Trik Menentukan Jumlah Ikatan Kovalen & Ikatan Kovalen Koordinasi secara Matematis

Rabu, 08 November 2017

Berikut adalah trik, sekadar hasil utak-atik matematis dengan memanfaatkan aturan dalam pembentukan ikatan kovalen. Sekali lagi ini sekadar trik menentukan jumlah ikatan kovalen pada senyawa/molekul dan juga menentukan ada tidaknya ikatan kovalen koordinasi.

Untuk dapat memahami dengan baik tentu harus menggambar struktur Lewis setiap molekul yang diminta. Salah satu caranya dapat dilihat di sini.

Trik ini sebenarnya dapat digunakan untuk memeriksa apakah gambar struktur Lewis suatu molekul yang dibuat sudah benar atau belum.

Dasar dari aturan ini adalah kaidah oktet, dan semua atom pusat hanya boleh memiliki 8 elektron baik pasangan elektron ikatan maupun pasangan elektron bebas. Aturan dalam trik ini dapat disimak dengan tahapan berikut.

  1. Setiap atom harus mengikuti aturan oktet walaupun tidak semua atom bisa mengikuti aturan tersebut, termasuk atom H.
  2. Jumlah atom dalam molekul dikali 8, di sini disebut total elektron valensi ideal (EVI).
    Misalnya pada H2O (3 atom); EVI untuk H2O = 3 atom × 8 elektron/atom = 24 elektron
  3. Hitung total elektron valensi asli (EVA) pada molekul. Untuk atom H karena harus mengikuti aturan oktet maka H elektron valensinya dianggap 7.
    Misal pada H2O total elektron valensi asli = (7×2)+6 = 14+6 = 20
    Jika terdapat muatan minus (-) tambahkan elektron sebanyak muatan minusnya itu.
    Jika terdapat muatan plus (+) kurangkan elektron sebanyak muatan plusnya itu.
  4. Hitung selisih antara langkah ke-2 (EVI) dengan langkah ke-3 (EVA)
    Pada H2O → 24 - 20 = 4 elektron
  5. Bagi hasil pada langkah ke-4 dengan angka 2, karena setiap ikatan terdiri sepasang elektron (2 elektron)
    (EVI-EVA) : 2 = jumlah ikatan kovalen
    Pada H2O, jumlah ikatan kovalen = 4 elektron : 2 = 2 ikatan kovalen.
    Ikatan yang terjadi ini dapat berupa ikatan kovalen biasa atau ikatan kovalen koordinasi.
  6. Untuk menentukan jumlah ikatan kovalen koordinasi dapat dihitung dengan mencari selisih elektron valensi atom pusat dengan jumlah ikatan pada atom pusat dan dikurangi jumlah elektron bebas pada atom pusat.

    Cara menghitung jumlah elektron bebas (jumlah elektron tidak berikatan) pada atom pusat = sisa hasil pembagian jumlah EVA dengan 8.
    Pada H2O → 20:8 = 2 bersisa 4 elektron

    Apakah ada ikatan kovalen koordinasi pada H2O?
    Hitung selisih antara elektron valensi atom pusat dengan total  jumlah ikatan dan elektron bebas pada atom pusat. 6 elektron valensi O; total jumlah ikatan dan elektron bebas = 2 + 4 = 6 Karena tidak berselisih maka H2O tidak punya ikatan kovalen koordinasi.

    Untuk aturan penentuan atom pusat pada suatu molekul dapat dibaca di sini.

Trik Menentukan Ikatan Kovalen
Dirancang oleh Urip.info

Versi disempurnakan - mencakup molekul oktet dan hipervalent (periode 3/4)

Aturan Umum
Kalkulator
Tabel Referensi

Konsep Dasar

Trik ini menggunakan selisih antara Elektron Valensi Ideal (EVI) dan Elektron Valensi Asli (EVA) untuk menentukan jumlah ikatan kovalen, tanpa harus menggambar struktur Lewis terlebih dahulu.

EVI = Elektron Valensi Ideal = Jumlah atom × kapasitas valensi per atom
EVA = Elektron Valensi Asli = total elektron valensi (sudah terkoreksi muatan)
EB = Elektron Bebas atom pusat = EVA mod kapasitas atom pusat
IKK = Ikatan Kovalen Koordinasi

Langkah-Langkah

1
Tentukan kapasitas valensi setiap atom
Atom standar (oktet):
Semua atom → kapasitas = 8
Khusus H → dianggap 7
Atom hipervalent (periode 3+):
Bisa 10 (5 pasang) atau 12 (6 pasang)
Lihat tabel periode 3/4
2
Hitung EVI
EVI = jumlah atom total × kapasitas
(H menggunakan kapasitas 7, bukan 8)
3
Hitung EVA
EVA = Σ(EV asli × jumlah atom tiap jenis) − muatan
Muatan (−) → tambah elektron  |  Muatan (+) → kurangi elektron
H dihitung 7 di sini juga
4
Jumlah Ikatan Kovalen
Jumlah Ikatan = (EVI − EVA) ÷ 2
Jika EVA ganjil → bulatkan ke bawah dahulu
5
Hitung EB atom pusat
EB = EVA mod kapasitas atom pusat
6
Hitung IKK
IKK = EV asli atom pusat − (Jumlah Ikatan + EB)
Jika hasil negatif → IKK = 0

Atom Hipervalent (Periode 3 dan 4)

Atom pusat periode 3+ (S, P, Cl, Si, Br, I, Se, Xe, dll.) dapat menggunakan orbital-d untuk menampung lebih dari 8 elektron. Kapasitas EVI harus disesuaikan:

Kondisi atom pusatKapasitas EVIContoh
Memenuhi oktet (ikatan ≤ 4)8H₂S, PH₃, SiH₄
5 pasang elektron di atom pusat10PCl₅, SF₄, ClF₃
6 pasang elektron di atom pusat12SF₆, IF₅, XeF₄
Tips: Coba dahulu kapasitas 8. Jika jumlah ikatan tidak konsisten dengan jumlah atom terminal, naikkan ke 10 atau 12.

Batasan Trik Ini

Berlaku untuk: Molekul kovalen yang atom pusatnya memenuhi oktet atau dapat diprediksi hipervalent-nya.
Soal IKK: Nilai IKK yang dihitung adalah perkiraan model Lewis. Untuk SO₂, SO₃, SO₄²⁻, ClO₃⁻, dan sejenis - data eksperimen menunjukkan ikatannya bersifat delokalisasi resonansi, bukan ikatan koordinasi sejati.
Fungsi terbaik trik ini: Memeriksa apakah gambar struktur Lewis sudah benar, dan memperkirakan jumlah ikatan sebelum menggambar.

Kalkulator Ikatan Kovalen

Contoh cepat
Nama molekul
Jumlah atom
total
EVA total (sebelum
koreksi muatan)
Muatan ion
(0 jika netral)
EV asli
atom pusat
Kapasitas EVI
atom pusat
Baris tanpa highlight = oktet normal. Kuning = periode 3/4, IKK* sesungguhnya resonansi. Merah = hipervalent, kapasitas EVI > 8.
n IKK model Lewis valid    n* IKK model Lewis, sesungguhnya delokalisasi resonansi    n Molekul hipervalent (kapasitas EVI > 8)
Untuk molekul yang EV-nya berjumlah ganjil dilakukan pembulatan ke bawah.
Dari tabel terdapat penyimpangan jumlah IKK pada N2O3.

*) Yang perlu diperhatikan bahwa SO2, SO3, SO32–, SO42– , ClO3– dalam molekul/anion tersebut sesungguh tidak terdapat ikatan kovalen koordinasi, hal ini sesuai data eksperimen.

Bagikan di

4 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Bagaimana dengan senyawa ClF3 pak? EVI = 32 elektron. EVA = 28 elektron. EVI - EVA = 4 elektron. 4 elektron : 2 = 2 ikatan kovalen. Sedangkan ClF3 memiliki 3 ikatan kovalen. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertayaan bagus yg lepas dari bahasan saya di atas, terima kasih. Memang dalam kasus ClF3 dan molekul yg atom pusatnya melibatkan atom periode 3 tidak tercakup dalam aturan tadi. Selain tidak akan didapati ikatan kovalen koordinasi juga tidak akurat dalam hitungan jumlah ikatan. Akan sy tambahkan catatan ttg hal tadi. Terima kasih.

      Hapus
  3. mantap bangettt :D :D :D ....
    thanks Pak

    BalasHapus

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info