Karakter untuk Autocorrect Penulisan Simbol Elektron dalam Orbital

Rabu, 29 Maret 2017

Kode orbital berikut akan dapat ditampilkan pada setiap aplikasi olah kata Microsoft Word dengan Sistem Operasi Windows. Karakter (font) yang digunakan adalah jenis Cambria Math yang secara standar font Cambria Math sudah tersedia otomatis pada setiap Sistem Operasi Windows. Pengguna akan bebas berbagi dokumen dengan menggunakan autocorrect orbital ini dan tidak perlu lagi menginstall font baru. Diijinkan untuk disebarkan untuk digunakan.
Bagikan di

Pembahasan Soal OSP Kimia 2015 (Pilihan Ganda)

Selasa, 21 Maret 2017

Berikut ini adalah pembahasan soal Olimpiade Sains tingkat Provinsi Bidang Kimia Tahun 2015 (OSP Kimia 2015) khusus soal pilihan ganda (PG). 

Soal Nomor 1
Bila Cu(CN)2 dipanaskan, dihasilkan C2N2(sianogen) dan CuCN. Berapa massa Cu(CN)2 dibutuhkan untuk membuat C2N2 sebanyak 5,00 g? (Mr Cu(CN)2 = 115,6; C2N2 = 52,04)
A. 20,2 g
B. 22,2 g
C. 24,2 g
D. 26,4 g
E. 28,6 g

Bagikan di

Pembahasan Soal OSP Kimia 2016 (Pilihan Ganda)

Jumat, 17 Maret 2017

Berikut ini adalah pembahasan soal Olimpiade Sains tingkat Provinsi Bidang Kimia Tahun 2016 khusus soal pilihan ganda (PG). Pembahasan soal OSP Kimia 2016 ini beberapa dirangkum dari hasil diskusi Grup Asosiasi Guru Kimia Indonesia (AGKI) di Facebook.

Ikuti pembahasan soal OSP Kimia tahun 2015 khusus pilihan ganda pada tulisan berikutnya 😉
Bagikan di

Kumpulan Soal dan Jawaban OSK 2017 Semua Bidang jenjang SMA

Kamis, 16 Maret 2017

Berikut ini adalah alternatif pranala Soal Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota 2017 Calon Tim Olimpiade Indonesia 2018 Semua Bidang dan kunci jawaban semua bidang OSK 2017 yang diselenggarakan secara serentak pada tanggal 14 Maret 2017.

Bagikan di

Pembahasan Soal OSN Kimia Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2015 - Soal Pilihan Ganda (Khusus Soal Hitungan)

Senin, 13 Maret 2017

Berikut ini akan dibahas soal pilihan ganda pada OSK 2015 khusus soal-soal hitungan. Soal nomor lain akan menyusul, di halaman ini juga.

Soal Nomor 1
Hasil analisis senyawa berupa gas menunjukkan kandungan (% massa) 33,0% Si dan67,0% F. Pada temperatur 35oC, sebanyak 0,210 L senyawa tersebut memberikan tekanan 1,70 atm. Jika massa 0,210 L senyawa tersebut adalah 2,40 g, maka rumus molekulnya adalah:
  1. SiF4
  2. SiF3
  3. Si2F8
  4. Si2F6
  5. Si3F9
Bagikan di

Kalkulator pH Garam Amfiprotik

Minggu, 05 Maret 2017

Sebagai kelanjutan tulisan sebelum ini (Cara Menghitung pH Garam Amfiprotik) untuk membantu pencocokan hitungan berikut ini dibuatkan kalkulator pH Garam Amfiprotik.

Kalkulator ini menggunakan prinsip hitung seperti rumus berikut:

[H+] =$\mathsf{\sqrt{K_{a1} . K_{a2}\times \dfrac{[G]}{[G]+K_{a1}}}}$
Bagikan di

Cara Menghitung pH Garam Amfiprotik

Jumat, 03 Maret 2017

Soal-soal tentang perhitungan pH garam di banyak buku kimia SMA biasanya hanya melibatkan garam-garam normal, garam amfiprotik jarang dibahas. Sementara pada soal-soal seleksi masuk perguruan tinggi negeri soal tentang perhitungan pH garam amfiprotik kerap muncul. Garam amfiprotik adalah garam yang terdiri dari ion positif basa kuat dengan ion negatif yang masih mengandung proton (H) dari asam lemah. Garam amfiprotik ini anionnya dapat berperan sebagai asam maupun sebagai basa ketika bereaksi dengan air, karena pada anionnya masih terdapat atom H. Contoh garam amfiprotik:
Bagikan di

