Konfigurasi Elektron Pseudo-Gas Mulia

Minggu, 11 November 2018

Menurut KBBI online kata pseudo- punya arti semu; palsu; bukan sebenarnya. Pseuo-noble/inert gas configuration  dapat diartikan konfigurasi elektron pseudo-noble gas atau gas mulia semu. Intinya pseudo-gas mulia adalah konfigurasi elektron yang stabil seperti gas mulia. Semua gas mulia memiliki elektron valensi stabil berjumlah 8, kecuali helium hanya punya elektron valensi 2. Bagaimana dengan konfigurasi elektron pseudo-gas mulia?


Bila gas mulia stabil dengan 8 elektron valensi, maka unsur/ion dengan konfigurasi elektron pseudo-gas mulia ini mempunyai elektron valensi stabil 18. Ada apa dengan angka 18 ini? Mengikuti konfigurasi elektron gas mulai yang dikatakan relatif lebih stabil karena pada subkulit ns dan np telah terisi penuh. Pada konfigurasi pseudo-gas mulia suatu ion memiliki subkulit terluar terisi penuh: ns2, np6, dan nd10.

Biasa dalam soal sering dijumpai kalimat, "Manakah ion berikut yang memiliki konfigurasi elektron menyerupai gas mulia?" Nah pseudo-gas mulia mirip dengan hal itu, hanya dikhususkan dengan jumlah elektron kulit terluar 18, bukan seperti gas mulai yang sebenarnya. Ini soal istilah saja memang.

Misalnya pada 18Ar dengan konfigurasi elektron [Ne] 3s23p6 sub kulit 3s terisi penuh 2 elektron dan subkulit 3p terisi penuh 6 elektron. Pada ion Ag+ konfigurasi elektron juga terisi penuh tetapi tidak hanya sampai subkulit 3p, melainkan sampai 3d terisi penuh.
47Ag  1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s1 4d10
47Ag  1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10 5s1
Ag+  1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10
Pada Ag+  kulit terakhir 4s2 4p6 4d10. Jumlah elektron di kulit terluar menjadi 2 + 6 + 10 = 18

Contoh lain.
Timah (stanum), dengan rumus kimia Sn nomor atom 50,
50Sn 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p2
50Sn 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10 5s2 5p2
Sn4+ 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10
Pada Sn4+ kulit terakhir 4s2 4p6 4d10 .
Seperti Ag+, Sn4+ juga pada kulit terluarnya menjadi 18.

Satu-satunya unsur yang memiliki konfigurasi elektron pseudo-gas mulia hanyalah Pd (Paladium) dengan nomor atom 46. Memang menurut aturan aufbau konfigurasi elektron 46Pd = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d8. Namun secara eksperimen konfigurasi elektron paladium justru menunjukkan tidak seperti aturan aufbau itu. Konfigurasi elektron 46Pd yang sesuai data eksperimen adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 4d10. Setelah ditata ulang per kulit 46Pd = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10. Konfigurasi elektron per kulit = 2 - 8 - 18 - 18




Unsur yang bila membentuk ion akan memiliki konfigurasi elektron pseudo-gas mulia adalah unsur yang berada pada golongan 11(I-B) Cu dan 12(II-B): Cu-Zn, Ag-Cd, Au-Hg, golongan 13(III-A): Ga, In, dan Tl, golongan 14 (IV-A): Sn dan Pb.


Sekali lagi ion atau atom memiliki konfigurasi pseudo-gas mulia akan memiliki kestabilan yang tinggi. Ion-ion yang demikian ketika membentuk senyawa juga akan membentuk senyawa yang stabil pula. Seperti yang pernah dibahas di blog ini, tentang karakter ion/kovalen suatu senyawa ion, tepatnya pada soal #6 yang dibahas secara jelas.

Jadi untuk menentukan apakah suatu unsur atau ion itu stabil, berdasar tinjauan konfigurasi elektron silakan periksa konfigurasi elektronnya. Konfigurasi elektron yang stabil akan mengikuti:
  • konfigurasi elektron kulit terluar terisi penuh seperti gas mulia (ns2, np6)
  • konfigurasi elektron seperti pseudo-gas mulia kulit (ns2, np6, dan nd10)
  • konfigurasi elektron orbitalnya terisi setengah penuh atau setengah penuh biasa terjadi pada unsur/ion logam transisi.
  • konfigurasi elektron ns2, sering disebut efek pasangan inert. Ini khusus untuk unsur logam golongan 13-16 (III-A hingga VI-A) atau logam post-transition atau logam sebelah kanan logam transisi.
Catatan: Kestabilan memang bukan hanya ditentukan hanya karena jumlah elektron valensinya 2/8, ada faktor lain seperti ukuran atom, seperti pada xenon yang memiliki jari-jari relatif lebih besar sehingga elektron terluarnya tidak tertarik inti lebih kuat dibanding gas mulia lain yang jari-jari atomnya lebih kecil. Demikian pula pada ion-ion dengan konfigurasi pseudo-gas mulia.
Bagikan di
 
Copyright © 2015-2018 Urip dot Info | Disain Template Oleh Herdiansyah Hamzah Dimodivikasi Urip.Info