Mengetik rumus kimia secara cepat dengan memanfaatkan autocorrect pada micorosoft word adalah salah satu alternatif untuk pengetikan dalam bidang kimia. Dengan autocorrect itu kita dipaksa untuk mengingat beberapa sandi/kode yang berlaku spesifik. Karena itu hanya salah satu alternatif maka alternatif lain yang masih tersedia adalah dengan memanfaatkan equation editor.
Namun demikian kita masih cukup banyak harus menyentuh mouse atau touchpad, ini akan mengurangi kelicahan dalam pengetikan. Sama seperti pada autocorrect kita memang sebisa mungkin menghindari memformat dengan klak-klik mouse atau touchpad.
Mengetik Rumus Kimia Secara Cepat Menggunakan Equation Editor pada Ms Word
Jumat, 30 Desember 2016
Kategori:
Mengetik Cepat,
Microsoft Equation Editor,
Microsoft Word,
Rumus Kimia,
Tutorial
Menggambar Struktur Polimer dengan Chemsketch
Rabu, 14 Desember 2016
Bahasan tentang polimer pada materi kimia kelas 12 diperlukan kemampuan membuat gambar polimer bagi guru ketika hendak membuat soal atau bahan ajar. Demikian pula bagi mahasiswa ketika ingin menyelesaikan tugas kuliah terkait bahasan polimer. Bisa saja memang dibuat gambar secara manual tentu itu menjadi tidak praktis. Dengan menggunakan aplikasi Chemsketch hal itu dapat dilakukan hanya dengan beberapa kali klik. Bagaimana caranya? Ikuti tutorial singkat berikut ini.
Kategori:
Chemsketch,
Polimer,
Struktur Molekul,
Tutorial,
Tutorial Chemsketch
Menyisip Gambar Struktur Molekul dari Chemsketch ke dalam Tulisan Ms. Word
Tutorial untuk level pemula, aplikasi yang digunakan Chemsketch dan Microsoft Word. Kegiatan tulis menulis yang berhubungan dengan bidang kimia sering mengharuskan pengetik memasukkan beberapa gambar berupa struktur molekul beserta rumus kimia lain. Ini bukanlah pekerjaan sulit bagi yang sudah terbiasa. Pembiasaan ini tentu saja diperlukan keajegan, dilakukan terus menerus dan penuh kesabaran, tidak pantang menyerah. Bagi mahasiswa dan guru kimia ini adalah aktivitas keseharian, meskipun sebelum ada aplikasi penggambar struktur dapat saja dilakukan secara manual, menggambar bagian per bagian. Sangat tidak praktis dan hasilnya biasanya jauh dari kata bagus dan benar. Walaupun sudah tersedia tidak sedikit yang belum menyentuh dan menggunakannya.
Kategori:
Chemsketch,
docx,
Microsoft Word,
Pengetikan kimia,
Struktur Molekul,
Tutorial
Membuat Persamaan Reaksi Organik Menggunakan Chemsketch
Aplikasi: Chemsketch
Level Tutorial: Pemula
Berikut ini tutorial contoh membuat persamaan reaksi yang menggunakan rumus struktur benzena yang dibuat dengan aplikasi Chemsketch. Skenario: membuat persamaan pada Chemsketch kemudian menyimpannya dengan format gambar dan menyisipkannya pada aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word dan sejenisnya.
Mengapa Warna Ion Kompleks Berbeda-beda?
Sabtu, 03 Desember 2016
Beberapa soal pada olimpiade sains nasional beberapa kali ditanyakan soal tentang kemungkinan warna dari larutan atau ion atau senyawa kompleks. Mengapa ion berbeda memberikan respon warna berbeda pula ketika suatu cahaya mengenai larutan ion tersebut? Secara prinsip terjadinya perpindahan elektron ke orbital dengan tingkat energi yang lebih tinggi akibat terpapar cahaya (baca energi) maka ada warna tertentu yang diserap oleh larutan ion tersebut. Ingat bahwa setiap cahaya memiliki panjang gelombang tertentu, panjang gelombang tertentu ini dapat identik dengan suatu energi yang menyebabkan perpindahan elektron antartingkat energi. Ingat bahwa panjang gelombang itu berbanding terbalik dengan energi $E~=\dfrac{h.c}{\lambda}$, $E$= Energi, h = tetapan Planck, c = kecepatan cahaya, $\lambda$= panjang gelombang.
Soal Perhitungan Massa NaOH untuk Membuat Larutan Bufer/Penyangga dengan pH Tertentu
Kamis, 01 Desember 2016
Soal:
Berapa gram NaOH (massa molar 40 g/mol) harus ditambahkan ke dalam 100 mL H3PO4 0,1 M untuk membuat larutan bufer (penyangga) dengan pH 7,3?
