10^{-11}}} \\[10pt] &= 0{,}00461 \text{ M} \end{aligned}$$pOH = 2,346
pOH = 2,336
Contoh 2. Garam Triprotik: Na3PO4
(Ka1 H3PO4 = 7,5 × 10−3; Ka2 = 6,2 × 10−8; Ka3 = 4,8 × 10−13)
Asam fosfat H3PO4 adalah asam triprotik, ia terionisasi dalam tiga tahap. Garam Na3PO4 berasal dari netralisasi lengkap H3PO4 oleh NaOH. Ion PO43− yang terbentuk adalah basa konjugat dari HPO42− (Ka3), sehingga ia adalah basa yang cukup kuat.
1 Identifikasi tetapan hidrolisis tiap tahap
Tiga tahap hidrolisis yang mungkin terjadi:
| Reaksi Hidrolisis | Asam Konjugat | Kh | Nilai Kh |
|---|---|---|---|
| PO43− + H2O ⇌ HPO42− + OH− | HPO42− (Ka3) | $K_{h1} = K_w/K_{a3}$ | 2,08 × 10−2 |
| HPO42− + H2O ⇌ H2PO4− + OH− | H2PO4− (Ka2) | $K_{h2} = K_w/K_{a2}$ | 1,61 × 10−7 |
| H2PO4− + H2O ⇌ H3PO4 + OH− | H3PO4 (Ka1) | $K_{h3} = K_w/K_{a1}$ | 1,33 × 10−12 |
→ Hidrolisis tahap pertama dominan sepenuhnya (105× lebih besar dari tahap kedua).
Hanya tahap pertama yang perlu dihitung.
2 Hidrolisis tahap pertama (dominan)
| Kondisi | [PO43−] | [HPO42−] | [OH−] |
|---|---|---|---|
| Awal | 0,1 M | 0 | 0 |
| Perubahan | −x | +x | +x |
| Setimbang | (0,1 − x) | x | x |
Menggunakan rumus $x = \dfrac{-b + \sqrt{b^2 - 4ac}}{2a}$:
$$\begin{aligned} x &= \frac{-0{,}0208 + \sqrt{(0{,}0208)^2 + 4 \times 2{,}08 \times 10^{-3}}}{2} \\[10pt] &= \boxed{[\text{OH}^-] = 0{,}0364 \text{ M}} \end{aligned}$$Verifikasi: $\dfrac{(0{,}0364)^2}{0{,}1 - 0{,}0364} = \dfrac{1{,}325 \times 10^{-3}}{0{,}0636} = 2{,}083 \times 10^{-2}$ ✓
3 Kontribusi hidrolisis tahap kedua
Dengan Kh2 = 1,61 × 10−7 dan [OH−] yang sudah ada 0,0364 M, kontribusi x2 dari hidrolisis HPO42− hanya:
$$\begin{aligned} x_2 &\approx K_{h2} \\[10pt] &= 1{,}61 \times 10^{-7} \text{ M} \quad (0{,}0004\% \text{ dari } [\text{OH}^-]_1) \end{aligned}$$Diabaikan sepenuhnya.
4 Menghitung pH
$$\begin{aligned} pOH &= -\log[\text{OH}^-] \\[10pt] &= -\log(0{,}0364) \\[10pt] &= 1{,}439 \\[10pt] pH &= 14 - pOH \\[10pt] &= 14 - 1{,}439 \\[10pt] &= \boxed{12{,}56} \end{aligned}$$Perbandingan: Metode Kuadrat vs. Rumus Cepat
pOH = 1,439
pOH = 1,341
Kapan Rumus Cepat Tidak Boleh Dipakai?
Selama ini kita sudah tahu bahwa yang menentukan Kh adalah Ka terakhir dari asam konjugatnya. Namun ada variabel kedua yang sama pentingnya: konsentrasi larutan (C). Bahkan garam yang "biasa" seperti Na2CO3 pun bisa membuat aproksimasi gagal jika larutannya cukup encer.
Syarat formal aproksimasi valid
Rumus cepat mengasumsikan x ≪ C sehingga (C − x) ≈ C. Secara matematis, uji 5% mensyaratkan:
$$\begin{aligned} \frac{x}{C} < 5\% \quad &\Longrightarrow \quad \frac{\sqrt{K_{h1} \cdot C}}{C} < 0{,}05 \\[10pt] &\Longrightarrow \quad \sqrt{\frac{K_{h1}}{C}} < 0{,}05 \\[10pt] &\Longrightarrow \quad \frac{K_{h1}}{C} < 0{,}0025 \\[10pt] &\Longrightarrow \quad \boxed{C > 400 \times K_{h1}} \end{aligned}$$Syarat ini berlaku umum untuk semua garam. Semakin besar Kh1 (artinya semakin lemah asam konjugatnya), semakin tinggi pula konsentrasi minimum yang diperlukan agar aproksimasi valid.
Perbandingan Cmin antar garam
Tabel berikut menunjukkan konsentrasi minimum (Cmin = 400 × Kh1) agar rumus cepat masih boleh digunakan:
| Garam | Ka relevan | Kh1 | Cmin agar valid | Kesimpulan praktis |
|---|---|---|---|---|
| Na2C2O4 (natrium oksalat) | Ka2 H2C2O4 = 6,4 × 10−5 | 1,56 × 10−10 | 6,25 × 10−8 M | Hampir selalu valid; rumus cepat aman |
| Na2CO3 | Ka2 H2CO3 = 4,7 × 10−11 | 2,13 × 10−4 | 8,5 × 10−2 M (≈ 0,085 M) | Hati-hati di bawah ≈ 0,1 M |
| Na3PO4 | Ka3 H3PO4 = 4,8 × 10−13 | 2,08 × 10−2 | 8,33 M | Tidak pernah valid pada konsentrasi larutan biasa |
| Na2S | Ka2 H2S ≈ 1 × 10−14 | ≈ 1,0 | ≈ 400 M | Tidak pernah valid; wajib kuadrat |
Contoh 3. Na2CO3 Encer: Konsentrasi Menentukan Metode
(Ka2 H2CO3 = 4,7 × 10−11)
Garam dan Ka yang dipakai persis sama dengan Contoh 1. Perbedaannya hanya pada konsentrasi: 0,01 M (sepersepuluh dari sebelumnya). Mari kita uji apakah aproksimasi masih berlaku.
Kh1 = Kw/Ka2 = 2,13 × 10−4 (sama seperti sebelumnya).
Uji aproksimasi terlebih dahulu:
$$\begin{aligned} x_{\text{approx}} &= \sqrt{K_{h1} \times C} \\[10pt] &= \sqrt{2{,}13 \times 10^{-4} \times 0{,}01} \\[10pt] &= \sqrt{2{,}13 \times 10^{-6}} \\[10pt] &= 1{,}46 \times 10^{-3} \text{ M} \end{aligned}$$ $$\begin{aligned} \text{Uji} &= \frac{x_{\text{approx}}}{C} \times 100\% \\[10pt] &= \frac{1{,}46 \times 10^{-3}}{0{,}01} \times 100\% \\[10pt] &= 14{,}6\% \end{aligned}$$Persamaan kuadrat: $x^2 + K_{h1}\,x - K_{h1} \cdot C = 0$
$$\begin{aligned} x^2 + (2{,}13 \times 10^{-4})\,x - (2{,}13 \times 10^{-6}) &= 0 \end{aligned}$$ $$\begin{aligned} x &= \frac{-2{,}13 \times 10^{-4} + \sqrt{(2{,}13 \times 10^{-4})^2 + 4 \times 2{,}13 \times 10^{-6}}}{2} \\[10pt] &= 1{,}36 \times 10^{-3} \text{ M} \end{aligned}$$ $$\begin{aligned} pH &= 14 + \log(1{,}36 \times 10^{-3}) \\[10pt] &= \boxed{11{,}13} \end{aligned}$$Bandingkan: jika kita nekat pakai rumus cepat, pH = 14 + log(1,46 × 10−3) = 11,16 (selisih 0,03 unit pH). Tidak besar, tapi prosedurnya keliru dan akan makin parah pada konsentrasi yang lebih encer.
Dampak Pengenceran terhadap pH dan Validitas Aproksimasi
Tabel berikut merangkum perilaku Na2CO3 di berbagai konsentrasi, menunjukkan bagaimana uji 5% berubah drastis seiring pengenceran:
| C (M) | [OH−] eksak | Uji % dr C | pH (kuadrat) | pH (approx) | Selisih | Metode |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 0,5 | 1,02 × 10−2 | 2,0% | 12,01 | 12,01 | 0,004 | ✓ approx |
| 0,1 | 4,51 × 10−3 | 4,5% | 11,65 | 11,66 | 0,010 | ✓ approx |
| 0,05 | 3,16 × 10−3 | 6,3% | 11,50 | 11,51 | 0,014 | ✗ kuadrat |
| 0,01 | 1,36 × 10−3 | 13,6% | 11,13 | 11,16 | 0,032 | ✗ kuadrat |
| 0,001 | 3,67 × 10−4 | 36,7% | 10,57 | 10,66 | 0,099 | ✗ kuadrat |
| 10−4 | 7,42 × 10−5 | 74,2% | 9,87 | 10,16 | 0,294 | ✗ kuadrat |
Simpulan dan Kaidah Praktis
CO32− berasal dari asam konjugatnya HCO3− → gunakan Ka2 H2CO3
PO43− berasal dari asam konjugatnya HPO42− → gunakan Ka3 H3PO4
HPO42− berasal dari asam konjugatnya H2PO4− → gunakan Ka2 H3PO4
Delapan Cara Membuat Larutan Penyangga
Minggu, 26 Februari 2017
- asam lemah dengan basa konjugat dari asam lemah tersebut (biasanya basa konjugat ini membentuk garam hasil reaksi dengan ion positif suatu basa kuat).
- basa lemah dengan asam konjugat dari basa lemah tersebut (biasanya asam konjugat ini membentuk garam hasil reaksi dengan ion negatif suatu asam kuat).
Cara Cepat Menentukan Orbital Hibrida Atom dari Struktur Molekulnya
Jumat, 24 Februari 2017
Pasangan Konjugasi dan Larutan Penyangga
Minggu, 12 Februari 2017
- Al(OH)3 dan AlCl3
- HBr dan KBr
- NH3 dan (NH4)2SO4
- HCN dan Fe(CN)2
- H3PO4 dan Na3PO4
