Trik Menentukan Orde Ikatan

Senin, 07 Desember 2015

Istilah orde ikatan (bonding order) ini digunakan dalam teori orbital molekul (molecule orbital theory). Menurut teori orbital molekul bahwa semua elektron dalam tiap atom dalam molekul turut terlibat dalam pembentukan ikatan dengan mengisi orbital-orbital, yaitu orbital molekul ikatan (bonding molecule orbital) dan orbital molekul antiikatan (antibonding molecule orbital).

Berbeda dengan teori ikatan valensi bahwa dalam pembentukan ikatan antaratom hanya elektron valensi saja. Bagaimana menentukan orde ikatan suatu molekul atau ion?
Bagikan di

Trik Menentukan Orbital Hibrida (Hibridisasi)

Jumat, 04 Desember 2015

Menentukan orbital hibrida suatu atom penting dalam mempelajari kimia. Awalnya memang relatif sulit, namun tidak perlu putus asa. Berikut ini cara pintas dan sederhana untuk menentukan hibridisasi.

Trik, hitung jumlah elektron valensi tiap atom dalam senyawa atau ion, dengan rumus tertentu diperoleh jumlah pasangan elektron dalam molekul/ion dan dapatlah kesimpulan orbital hibridanya.

Bagikan di

Penyetaraan Reaksi Redoks Menggunakan Metode Aljabar Sederhana

Sabtu, 07 November 2015

Penyetaraan reaksi redoks menggunakan metode aljabar sederhana ini sangat matematis. Metode ini dapat dijadikan alternatif dalam penyetaraan reaksi redoks selain menggunakan metode yang ada selama ini.

Dengan metode perubahan bilangan oksidasi dan metode setengah reaksi biasa siswa banyak yang mengalami kesulitan. Tawaran metode aljabar sederhana ini bertujuan agar siswa dapat memilih cara yang dirasa lebih mudah. Metode ini selanjutnya diberi nama metode "MAS".

Metode ini sangat cocok digunakan apabila persamaan reaksi redoks tersaji dalam bentuk ion-ion. Meski demikian jika terdapat persamaan reaksi redoks bentuk lengkap (tanpa dimunculkan ion) tetap dapat digunakan namun penyelesaiannya sampai pada tahap tinjau jumlah atom-atomnya saja kemudian dicari penyelesaiannya seperti paparan tulisan saya sebelumnya.

Kelebihan dari metode MAS ini TIDAK PERLU menghitung bilangan oksidasi, TIDAK PERLU pula meng-ion-kan zat-zat dalam persamaan reaksi redoks. Kekurangannya adalah metode ini sangat matematis oleh karena itu diperlukan ketelitian dalam berhitung meskipun hitungannya relatif sederhana.
Bagikan di
Penyetaraan Reaksi Monster Menggunakan Metode Aljabar Sederhana

Penyetaraan Reaksi Monster Menggunakan Metode Aljabar Sederhana

Jumat, 06 November 2015

Reaksi berikut disebut reaksi monster. Dikatakan begitu mungkin karena tidak mudah untuk menyelesaikannya hingga reaksi tersebut menjadi setara jumlah atom-atomnya di ruas kiri dan kanan. Reaksi monster ini sebenarnya adalah reaksi redoks, namun untuk menyetarakannya ada beberapa alternatif selain menggunakan metode setengah reaksi yang dimodifikasi dan metode perubahan bilangan oksidasi. Salah satu alternatifnya adalah dengan menggunakan metode aljabar sederhana. Metode ini penjelasan langkahnya ada di tulisan sebelumnya.

Reaksi "Monster" yang akan diselesaikan:
[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + KMnO4 + H2SO4 K2Cr2O7 + MnSO4 + CO2 + KNO3 + K2SO4 + H2O
Langkah-langkah Penyelesaian
  • 1️⃣ Tinjau Cr

    Samakan jumlah atom Cr di kedua ruas. Reaktan mengandung 2a × (4+3) = 14a atom Cr, produk K2Cr2O7 memuat 2 atom Cr per molekul, sehingga koefisiennya menjadi 7a.

    2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + KMnO4 + H2SO4 7aK2Cr2O7 + MnSO4 + CO2 + KNO3 + K2SO4 + H2O
  • 2️⃣ Tinjau N

    Hitung jumlah atom N pada reaktan: 2a × (6×2 + 6×1) = 2a × 18 = 36a … Nah, di KNO3 tiap molekul ada 1 atom N, jadi koefisiennya 132a (karena N berasal dari senyawa kompleks kedua pula).

    2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + KMnO4 + H2SO4 7aK2Cr2O7 + MnSO4 + CO2 + 132aKNO3 + K2SO4 + H2O
  • 3️⃣ Tinjau C

    Hitung atom C di reaktan: 2a × (6×1 + 6×1) = 2a × 42 = 84a. Seluruh C masuk ke CO2 (1 atom C per molekul), jadi koefisien CO2 = 84a.

    2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + KMnO4 + H2SO4 7aK2Cr2O7 + MnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + K2SO4 + H2O
  • 4️⃣ Tinjau Mn

    Jumlah atom Mn di kiri dan kanan harus sama. KMnO4 dan MnSO4 masing-masing mengandung 1 atom Mn, sehingga koefisien keduanya sama, dimisalkan b.

    2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + bKMnO4 + H2SO4 7aK2Cr2O7 + bMnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + K2SO4 + H2O
  • 5️⃣ Tinjau K

    K di ruas kanan berasal dari tiga senyawa: K2Cr2O7, KNO3, dan K2SO4. Karena koefisien K2SO4 belum diketahui, dimisalkan c untuk diselesaikan nanti.

    2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + bKMnO4 + H2SO4 7aK2Cr2O7 + bMnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + cK2SO4 + H2O
  • 6️⃣ Tinjau S

    Atom S di ruas kanan ada pada MnSO4 (koefisien b) dan K2SO4 (koefisien c), totalnya b+c. Seluruh S berasal dari H2SO4, sehingga koefisien H2SO4 = (b+c).

    2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + bKMnO4 + (b+c)H2SO4 7aK2Cr2O7 + bMnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + cK2SO4 + H2O
  • 7️⃣ Tinjau H

    H di ruas kiri berasal dari senyawa kompleks (192a atom H) dan H2SO4 (2(b+c) atom H). Semua H masuk ke H2O, sehingga koefisien H2O dapat dinyatakan dalam a, b, dan c.

    2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + bKMnO4 + (b+c)H2SO4 7aK2Cr2O7 + bMnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + cK2SO4 + xH2O
    H kiri = H kanan: 192a + 2(b + c) = 2x x = 96a + b + c
    2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + bKMnO4 + (b+c)H2SO4 7aK2Cr2O7 + bMnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + cK2SO4 + (96a+b+c)H2O
  • 8️⃣ Persamaan atom K

    Tinjau persamaan jumlah atom K untuk mendapat persamaan baru yang menghubungkan variabel b, a, dan c. Ini akan digunakan untuk mengeliminasi variabel b pada langkah substitusi berikutnya.

    K kiri = K kanan: b = 14a + 132a + 2c b = 146a + 2c
  • 9️⃣ Substitusi b = 146a + 2c

    Ganti seluruh b dalam persamaan reaksi dengan ekspresi (146a + 2c). Persamaan kini hanya memuat dua variabel bebas: a dan c.

    2a[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + (146a+2c)KMnO4 + (146a+3c)H2SO4 7aK2Cr2O7 + (146a+2c)MnSO4 + 84aCO2 + 132aKNO3 + cK2SO4 + (242a+3c)H2O
  • 🔟 Persamaan atom O

    Tinjau persamaan jumlah atom O untuk mendapatkan nilai a dan c. Atom O adalah satu-satunya yang belum digunakan sebagai persamaan, sehingga dari sini diperoleh hubungan langsung antara a dan c.

    O kiri = O kanan: 48a + 4(146a+2c) + 4(146a+3c) = 49a + 4(164a+2c) + 2·84a + 3·132a + 4c + 242a + 3c
    48a + 4(146a+3c) = 49a + 2·84a + 3·132a + 4c + 242a + 3c
    632a + 12c = 49a + 168a + 396a + 7c + 243a
    12c − 7c = 855a − 632a
    5c = 223a a = 5, c = 223
    Substitusi a = 5 dan c = 223 ke b = 146a + 2c: b = 146 × 5 + 2 × 223 b = 830 + 446 b = 1176
★ Hasil Akhir Penyetaraan
10[Cr(N2H4CO)6]4[Cr(CN)6]3 + 1176KMnO4 + 1399H2SO4 35K2Cr2O7 + 1176MnSO4 + 420CO2 + 660KNO3 + 223K2SO4 + 1879H2O
Sila bandingkan dengan metode lain. :-D
Bagikan di

Metode Aljabar Sederhana untuk Penyetaraan Reaksi Kimia Biasa

Senin, 02 November 2015

Ini berbeda dengan metode aljabar yang selama ini saya ajarkan di sekolah. Biasanya jika menggunakan cara aljabar maka huruf koefisien dibuat berbeda-beda pada setiap zat pada persamaan reaksi yang akan dijadikan persamaan matematis.

Misalnya:
a Pereaksi-1 + b Pereaksi-2 + .... → c Produk-1 + d Produk-2 + ...

Alternatif metode penyetaraan reaksi kimia ini bukanlah metode baru, hanya dilakukan sedikit penyederhanaan dari metode aljabar yang selama ini digunakan.
Bagikan di
Kalkulator Pengenceran Asam-Basa dan pH-nya

Kalkulator Pengenceran Asam-Basa dan pH-nya

Senin, 01 Juni 2015

Paparan tentang pengenceran larutan dapat dibaca pada tulisan di pranala ini. Untuk menggunakan kalkulator ini silakan masukkan data pada kotak putih, gunakan tanda titik sebagai tanda desimal. Harap memperhatikan jenis larutan yang akan dihitung.
Bagikan di
Pembahasan Soal–soal Pengendapan Selektif (Kelarutan dan Ksp)

Pembahasan Soal–soal Pengendapan Selektif (Kelarutan dan Ksp)

Sabtu, 30 Mei 2015

Berikut ini adalah soal-soal kelarutan dan Ksp yang diterapkan untuk pengendapan selektif dari ion-ion yang sukar larut.

Soal-1: Ksp BaSO4 1,1 × 10–10 dan Ksp BaSeO4 2,8 × 10–11. Larutan BaCl2 1,0 M ditambahkan secara perlahan ke dalam larutan Na2SO4 1,0 × 10–4 M dan larutan Na2SeO4 1,0 x 10–4 M. Berapa persentase perkiraan suatu anion telah diendapkan pada saat anion kedua baru mulai mengendap? (Anggap penambahan larutan BaCl2 tidak mengubah volume larutan secara keseluruhan.)
Bagikan di
Kalkulator Ksp untuk Larutan Jenuh yang Diketahui pH–nya

Kalkulator Ksp untuk Larutan Jenuh yang Diketahui pH–nya

Selasa, 26 Mei 2015

Larutan basa secara umum terdapat 3 macam yaitu BOH, B(OH)2, dan B(OH)3. Jika diketahui pH larutan jenuh dari jenis basa yang sukar larut tersebut maka dapat ditentukan Ksp atau Hasil Kali Kelarutan Ion-ion-nya.