Menganalisis Reaksi Campuran Asam Lemah Poliprotik dengan Basa Kuat

Selasa, 28 Februari 2017

Bila dalam suatu soal terdapat campuran 100 mL H3PO4 0,1 M dengan 100 mL NaOH 0,1 M perkirakan apakah hasil campuran tersebut berupa larutan penyangga atau bukan larutan penyangga?
Untuk dapat menyimpulkan jenis campuran yang dihasilkan, pertama harus dipahami lebih dahulu ciri-ciri komponen dalam larutan penyangga itu sendiri apa dan ciri jenis garam terhidrolisis itu apa atau bukan keduanya. Kemudian menghitung proporsi jumlah zat pada saat akhir reaksi.
Bagikan di
pH Garam Dihitung dari Ka1, Ka2, atau Ka3?

pH Garam Dihitung dari Ka1, Ka2, atau Ka3?

Ketika menghadapi soal pH garam dari asam lemah poliprotik (seperti Na2CO3 atau Na3PO4) banyak siswa terjebak dalam satu pertanyaan: Ka yang mana yang dipakai? Ada yang asal pilih Ka terbesar, ada yang pilih Ka terkecil, ada pula yang mencampurnya tanpa alasan jelas. Artikel ini menjelaskan logikanya dari awal supaya tidak sekadar hafal rumus.

Mengapa Ion Garam Bisa Terhidrolisis?

Garam seperti Na2CO3 berasal dari reaksi antara basa kuat (NaOH) dan asam lemah (H2CO3). Ketika dilarutkan dalam air, ion Na+ tidak bereaksi dengan air karena basa konjugasinya (NaOH) sangat kuat. Namun ion CO32− adalah basa konjugat dari asam lemah H2CO3, sehingga ia menerima proton dari air, inilah yang disebut hidrolisis.

Kunci: Hubungan Kh dengan Ka

Tetapan hidrolisis (Kh) suatu ion basa dihubungkan dengan tetapan ionisasi asam konjugasinya melalui hubungan:

$$\begin{aligned} K_h &= \frac{K_w}{K_a(\text{asam konjugat})} \end{aligned}$$

Di sinilah letak kuncinya. Ion CO32− adalah basa konjugat dari HCO3 (bukan H2CO3!), sehingga asam konjugatnya adalah HCO3 yang memiliki tetapan ionisasi Ka2. Bukan Ka1. Maka:

Ion CO32− basa konjugat dari HCO3 (Ka2) → Kh1 = Kw/Ka2
Ion HCO3 basa konjugat dari H2CO3 (Ka1) → Kh2 = Kw/Ka1

Karena Ka2 ≪ Ka1, maka Kh1 ≫ Kh2. Artinya hidrolisis tahap pertama (CO32−) jauh lebih dominan daripada hidrolisis tahap kedua (HCO3). Inilah alasan mengapa rumus cepat menggunakan Ka2, bukan Ka1.


Contoh 1. Garam Diprotik: Na2CO3

Soal: Hitunglah pH larutan Na2CO3 0,1 M!
(Ka1 H2CO3 = 4,5 × 10−7; Ka2 H2CO3 = 4,7 × 10−11)

1 Reaksi disosiasi garam

Na2CO3 (aq) → 2 Na+ (aq) + CO32− (aq)

Dalam larutan 0,1 M Na2CO3, terbentuk CO32− dengan konsentrasi 0,1 M dan Na+ 0,2 M. Ion Na+ tidak terhidrolisis, sedangkan CO32− akan bereaksi dengan air.

