Penulisan dan Ejaan Simbol Wujud Zat pada Persamaan Reaksi

Minggu, 07 Oktober 2018

Wujud zat sangat menentukan dalam  proses kimiawi atau reaksi kimia. Oleh karena itu pada penulisan persamaan reaksi kerap dicantumkan lambang/simbol wujud zat. Ia ditempatkan sebelah kanan tiap rumus kimia dari zat dengan diapit tanda kurung menggunakan huruf miring (italic) dalam persamaan reaksi. Lebih-lebih pada penulisan persamaan termokimia.

Misal, padatan natrium direaksikan dengan air menghasilkan larutan natrium hidroksida dan gas hidrogen:
Na(s) + H2O(l) → NaOH(aq) + H2(g)

Solid (s) = padatan;
Liquid (l) = cairan/lelehan/leburan;
Aqueous (aq) = larutan;
Gas (g) = gas

Mengapa ditulis miring begitu?
Perlu diketahui bahwa dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) setiap kata dari bahasa asing yang belum diserap ke dalam Bahasa Indonesia maka dituliskan dengan huruf miring. Tentu saja singkatan atau simbol-simbol yang berasal dari kata asing itu juga harus ditulis miring pula.

Bagaimana dengan pengucapannya?
Sebagaimana nama seseorang, maka pengucapan wujud zat dan simbolnya juga mesti diucapkan sebagaimana pengucapan kata dari bahasa asalnya.

Solid /ˈsäləd /
(s) /es/
Liquid /ˈlikwid/
(l) /el/
Aqueous /ˈākwēəs,ˈakwēəs/
(aq) /e-kyu/
Gas /gas/
(g) /jē/

Kata solid, liquid, dan aqueous itu berasal dari Bahasa Latin kemudian diserap ke dalam Bahasa Inggris pada abad pertengahan. Kata gas berasal dari Bahasa Yunani. (Sumber: www.dictionary.com)

Sekadar catatan kecil. Terima kasih bila pembaca ada yang memberikan informasi lain, sila disampaikan melalui kotak komentar di bawah kiriman ini.

Bagikan di
 
Copyright © 2015-2018 Urip dot Info | Disain Template Oleh Herdiansyah Hamzah Dimodivikasi Urip.Info