Berikut ini adalah alat hitung yang dapat digunakan untuk menentukan Ksp jika diketahui pH larutan jenuh suatu basa yang sukar larut.
Bagikan di

Pranala Simulasi Uji Daya Hantar Larutan Elektrolit & Nonelektrolit

Berikut ini adalah simulasi larutan elektrolit dari berbagai sumber.
Dari simulasi ini dapat dipilih bagaimana zat-zat (larutan) itu mampu menghantarkan listrik. Bagaimana larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah mampu menghantarkan arus listrik dapat diamati.
Bagikan di
Kalkulator α, Ka, dan Konsentrasi pada Disosiasi dan Ionisasi

Kalkulator α, Ka, dan Konsentrasi pada Disosiasi dan Ionisasi

Jumat, 22 Mei 2015

Berikut ini adalah beberapa soal yang membahas hubungan antara α (derajat disosiasi atau derajat ionisasi), Ka (tetapan kesetimbangan asam) atau Kb (tetapan kesetimbangan basa), konsentrasi asam basa dan pH.

Petunjuk penggunaan kalkulator berikut adalah dengan memasukkan data pada kotak putih, hasil hitung ada pada kotak oranye. Untuk tanda desimal yang diperbolehkan adalah menggunakan tanda titik.

Untuk memasukkan bilangan berpangkat misalnya 1,8 × 10–5 silakan tulis 1.8E-5.

Pada keadaan awal sengaja diisikan input sesuai contoh soal dan jika ingin mengganti dengan angka lain silakan ganti dengan angka yang pengguna inginkan.
Bagikan di
Kalkulator pH Aktual Asam-Basa Kuat

Kalkulator pH Aktual Asam-Basa Kuat

Jumat, 15 Mei 2015

pH aktual adalah pH yang diukur berdasarkan kenyataan. Misalnya pH larutan asam kuat HA dengan konsentrasi 1 × 10–8 pH-nya tidak mungkin sama dengan 8. Secara kalkulatif memang sama dengan 8 tapi secara aktual tidak sama dengan 8.

Hitungan dengan menggunakan rumus umum bahwa pH asam kuat = –log[H+] dan pH basa kuat = 14 + log[OH] maka dalam rentang konsentrasi dari 10 M hingga 1 x 10–14 M tentu dapat diperoleh meskipun tidak semuanya realistis, tidak aktual, tidak sesuai dengan kenyataan.

Oleh karena itu kadang muncul pertanyaan di benak siswa, pH asam kuat itu dapat bernilai negatif dong, pH asam kuat itu bisa dong lebih dari 7 jika konsentrasi [H+] lebih kecil dari 10–7.

Demikian juga untuk basa kuat, mungkinkah pH basa kuat di bawah 7 atau di atas 14, ini analog dengan kasus asam kuat tadi. Teknis perhitungan tentang asam-basa yang sangat encer ini pernah dibahas di sini.
Bagikan di
Kalkulator Campuran Larutan Asam Lemah + Basa Kuat

Kalkulator Campuran Larutan Asam Lemah + Basa Kuat

Kamis, 14 Mei 2015

Dalam pokok bahasan kimia di kelas 11 semester 2 konsep asam-basa cukup mendominasi. Kisarannya tidak jauh dari penentuan pH berdasarkan hasil campuran larutan asam (baik asam kuat/lemah) dengan larutan basa (baik basa kuat/lemah).

Kehadiran alat bantu berupa kalkulator diharapkan banyak membantu siswa dalam memahami konsep kimia terutama konsep asam-basa bagian larutan penyangga, garam terhidrolisis.
Seperti pada judul artikel ini, di sini hanya memberikan model .

Untuk "Kalkulator Campuran Larutan Asam Lemah dengan Basa Kuati."

Untuk "Kalkulator Campuran Larutan Asam Kuat dengan Basa Lemah dapat diklik di sini"

Dari kalkulator berikut ini diharapkan siswa juga dapat menyimpulkan sendiri karakter campuran asam basa itu.
Bagikan di
 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info