Sumber TribunNews dot com. Disalin di sini bertujuan sekadar buat latihan saja. Tidak mungkin ini soal yang akan digunakan pada AKGTK nanti. Hasil salinan ini sudah disertai dengan pembahasannya sedangkan pada sumber aslinya hanya ada kunci jawaban yang seluruhnya tidak 100% benar. Untuk akun resmi terkait AKGTK Kemenag RI 2026 dapat diakses di sini.
Soal #1
Berikut adalah prinsip penyimpanan bahan kimia di laboratorium, kecuali....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: D
Prinsip dasar penyimpanan bahan kimia di laboratorium adalah menjaga stabilitas dan keamanan bahan, bukan sekadar "menjaga tetap kering". Paparan sinar matahari langsung justru berbahaya karena:
- Panas dari sinar matahari dapat mempercepat penguraian (dekomposisi) bahan kimia, terutama yang bersifat fotosensitif atau termolabil.
- Sinar UV dapat memicu reaksi fotokimia yang tidak diinginkan, misalnya pada peroksida organik atau senyawa halogen.
- Panas berlebih meningkatkan tekanan uap bahan mudah menguap/mudah terbakar, sehingga risiko kebakaran justru meningkat, bukan berkurang.
Sementara itu, opsi A, B, C, dan E adalah praktik penyimpanan yang benar: bahan mudah terbakar dijauhkan dari sumber api, bahan beracun dipisah dari area praktikum peserta didik, botol kecil/ringan diletakkan di rak lebih tinggi (bukan botol besar/berat yang berisiko jatuh), dan setiap botol wajib diberi etiket. Oleh karena itu, pernyataan yang bukan prinsip penyimpanan yang benar adalah opsi D.
Soal #2
Perbandingan kenaikan titik didih suatu larutan elektrolit biner dengan larutan non elektrolit untuk konsentrasi yang sama adalah 2:1. Perbandingan sifat koligatif yang bernilai beda dengan kenaikan titik didih kedua larutan adalah....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: D
Elektrolit biner (mis. NaCl) terdisosiasi sempurna menjadi 2 partikel, sehingga faktor van't Hoff \(i = 2\). Perbandingan kenaikan titik didih larutan elektrolit terhadap non-elektrolit pada konsentrasi sama:
\[ \frac{\Delta T_{b,\,elektrolit}}{\Delta T_{b,\,non\text{-}elektrolit}} = \frac{i \cdot K_b \cdot m}{K_b \cdot m} = i = 2 \]Faktor \(i\) yang sama ini berlaku untuk kenaikan titik didih (\(\Delta T_b\)), penurunan titik beku (\(\Delta T_f\)), dan tekanan osmosis (\(\pi\)), karena ketiganya dirumuskan secara linear terhadap molalitas/molaritas:
\[ \Delta T_f = i \cdot K_f \cdot m \qquad \pi = i \cdot M \cdot R \cdot T \]sehingga rasio elektrolit : non-elektrolit untuk ketiganya tetap 2:1, sama seperti \(\Delta T_b\).
Berbeda halnya dengan penurunan tekanan uap, yang mengikuti hukum Raoult berdasarkan fraksi mol zat terlarut:
\[ \Delta P = x_{terlarut} \cdot P^0_{pelarut} \]Untuk elektrolit, fraksi mol efektif partikel terlarut memang juga dikalikan \(i\), namun karena \(\Delta P\) bergantung pada fraksi mol (bukan molalitas) dan pelarut yang tersisa sedikit berbeda akibat jumlah partikel terlarut yang lebih banyak, nilai rasio penurunan tekanan uapnya tidak persis 2:1 seperti sifat koligatif lainnya. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.
Soal #3
Sebanyak 100 mL sampel NaCl direaksikan dengan 20 mL larutan 0,15 M KMnO4 sehingga dihasilkan gas klorin dan ion Mn2+. Konsentrasi NaCl dalam sampel adalah....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: B
Langkah 1. Tulis setengah reaksi redoks (suasana asam):
Oksidasi (Cl− menjadi gas klorin):
\[ 2\text{Cl}^- \rightarrow \text{Cl}_2 + 2e^- \]Reduksi (MnO4− menjadi Mn2+):
\[ \text{MnO}_4^- + 8\text{H}^+ + 5e^- \rightarrow \text{Mn}^{2+} + 4\text{H}_2\text{O} \]Langkah 2. Samakan jumlah elektron (KPK dari 2 dan 5 adalah 10): kalikan setengah reaksi oksidasi dengan 5, dan setengah reaksi reduksi dengan 2.
\[ 10\text{Cl}^- \rightarrow 5\text{Cl}_2 + 10e^- \] \[ 2\text{MnO}_4^- + 16\text{H}^+ + 10e^- \rightarrow 2\text{Mn}^{2+} + 8\text{H}_2\text{O} \]Langkah 3. Reaksi setara total:
\[ 10\text{Cl}^- + 2\text{MnO}_4^- + 16\text{H}^+ \rightarrow 5\text{Cl}_2 + 2\text{Mn}^{2+} + 8\text{H}_2\text{O} \]Perbandingan mol Cl− (dari NaCl) terhadap MnO4− (dari KMnO4) adalah 10 : 2 = 5 : 1.
Langkah 4. Hitung mol KMnO4:
\[ n_{\text{KMnO}_4} = 0{,}15\ \text{M} \times 0{,}020\ \text{L} = 0{,}003\ \text{mol} \]Langkah 5. Hitung mol NaCl (Cl−):
\[ n_{\text{NaCl}} = 5 \times n_{\text{KMnO}_4} = 5 \times 0{,}003\ \text{mol} = 0{,}015\ \text{mol} \]Langkah 6. Hitung konsentrasi NaCl dalam 100 mL sampel:
\[ [\text{NaCl}] = \frac{0{,}015\ \text{mol}}{0{,}100\ \text{L}} = 0{,}15\ \text{M} \]Jadi, konsentrasi NaCl dalam sampel adalah 0,15 M (opsi B).
Soal #4
Media yang sesuai untuk membantu peserta didik memahami konsep kesetimbangan dinamis adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: A
Inti dari konsep kesetimbangan dinamis adalah bahwa pada keadaan setimbang, reaksi maju dan reaksi balik tetap berlangsung secara terus-menerus dengan laju yang sama, sehingga konsentrasi zat pereaksi dan hasil reaksi terlihat konstan meskipun sebenarnya reaksi tidak pernah berhenti.
Media yang paling tepat untuk menyampaikan sifat "dinamis" (proses yang terus bergerak/berubah secara bolak-balik) adalah media yang dapat menampilkan pergerakan tersebut secara langsung dan berkesinambungan, yaitu video animasi yang memperlihatkan partikel pereaksi berubah menjadi hasil reaksi dan sebaliknya secara simultan (opsi A).
Opsi B (poster peta konsep) dan D (grafik statis konsentrasi vs waktu) hanya menunjukkan hubungan antar-konsep atau data akhir, tanpa memperlihatkan proses dinamisnya. Opsi C hanya menekankan sifat reversibel, bukan aspek kesetimbangan (laju maju = laju balik). Opsi E memang berupa video, tetapi konteksnya adalah aplikasi industri (amonia), bukan penjelasan konsep dasar kesetimbangan dinamis itu sendiri. Oleh karena itu, jawaban paling tepat adalah A.
Soal #5
Unsur karbon memiliki 3 jenis alotrop, yaitu grafit, intan, dan arang. Ketiga bahan ini memiliki rumus kimia sama tetapi sifat fisis yang berlainan. Pernyataan yang tidak benar berkaitan dengan ketiga alotrop tersebut adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: B
Mari periksa setiap pernyataan berdasarkan fakta struktur dan ikatan pada ketiga alotrop karbon:
- Intan: setiap atom C berikatan kovalen tunggal dengan 4 atom C lain secara tetrahedral, hibridisasi sp3. Karena semua elektron valensi terlokalisasi dalam ikatan σ, tidak ada elektron bebas yang dapat bergerak → intan bersifat isolator.
- Grafit: setiap atom C berikatan dengan 3 atom C lain dalam susunan lapisan heksagonal, hibridisasi sp2. Satu elektron valensi yang tersisa membentuk sistem ikatan π terdelokalisasi di sepanjang lapisan → grafit bersifat konduktor (terutama sejajar bidang lapisan).
- Arang: memiliki struktur amorf (tidak tersusun kristalin teratur seperti intan atau grafit).
Berdasarkan fakta di atas:
- A. benar: ketiga alotrop memang berstruktur berbeda, tetapi jenis hibridisasi yang dimaksud (sp3 pada intan, sp2 pada grafit) tetap berasal dari ikatan kovalen antar atom C yang sejenis.
- B. sesuai fakta di atas, pernyataan ini justru benar: intan isolator (sp3), grafit konduktor (sp2).