2 Hidrolisis tahap pertama, dominan

CO32− adalah basa konjugat dari HCO3 (Ka2), sehingga:

$$\begin{aligned} K_{h1} &= \frac{K_w}{K_{a2}} \\[10pt] &= \frac{10^{-14}}{4{,}7 \times 10^{-11}} \\[10pt] &= 2{,}13 \times 10^{-4} \end{aligned}$$
CO32− (aq) + H2O (l) ⇌ HCO3 (aq) + OH (aq)
Kondisi [CO32−] [HCO3] [OH]
Awal0,1 M00
Perubahan−x+x+x
Setimbang(0,1 − x)xx
$$\begin{aligned} K_{h1} &= \frac{x^2}{0{,}1 - x} = 2{,}13 \times 10^{-4} \end{aligned}$$

Uji aproksimasi: jika x ≪ 0,1 maka x ≈ √(2,13 × 10−4 × 0,1) ≈ 0,00461 M, atau 4,6% dari 0,1 M. Karena mendekati 5%, lebih aman diselesaikan dengan persamaan kuadrat lengkap:

$$\begin{aligned} x^2 + (2{,}13 \times 10^{-4})\,x - (2{,}13 \times 10^{-5}) &= 0 \\[10pt] \boxed{x = [\text{OH}^-]_1 = 0{,}00451 \text{ M}} &\quad \text{(uji: 4,5\% < 5\%, valid)} \end{aligned}$$

3 Hidrolisis tahap kedua, sangat kecil

Ion HCO3 yang terbentuk (≈ 0,00451 M) dapat terhidrolisis lebih lanjut:

HCO3 (aq) + H2O (l) ⇌ H2CO3 (aq) + OH (aq)
$$\begin{aligned} K_{h2} &= \frac{K_w}{K_{a1}} \\[10pt] &= \frac{10^{-14}}{4{,}5 \times 10^{-7}} \\[10pt] &= 2{,}22 \times 10^{-8} \end{aligned}$$

Kh2 sangat kecil (sekitar 10.000× lebih kecil dari Kh1). Pada tahap ini larutan sudah mengandung OH dari tahap pertama sebesar 0,00451 M, sehingga kesetimbangan bergeser ke kiri. Kontribusi OH dari hidrolisis tahap kedua dihitung dengan tabel ICE berikut:

Kondisi [HCO3] [H2CO3] [OH]
Awal0,00451 M00,00451 M
Perubahan−x2+x2+x2
Setimbang(0,00451 − x2)x2(0,00451 + x2)
$$\begin{aligned} K_{h2} &= \frac{x_2\,(0{,}00451 + x_2)}{0{,}00451 - x_2} \\[10pt] &\approx x_2 \\[10pt] &= 2{,}22 \times 10^{-8} \text{ M} \end{aligned}$$

Kontribusi ini hanya sekitar 0,0005% dari [OH] tahap pertama, dapat diabaikan sepenuhnya.

4 Menghitung pH

[OH] total ≈ 0,00451 M (didominasi tahap pertama)

$$\begin{aligned} pOH &= -\log[\text{OH}^-] \\[10pt] &= -\log(0{,}00451) \\[10pt] &= 2{,}346 \\[10pt] pH &= 14 - pOH \\[10pt] &= 14 - 2{,}346 \\[10pt] &= \boxed{11{,}65} \end{aligned}$$

Perbandingan: Metode Bertahap vs. Rumus Cepat

Rumus cepat yang lazim diajarkan mengasumsikan hanya hidrolisis tahap pertama yang signifikan, dan menggunakan aproksimasi 0,1 − x ≈ 0,1:

$$\begin{aligned} [\text{OH}^-] &= \sqrt{\frac{K_w \cdot C}{K_{a2}}} \\[10pt] &= \sqrt{\frac{10^{-14} \times 0{,}1}{4{,}7 \times 10^{-11}}} \\[10pt] &= 0{,}00461 \text{ M} \end{aligned}$$
✔ Metode Bertahap (Kuadrat)
[OH] = 0,00451 M
pOH = 2,346
pH = 11,65
Tanpa aproksimasi 5%
≈ Rumus Cepat (Aproksimasi)
[OH] = 0,00461 M
pOH = 2,336
pH = 11,66
Aproksimasi 0,1−x ≈ 0,1
Catatan: Selisih hasil antara dua metode hanya 0,01 unit pH, sangat kecil dan masih dalam batas toleransi praktis. Rumus cepat boleh digunakan, asalkan kita paham bahwa yang digunakan adalah Ka2 (bukan Ka1), dan alasannya adalah karena hidrolisis tahap pertama yang dominan melibatkan Ka2 sebagai asam konjugatnya.