H3PO4 , pKa1 = 2,12; pKa2 = 7,21; pKa3 = 12,32.
Penyelesaian:
Larutan penyangga (bufer) fosfat dengan pH yang diharapkan adalah 7,3. pH bufer ini biasanya tidak jauh dari nilai pKa. pKa yang paling dekat dengan yang diharapkan adalah pKa2 dari H3PO4 yaitu 7,21. Ini berarti bahwa dalam larutan bufer tersebut akan terdiri dari NaH2PO4 dan Na2HPO4.
Berapa gram NaOH (massa molar 40 g/mol) harus ditambahkan ke dalam 100 mL H3PO4 0,1 M untuk membuat larutan bufer (penyangga) dengan pH 7,3?
H3PO4 , pKa1 = 2,12; pKa2 = 7,21; pKa3 = 12,32.
Penyelesaian:
Larutan penyangga (bufer) fosfat dengan pH yang diharapkan adalah 7,3. pH bufer ini biasanya tidak jauh dari nilai pKa. pKa yang paling dekat dengan yang diharapkan adalah pKa2 dari H3PO4 yaitu 7,21. Ini berarti bahwa dalam larutan bufer tersebut akan terdiri dari NaH2PO4 dan Na2HPO4.
Kalkulator pH Asam/Basa Kuat dengan Konsentrasi Sangat Encer
Selasa, 29 November 2016
Salah satu kekeliruan yang sering terjadi dalam pembelajaran kimia asam-basa adalah mengabaikan kontribusi auto-disosiasi air ketika menghitung pH larutan yang sangat encer.
Pada konsentrasi normal (misalnya 0,1 M atau 0,01 M), sumbangan ion H3O+ dari disosiasi air memang dapat diabaikan karena jauh lebih kecil dibandingkan ion dari asam atau basa itu sendiri. Namun, ketika konsentrasi larutan mendekati atau bahkan lebih kecil dari 10−7 M, kontribusi tersebut menjadi signifikan dan tidak bisa lagi dinegasikan.
Kalkulator ini dirancang khusus untuk menangani kondisi tersebut secara tepat menggunakan pendekatan persamaan kuadrat. Seperti yang di tulis di sini.
Kategori:
Asam Kuat Encer,
Basa Kuat Encer,
kalkulator kimia,
Kalkulator pH,
Kimia-2,
pH
Kalkulator pH Asam Lemah Poliprotik dan Konsentrasi Spesinya
Senin, 28 November 2016
Kalkulator ini dapat digunakan untuk perhitungan pH dan konsentrasi spesi yang ada dalam sistem kesetimbangan asam lemah. Asam lemah yang dapat dihitung adalah asam monoprotik (HA) seperti HNO2, HF asam diprotik (H2A) seperti H2S, H2CO3, H2C2O4, dan asam triprotik (H3A) seperti H3PO4, H3BO3, H3AsO4. Silakan simak petunjuk penggunaan yang tersedia di bagian atas kalkulator.
Kategori:
Asam Diprotik,
Asam Lemah,
Asam Poliprotik,
Asam-basa,
kalkulator kimia,
Kimia-2,
Konsentrasi,
pH
Soal dan Pembahasan Terkait Derajat Disoasiasi dan Kc dalam Kesetimbangan Kimia
Sabtu, 26 November 2016
Berikut ini adalah soal dan pembahasan yang ditulis untuk pembelajaran kimia siswa kelas 11 SMA di Indonesia pokok bahasan kesetimbangan kimia.
Ini dibuat bukan untuk tujuan komersial, hanya sebagai contoh bagaimana menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan derajat disosiasi, tetapan kesetimbangan dan spesi-spesi yang ada dalam sistem kesetimbangan.
Beberapa soal diambil dari buku BSE Kimia kelas 2 (11). Untuk rekan pembaca/pemerhati pendidikan kimia, penulis dengan senang hati menerima koreksi bila ditemui kekurangtepatan pembahasan. Semoga bermanfaat bagi pemelajar kimia.
Ini dibuat bukan untuk tujuan komersial, hanya sebagai contoh bagaimana menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan derajat disosiasi, tetapan kesetimbangan dan spesi-spesi yang ada dalam sistem kesetimbangan.
Beberapa soal diambil dari buku BSE Kimia kelas 2 (11). Untuk rekan pembaca/pemerhati pendidikan kimia, penulis dengan senang hati menerima koreksi bila ditemui kekurangtepatan pembahasan. Semoga bermanfaat bagi pemelajar kimia.
Diagram Latimer dan Penentuan Potensial Reduksi Standar
Jumat, 25 November 2016
Beberapa soal terkait penentuan potensial reduksi standar dapat ditentukan dengan beberapa cara. Salah satu caranya adalah menggunakan diagram Latimer.
Berikut ini adalah diagram Latimer Mn dalam suasana asam.
$E^{o} = \dfrac{\sum n_{i} E_{i}}{\sum n_{i}} $
$n_{i} =~elektron~pada~reaksi~ke-i~(perubahan~biloks~unsur~yang~ditanya)$
$E_{i} =~potensial~reduksi~standar~pada~reaksi~ke-i$
Berikut ini adalah diagram Latimer Mn dalam suasana asam.
| +0,564 | +0,274 | +4,27 | +0,95 | +1,51 | –1,18 | |||||||
| MnO4– | ⟶ | MnO42– | ⟶ | MnO43– | ⟶ | MnO2 | ⟶ | Mn3+ | ⟶ | Mn2+ | ⟶ | Mn |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| +7 | +6 | +5 | +4 | +3 | +2 | 0 |
$E^{o} = \dfrac{\sum n_{i} E_{i}}{\sum n_{i}} $
$n_{i} =~elektron~pada~reaksi~ke-i~(perubahan~biloks~unsur~yang~ditanya)$
$E_{i} =~potensial~reduksi~standar~pada~reaksi~ke-i$
Kategori:
Diagram Latimer,
Elektrokimia,
Kimia-3,
Potensial Reduksi,
Redoks & Elektrokimia
Contoh Perhitungan pH Larutan Asam Poliprotik
Jumat, 18 November 2016
Asam poliprotik adalah asam yang ketika terurai akan menghasilkan ion H+ lebih dari satu. Contoh asam poliprotik: H2CO3, H2SO4, H3PO4, H2S, H4P2O7. Untuk menentukan derajat keasamannya tentu diperlukan kecermatan dengan mempertimbangan besarnya konsentrasi asam dan besar-kecilnya nilai tetapan kesetimbangan asam (Ka), baik Ka1, Ka2, Ka3, Ka4 bila ada atau diketahui. Kadang aturan 5% untuk pengabaikan apakah suatu konsentrasi berpengaruh secara signifikan atau tidak perlu diuji bila diperlukan. Tentang aturan 5% ini dapat dibaca di sini.
Berikut ini beberapa contoh soal dan penyelesaian tentang perhitungan pH asam poliprotik.
Soal #1:
[H2CO3] = 0,16 M dengan Ka1 = 4,2 × 10−7 ; Ka2 = 4,8 × 10−11 berapakah pH asam tersebut dan tentukan [CO32-]
Penyelesaian #1:
Berikut ini beberapa contoh soal dan penyelesaian tentang perhitungan pH asam poliprotik.
Soal #1:
[H2CO3] = 0,16 M dengan Ka1 = 4,2 × 10−7 ; Ka2 = 4,8 × 10−11 berapakah pH asam tersebut dan tentukan [CO32-]
Penyelesaian #1:
| Reaksi | : | H2CO3 (aq) | ⇌ | H+ (aq) | + | HCO3- (aq) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| [Awal] M | : | 0,16 | – | – | ||
| [Bereaksi] M | : | –x | +x | +x | ||
| [Kesetimbangan] M | : | 0,16 – x | x | x |
Aturan 5% dalam Kesetimbangan Kimia
Kadang dalam pembahasan soal-soal kesetimbangan kimia sering dijumpai penentuan besarnya jumlah mol atau konsentrasi suatu zat dalam proses hitung dilakukan pengabaian dengan alasan nilainya dianggap jauh lebih kecil dari sesuatu yang dibandingkan dengannya (atau jika dijumlahkan atau dikurangkan tidak mengubah secara signifikan).
Namun seberapa besar pengaruhnya sehingga dalam banyak hitungan lalu diabaikan begitu saja jarang dibahas dengan tuntas. Di beberapa referensi dimunculkan istilah aturan 5%. Artinya jika perubahan yang terjadi sama dengan atau kurang dari 5% dari jumlah semula maka ini dapat diabaikan. Pada artikel kali ini hal itu akan dibahas dan diharapkan alasannya dapat diterima dan terbukti secara kalkulatif.
Namun seberapa besar pengaruhnya sehingga dalam banyak hitungan lalu diabaikan begitu saja jarang dibahas dengan tuntas. Di beberapa referensi dimunculkan istilah aturan 5%. Artinya jika perubahan yang terjadi sama dengan atau kurang dari 5% dari jumlah semula maka ini dapat diabaikan. Pada artikel kali ini hal itu akan dibahas dan diharapkan alasannya dapat diterima dan terbukti secara kalkulatif.
Langganan:
Postingan (Atom)
