Alur Prediksi Kepolaran Molekul

Kamis, 01 November 2018

Pokok bahasan ikatan kimia dan bentuk molekul di kelas 10 SMA cukup menarik. Banyak soal-soal pada bahasan ini menarik untuk disimak dengan mempelajari ikatan suatu molekul dan bentuk molekulnya. Dari rumus molekul dan bentuk molekul dapat diprediksi apakah suatu molekul itu bersifat polar (sebaran elektronnya tidak merata atau elektron cenderung terkumpul sebagai kutub negatif dan di sisi lain bermuatan positif). Bila molekul tidak bersifat polar sudah pasti akan bersifat nonpolar (sebaran elektronnya merata atau memiliki bentuk yang simetris atau momen dipol-nya saling meniadakan. Pada blog ini tersedia trik menentukan kepolaran, dan trik menentukan kepolaran dengan metode jari. Di sini akan dibahas skema/alur berpikirnya saja.

Dengan bermodal tahu membedakan atom pusat dan atom luar, tahu jumlah elektron valensi setiap atom dalam molekul, tahu cara menentukan jumlah pasangan elektron bebas pada atom pusat, tahu kecenderungan keelektronegatifan setiap atom, tahu bentuk molekul atau rumus umum VSEPR yang biasa dikenal dengan sistem AXE semuanya dapat diprediksi kepolarannya.

Berikut ini bagan alur prediksi kepolaran molekul.
  1. Periksa apakah dari rumus molekul atom luar semua sama atau tidak?
    Contoh molekul dengan atom luar semua sama misalnya CH4 (C sebagai atom pusat dan 4 atom H sebagai atom luar, semuanya H, sama-sama atom H, tidak ada atom luar yang lain).
    Bila tidak sama sudah pasti polar seperti pada CH2O, apalagi bila atom luar itu keelektronegatifannya beda. Hati-hati kalau seperti XeO2F2, jangan berpikir karena berkemungkinan bisa saling berseberangan posisi O dengan O dan F juga seolah bisa berseberangan dan seolah tarikan elektronnya saling meniadakan, seolah saja. Ini perlu melihat strukturnya apakah benar  posisinya saling meniadakan tarikan elektron berikatan dan XeO2F2 ternyata tidak, bentuk dasarnya adalah bipiramida segitiga ada 1 PEB jadi ini bersifat polar.
  2. Bila semua atom luar sama, periksa apakah memiliki PEB pada atom pusatnya?
    Bila tidak ada sudah pasti molekul tersebut nonpolar.
  3. Bila molekul itu mempunyai PEB, periksa apakah bentuknya simetris, posisi atom luar saling berseberangan, dan PEB juga saling berseberangan?
    Jika simetris sudah pasti akan bersifat non polar, dan bila tidak simetris maka molekul tersebut bersifat polar.



Notasi VSEPR Molekul dengan Bentuk Simetris dan Bersifat Nonpolar:

1. Molekul dengan atom pusat tanpa PEB:
AX2E0 = linier
AX3E0 = segitiga datar
AX4E0 = tetrahedral
AX5E0 = bipiramida segitiga
AX6E0 = oktahedral (bipiramida segiempat)
AX7E0 = bipiramida segilima

2. Molekul dengan atom pusat mempunyai PEB:
AX2E3 = linier (dari bentuk dasar bipiramida segitiga)
AX4E2 = segiempat datar (dari bentuk dasar oktahedral)
AX2E4 = linier (dari bentuk dasar oktahedral)


Bila dijumpai rumus molekul yang memiliki lebih dari 2 macam atom (seperti HSCN, HNO3) perlu sekali memahami keelektronegatifan. Atom pusat biasa dipilih dari atom yang memiliki keelektronegatifan lebih kecil. Bila dalam tabel periodik unsur bisa posisinya di sebelah kiri atau di bawah. Contoh pada HSCN, yang berperan sebagai atom pusat adalah C, karena keelektronegatifan lebih kecil dari S dan N, ingat H dan F tidak pernah menjadi atom pusat. Demikian pula HNO3, N akan berperan sebagai atom pusat. Tentang menentukan atom pusat sebaiknya membaca tulisan di sini, Atom Pusat dalam Struktur Lewis.

Demikian, CMIIW. Terima kasih.
Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2018 Urip dot Info | Disain Template Oleh Herdiansyah Hamzah Dimodivikasi Urip.Info