Contoh 2. Garam Triprotik: Na3PO4

Soal: Hitunglah pH larutan Na3PO4 0,1 M!
(Ka1 H3PO4 = 7,5 × 10−3; Ka2 = 6,2 × 10−8; Ka3 = 4,8 × 10−13)

Asam fosfat H3PO4 adalah asam triprotik, ia terionisasi dalam tiga tahap. Garam Na3PO4 berasal dari netralisasi lengkap H3PO4 oleh NaOH. Ion PO43− yang terbentuk adalah basa konjugat dari HPO42− (Ka3), sehingga ia adalah basa yang cukup kuat.

1 Identifikasi tetapan hidrolisis tiap tahap

Tiga tahap hidrolisis yang mungkin terjadi:

Reaksi Hidrolisis Asam Konjugat Kh Nilai Kh
PO43− + H2O ⇌ HPO42− + OH HPO42− (Ka3) $K_{h1} = K_w/K_{a3}$ 2,08 × 10−2
HPO42− + H2O ⇌ H2PO4 + OH H2PO4 (Ka2) $K_{h2} = K_w/K_{a2}$ 1,61 × 10−7
H2PO4 + H2O ⇌ H3PO4 + OH H3PO4 (Ka1) $K_{h3} = K_w/K_{a1}$ 1,33 × 10−12
Kh1 : Kh2 : Kh3 ≈ 2 × 10−2 : 2 × 10−7 : 1 × 10−12
→ Hidrolisis tahap pertama dominan sepenuhnya (105× lebih besar dari tahap kedua).
Hanya tahap pertama yang perlu dihitung.

2 Hidrolisis tahap pertama (dominan)

PO43− (aq) + H2O (l) ⇌ HPO42− (aq) + OH (aq)
Kondisi [PO43−] [HPO42−] [OH]
Awal0,1 M00
Perubahan−x+x+x
Setimbang(0,1 − x)xx
$$\begin{aligned} K_{h1} &= \frac{K_w}{K_{a3}} \\[10pt] &= \frac{10^{-14}}{4{,}8 \times 10^{-13}} \\[10pt] &= 2{,}08 \times 10^{-2} \end{aligned}$$ $$\begin{aligned} K_{h1} &= \frac{x^2}{0{,}1 - x} = 2{,}08 \times 10^{-2} \end{aligned}$$
⚠ Perhatian! Uji aproksimasi: jika diabaikan, x ≈ √(0,0208 × 0,1) = 0,0456 M → 45,6% dari 0,1 M. Ini jauh melebihi batas 5%, sehingga aproksimasi 0,1 − x ≈ 0,1 tidak boleh digunakan dan rumus cepat akan memberikan hasil yang keliru. Harus diselesaikan dengan persamaan kuadrat penuh.
$$\begin{aligned} x^2 + (2{,}08 \times 10^{-2})\,x - (2{,}08 \times 10^{-3}) &= 0 \end{aligned}$$

Menggunakan rumus $x = \dfrac{-b + \sqrt{b^2 - 4ac}}{2a}$:

$$\begin{aligned} x &= \frac{-0{,}0208 + \sqrt{(0{,}0208)^2 + 4 \times 2{,}08 \times 10^{-3}}}{2} \\[10pt] &= \boxed{[\text{OH}^-] = 0{,}0364 \text{ M}} \end{aligned}$$

Verifikasi: $\dfrac{(0{,}0364)^2}{0{,}1 - 0{,}0364} = \dfrac{1{,}325 \times 10^{-3}}{0{,}0636} = 2{,}083 \times 10^{-2}$ ✓

3 Kontribusi hidrolisis tahap kedua

Dengan Kh2 = 1,61 × 10−7 dan [OH] yang sudah ada 0,0364 M, kontribusi x2 dari hidrolisis HPO42− hanya:

$$\begin{aligned} x_2 &\approx K_{h2} \\[10pt] &= 1{,}61 \times 10^{-7} \text{ M} \quad (0{,}0004\% \text{ dari } [\text{OH}^-]_1) \end{aligned}$$

Diabaikan sepenuhnya.

