Sambil menunggu waktu aktif mengajar, menyempatkan belajar kode kecil-kecilan, agar menulis di Editor Blogger semakin mudah. Kali ini membuat markdown atau penyandian elektron dalam orbital dengan menuliskan kode sederhana (input) dan output-nya berupa deretan "kotak orbital" yang berisi elektron.
Penampilan sementara masih di file html tunggal yang berisi kode Cascading Style Sheet dan JavaScript. Bagi yang mau mencoba menjalankan silakan salin kode di bawah ini, simpan sebagai file html. Selanjutnya buka di browser komputer.
Tampilkan postingan dengan label Orbital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orbital. Tampilkan semua postingan
Membuat Markdown Elektron dalam Orbital untuk Editor Blogger
Jumat, 04 April 2025
Kategori:
Blogger Kimia,
Editor Blogger,
Elektron,
MarkDown,
Orbital,
Tutorial,
Tutorial Blogger
Bilangan Kuantum dan Miskonsepsi
Jumat, 28 Maret 2025
Berikut ini catatan terkait bilangan kuantum yang kadang sebagai guru tidak yakin dengan apa yang disampaikan. Memang visual elektron dan perilakunya tidak pernah tampak nyata. Pijakannya hanya kajian teori-kalkulasi yang dilakukan para ahli.
Istilah "Elektron Terakhir" dan Penggantinya
Saat ini guru kimia (rukim) sudah banyak yang menyadari kekurangtepatannya menggunakan istilah elektron terakhir ketika mengisikan elektron ke dalam orbital dalam atom. Walau dengan alasan tertentu terpaksa masih menggunakan istilah "elektron terakhir". Berikut ini ringkasan agar dapat menggunakan istilah yang lebih tepat.
Struktur N2O3 Berbeda dengan P2O3?
Minggu, 03 Januari 2021
Sebelum membahas perbedaan struktur N2O3 dan P2O3, berikut beberapa sifat dari keduanya. N2O3 berbentuk padatan berwarna biru pada suhu rendah (di bawah nol derajat Celsius) dan merupakan anhidarat HNO2, maksudnya bila N2O3 dilarutkan dalam air akan terbentuk HNO2. Dimer P2O3 yaitu P4O6 berbentuk padatan tidak berwarna pada suhu rendah dan merupakan anhidarat dari H3PO3.
Penyimpangan Konfigurasi Elektron 20 Unsur
Kamis, 27 Agustus 2020
Konfigurasi elektron unsur-unsur dengan sejumlah elektron yang dimiliki tidak sepenuhnya mengikuti prinsip aufbau.
Ada 20 unsur dari 118 unsur (sebanyak 17%) yang mengalami penyimpangan, tidak lagi sesuai prinsip aufbau.
Dalam prinsip aufbau setiap subkulit terisi elektron secara penuh maka urutan subkulit (tingkat energi) 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s 5f 6d 7p.
Orbital s, d, p, f berturut-turut akan terisi elektron maksimal terisi 2, 6, 10, 14.
Bila masih mencukupi subkulit lebih dalam harus terisi elektron secara maksimal.
Dua puluh unsur itu beberapa konfigurasi elektronnya tidak sepenuhnya mengikuti urutan aufbau.
Ada 20 unsur dari 118 unsur (sebanyak 17%) yang mengalami penyimpangan, tidak lagi sesuai prinsip aufbau.
Dalam prinsip aufbau setiap subkulit terisi elektron secara penuh maka urutan subkulit (tingkat energi) 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s 5f 6d 7p.
Orbital s, d, p, f berturut-turut akan terisi elektron maksimal terisi 2, 6, 10, 14.
Bila masih mencukupi subkulit lebih dalam harus terisi elektron secara maksimal.
Dua puluh unsur itu beberapa konfigurasi elektronnya tidak sepenuhnya mengikuti urutan aufbau.
Trik Menentukan Orbital Hibrida Suatu Molekul
Senin, 18 April 2016
Saya baru mendapati ada yang menggunakan trik cara menentukan orbital hibrida suatu molekul/ion. Namanya juga trik jadi jangan tanya teorinya lagi yah :)
Caranya sebagai berikut:
Caranya sebagai berikut:
Kategori:
Hibrida,
Kimia-1,
Kimia-2,
Orbital,
Orbital Hibridisasi,
Trik Menentukan Orbital Hibrida
Langganan:
Postingan (Atom)
