Pembahasan Soal SBMPTN TKD Saintek Kode 402 Bidang Kimia (2018)

Jumat, 11 Mei 2018

Berikut ini adalah pembahasan soal Kimia pada Soal SBMPTN 2018 TKD Saintek Kode 402 khusus bidang kimia. Pada soal SBMPTN terdapat beberapa perbedaan bila kodenya berbeda. Untuk kode soal lain akan dibahas pada halaman yang berbeda. Silakan koreksi bila ada pembahasan yang kurang tepat. Terima kasih.


Soal #31 SBMPTN-402-2018
Produk oksidasi senyawa berikut adalah ....
Pembahasan Soal #31 SBMPTN 2018
Okisdasi alkohol skunder menghasilkan keton. Jawaban yang tepat adalah C
Jawaban yang tepat C.


Soal #32 SBMPTN-402-2018
Nomor atom S dan F masing-masing adalah 16 dan 9. Kedua unsur tersebut dapat membentuk molekul SF4. Bentuk molekul dan kepolaran senyawa SF4 adalah ....
(A) tetrahedral dan nopolar
(B) bipiramida segitiga dan polar
(C) planar segiempat dan nonpolar
(D) jungkat-jungkit dan polar
(E) piramida segiempat dan nonpolar

Pembahasan Soal #32 SBMPTN 2018
Elektron valensi S = 6 (konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4).
Elektron valensi F = 7 (konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p5).
SF4 total jumlah elektron valesi 6 + (7×4) = 6 + 28 = 34,
Jumlah PEI = total ev : 8 = 34/8 = 4, sisa 2.
Jumlah PEB = sisa ev : 2 = 2/2 = 1 PEB

Jadi strukturnya adalah AX4E dengan bentuk jungkat-jungkit dan bersifat polar karena terdapat PEB yang menyebabkan tarikan elektron menjadi tidak merata/simetris.
Jawaban yang tepat D.


Soal #33 SBMPTN-402-2018
Persentase massa atom karbon (Ar = 12) dalam suatu senyawa organik adalah 80%.
Jika tetapan Avogadro = 6,0 × 1023 , jumlah atom C yang terdapat dalam 9 g senyawa tersebut adalah ....
(A) 6,0 × 1022
(B) 1,8 × 1023
(C) 3,6 × 1023
(D) 4,8 × 1023
(E) 7,2 × 1023

Pembahasan Soal #33 SBMPTN 2018
C dalam senyawa organik = 80% × 9 g = 7,2 g
Jumlah C = 7,2 g : 12 g/mol = 0,6 mol
Jumlah partikel = 0,6 mol x 6 .1023 = 3,6 × 1023
Jawaban yang tepat C.


Soal #34 SBMPTN-402-2018
Logam nikel (Mr = 59) bereaksi dengan gas karbon monoksida (Mr = 28) pada suhu 130 oC menurut reaksi berikut.
Ni(s) + 4CO(g) → Ni(CO)4(g)
Jika 252 g gas CO direaksikan dengan 118 g logam Ni, massa gas tetrakarbonilnikel (Mr = 171) yang dihasilkan adalah .....
(A) 430 g
(B) 427 g
(C) 342 g
(D) 280 g
(E) 171 g

Pembahasan Soal #34 SBMPTN 2018
Ni(s) + 4CO(g) → Ni(CO)4(g)
252 g CO = 252 g : 28 g/mol = 9 mol
118 g Ni = 118 g : 59 g/mol = 2 mol

Reaksi : Ni + 4CO Ni(CO)4
Awal : 2 mol 9 mol -
Bereaksi : –2 mol – 4/1 × 2 mol +2 mol
Akhir : - 1 mol 2 mol

Jadi massa Ni(CO)4 = 2 mol × 171 g/mol = 342 g
Jawaban yang tepat C.


Soal #35 SBMPTN-402-2018
Reaksi antara gas metana dan gas klor berlangsung sempurna menurut reaksi berikut:
2CH4(g) + 3Cl2(g) → 2CHCl3(g) + 3H2(g)
Jika volume gas H2 yang dihasilkan dari reaksi tersebut adalah 300 mL, volume total gas-gas hasil reaksi adalah ....
(A) 300 mL
(B) 400 mL
(C) 500 mL
(D) 600 mL
(E) 700 mL

Pembahasan Soal #35 SBMPTN 2018
Pada reaksi gas-gas volume sebanding dengan koefisien atau jumlah zat-zat yang terdapat dalam keadaan setara secara stoikiometri.
Koefisien H2 = 3 → volume H2 = 300 mL
Koefisien total gas-gas hasil reaksi = 5 →
Volume total gas-gas hasil reaksi = 5 × 300 mL/3 = 500 mL
Jawaban yang tepat C.