- C. benar: grafit dan intan tersusun murni dari atom C, arang bersifat amorf.
- D. benar: intan tetrahedral murni, grafit berstruktur lapisan.
- E. salah: pernyataan ini membalik fakta (mengklaim intan konduktor dan grafit isolator), padahal yang benar adalah sebaliknya.
Catatan: Berdasarkan analisis di atas, pernyataan yang tidak benar secara kimia semestinya adalah opsi E, bukan B. Kemungkinan ada kesalahan pengetikan/penukaran kunci jawaban pada soal ini.
Soal #6
Proses penyerapan air dari dalam tanah oleh tumbuhan dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya adalah tekanan pada akar yang merupakan salah satu sifat koligatif larutan. Pernyataan yang tidak berkaitan dengan proses penyerapan air oleh tanaman berikut ini adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: B
Penyerapan air oleh akar berlangsung secara osmosis: air berpindah dari larutan yang konsentrasi zat terlarutnya rendah (potensial air tinggi) menuju larutan yang konsentrasinya lebih tinggi (potensial air rendah).
Agar air dapat mengalir terus-menerus dari tanah → rambut akar → korteks → xilem, maka konsentrasi cairan sel harus semakin pekat ke arah dalam (menuju xilem), bukan sebaliknya. Dengan kata lain: cairan sel di bagian dalam akar (dekat xilem) harus lebih pekat daripada cairan sel di bagian luar/ujung akar (dekat tanah), agar air terus tertarik masuk ke dalam.
Pernyataan B menyatakan hal yang terbalik: cairan sel di ujung akar (bagian luar) diklaim lebih pekat daripada bagian dalam, sehingga menurut logika osmosis, air justru akan mengalir dari dalam ke ujung akar, bertentangan dengan arah penyerapan air yang sebenarnya (dari tanah masuk ke dalam akar menuju xilem). Oleh karena itu, pernyataan B tidak berkaitan (tidak sesuai) dengan proses penyerapan air yang benar.
Opsi A, C, D, dan E semuanya konsisten dengan prinsip osmosis dan tekanan akar yang benar.
Soal #7
Reaksi A menjadi B merupakan reaksi berorde nol dengan nilai k = 0,025 M s-1. Jika konsentrasi awal A adalah 0,50 M, maka waktu paruh reaksi tersebut adalah ...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: E
Untuk reaksi orde nol, laju reaksi tidak bergantung pada konsentrasi, sehingga persamaan integrasinya adalah:
\[ [A]_t = [A]_0 - kt \]Waktu paruh (\(t_{1/2}\)) adalah waktu saat \([A]_t = \tfrac{1}{2}[A]_0\). Substitusi:
\[ \tfrac{1}{2}[A]_0 = [A]_0 - k\,t_{1/2} \] \[ k\,t_{1/2} = [A]_0 - \tfrac{1}{2}[A]_0 = \tfrac{1}{2}[A]_0 \] \[ t_{1/2} = \frac{[A]_0}{2k} \]Masukkan nilai yang diketahui: \([A]_0 = 0{,}50\ \text{M}\) dan \(k = 0{,}025\ \text{M s}^{-1}\):
\[ t_{1/2} = \frac{0{,}50\ \text{M}}{2 \times 0{,}025\ \text{M s}^{-1}} = \frac{0{,}50}{0{,}05}\ \text{s} = 10\ \text{s} \]Jadi, waktu paruh reaksi tersebut adalah 10 detik (opsi E).
Soal #8
Pak Hasan, seorang guru kimia, merencanakan pembelajaran untuk materi pokok Hasil Kali Kelarutan di kelas XI SMA. Agar pembelajaran efektif, Pak Hasan memikirkan sebelum masuk ke materi pokok larutan hasil kali kelarutan peserta didik perlu memahami konsep-konsep prasyaratnya, yaitu konsep-konsep yang perlu dipahami terlebih dahulu untuk dapat mempelajari konsep hasil kali kelarutan. Di antara set konsep-konsep berikut, yang semuanya merupakan konsep prasyarat bagi konsep hasil kali kelarutan adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: D
Konsep hasil kali kelarutan (Ksp) pada dasarnya adalah penerapan konsep kesetimbangan heterogen pada larutan yang jenuh, di mana besarnya hasil kali konsentrasi ion-ion ditentukan berdasarkan konsentrasi larutan, dan pergeseran kesetimbangan kelarutan (misalnya akibat penambahan ion senama) dijelaskan melalui asas Le Chatelier. Jadi, konsep prasyarat yang benar-benar wajib dikuasai lebih dahulu adalah: konsentrasi larutan, larutan jenuh, kesetimbangan, dan asas Le Chatelier, sesuai opsi D.
Opsi lain memuat konsep yang bukan prasyarat langsung atau bahkan merupakan konsep lanjutan/sejajar dari Ksp, bukan pondasi yang mendahuluinya:
- A. "larutan penyangga" dan "efek ion senama" adalah konsep yang sejajar/aplikasi terkait Ksp, bukan prasyarat dasarnya.
- B. "massa atom relatif" dan "konstanta ionisasi asam" tidak relevan langsung dengan pembentukan konsep Ksp.
- C. "pH", "hidrolisis", dan "elektrolit" adalah materi terkait tetapi bukan prasyarat inti dari Ksp.
- E. "hidrolisis garam" dan "kekuatan asam" lebih relevan untuk topik reaksi asam-basa, bukan prasyarat spesifik Ksp.
Sehingga set konsep yang paling tepat dan lengkap sebagai prasyarat Ksp adalah opsi D.
Soal #9
Mangan dioksida bereaksi dengan asam klorida dengan persamaan reaksi berikut:
MnO2 (s) + HCl (aq) → MnCl2 (aq) + Cl2 (g) + H2O (l) (belum setara)
Sebanyak 8,7 gram MnO2 direaksikan dengan 7,3 gram HCl. Volume gas Cl2 yang dihasilkan jika diukur pada STP adalah... (Ar H = 1, O = 16, Cl = 35,5, dan Mn = 55)
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: B
Langkah 1. Setarakan reaksi. Mn berubah dari biloks +4 (MnO2) menjadi +2 (MnCl2), menerima 2 elektron. Cl− berubah menjadi Cl2 (biloks 0), setiap 2 ion Cl− melepas 2 elektron. Selain itu dibutuhkan 2 ion Cl− tambahan sebagai pasangan Mn2+ dalam MnCl2. Total dibutuhkan 4 HCl:
\[ \text{MnO}_2 + 4\text{HCl} \rightarrow \text{MnCl}_2 + \text{Cl}_2 + 2\text{H}_2\text{O} \]Langkah 2. Hitung mol pereaksi:
\[ M_r\ \text{MnO}_2 = 55 + 2(16) = 87 \quad\Rightarrow\quad n_{\text{MnO}_2} = \frac{8{,}7}{87} = 0{,}1\ \text{mol} \] \[ M_r\ \text{HCl} = 1 + 35{,}5 = 36{,}5 \quad\Rightarrow\quad n_{\text{HCl}} = \frac{7{,}3}{36{,}5} = 0{,}2\ \text{mol} \]Langkah 3. Tentukan pereaksi pembatas. Perbandingan koefisien MnO2 : HCl = 1 : 4. Untuk menghabiskan 0,1 mol MnO2 dibutuhkan \(0{,}1 \times 4 = 0{,}4\) mol HCl, sedangkan yang tersedia hanya 0,2 mol → HCl adalah pereaksi pembatas.
Langkah 4. Hitung mol dan volume Cl2:
\[ n_{\text{Cl}_2} = \frac{1}{4} \times n_{\text{HCl}} = \frac{1}{4} \times 0{,}2 = 0{,}05\ \text{mol} \] \[ V_{\text{Cl}_2} = 0{,}05\ \text{mol} \times 22{,}4\ \text{L/mol} = 1{,}12\ \text{L} \]Catatan: Dengan data pada soal (8,7 g MnO2 dan 7,3 g HCl), hasil perhitungan yang konsisten secara stoikiometri adalah 1,12 L, yang tidak tercantum di antara opsi jawaban. Kemungkinan besar terjadi kesalahan penulisan pada massa HCl. Jika massa HCl yang dimaksud adalah 3,65 gram (bukan 7,3 gram), maka \(n_{\text{HCl}} = 0{,}1\) mol, HCl tetap menjadi pereaksi pembatas, dan:
\[ n_{\text{Cl}_2} = \frac{0{,}1}{4} = 0{,}025\ \text{mol} \quad\Rightarrow\quad V_{\text{Cl}_2} = 0{,}025 \times 22{,}4 = 0{,}56\ \text{L} \]yang cocok dengan kunci jawaban B. Disarankan mengecek ulang massa HCl pada soal aslinya.