4 Menghitung pH

$$\begin{aligned} pOH &= -\log[\text{OH}^-] \\[10pt] &= -\log(0{,}0364) \\[10pt] &= 1{,}439 \\[10pt] pH &= 14 - pOH \\[10pt] &= 14 - 1{,}439 \\[10pt] &= \boxed{12{,}56} \end{aligned}$$

Perbandingan: Metode Kuadrat vs. Rumus Cepat

✔ Metode Kuadrat (Benar)
[OH] = 0,0364 M
pOH = 1,439
pH = 12,56
Wajib pakai; aproksimasi tidak valid
✘ Rumus Cepat (Keliru di sini)
[OH] = √(Kw·C/Ka3) = 0,0456 M
pOH = 1,341
pH = 12,66
Selisih 0,10 unit pH, tidak akurat
Kasus Na3PO4 ini menunjukkan bahwa rumus cepat tidak selalu valid. Selisih 0,10 unit pH cukup signifikan dalam konteks analitik. Uji signifikansi 5% harus selalu dilakukan sebelum memutuskan menggunakan aproksimasi.

Kapan Rumus Cepat Tidak Boleh Dipakai?

Selama ini kita sudah tahu bahwa yang menentukan Kh adalah Ka terakhir dari asam konjugatnya. Namun ada variabel kedua yang sama pentingnya: konsentrasi larutan (C). Bahkan garam yang "biasa" seperti Na2CO3 pun bisa membuat aproksimasi gagal jika larutannya cukup encer.

Syarat formal aproksimasi valid

Rumus cepat mengasumsikan x ≪ C sehingga (C − x) ≈ C. Secara matematis, uji 5% mensyaratkan:

$$\begin{aligned} \frac{x}{C} < 5\% \quad &\Longrightarrow \quad \frac{\sqrt{K_{h1} \cdot C}}{C} < 0{,}05 \\[10pt] &\Longrightarrow \quad \sqrt{\frac{K_{h1}}{C}} < 0{,}05 \\[10pt] &\Longrightarrow \quad \frac{K_{h1}}{C} < 0{,}0025 \\[10pt] &\Longrightarrow \quad \boxed{C > 400 \times K_{h1}} \end{aligned}$$

Syarat ini berlaku umum untuk semua garam. Semakin besar Kh1 (artinya semakin lemah asam konjugatnya), semakin tinggi pula konsentrasi minimum yang diperlukan agar aproksimasi valid.

Perbandingan Cmin antar garam

Tabel berikut menunjukkan konsentrasi minimum (Cmin = 400 × Kh1) agar rumus cepat masih boleh digunakan:

Garam Ka relevan Kh1 Cmin agar valid Kesimpulan praktis
Na2C2O4 (natrium oksalat) Ka2 H2C2O4 = 6,4 × 10−5 1,56 × 10−10 6,25 × 10−8 M Hampir selalu valid; rumus cepat aman
Na2CO3 Ka2 H2CO3 = 4,7 × 10−11 2,13 × 10−4 8,5 × 10−2 M (≈ 0,085 M) Hati-hati di bawah ≈ 0,1 M
Na3PO4 Ka3 H3PO4 = 4,8 × 10−13 2,08 × 10−2 8,33 M Tidak pernah valid pada konsentrasi larutan biasa
Na2S Ka2 H2S ≈ 1 × 10−14 ≈ 1,0 ≈ 400 M Tidak pernah valid; wajib kuadrat
Pola yang terlihat: semakin kecil Ka asam konjugatnya, semakin besar Kh1, semakin tinggi Cmin. Garam dengan Kh1 besar (ion yang bersifat basa kuat) selalu membutuhkan persamaan kuadrat, berapapun konsentrasinya dalam rentang yang wajar.

Contoh 3. Na2CO3 Encer: Konsentrasi Menentukan Metode

Soal: Hitunglah pH larutan Na2CO3 0,01 M!
(Ka2 H2CO3 = 4,7 × 10−11)

Garam dan Ka yang dipakai persis sama dengan Contoh 1. Perbedaannya hanya pada konsentrasi: 0,01 M (sepersepuluh dari sebelumnya). Mari kita uji apakah aproksimasi masih berlaku.

Kh1 = Kw/Ka2 = 2,13 × 10−4 (sama seperti sebelumnya).

