Setelah kasus simbol massa molar yang bertabrakan dengan satuan molaritas, ada masalah notasi lain yang strukturnya hampir identik namun jarang disadari atau tidak diperdulikan: simbol m kecil yang sekaligus dipakai untuk massa, molalitas, massa terlarut, dan massa pelarut dalam konteks yang sama. Artikel ini menelusuri akar ketidakjelasan itu dan mengusulkan solusi yang analogi dengan notasi kurung siku untuk konsentrasi molar.
Tiga Makna di Balik Satu Huruf dan Usulan Simbol Pengganti
Dalam kimia, simbol variabel adalah bahasa sains itu sendiri. Ketika simbol yang sama dipakai untuk dua hal yang berbeda secara konseptual, bukan sekadar kekeliruan teknis yang terjadi, melainkan kebingungan berpikir yang diwariskan dari satu generasi pelajar ke generasi berikutnya.
Artikel ini membahas satu kasus konkret: simbol untuk massa molar, mengapa simbol yang berlaku sekarang bermasalah, dan mengapa sudah saatnya kita menggunakan simbol yang lebih jelas.
Aturan Terbaru Tata Nama Alkena (Ikatan Dobel) dan Alkuna (Ikatan Tripel)
Jumat, 11 Agustus 2023
Secara umum golongan senyawa hidrokarbon tidak jenuh rantai terbuka (alifatik/asiklik) yang mengandung satu ikatan dobel (rangkap dua) disebut golongan alkena, yang mengandung satu ikatan tripel (rangkap tiga) disebut golongan alkuna.
Bila molekul asiklik mempunyai rantai terpanjang (rantai induk) memang mengandung ikatan dobel atau tripel aturan yang selama ini tetap berlaku (sesuai rekomendasi IUPAC 1979, 1993, 2013).
Bila rantai terpanjang tidak mengandung ikatan tak jenuh maka penamaan molekul hidrokarbon tersebut tidak diberi nama dengan akhiran -ena atau -una walaupun dalam struktur mengandung ikatan tak jenuh dobel/tripel tetapi diberi akhiran -ana.
Pada keadaan ini ikatan dobel/tripel akan menjadi cabang. Ini mengacu pada rekomendasi IUPAC terkini (Desember 2013).