Soal #10
Untuk melaksanakan penilaian kinerja peserta didik sesuai dengan indikator berikut:
"Menulis dan menyajikan karya tentang sampah plastik dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari", guru perlu menyiapkan hal-hal berikut.....
(1) Tes tertulis pengetahuan tentang sampah plastik dan dampaknya
(2) Tugas mengeksplorasi dan membuat makalah tentang sampah plastik dan dampaknya
(3) Skala sikap terhadap pembelajaran berbasis proyek topik plastik dan dampaknya
(4) Rubrik penilaian makalah dan presentasi peserta didik tentang sampah plastik dan dampaknya
Jawaban yang benar adalah....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: C
Indikator "menulis dan menyajikan karya" menuntut penilaian kinerja/produk (performance/product assessment), bukan sekadar penilaian pengetahuan atau sikap. Penilaian kinerja seperti ini membutuhkan dua komponen pokok:
- Tugas yang memberi kesempatan peserta didik menghasilkan karya nyata, yaitu (2) tugas mengeksplorasi dan membuat makalah.
- Instrumen penilaian yang mampu menilai kualitas karya dan cara penyajiannya secara objektif, yaitu (4) rubrik penilaian makalah dan presentasi.
Sementara itu:
- (1) tes tertulis hanya mengukur pengetahuan konseptual, bukan kemampuan menulis/menyajikan karya, sehingga tidak relevan sebagai instrumen penilaian kinerja pada indikator ini.
- (3) skala sikap mengukur ranah afektif (sikap terhadap pembelajaran), bukan kemampuan menulis dan menyajikan karya itu sendiri.
Jadi, komponen yang benar-benar diperlukan untuk menilai indikator tersebut hanyalah (2) dan (4), sesuai opsi C.
Soal #11
Amonia dihasilkan dari pemanasan NH4Cl dan Ca(OH)2 sesuai persamaan reaksi berikut:
NH4Cl (s) + Ca(OH)2 (s) → NH3 (g) + CaCl2 (s) + H2O (l) (belum setara)
Jika campuran 5,35 gram NH4Cl dan 5,35 gram Ca(OH)2 dipanaskan hingga bereaksi sempurna, volume gas NH3 yang dihasilkan diukur pada STP adalah... (Ar H = 1, N = 14, O = 16, dan Cl = 35,5)
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: A
Langkah 1. Setarakan reaksi:
\[ 2\text{NH}_4\text{Cl}(s) + \text{Ca(OH)}_2(s) \rightarrow 2\text{NH}_3(g) + \text{CaCl}_2(s) + 2\text{H}_2\text{O}(l) \]Langkah 2. Hitung mol NH4Cl (perhatikan bahwa Ar Ca sengaja tidak diberikan pada soal, ini menandakan Ca(OH)2 dibuat berlebih, sehingga NH4Cl adalah pereaksi pembatas):
\[ M_r\ \text{NH}_4\text{Cl} = 14 + 4(1) + 35{,}5 = 53{,}5 \quad\Rightarrow\quad n_{\text{NH}_4\text{Cl}} = \frac{5{,}35}{53{,}5} = 0{,}1\ \text{mol} \]Langkah 3. Hitung mol NH3. Perbandingan koefisien NH4Cl : NH3 = 2 : 2 = 1 : 1, sehingga:
\[ n_{\text{NH}_3} = n_{\text{NH}_4\text{Cl}} = 0{,}1\ \text{mol} \]Langkah 4. Hitung volume pada STP:
\[ V_{\text{NH}_3} = 0{,}1\ \text{mol} \times 22{,}4\ \text{L/mol} = 2{,}24\ \text{L} \]Jadi, volume gas NH3 yang dihasilkan adalah 2,24 L (opsi A).
Soal #12
Sebanyak 50 mL larutan HNO3 4 mol/L diencerkan dengan aquades hingga volume larutan menjadi 100,0 mL. Sebanyak 10,0 mL dari larutan hasil pengenceran kemudian diencerkan kembali dengan air sampai volumenya 50,0 mL. Konsentrasi larutan HNO3 akhir adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: E
Gunakan rumus pengenceran \(M_1V_1 = M_2V_2\) dua kali berturut-turut.
Pengenceran pertama (50 mL HNO3 4 mol/L menjadi 100 mL):
\[ M_2 = \frac{M_1 V_1}{V_2} = \frac{4\ \text{mol/L} \times 50\ \text{mL}}{100\ \text{mL}} = 2{,}0\ \text{mol/L} \]Pengenceran kedua (10 mL larutan 2,0 mol/L menjadi 50 mL):
\[ M_3 = \frac{M_2 V_2}{V_3} = \frac{2{,}0\ \text{mol/L} \times 10\ \text{mL}}{50\ \text{mL}} = 0{,}4\ \text{mol/L} \]Jadi, konsentrasi akhir larutan HNO3 adalah 0,4 mol/L (opsi E).
Soal #13
Media yang sesuai untuk membantu peserta didik memahami efek temperatur terhadap kesetimbangan kimia adalah.....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: E
Efek temperatur terhadap kesetimbangan paling mudah dipahami peserta didik jika mereka dapat melihat langsung pergeseran kesetimbangan secara visual dan dinamis. Demonstrasi klasik untuk topik ini adalah kesetimbangan gas NO2 (cokelat) ⇌ N2O4 (tak berwarna):
\[ 2\text{NO}_2(g)\ \text{(cokelat)} \rightleftharpoons \text{N}_2\text{O}_4(g)\ \text{(tak berwarna)} \qquad \Delta H < 0 \]Saat tabung berisi campuran gas ini direndam dalam air es, warna cokelat memudar (kesetimbangan bergeser ke arah N2O4, sesuai asas Le Chatelier untuk reaksi eksoterm). Sebaliknya, dalam air hangat, warna cokelat menjadi lebih pekat (kesetimbangan bergeser ke arah NO2). Video yang menampilkan perbandingan visual ini secara langsung (opsi E) memberikan bukti empiris yang konkret dan dinamis tentang efek temperatur terhadap posisi kesetimbangan.
Opsi lain kurang tepat: A (peta konsep) dan B (grafik statis) hanya menyajikan hubungan konseptual/kuantitatif tanpa memperlihatkan prosesnya secara langsung; C menekankan aplikasi industri, bukan penjelasan konsep dasarnya; D menunjukkan perubahan fisik akibat pemanasan CuSO4 terhidrat, namun ini adalah reaksi dekomposisi/dehidrasi yang kurang representatif sebagai kesetimbangan reversibel yang jelas. Oleh karena itu, jawaban paling tepat adalah E.
Soal #14
Pada suhu tinggi, gas nitrogen dioksida terdekomposisi menjadi gas nitrogen(II) oksida dan gas oksigen.
2NO2(g) → 2NO(g) + O2(g)
Apabila reaksi tersebut berorde 2 dan konstanta laju reaksinya 10-2 M-1 detik-1, maka waktu yang diperlukan agar konsentrasi NO2 berkurang menjadi separuhnya adalah....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: B
Catatan: Soal ini tampaknya tidak mencantumkan konsentrasi awal NO2, padahal untuk reaksi orde 2, waktu paruh bergantung pada konsentrasi awal (berbeda dari orde 1 yang waktu paruhnya konstan). Pembahasan berikut mengasumsikan \([\text{NO}_2]_0 = 4\ \text{M}\), nilai yang secara matematis konsisten dengan kunci jawaban B, kemungkinan data ini hilang saat soal disalin, mohon dicek ulang sumber aslinya.
Untuk reaksi orde 2 terhadap NO2, laju reaksi:
\[ -\frac{d[\text{NO}_2]}{dt} = k[\text{NO}_2]^2 \]Bentuk integrasinya:
\[ \frac{1}{[\text{NO}_2]_t} - \frac{1}{[\text{NO}_2]_0} = kt \]Pada waktu paruh, \([\text{NO}_2]_t = \tfrac{1}{2}[\text{NO}_2]_0\), sehingga:
\[ t_{1/2} = \frac{1}{k\,[\text{NO}_2]_0} \]Dengan \(k = 10^{-2}\ \text{M}^{-1}\text{s}^{-1}\) dan asumsi \([\text{NO}_2]_0 = 4\ \text{M}\):
\[ t_{1/2} = \frac{1}{10^{-2} \times 4} = \frac{1}{0{,}04} = 25\ \text{detik} \]Hasil ini cocok dengan kunci jawaban B.
Soal #15
Campuran di bawah ini yang dapat mempertahankan pH dari pengaruh pengenceran ataupun penambahan sedikit asam atau basa adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: A
Larutan yang dapat mempertahankan pH (tahan terhadap pengenceran maupun penambahan sedikit asam/basa) adalah larutan penyangga (buffer), yang terbentuk dari pasangan asam/basa lemah dengan basa/asam konjugasinya.