Uji aproksimasi terlebih dahulu:

$$\begin{aligned} x_{\text{approx}} &= \sqrt{K_{h1} \times C} \\[10pt] &= \sqrt{2{,}13 \times 10^{-4} \times 0{,}01} \\[10pt] &= \sqrt{2{,}13 \times 10^{-6}} \\[10pt] &= 1{,}46 \times 10^{-3} \text{ M} \end{aligned}$$ $$\begin{aligned} \text{Uji} &= \frac{x_{\text{approx}}}{C} \times 100\% \\[10pt] &= \frac{1{,}46 \times 10^{-3}}{0{,}01} \times 100\% \\[10pt] &= 14{,}6\% \end{aligned}$$
⚠ Uji GAGAL (14,6% > 5%). Meskipun ini garam Na2CO3 yang sama dengan Contoh 1, pada konsentrasi 0,01 M aproksimasi sudah tidak valid. Wajib pakai persamaan kuadrat.

Persamaan kuadrat: $x^2 + K_{h1}\,x - K_{h1} \cdot C = 0$

$$\begin{aligned} x^2 + (2{,}13 \times 10^{-4})\,x - (2{,}13 \times 10^{-6}) &= 0 \end{aligned}$$ $$\begin{aligned} x &= \frac{-2{,}13 \times 10^{-4} + \sqrt{(2{,}13 \times 10^{-4})^2 + 4 \times 2{,}13 \times 10^{-6}}}{2} \\[10pt] &= 1{,}36 \times 10^{-3} \text{ M} \end{aligned}$$ $$\begin{aligned} pH &= 14 + \log(1{,}36 \times 10^{-3}) \\[10pt] &= \boxed{11{,}13} \end{aligned}$$

Bandingkan: jika kita nekat pakai rumus cepat, pH = 14 + log(1,46 × 10−3) = 11,16 (selisih 0,03 unit pH). Tidak besar, tapi prosedurnya keliru dan akan makin parah pada konsentrasi yang lebih encer.

Dampak Pengenceran terhadap pH dan Validitas Aproksimasi

Tabel berikut merangkum perilaku Na2CO3 di berbagai konsentrasi, menunjukkan bagaimana uji 5% berubah drastis seiring pengenceran:

C (M) [OH] eksak Uji % dr C pH (kuadrat) pH (approx) Selisih Metode
0,51,02 × 10−22,0% 12,0112,010,004 ✓ approx
0,14,51 × 10−34,5% 11,6511,660,010 ✓ approx
0,053,16 × 10−36,3% 11,5011,510,014 ✗ kuadrat
0,011,36 × 10−313,6% 11,1311,160,032 ✗ kuadrat
0,0013,67 × 10−436,7% 10,5710,660,099 ✗ kuadrat
10−47,42 × 10−574,2% 9,8710,160,294 ✗ kuadrat
Perhatikan: pada C = 0,1 M, aproksimasi nyaris melewati batas 5% (uji = 4,5%). Jika soal memberikan Na2CO3 pada konsentrasi di bawah 0,085 M, aproksimasi sudah tidak valid dan persamaan kuadrat wajib digunakan, meskipun garamnya sama dan Ka yang dipilih juga sama.

Simpulan dan Kaidah Praktis

📌 Kaidah Menentukan pH Garam dari Asam Lemah Poliprotik
1
Ion garam yang paling terdeprotonasi (misalnya CO32− atau PO43−) adalah basa konjugat dari anion satu proton di atasnya. Maka Kh1 = Kw / Ka(anion tersebut), yaitu menggunakan Ka terkecil (Ka yang paling terakhir).
2
Hidrolisis tahap pertama selalu dominan karena Kh1 ≫ Kh2 ≫ Kh3. Hanya tahap pertama yang perlu diperhitungkan untuk pH.
3
Sebelum memakai rumus cepat $[\text{OH}^-] = \sqrt{K_w \cdot C / K_{a(\text{terakhir})}}$, wajib uji: hitung x dari akar kuadrat, bagi dengan C, kalikan 100%. Jika > 5%, pakai persamaan kuadrat penuh.
4
Jangan pilih Ka terbesar hanya karena "terbesar = paling kuat". Yang menentukan adalah ion mana yang langsung terlibat dalam reaksi hidrolisis tahap pertama.
Ringkasan hubungan ion – Ka:

CO32− berasal dari asam konjugatnya HCO3 → gunakan Ka2 H2CO3
PO43− berasal dari asam konjugatnya HPO42− → gunakan Ka3 H3PO4
HPO42− berasal dari asam konjugatnya H2PO4 → gunakan Ka2 H3PO4
Bagikan di
 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info