Rumus kimia adalah bahasa universal sains, namun cara melafalkannya (mengeja) ternyata berbeda-beda di setiap negara. Artikel ini merangkum aturan IUPAC untuk penulisan muatan ion, serta variasi pelafalan kation, anion, senyawa biasa, dan senyawa kompleks dalam bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Jepang, Mandarin, dan Rusia. Pengetahuan ini memperkaya wawasan lintas budaya dalam komunikasi kimia.
1. Aturan IUPAC untuk Penulisan Muatan Ion
Menurut IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry), muatan ion ditulis sebagai angka diikuti tanda + atau – dalam posisi superskrip (pangkat) di kanan atas simbol unsur atau rumus kimia. Berikut ketentuan spesifik:
- Muatan tunggal (±1) : angka “1” tidak ditulis, cukup tanda + atau –. Contoh: Na+, Cl–.
- Muatan lebih dari satu : tulis angka terlebih dahulu, kemudian tanda. Contoh: Ca2+, SO42–, Al3+.
- Dilarang menulis angka setelah tanda (seperti Ca+2) atau menulis muatan sebagai subscript.
- Untuk bilangan oksidasi, digunakan angka Romawi dalam kurung, misalnya Fe(II), berbeda dengan muatan ion Fe2+.
2. Pengejaan (Pelafalan) Kation dan Anion
Dalam komunikasi lisan, ion disebut dengan menyebut nama unsurnya (atau gugusnya) lalu diikuti pelafalan muatan. Berikut pola umum di berbagai bahasa:
Contoh ion: Ca2+ (kation kalsium) dan SO42– (anion sulfat)
| Bahasa | Ca2+ (dibaca) | SO42– (dibaca) |
|---|---|---|
| Indonesia | "kalsium dua plus" atau "ion kalsium dua positif" | "sulfat dua minus" atau "ion sulfat dua negatif" |
| Inggris | "calcium two plus" atau "calcium two positive" | "sulfate two minus" atau "sulfate two negative" |
| Jerman | "Kalzium zwei plus" | "Sulfat zwei minus" |
| Prancis | "calcium deux plus" | "sulfate deux moins" |
| Spanyol | "calcio dos más" | "sulfato dos menos" |
| Jepang | "karushiumu ni purasu" | "ryūsan ion ni mainasu" (atau "sorufato ni mainasu") |
| Mandarin | "gài lí zǐ èr jiā" (钙离子二加) | "liú suān gēn èr jiǎn" (硫酸根二减) |
| Русский (Rusia) | "кальций два плюс" (kal'tsiy dva plyus) atau "ион кальция два плюс" | "сульфат два минус" (sul'fat dva minus) atau "ион сульфата два минус" |
Catatan: Untuk muatan tunggal (Na+) cukup disebut "natrium plus" atau "natrium satu plus", angka 1 boleh dihilangkan dalam percakapan santai.
3. Pengejaan Senyawa Biasa (Ionik & Kovalen)
Mengeja rumus kimia berarti melafalkan huruf, angka subscript, tanda kurung, dan koefisien pengulangan. Berikut contoh Al2(SO4)3 (aluminium sulfat) yang dieja huruf per huruf.
| Bahasa | Cara mengeja Al2(SO4)3 | Keterangan |
|---|---|---|
| Indonesia | "a-el dua es-o empat tiga kali" | Subskrip 3 di luar kurung dibaca "tiga kali" (pengulangan gugus SO4). Kurung tidak disebut. |
| Inggris | "A-L two, S-O four, three times" | "times" untuk pengulangan. |
| Jerman | "A-L zwei, S-O vier, drei Mal" | "Mal" = kali. |
| Prancis | "A-L deux, S-O quatre, trois fois" | "fois" = kali. |
| Spanyol | "A-L dos, S-O cuatro, tres veces" | "veces" = kali. |
| Jepang | "e-ru ni, esu-o yon, san-kai" | Huruf L diucapkan "e-ru", "kai" = kali. |
| Mandarin | "A-L er, S-O si, san ci" | "ci" (次) = kali. |
| Русский (Rusia) | "А-Л два, эс-о четыре, три раза" (A-L dva, es-o chetyre, tri raza) | "раза" = kali (untuk pengulangan) |
Untuk air (H2O): Indonesia "ha dua o" atau "aes dua o"; Inggris "H-two-O"; Jerman "Ha-zwei-O"; Jepang "eichi ni o" (atau "mizu" jika pakai nama, tapi ejaan literal "eichi ni o").