Opsi A. amonia (NH3, basa lemah) dengan amonium nitrat (NH4NO3, sumber ion NH4+ sebagai asam konjugasi) membentuk pasangan basa lemah – asam konjugasi, yaitu buffer basa yang valid.
Opsi lain tidak membentuk pasangan konjugasi yang sesuai:
- B. natrium sulfat (Na2SO4) tidak mengandung ion asetat, sehingga bukan pasangan konjugasi asam asetat.
- C. aluminium hidroksida (Al(OH)3) adalah basa/hidroksida amfoter yang sukar larut, bukan basa konjugasi dari NH4+.
- D. asam sulfat adalah asam kuat (pada ionisasi pertama), sehingga campuran ini tidak membentuk sistem penyangga asam lemah – basa konjugasi.
- E. etil asetat adalah ester, bukan basa konjugasi (ion asetat) dari asam asetat.
Jadi, campuran yang dapat berfungsi sebagai larutan penyangga adalah amonia dengan amonium nitrat (opsi A).
Soal #16
Monomer berikut yang merupakan penyusun karet sintetis adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: D
Perhatikan identitas tiap monomer:
- A. CH2=CHCl (vinil klorida): monomer untuk PVC (plastik), bukan karet.
- B. asam adipat dan heksametilendiamina: monomer untuk nilon-66 (poliamida/serat sintetis), bukan karet.
- C. CF2=CF2 (tetrafluoroetilena, monomer Teflon/PTFE) dan CH2=CHCl (PVC): keduanya monomer plastik, bukan karet.
- D. CH2=C(Cl)–CH=CH2 adalah kloroprena, monomer pembentuk neoprena (polikloroprena), salah satu karet sintetis paling umum.
- E. CH2=C(CH3)–CH=CH2 adalah isoprena, monomer penyusun karet alam (poliisoprena alami), bukan karet sintetis.
Jadi, monomer penyusun karet sintetis adalah kloroprena, sesuai opsi D.
Soal #17
Reaksi antara A(g) dan B(g) menjadi C(g) dipelajari kinetikanya berdasarkan eksperimen tertentu sehingga diperoleh persamaan laju reaksi v = k[A]2[B].
Faktor berikut ini yang dapat mempengaruhi nilai k dalam persamaan laju tersebut adalah ...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: B
Penting untuk membedakan antara faktor yang memengaruhi laju reaksi (v) dan faktor yang memengaruhi konstanta laju (k) itu sendiri.
Nilai \(k\) merupakan tetapan yang hanya bergantung pada suhu (dan keberadaan katalis), sesuai persamaan Arrhenius:
\[ k = A\,e^{-E_a/RT} \]Perubahan konsentrasi zat pereaksi (A, B) atau produk (C) hanya memengaruhi nilai v (laju reaksi), bukan nilai k, karena k didefinisikan sebagai konstanta yang independen terhadap konsentrasi. Begitu pula waktu reaksi tidak memengaruhi k.
Oleh karena itu, dari kelima opsi, hanya perubahan temperatur (opsi B) yang benar-benar dapat mengubah nilai k, sesuai persamaan Arrhenius di atas.
Soal #18
Ke dalam larutan yang mengandung campuran garam-garam NiCl2, CdCl2, dan CoCl2 masing-masing dengan konsentrasi 0,007 M ditambahkan NaOH padat hingga pH larutan menjadi 8. Apabila diketahui
Ksp Ni(OH)2 = 5,5 × 10-16
Ksp Cd(OH)2 = 7 × 10-15
Ksp Co(OH)2 = 6 × 10-16
Maka hidroksida yang mengendap ialah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: C
Langkah 1. Hitung [OH−] dari pH:
\[ \text{pOH} = 14 - \text{pH} = 14 - 8 = 6 \quad\Rightarrow\quad [\text{OH}^-] = 10^{-6}\ \text{M} \]Langkah 2. Hitung Qsp untuk tiap ion logam (konsentrasi masing-masing 0,007 M):
\[ Q_{sp} = [\text{M}^{2+}][\text{OH}^-]^2 = (7\times10^{-3})(10^{-6})^2 = 7\times10^{-15} \]Nilai Qsp ini sama untuk ketiga logam karena konsentrasinya sama. Bandingkan dengan Ksp masing-masing:
- Ni(OH)2: Qsp \((7\times10^{-15}) >\) Ksp \((5{,}5\times10^{-16})\) → mengendap
- Cd(OH)2: Qsp \((7\times10^{-15}) =\) Ksp \((7\times10^{-15})\) → tepat jenuh (baru akan mulai mengendap, belum melewati Ksp)
- Co(OH)2: Qsp \((7\times10^{-15}) >\) Ksp \((6\times10^{-16})\) → mengendap
Catatan: Berdasarkan perhitungan Qsp vs Ksp di atas, yang seharusnya mengendap adalah Ni(OH)2 dan Co(OH)2 (keduanya memiliki Qsp jauh melebihi Ksp), sedangkan Cd(OH)2 justru tepat berada pada titik jenuh. Kombinasi "Ni(OH)2 dan Co(OH)2" ini tidak tersedia sebagai salah satu opsi jawaban (opsi yang ada hanya "Ni dan Cd" atau "Cd dan Co"), sehingga sepertinya ada kekeliruan pada penyusunan soal atau kunci jawaban aslinya (kemungkinan nilai Ksp atau label logam tertukar). Mohon dicek ulang sumber soal ini.
Soal #19
Apabila X adalah 2-butena dan Y adalah 2-butanol, maka hubungan yang benar antara X dan Y adalah kedua senyawa tersebut...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: D
Perlu dicermati bahwa 2-butena (C4H8) dan 2-butanol (C4H10O) memiliki rumus molekul yang berbeda, sehingga keduanya bukan isomer satu sama lain (baik isomer geometri, optik, enantiomer, maupun diastereomer, semua istilah tersebut hanya berlaku antara senyawa dengan rumus molekul sama).
Namun, jika ditinjau masing-masing senyawa secara individual, keduanya sama-sama memiliki bentuk isomer ruang (stereoisomer), meski jenisnya berbeda:
- 2-butena (CH3–CH=CH–CH3) memiliki ikatan rangkap dengan 2 gugus berbeda pada tiap atom C rangkap → menunjukkan isomer geometri (cis–trans).
- 2-butanol (CH3–CH(OH)–CH2–CH3) memiliki atom C kiral pada C nomor 2 (mengikat 4 gugus berbeda: OH, CH3, C2H5, H) → menunjukkan isomer optik (enantiomer).
Karena isomer geometri dan isomer optik sama-sama termasuk kategori besar isomer ruang (stereoisomer), pernyataan yang paling tepat, mencakup fenomena pada kedua senyawa tanpa spesifik hanya pada satu jenis saja, adalah opsi D ("memiliki isomer ruang"), bukan opsi A (hanya berlaku untuk X) atau opsi C (hanya berlaku untuk Y).
Soal #20
Sebanyak 7,4 gram Ca(OH)2 (Ar Ca = 40, O = 16, H = 1) dilarutkan dalam 200 gram air. Massa glukosa (C6H12O6) (Ar C = 12) yang harus dilarutkan ke dalam 200 gram air agar titik didihnya sama dengan larutan Ca(OH)2 tersebut adalah....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: E
Langkah 1. Hitung mol dan molalitas Ca(OH)2:
\[ M_r\ \text{Ca(OH)}_2 = 40 + 2(16+1) = 74 \quad\Rightarrow\quad n = \frac{7{,}4}{74} = 0{,}1\ \text{mol} \] \[ m_{\text{Ca(OH)}_2} = \frac{0{,}1\ \text{mol}}{0{,}2\ \text{kg}} = 0{,}5\ \text{mol/kg} \]Langkah 2. Hitung kenaikan titik didih efektif. Ca(OH)2 adalah elektrolit kuat yang terdisosiasi sempurna:
\[ \text{Ca(OH)}_2 \rightarrow \text{Ca}^{2+} + 2\text{OH}^- \qquad (i = 3) \] \[ \Delta T_b \propto i \times m = 3 \times 0{,}5 = 1{,}5 \]Langkah 3. Samakan dengan larutan glukosa (non-elektrolit, \(i=1\)). Agar \(\Delta T_b\) sama, molalitas efektifnya harus sama:
\[ i_{glukosa} \times m_{glukosa} = 1{,}5 \quad\Rightarrow\quad m_{glukosa} = 1{,}5\ \text{mol/kg} \]Langkah 4. Hitung mol dan massa glukosa dalam 200 gram air:
\[ n_{glukosa} = 1{,}5\ \text{mol/kg} \times 0{,}2\ \text{kg} = 0{,}3\ \text{mol} \] \[ M_r\ \text{C}_6\text{H}_{12}\text{O}_6 = 6(12) + 12(1) + 6(16) = 180 \] \[ \text{massa glukosa} = 0{,}3\ \text{mol} \times 180\ \text{g/mol} = 54\ \text{gram} \]Jadi, massa glukosa yang diperlukan adalah 54 gram (opsi E).
Soal #21
Salah satu asam amino non esensial adalah glisin. Karakteristik glisin berikut ini yang benar adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: E
Glisin (H2N–CH2–COOH) adalah asam amino paling sederhana, dengan gugus R berupa atom H.
Sifat amfoter: seperti asam amino lainnya, glisin memiliki gugus –COOH (dapat melepas H+, bersifat asam) dan gugus –NH2 (dapat menerima H+, bersifat basa) sekaligus, sehingga dapat bereaksi baik dengan asam maupun basa, bersifat amfoter. Dalam larutan, glisin cenderung berada sebagai ion zwitter (+H3N–CH2–COO−).
Sifat optis: keaktifan optis membutuhkan atom C kiral, yaitu atom C yang mengikat 4 gugus berbeda. Pada glisin, atom C-α mengikat: –NH2, –COOH, dan dua atom H (karena gugus R-nya adalah H). Karena ada dua substituen yang sama (dua atom H), atom C ini bukan atom kiral, sehingga glisin tidak optis aktif, berbeda dari hampir semua asam amino lain yang memiliki gugus R selain H.
Jadi, karakteristik glisin yang tepat adalah bersifat amfoter, tetapi tidak optis aktif (opsi E).
Soal #22
Dua gram potongan logam aluminium (Ar = 27) dimasukkan ke dalam larutan H2SO4 sehingga habis bereaksi, memerlukan waktu 5 menit dan terbentuk 30 mL gas hidrogen (RTP). Apabila logam aluminium tersebut berwujud serbuk, maka pernyataan berikut yang benar adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: A
Mengubah aluminium dari bentuk potongan (bongkahan) menjadi serbuk memperbesar luas permukaan bidang sentuh logam dengan larutan H2SO4. Berdasarkan teori tumbukan, luas permukaan yang lebih besar meningkatkan frekuensi tumbukan efektif antar partikel pereaksi, sehingga laju reaksi meningkat dan reaksi selesai dalam waktu yang lebih singkat (kurang dari 5 menit).
Namun, karena massa aluminium yang bereaksi tetap sama (2 gram) dan reaksi tetap berlangsung hingga habis bereaksi sempurna pada kedua kasus, jumlah mol H2SO4 yang bereaksi dan jumlah mol gas H2 yang terbentuk juga akan sama, sesuai perbandingan stoikiometri reaksi:
\[ 2\text{Al}(s) + 3\text{H}_2\text{SO}_4(aq) \rightarrow \text{Al}_2(\text{SO}_4)_3(aq) + 3\text{H}_2(g) \]Luas permukaan hanya memengaruhi laju reaksi, bukan jumlah hasil akhir reaksi (yang ditentukan oleh stoikiometri dan jumlah mol pereaksi). Oleh karena itu, volume gas H2 yang dihasilkan tetap 30 mL, sedangkan waktu reaksinya menjadi kurang dari 5 menit. Jawaban yang tepat adalah A.
Soal #23
Seorang guru sedang mengajarkan prosedur kerja untuk mendeteksi adanya karbon dan hidrogen dalam senyawa organik. Pengujian kurang berhasil apabila dilakukan tanpa prosedur yang tepat. Untuk itu guru tersebut perlu mengarahkan agar peserta didik melakukan pengujian dengan cara mencampurkan senyawa organik dengan...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: B
Uji identifikasi unsur C dan H dalam senyawa organik dilakukan dengan cara mengoksidasi senyawa tersebut menggunakan CuO (tembaga(II) oksida) sebagai oksidator saat dipanaskan. Reaksi oksidasi ini akan mengubah unsur C dalam senyawa menjadi gas CO2 dan unsur H menjadi uap air (H2O).
Gas hasil reaksi kemudian dialirkan secara berurutan melalui dua tahap pengujian:
- Kupri sulfat anhidrat (CuSO4 anhidrat, berwarna putih): akan berubah warna menjadi biru jika terkena uap air, membuktikan adanya unsur H (dalam bentuk H2O).
- Air kapur (larutan Ca(OH)2): akan menjadi keruh (terbentuk endapan CaCO3) jika terkena gas CO2, membuktikan adanya unsur C.
Opsi A dan D salah karena menggunakan MnO2 (bukan oksidator yang tepat untuk uji ini) dan/atau mengalirkan gas ke larutan FeCl3 yang tidak relevan. Opsi C salah karena menggunakan CuCO3 sebagai media, bukan CuSO4 anhidrat. Opsi E salah karena gas dialirkan ke air murni (H2O), bukan air kapur, sehingga tidak dapat mendeteksi CO2. Prosedur yang benar adalah opsi B.
Soal #24
Bahan kimia berikut ini yang semuanya perlu disimpan dalam botol berwarna gelap dan bertutup rapat adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: B
Bahan kimia yang perlu disimpan dalam botol gelap (melindungi dari cahaya) dan bertutup rapat (mencegah penguapan/reaksi dengan udara) umumnya adalah bahan yang bersifat fotosensitif (mudah terurai oleh cahaya) sekaligus volatil/reaktif terhadap udara atau kelembapan.
- Asam nitrat (HNO3): bersifat fotosensitif (terurai perlahan oleh cahaya menjadi NO2 yang membuat larutan menguning) dan volatil, sehingga memang wajib disimpan dalam botol gelap dan rapat.
- Yodium (I2): bersifat sangat volatil (mudah menyublim) sehingga wajib disimpan dalam wadah tertutup rapat, dan dalam praktik laboratorium umumnya juga disimpan dalam botol gelap.
- Kalium kromat dan natrium kromat: merupakan garam oksidator yang relatif stabil terhadap cahaya maupun udara, umumnya tidak memerlukan penyimpanan khusus dalam botol gelap.
- Natrium klorida dan natrium sulfat: sangat stabil, tidak memerlukan penyimpanan khusus.
Catatan: Berdasarkan sifat-sifat di atas, pasangan yang paling konsisten memenuhi kedua kriteria (gelap dan rapat) sebenarnya adalah opsi D (Yodium dan Asam Nitrat), karena keduanya sama-sama fotosensitif/volatil. Kalium kromat pada opsi B umumnya tidak memerlukan botol gelap. Klasifikasi ini bisa saja mengikuti pedoman/sumber tertentu yang berbeda, jadi mohon disesuaikan dengan referensi SOP laboratorium yang dipakai.
Soal #25
Diketahui
Ksp CaSO4 = 1,5 × 10-4
Ksp Pb(IO3)2 = 3,7 × 10-13
Ksp MgF2 = 5,2 × 10-12
Ksp Hg2F2 = 3,1 × 10-6
Ksp Mg(OH)2 = 5,6 × 10-12
Campuran 100 mL larutan-larutan berikut ini dengan konsentrasi masing-masing 0,01 M yang tidak menghasilkan endapan adalah....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: D
Saat 100 mL + 100 mL larutan 0,01 M dicampur, setiap konsentrasi ion langsung terencerkan menjadi setengahnya:
\[ [\text{ion}] = \frac{0{,}01\ \text{M} \times 100\ \text{mL}}{200\ \text{mL}} = 0{,}005\ \text{M} \]Hitung Qsp untuk tiap opsi dan bandingkan dengan Ksp:
A. MgCl2 + KOH → Mg(OH)2:
\[ Q_{sp} = [\text{Mg}^{2+}][\text{OH}^-]^2 = (0{,}005)(0{,}005)^2 = 1{,}25\times10^{-7} \]\(Q_{sp} (1{,}25\times10^{-7}) >\) Ksp Mg(OH)2 \((5{,}6\times10^{-12})\) → mengendap.
B. Pb(NO3)2 + KIO3 → Pb(IO3)2:
\[ Q_{sp} = [\text{Pb}^{2+}][\text{IO}_3^-]^2 = (0{,}005)(0{,}005)^2 = 1{,}25\times10^{-7} \]\(Q_{sp} (1{,}25\times10^{-7}) >\) Ksp Pb(IO3)2 \((3{,}7\times10^{-13})\) → mengendap.
C. CaCl2 + H2SO4 → CaSO4:
\[ Q_{sp} = [\text{Ca}^{2+}][\text{SO}_4^{2-}] = (0{,}005)(0{,}005) = 2{,}5\times10^{-5} \]\(Q_{sp} (2{,}5\times10^{-5}) <\) Ksp CaSO4 \((1{,}5\times10^{-4})\) → tidak mengendap (larutan masih belum jenuh).
D. Hg(NO3)2 + NiF2:
Perlu diperhatikan bahwa Ksp yang diberikan adalah untuk Hg2F2, yang mengandung ion Hg22+ (merkuro, dimer). Sementara itu, Hg(NO3)2 adalah garam merkuri(II) nitrat yang menyediakan ion Hg2+ (merkuri biasa, monomer), spesies ion yang berbeda dari Hg22+. Karena itu, data Ksp Hg2F2 yang diberikan sebenarnya tidak berlaku untuk mengevaluasi pasangan ini secara langsung.
E. MgCl2 + NaF → MgF2:
\[ Q_{sp} = [\text{Mg}^{2+}][\text{F}^-]^2 = (0{,}005)(0{,}005)^2 = 1{,}25\times10^{-7} \]\(Q_{sp} (1{,}25\times10^{-7}) >\) Ksp MgF2 \((5{,}2\times10^{-12})\) → mengendap.
Catatan: Berdasarkan perhitungan Qsp vs Ksp secara langsung, opsi yang murni tidak menghasilkan endapan adalah opsi C (CaCl2 + H2SO4), bukan opsi D. Opsi D memang tidak menghasilkan endapan Hg2F2 (karena ion Hg2+ dari Hg(NO3)2 tidak sesuai dengan Ksp Hg2F2 yang diberikan), tetapi alasannya adalah ketidaksesuaian spesies ion, bukan karena Qsp < Ksp seperti opsi C.
Soal #26
Materi-materi pelajaran yang menjadi bahan kajian dalam proses pembelajaran dalam ruang lingkup kompetensi dasar: "Mengolah data untuk menentukan nilai tetapan kesetimbangan suatu reaksi" adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: A
Kompetensi dasar ini secara spesifik menuntut kemampuan "mengolah data" untuk menghasilkan nilai tetapan kesetimbangan (K), artinya materi yang relevan adalah materi yang berkaitan langsung dengan bagaimana K dihitung dari data eksperimen, bukan materi tentang karakteristik atau penerapan kesetimbangan secara umum.
Materi inti yang dibutuhkan untuk mengolah data menjadi nilai K adalah:
- Hukum kesetimbangan (hukum aksi massa), dasar rumus perhitungan K dari konsentrasi zat-zat dalam reaksi.
- Konsentrasi kesetimbangan, data mentah (input) yang perlu diolah peserta didik.
- Tetapan kesetimbangan, hasil akhir (output) yang ingin ditentukan.
Ketiga materi ini (opsi A) membentuk rangkaian lengkap dari data mentah hingga hasil perhitungan K. Sebaliknya, materi seperti pergeseran kesetimbangan, asas Le Chatelier, reaksi dapat balik, faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan, atau penerapan industri (muncul di opsi B, C, D, E) lebih berkaitan dengan karakteristik dan perilaku kesetimbangan, bukan dengan prosedur menghitung nilai K itu sendiri. Jadi jawaban yang paling tepat adalah A.
Soal #27
Campuran di bawah ini yang tidak dapat mempertahankan pH dari pengaruh pengenceran ataupun penambahan sedikit asam atau basa adalah....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: C
Larutan penyangga (buffer) yang efektif harus terdiri dari pasangan asam lemah – basa konjugasinya (atau basa lemah – asam konjugasinya). Jika asamnya adalah asam kuat, pasangan tersebut tidak akan bersifat penyangga.
- A. H3PO4 (asam lemah, ionisasi pertama) dan H2PO4− (basa konjugasinya) → buffer valid.
- B. H2S (asam lemah) dan HS− (basa konjugasinya) → buffer valid.
- C. HMnO4 (asam permanganat) merupakan asam kuat (terionisasi sempurna, sebanding dengan HClO4), bukan asam lemah. Karena itu, campuran HMnO4 dan KMnO4 tidak dapat berfungsi sebagai larutan penyangga, penambahan sedikit asam/basa atau pengenceran akan langsung mengubah pH secara signifikan.
- D. CH3COOH (asam lemah) dan CH3COOK (garamnya, sumber basa konjugasi CH3COO−) → buffer valid (buffer asetat klasik).
- E. asam 2-kloropropanoat (asam lemah) dan garam natriumnya (basa konjugasi) → buffer valid.
Jadi, campuran yang tidak dapat mempertahankan pH adalah opsi C.
Soal #28
Untuk melaksanakan penilaian kinerja peserta didik sesuai dengan indikator berikut:
"Menulis dan menyajikan karya tentang aplikasi senyawa organik dalam kehidupan sehari-hari" guru perlu menyiapkan hal-hal berikut
(1) Tugas mengeksplorasi dan membuat makalah tentang penggunaan senyawa organik
(2) Tes tertulis pengetahuan tentang penggunaan senyawa organik
(3) Rubrik penilaian makalah dan presentasi siswa tentang penggunaan senyawa organik
(4) Skala sikap terhadap pembelajaran berbasis proyek dalam penggunaan senyawa organik
Jawaban yang benar adalah....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: E
Sama seperti kasus penilaian kinerja pada topik "sampah plastik" sebelumnya, indikator "menulis dan menyajikan karya" menuntut penilaian kinerja/produk, yang membutuhkan dua komponen pokok:
- (1) tugas yang memberi kesempatan peserta didik menghasilkan karya nyata (membuat makalah).
- (3) rubrik penilaian yang mampu menilai kualitas karya dan presentasinya secara objektif.
Sementara itu, (2) tes tertulis hanya mengukur pengetahuan konseptual (ranah kognitif), dan (4) skala sikap mengukur ranah afektif, keduanya tidak secara langsung menilai kemampuan menulis dan menyajikan karya yang diminta indikator ini.
Jadi, komponen yang diperlukan hanyalah (1) dan (3), sesuai opsi E.
Soal #29
Seorang guru kimia mengawali proses pembelajaran tentang struktur atom dengan mengajak peserta didik mencermati tayangan video yang memaparkan perihal atom sebagai partikel terkecil suatu unsur, partikel sub-atom yang membentuk atom, struktur atom, dan kulit-kulit elektron. Selanjutnya guru meminta peserta didik menjelaskan pengertian atom, apa partikel-partikel dasar penyusun atom, bagaimana susunan partikel dasar dalam atom, serta bagaimana elektron bergerak dalam atom. Pada akhir pelajaran guru menegaskan kesimpulan tentang pengertian-pengertian penting tentang atom. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: B
Ciri-ciri kunci dari skenario pembelajaran ini:
- Guru menyajikan definisi dan karakteristik konsep (atom, partikel sub-atom, struktur, kulit elektron) secara langsung melalui video, bukan mengajak peserta didik menemukan sendiri lewat eksperimen atau observasi lingkungan.
- Pertanyaan yang diajukan berfokus pada pemahaman definisi dan atribut konsep ("apa pengertian atom", "apa partikel penyusunnya"), ciri khas pembelajaran berbasis konsep.
- Pembelajaran diakhiri dengan penegasan/generalisasi pengertian, langkah khas pendekatan konsep, yaitu memahami atribut-atribut esensial suatu konsep hingga peserta didik mampu mendefinisikan dan mengklasifikasikannya.
Ini berbeda dari pendekatan inkuiri (yang menuntut peserta didik merumuskan pertanyaan/hipotesis dan menyelidiki sendiri), keterampilan proses (menekankan praktik keterampilan ilmiah seperti mengamati, mengukur, bereksperimen), kontekstual (mengaitkan dengan pengalaman nyata sehari-hari), maupun lingkungan (memanfaatkan objek/fenomena lingkungan sekitar sebagai sumber belajar). Jadi, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan konsep (opsi B).
Soal #30
Generator uap air memerlukan air dengan impuritis minimal untuk menghasilkan uap air maksimal. Pada mesin berpenggerak uap, diperlukan jumlah uap yang sangat besar untuk menggerakkan turbin dan hal tersebut bisa dicapai jika kemurnian air tinggi. Dalam hal ini, kandungan impuritis dalam air sangat berkaitan dengan....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: D
Fokus permasalahan pada soal ini adalah kemampuan air menghasilkan uap secara maksimal. Sifat koligatif yang secara langsung mengatur seberapa mudah suatu cairan menguap (pada suhu operasi tertentu) adalah tekanan uap, semakin tinggi tekanan uap suatu cairan pada suhu tertentu, semakin mudah dan semakin banyak cairan tersebut menguap.
Ketika air mengandung zat pengotor (impuritis) yang tidak menguap (nonvolatile), berlaku hukum Raoult:
\[ P_{larutan} = x_{pelarut} \cdot P^0_{pelarut} \]Adanya zat terlarut menurunkan fraksi mol pelarut (\(x_{pelarut} < 1\)), sehingga tekanan uap air menjadi lebih rendah dibandingkan air murni pada suhu yang sama. Tekanan uap yang lebih rendah berarti air lebih sulit menguap dan menghasilkan jumlah uap yang lebih sedikit pada suhu operasi generator uap, inilah yang secara langsung membatasi produksi uap maksimal yang diinginkan.
Meskipun kenaikan titik didih juga merupakan konsekuensi dari adanya impuritis (dan berhubungan erat secara matematis dengan penurunan tekanan uap), sifat yang paling langsung menjelaskan berkurangnya kemampuan menghasilkan uap pada kondisi operasi adalah penurunan tekanan uap itu sendiri. Karena itu, jawaban yang paling tepat adalah D.
Soal #31
Semua senyawa berikut termasuk isomer siklobeksanon, kecuali...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: D
Sikloheksanon memiliki rumus molekul C6H10O dengan derajat ketidakjenuhan (DBE) = 2 (1 cincin + 1 ikatan rangkap C=O). Agar suatu senyawa menjadi isomer sikloheksanon, rumus molekulnya harus persis C6H10O. Mari periksa tiap opsi:
- A. 3-metil siklopentanon: siklopentanon (C5H8O, DBE=2) + substituen metil (−H, +CH3) → C6H10O (DBE=2). ✓ Isomer.
- B. 3-metil-3-pentenaldehid: pent-3-enal (C5H8O, DBE=2: 1 C=C + 1 C=O) + substituen metil → C6H10O (DBE=2). ✓ Isomer.
- C. Disiklopropil eter: dua gugus siklopropil (C3H5–) terhubung oleh O → C3H5–O–C3H5 = C6H10O (DBE=2, dari 2 cincin siklopropana). ✓ Isomer.
- D. 2-etil siklobutanon: siklobutanon (C4H6O, DBE=2) + substituen etil (−H, +C2H5) → C6H10O (DBE=2). ✓ Isomer, rumus molekulnya cocok dengan sikloheksanon.
- E. Metil sikloamil eter (metil siklopentil eter): gugus siklopentil (C5H9–, hanya 1 cincin jenuh, DBE=1) terhubung dengan metil via O → C5H9–O–CH3 = C6H12O (DBE=1). ✗ Bukan isomer, kekurangan satu derajat ketidakjenuhan (hanya punya 1 cincin, tanpa gugus karbonil atau cincin kedua) dibanding sikloheksanon yang butuh DBE=2.
Catatan: Berdasarkan analisis rumus molekul dan derajat ketidakjenuhan di atas, senyawa yang bukan isomer sikloheksanon seharusnya adalah opsi E (Metil sikloamil eter), karena rumus molekulnya C6H12O (bukan C6H10O). Opsi D (2-etil siklobutanon) justru memenuhi rumus C6H10O dan merupakan isomer yang valid. Kemungkinan ada kekeliruan pada kunci jawaban aslinya.
Soal #32
Nama IUPAC dari senyawa dengan rumus kimia [Pt(NO)5Cl]Br3 adalah......
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: C
Langkah 1. Urutan penamaan ligan (alfabetis). Kompleks ini mengandung ligan kloro (Cl−, anionik) dan nitrosil (NO, netral). Nama ligan disusun secara alfabetis tanpa memandang muatan: "kloro" (k) mendahului "nitrosil" (n), sehingga urutan penulisan yang benar adalah "...kloro ... nitrosil...", dengan awalan jumlah (mono–, penta–) yang tidak memengaruhi urutan alfabetis. Ini menggugurkan opsi B, D, dan E yang menulis "pentanitrosil" lebih dulu.
Langkah 2. Tentukan bilangan oksidasi Pt. Karena senyawa ini adalah garam dengan 3 ion Br− sebagai penyeimbang muatan, ion kompleks [Pt(NO)5Cl] harus bermuatan +3. Ligan NO (nitrosil) dianggap sebagai ligan netral (seperti CO), dan Cl− bermuatan −1:
\[ x + 5(0) + (-1) = +3 \quad\Rightarrow\quad x = +4 \]sehingga bilangan oksidasi Pt adalah +4, ditulis platina(IV) (bukan "platinat" karena ion kompleksnya bermuatan positif/kation, bukan anion, ini menggugurkan opsi B).
Langkah 3. Penamaan ion pendamping (Br−). Di sinilah opsi A dan C berbeda. Menurut konvensi IUPAC yang umum dipakai saat ini, ion pendamping sederhana (seperti Br−, Cl−) tidak diberi awalan pengali karena jumlahnya sudah otomatis ditentukan oleh kesetimbangan muatan, sama seperti CaCl2 dinamai "kalsium klorida", bukan "kalsium diklorida". Berdasarkan konvensi ini, nama yang tepat semestinya "...platina(IV) bromida" (opsi A), tanpa awalan "tri–".
Catatan: Kunci jawaban pada soal ini adalah opsi C ("...tribromida"), yang mengikuti konvensi lama/sebagian buku ajar yang tetap mencantumkan awalan pengali pada ion pendamping untuk menegaskan jumlahnya. Jika mengikuti pedoman IUPAC 2005 yang lebih baku, jawaban yang lebih tepat adalah opsi A. Silakan sesuaikan dengan konvensi penamaan yang dipakai sebagai acuan modul/soal ini.
Soal #33
Untuk mengetahui jenis karbohidrat dalam sampel makanan dilakukan serangkaian pengujian kualitatif. Hasil pengujian dengan beberapa reagen adalah sebagai berikut:
(i). Reagen Molish menunjukkan warna ungu
(ii). Larutan lugol tidak menunjukkan warna biru gelap
(iii). Reagen Barfoed menunjukkan warna merah setelah dibiarkan 3 menit
(iv). Reagen Seliwanoff menunjukkan warna merah
Karbohidrat tersebut adalah
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: C
Analisis tiap hasil uji secara berurutan:
- (i) Uji Molisch positif (ungu): menunjukkan sampel memang mengandung karbohidrat (uji umum untuk semua jenis karbohidrat). Belum menentukan jenis spesifik.
- (ii) Uji Lugol negatif (tidak biru gelap): menyingkirkan kemungkinan polisakarida bertipe pati/glikogen, karena kompleks iod-amilosa yang memberi warna biru gelap hanya terbentuk pada polisakarida dengan struktur heliks seperti pati/glikogen. Ini menyingkirkan opsi glikogen.
- (iii) Uji Barfoed positif dalam waktu singkat (3 menit): uji Barfoed membedakan monosakarida dari disakarida berdasarkan kecepatan reaksi, monosakarida bereaksi cepat (biasanya dalam ≤3 menit), sedangkan disakarida bereaksi jauh lebih lambat (perlu waktu lebih lama, umumnya baru positif setelah >10 menit karena harus terhidrolisis dulu). Hasil positif cepat ini menyingkirkan opsi maltosa (disakarida) dan juga selulosa (polisakarida, tidak akan positif Barfoed sama sekali dalam kondisi uji biasa).
- (iv) Uji Seliwanoff positif (merah): uji ini spesifik untuk ketosa (seperti fruktosa), yang bereaksi cepat membentuk warna merah/oranye di bawah pemanasan asam, sedangkan aldosa (seperti glukosa) bereaksi jauh lebih lambat/negatif. Hasil positif ini menyingkirkan opsi glukosa (aldosa) dan mengonfirmasi golongan ketosa.
Menggabungkan semua bukti: karbohidrat tersebut adalah monosakarida golongan ketosa, yaitu fruktosa (opsi C).
Soal #34
Media yang sesuai untuk membantu peserta didik memahami efek temperatur terhadap laju reaksi adalah......
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: B
Efek temperatur terhadap laju reaksi paling mendasar dijelaskan melalui teori tumbukan (collision theory): kenaikan suhu meningkatkan energi kinetik partikel, sehingga frekuensi dan energi tumbukan efektif antarpartikel pereaksi juga meningkat.
Media yang paling tepat untuk menanamkan pemahaman mekanisme ini (bukan sekadar hasil akhirnya) adalah media yang dapat memvisualisasikan pergerakan dan tumbukan partikel secara dinamis, yaitu video animasi yang menunjukkan peningkatan frekuensi tumbukan pada suhu lebih tinggi (opsi B).
Opsi A (data angka kenaikan laju) dan E (foto reaksi eksoterm) hanya menunjukkan hasil/gejala tanpa menjelaskan mekanisme mikroskopisnya. Opsi C (peta konsep) hanya memetakan hubungan antar-istilah, bukan menjelaskan proses. Opsi D menekankan aplikasi industri, bukan konsep dasar. Karena itu, jawaban paling tepat adalah B.
Soal #35
Komponen RPP mencakup hal-hal berikut, kecuali....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: C
Komponen baku Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada umumnya mencakup: identitas mata pelajaran, kompetensi inti/dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode/model pembelajaran, media dan alat, sumber pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, serta asesmen/penilaian hasil pembelajaran.
"Landasan teori pembelajaran" (misalnya kajian teori belajar konstruktivisme, behaviorisme, dsb.) bukanlah komponen operasional yang dicantumkan langsung dalam dokumen RPP, itu lebih merupakan bagian dari kajian akademik/penelitian pendidikan (misalnya dalam skripsi, tesis, atau kajian pustaka), bukan bagian dari format RPP yang digunakan guru sehari-hari di kelas.
Jadi, komponen yang bukan bagian dari RPP adalah opsi C.
Soal #36
Sebuah sel Volta dibuat dengan memasukkan potongan logam Pb ke dalam larutan 1 M timbal(II) nitrat dan potongan logam perak di dalam larutan 1 M perak nitrat. Sel kemudian dilengkapi dengan jembatan garam dan kabel penghubung. Pernyataan berikut yang benar setelah sel beroperasi adalah.....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: A
Langkah 1. Bandingkan potensial reduksi standar untuk menentukan arah reaksi spontan:
\[ E^0_{\text{Ag}^+/\text{Ag}} = +0{,}80\ \text{V} \qquad E^0_{\text{Pb}^{2+}/\text{Pb}} = -0{,}13\ \text{V} \]Karena \(E^0_{\text{Ag}^+/\text{Ag}} > E^0_{\text{Pb}^{2+}/\text{Pb}}\), Ag+ memiliki kecenderungan lebih besar untuk tereduksi, sehingga bertindak sebagai katode (reduksi), sedangkan Pb bertindak sebagai anode (oksidasi).
Langkah 2. Tuliskan reaksi setengah sel:
Anode (oksidasi): \(\text{Pb} \rightarrow \text{Pb}^{2+} + 2e^-\)
Katode (reduksi): \(2\text{Ag}^+ + 2e^- \rightarrow 2\text{Ag}\)
Langkah 3. Perubahan konsentrasi. Selama sel beroperasi, logam Pb larut menjadi Pb2+ (konsentrasi Pb2+ di anode bertambah), sementara ion Ag+ di katode direduksi menjadi logam Ag padat, sehingga konsentrasi ion Ag+ berkurang.
Pernyataan yang sesuai dengan seluruh analisis ini adalah opsi A: reaksi anode Pb → Pb2+ + 2e-, dan konsentrasi ion perak di katode berkurang.
Soal #37
Hasil penelitian tindakan kelas (PTK) terkait materi pembelajaran konsep mol berguna untuk....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: A
Karakteristik utama Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah sifatnya yang kontekstual dan situasional, hasil PTK berlaku spesifik untuk kelas, peserta didik, dan kondisi tempat penelitian dilakukan, sehingga tidak dimaksudkan untuk digeneralisasi secara luas layaknya teori ilmiah formal, maupun untuk diterapkan secara langsung/identik di tempat lain tanpa penyesuaian.
Nilai utama hasil PTK adalah sebagai model atau referensi inspiratif bagi guru lain yang menghadapi masalah pembelajaran serupa, yang kemudian dapat mengadaptasi (bukan menyalin mentah-mentah) pendekatan tersebut sesuai konteks kelas masing-masing. Ini sesuai opsi A.
Opsi B dan E keliru karena mengasumsikan hasil PTK dapat "diterapkan langsung" di kelas/sekolah lain tanpa penyesuaian, padahal sifat PTK yang situasional membuat hal ini kurang tepat. Opsi C keliru karena PTK bersifat praktis-reflektif, bukan riset untuk membangun teori pembelajaran formal. Opsi D terlalu spesifik dan bukan tujuan utama PTK.
Soal #38
Rumusan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan indikator kompetensi dasar berikut: "Menentukan ΔH reaksi berdasarkan data kalorimetri" adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: C
Rumusan tujuan pembelajaran yang baik harus selaras (sinkron) dengan kata kerja dan objek pada indikator kompetensi dasar (KD)-nya. Indikator: "Menentukan ΔH reaksi berdasarkan data kalorimetri".
Kalorimetri adalah metode eksperimen untuk mengukur kalor reaksi secara langsung. Maka rumusan tujuan yang paling tepat harus memuat kata kerja yang sama ("menentukan") dan objek yang sepadan ("data eksperimen", generalisasi yang tepat dari "data kalorimetri", karena kalorimetri memang salah satu metode eksperimen pengukuran kalor). Ini sesuai opsi C.
Opsi lain tidak selaras:
- A. menekankan "melakukan percobaan" (keterampilan proses), bukan "menentukan nilai ΔH" (kemampuan menghitung/analisis data) seperti yang diminta indikator.
- B. menggunakan hukum Hess, yaitu metode perhitungan tidak langsung (bukan berdasarkan data kalorimetri/eksperimen langsung).
- D. menggunakan data ΔH pembentukan standar, juga metode perhitungan tidak langsung, bukan data eksperimen kalorimetri.
- E. hanya menuntut kemampuan menjelaskan metode (ranah pemahaman konsep), bukan menentukan/menghitung nilai ΔH secara kuantitatif.
Jadi, tujuan pembelajaran yang paling sesuai adalah opsi C.
Soal #39
Seorang guru kimia akan menyusun RPP untuk mengajarkan topik elektrokimia. Langkah selanjutnya setelah mengetahui rumusan KD, indikator-indikator KD, tujuan pembelajaran, serta menganalisis materi reaksi elektrokimia yang tertera dalam silabus dan buku pelajaran adalah ....
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: C
Alur logis penyusunan RPP umumnya mengikuti tahapan: (1) menetapkan KD & indikator → (2) merumuskan tujuan pembelajaran → (3) menganalisis dan menstrukturkan materi (menentukan cakupan, tata urut, serta kedalaman konsep yang akan diajarkan, disesuaikan dengan tujuan dan karakteristik peserta didik) → (4) baru kemudian menentukan media, strategi/metode pembelajaran, dan instrumen asesmen yang sesuai dengan materi yang sudah terstruktur tersebut.
Karena guru pada soal ini baru saja selesai menganalisis materi dari silabus dan buku pelajaran (tahap 3 bagian awal), langkah logis berikutnya adalah menyelesaikan penataan materi tersebut , yaitu menentukan tata urut penyajian dan kedalaman tiap konsep (opsi C), sebelum beranjak ke pemilihan media (A), strategi (B), atau instrumen asesmen (E), karena semua itu baru bisa ditentukan secara tepat setelah struktur materi jelas. Opsi D (identifikasi miskonsepsi) juga bukan langkah standar berikutnya dalam alur penyusunan RPP ini.
Jadi, langkah selanjutnya yang paling tepat adalah opsi C.
Soal #40
Pada suhu 25°C, kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan NaOH dengan pH 13 adalah 4 × 10-9 M. Kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan NH3 (aq) 0,1 M (Kb = 10-5) adalah...
Kunci & Pembahasan
Kunci jawaban: B
Langkah 1. Tentukan Ksp Mg(OH)2 dari data kelarutan dalam NaOH pH 13.
pH 13 → pOH = 1 → \([\text{OH}^-] = 10^{-1} = 0{,}1\ \text{M}\) (berasal dari NaOH, jauh lebih besar daripada kontribusi OH− dari disosiasi Mg(OH)2 itu sendiri, sehingga bisa diabaikan, efek ion senama).
\[ K_{sp} = [\text{Mg}^{2+}][\text{OH}^-]^2 = (4\times10^{-9})(0{,}1)^2 = 4\times10^{-9} \times 10^{-2} = 4\times10^{-11} \]Langkah 2. Hitung [OH−] dalam larutan NH3 0,1 M. NH3 adalah basa lemah:
\[ \text{NH}_3 + \text{H}_2\text{O} \rightleftharpoons \text{NH}_4^+ + \text{OH}^- \] \[ [\text{OH}^-] = \sqrt{K_b \times C} = \sqrt{10^{-5} \times 0{,}1} = \sqrt{10^{-6}} = 10^{-3}\ \text{M} \]Langkah 3. Hitung kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan NH3 tersebut (Mg2+ tidak membentuk kompleks berarti dengan NH3, sehingga cukup gunakan efek ion senama dari OH− saja):
\[ s' = \frac{K_{sp}}{[\text{OH}^-]^2} = \frac{4\times10^{-11}}{(10^{-3})^2} = \frac{4\times10^{-11}}{10^{-6}} = 4\times10^{-5}\ \text{M} \]Catatan: Hasil perhitungan langkah demi langkah di atas memberikan kelarutan 4 × 10-5 M, yang cocok dengan opsi D, bukan opsi B (4 × 10-10 M) seperti pada kunci jawaban. Silakan periksa kembali data Kb atau konsentrasi NH3 pada sumber soal aslinya, karena dengan data yang tertulis di sini, D adalah jawaban yang konsisten secara matematis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar