Serbuk abu-abu dalam karung itu menyimpan rahasia peradaban modern. Ia mendirikan gedung pencakar langit. Ia juga menyumbang 8% emisi karbon dunia. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam adukan itu?
Ketika kita melangkah di lantai keramik, ada satu material yang bekerja diam-diam. Ia bukan baja yang gagah. Ia bukan pula kaca yang berkilau. Ia adalah semen instan. Serbuk abu-abu sederhana ini bertemu air lalu berubah menjadi perekat paling perkasa di dunia.
Di Indonesia, konsumsi semen nasional mencapai sekitar 68 juta ton per tahun. Kapasitas produksinya bahkan melampaui 116 juta ton. Angka ini menunjukkan betapa rakusnya pembangunan kita terhadap material ini.