Soal #36 SBMPTN-402-2018
Data nilai energi ikatan rata-rata diket sebagai berikut.

Ikatan Energi Ikatan kJ mol–1
C=C 609
C–H 412
C–C 345
H–Cl 426

Jika entalpi reaksi : CH2 =CH2(g) + HCl (g) → CH3CH2Cl(g)
adalah –48 kJ mol–1 , energi ikatan rata-rata C–Cl adalah ....
(A) 278 kJ mol–1
(B) 326 kJ mol–1
(C) 756 kJ mol–1
(D) 824 kJ mol–1
(E) 1648 kJ mol–1

Pembahasan Soal #36 SBMPTN 2018
∆H = total energi pemutusan ikatan (ruas kiri) – total energi pembentukan ikatan (tuas kanan)
Jawaban yang tepat B.


Soal #37 SBMPTN-402-2018
Ion manganat(V) dapat terdisporoporsionasi sempurna menjadi ion managanat(VI) dan manganat(IV) oksida menurut reaksi (belum setara) berikut:
2MnO43–(aq) + H2O(l) → MnO42–(aq) + MnO2(s) + 2OH(aq)
Jika 200 mL larutan manganat(V) 0,5 M bereaksi secara sempurna, jumlah mmol elektron yang terlibat adalah ....
(A) 200
(B) 100
(C) 75
(D) 50
(E) 25

Pembahasan Soal #37 SBMPTN 2018
Manganat(V) → MnO43–
Jumlah MnO43– = 200 mL × 0,5 M = 100 mmol
Reaksi redoks yang terjadi:
Reduksi: MnO43– + 2H+ + e → MnO2 + 2OH
Oksidasi: MnO43– → MnO42– + e
2MnO43– + 2H+ + e → MnO2 + 2OH + MnO42– + e

Reaksi lengkap:
2MnO43– + 2H2O + e → MnO2 + 4OH + MnO42– + e

Reaksi bersih:
2MnO43– + 2H2O → MnO2 + 4OH + MnO42–

Pada reaksi lengkap tampak bahwa hanya ada 1 elektron yang terlibat dalam reaksi redoks tersebut.
Elektron yang terlibat (transfer elektron yang terjadi) sebanyak 1 elektron. Jumlah mol zat dan jumlah mol elektron akan sebanding dengan koefisien masing-masing.

Jumlah mol elektron yang terlibat : Jumlah MnO43– = koefisien elektron yang terlibat : Koefisien MnO43–
Jumlah mol elektron yang terlibat : 100 mmol = 1 : 2
Jumlah mol elektron yang terlibat = ½ × 100 mmol
Jumlah mol elektron yang terlibat = 50 mmol
Jawaban yang tepat D.


Soal #38 SBMPTN-402-2018
Berikut ini adalah data potensial reduksi standar (E0) untuk beberapa kation.

Co2+ + 2e → Co E0 = –0,28 V
Cr3+ + 3e → Cr E0 = –0,74 V
Cu2+ + 2e → Cu E0 = +0,34 V
Pb2+ + 2e → Pb E0 = –0,13 V

Sel Volta yang memiliki potensial sel paling besar adalah ....
(A) Cu|Cu2+ || Pb2+|Pb
(B) Co|Co2+ || Cr3+|Cr
(C) Cr|Cr3+ || Cu2+|Cu
(D) Cu|Cu2+ || Cr3+|Cr
(E) Pb|Pb2+ || Cr3+|Cr

Pembahasan Soal #38 SBMPTN 2018

Cu|Cu2+ || Pb2+|Pb E0 sel = (–0,34 – 0,13) V = –0, 47 V
Co|Co2+ || Cr3+|Cr E0 sel = (+0,28 – 0,74) V = –0, 46 V
Cr|Cr3+ || Cu2+|Cu E0 sel = (+0,76 + 0,34) V = +1,10 V
Cu|Cu2+ || Cr3+|Cr E0 sel = (–0,34 + 0,76) V = +0,42 V
Pb|Pb2+ || Cr3+|Cr E0 sel = (+0,13 – 0,76) V = –0,63 V

Jawaban yang tepat C.


Soal #39 SBMPTN-457-2018
Reaksi berikut:
4PH3(g) → P4(g) + 6H2(g)
mengikuti persamaan laju $- \dfrac{d[PH_3]}{dt}=k[PH_3]$.
Pada suatu percobaan dalam wadah 2 L, terbentuk 0,0048 mol gas H2 per detik ketika [PH3] = 0,1 M.
Tetapan laju (k) reaksi tersebut adalah ....
(A) 4,8 × 10–2 s–1
(B) 3,6 × 10–2 s–1
(C) 3,2 × 10–2 s–1
(D) 2,4 × 10–2 s–1
(E) 1,6 × 10–2 s–1

Pembahasan Soal #39 SBMPTN 2018

persamaan laju $- \dfrac{d[PH_3]}{dt}=k[PH_3]$

Tanda – pada $- \dfrac{d[PH_3]}{dt}$ ini menandakan laju pengurangan PH3

$\dfrac{d[H_2]}{dt} $ atau laju pembentukan $H_2 = \dfrac{0,0048 mol}{2~L.detik}$ = 0,0024 M/detik

$\dfrac{1}{4} \dfrac{d[PH_3]}{dt} = \dfrac{1}{6} \dfrac{d[H_2]}{dt} $

$ \dfrac{d[PH_3]}{dt} = \dfrac{4}{6} \dfrac{d[H_2]}{dt} $

$ k[PH_3] = \dfrac{4}{6} \dfrac{d[H_2]}{dt} $

$ k= \dfrac{4}{6} \dfrac{d[H_2]}{dt} : [PH_3] $

$ k= \dfrac{4}{6} \times 0,0024 M/detik : 0,1M $

$ k= 0,016 /detik = 1,6 \times 10^{-2} s^{-1} $

Jawaban yang tepat E.


Soal #40 SBMPTN-402-2018
Gas NOBr terurai menurut kesetimbangan berikut:
2NOBr(g) ⇌ 2NO(g) + Br2(g)
Suatu wadah tertutup bervolume tetap diisi dengan gas NOBr sampai tekanannya mencapai 80 torr. Jika setelah kesetimbangan tercapai, 50% gas NOBr terurai. Tetapan kesetimbangan, Kp , reaksi di atas adalah ....
(A) 10
(B) 20
(C) 30
(D) 40
(E) 60

Pembahasan Soal #40 SBMPTN 2018

Reaksi 2NOBr(g) 2NO(g) + Br2(g)
Awal 80 torr - -
Bereaksi -40 torr +40 torr +20 torr
Kesetimbangan 40 torr 40 torr 20 torr

Kp = $\dfrac{[P_{NO}]^2 [P_{Br_2}]}{[P_{NOBr}]^2}$
Kp = $\dfrac{40^2.20}{40^2}$
Kp = $20$
Kp = 20
Jawaban yang tepat B


Soal #41 SBMPTN-402-2018
Larutan A dibuat dengan melarutkan 4,16 g BaCl2 (Mr = 208) ke dalam 2 kg air. Barium klorida terdisosiasi sempurna dalam air. Larutan B dibuat dengan melarutkan 15 g zat organik nonelektrolit ke dalam 1 kg air. Pad tekanan yang sama, ∆Tb larutan B = 2 ∆Tb larutan A. Massa molekul relatif zat organik tersebut adalah ....
(A) 100
(B) 250
(C) 400
(D) 700
(E) 1400

Pembahasan Soal #41 SBMPTN 2018
Larutan BaCl2 → larutan elektrolit dengan jumlah ion (n) sebanyak 3, terlarut sempurna α = 1.
∆Tb = m.Kb. (1+(n–1)α)
Larutan A:
∆Tb A = (4,16 g : 208 g/mol):2 kg × Kb × (1+(3–1).1)
∆Tb A = 0,01 × Kb × 3
∆Tb A = 0,03 × Kb
Untuk 15 g larutan B dalam 1 kg air:
∆Tb B = m × Kb dan ∆Tb B = 2∆Tb A
m × Kb = 2(0,03 × Kb)
m × Kb = 0,06 × Kb
m = 0,06 mol/kg
Jadi 0,06 mol larutan B ini mengandung 15 g zat organik
massa molar zat organik = 15 g : 0,06 mol
massa molar zat organik = 250 g/mol
Mr zat organik = 250
Jawaban yang tepat B


Soal #42 SBMPTN-402-2018
Dietilamina ((C2H5)2NH) merupakan basa lemah dengan Kb = 9 × 10–4. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 90 mL larutan dietilamina 0,01 M dan 10 mL larutan HCl 0,09 M. Larutan yang dihasilkan memiliki pH ....
(A) 4 – log 9
(B) 6,5
(C) 6 – log 9
(D) 8
(E) 8 – log 9

Pembahasan Soal #42 SBMPTN 2018
Jumlah (C2H5)2NH = 90 mL × 0,01 M = 0,9 mmol
Jumlah HCl = 10 mL × 0,09 M = 0,9 mmol

Reaksi
(C2H5)2NH
+
HCl
(C2H5)2NH2Cl
Awal
0,9 mmol
0,9 mmol
-
Bereaksi
-0,9 mmol
-0,9 mmol
+0,9 mmol
Akhir
-
-
0,9 mmol

[garam] = 0,9 mmol : 100 mL = 0,009 = 9 × 10–3 M
Campuran tersebut membentuk garam terhidrolisis sebagian
pH = ½ (14 – pKb – log [garam])
pH = ½ (14 – (–log(9×10–4) – log (9 × 10–3))
pH = ½ (14 + log 9 – 4 – log 9 + 3)
pH = ½ (14– 4 + 3)
pH = 6,5
Jawaban yang tepat B


Soal #43 SBMPTN-402-2018
Berdasarkan reaksi berikut:
CH3OH(aq) + C2H3O2(aq) ⇌ HC2H3O2(aq) + CH3O(aq)
HC2H3O2(aq) + CO32(aq) ⇌ HCO3 + C2H3O2(aq)
C6H5NH3+(aq) + OH (aq) ⇌ C6H5NH2(aq) + H2O(l)

Yang bukan pasangan asam-basa konjugasi adalah ....
(A) CH3OH dan CH3O
(B) HC2H3O2dan HCO3
(C) C6H5NH2 dan C6H5NH3+
(D) C2H3O2 dan HC2H3O2
(E) HCO3 dan CO32

Pembahasan Soal #43 SBMPTN 2018
Pasangan asam basa konjugasi cirinya adalah kemiripan dengan selisih jumlah H sebanyak satu atom H.
Yang bukan pasangan asam-basa konjugasi adalah HC2H3O2dan HCO3
Jawaban yang tepat B


Soal #44 SBMPTN-402-2018
Senyawa berikut yang bersifat optis aktif adalah ....

(A) 1, 2, dan 3
(B) 2, 3, dan 4
(C) 1 dan 3
(D) 2 dan 4
(E) 4

Pembahasan Soal #44 SBMPTN 2018
Senyawa yang memiliki atom C kiral (atom C yang mengikat 4 gugus fungsi berlainan satu sama lain.
Yang memiliki atom C kiral adalah senyawa nomor 1 dan nomor 3.
Jawaban yang tepat C.


Soal #45 SBMPTN-402-2018
Energi ionisasi pertama, kedua, dan ketika untuk unsur Na (dalam kJ/mol) adalah .... XCl3
(A) 496, 4.560, dan 6.900
(B) 578, 1.820, dan 2.750
(C) 736, 1.450, dan 7.730
(D) 786, 1.580, dan 3.230
(E) 1.012, 1.904, dan 2.190

Pembahasan Soal #45 SBMPTN 2018
Na merupakan unsur yang terlatak pada golongan 1A dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s1 (2-8-1). Stabil ketika ia melepaskan elektron pertama (membentuk Na+) konfigurasi elektron Na 2-8. Bila suatu spesi stabil (biasa elektron valensinya 8 seperti pada Na+) maka diperlukan energi yang besar untuk melepaskan lagi elektron yang dimiliki. Ini ditandai dengan besarnya energi ionisasi yang melonjak sangat besar dari sebelumnya.
Jawaban yang tepat A.

Bagikan di

1 komentar:

  1. Ka... boleh minta naskah aslinya kah , kalo ad dn kk berkenan.. ??
    Wa : 081348366450
    Atau kirrim ke email : usai150394@gmail.com
    Makasih ka...

    BalasHapus

 
Copyright © 2015-2018 Urip dot Info | Disain Template Oleh Herdiansyah Hamzah Dimodivikasi Urip.Info