4. Pengejaan Senyawa Kompleks (Ion Koordinasi)
Senyawa kompleks memiliki kurung siku untuk ion kompleks, kurung biasa untuk ligan, serta angka koordinasi. Contoh: [Co(NH3)6]Cl3 (heksaaminkobalt(III) klorida). Berikut ejaan lisan di beberapa bahasa:
| Bahasa | Cara mengeja [Co(NH3)6]Cl3 |
|---|---|
| Indonesia | "kurung siku Co buka kurung N-H tiga tutup kurung enam kali tutup kurung siku Cl tiga" |
| Inggris | "open square bracket Co open bracket N-H three close bracket six times close square bracket Cl three" |
| Jerman | "eckige Klammer auf Co Klammer auf N-H drei Klammer zu sechs Mal eckige Klammer zu Cl drei" |
| Prancis | "crochet ouvrant Co parenthèse ouvrante N-H trois parenthèse fermante six fois crochet fermant Cl trois" |
| Spanyol | "corchete abierto Co paréntesis abierto N-H tres paréntesis cerrado seis veces corchete cerrado Cl tres" |
| Jepang | "kakko aku Co kakko aku N-H san kakko toji roku-kai kakko toji Cl san" (kakko = kurung; aku = buka; toji = tutup; kai = kali) |
| Mandarin | "fāng kuò hào Co kuò hào N-H sān kuò hào bì liù cì fāng kuò hào bì Cl sān" |
| Русский (Rusia) | "квадратная скобка открыть Co круглая скобка открыть N-аш три закрыть скобку шесть раз закрыть квадратную скобку Cl три" (kvadratnaya skobka otkryt' Co kruglaya skobka otkryt' N-ash tri zakryt' skobku shest' raz zakryt' kvadratnuyu skobku Cl tri) |
Catatan penting: Dalam pengejaan lisan, kurung biasa dan kurung siku sering disebut eksplisit untuk menghindari ambiguitas. Kata "kali" (atau padanannya) menunjukkan bahwa angka subscript di luar kurung mengalikan seluruh gugus di dalam kurung.
5. Ringkasan Perbedaan Lintas Bahasa
Dari berbagai contoh di atas, dapat disimpulkan beberapa pola:
- Pelafalan huruf Latin:
Bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol melafalkan huruf sesuai alfabet masing-masing. Bahasa Jepang dan Mandarin mengadaptasi ke sistem bunyi lokal (misal "L" menjadi "e-ru" atau "le"). - Kata untuk "kali" (pengulangan):
Indonesia = kali, Inggris = times, Jerman = Mal, Prancis = fois, Spanyol = veces, Jepang = kai (回), Mandarin = ci (次). - Menyebut muatan:
Semua bahasa menggunakan pola "angka + plus/minus", hanya pelafalan angkanya yang berbeda. - Tanda kurung: Dalam senyawa kompleks, istilah teknis seperti "kurung siku", "crochet", "corchete", "eckige Klammer", "kakko" disebut secara eksplisit.
6. Penutup
Memahami cara mengeja rumus kimia dalam berbagai bahasa sangat membantu dalam komunikasi ilmiah internasional, terutama saat diskusi lisan, kuliah, atau presentasi. Meskipun notasi IUPAC bersifat universal, kebiasaan lokal dalam pelafalan memperkaya keragaman budaya sains. Semoga artikel ini bermanfaat sebagai panduan ringkas dan memperluas wawasan Anda.
Sumber: Berdasarkan praktik umum di laboratorium dan literatur kimia dari berbagai negara, serta pedoman IUPAC (Red Book).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar