Salah satu bagian penting dalam pokok bahasan kimia organik adalah mengidentifikasi suatu molekul apakah bersifat aromatik atau bukan aromatik.
Kearomatikan (aromatisitas) ini akan menentukan banyak sifat suatu molekul serta kemungkinan bagaimana reaksi terjadi.
Untuk mengidentifikasinya perlu dilakukan pemeriksaan setahap demi setahap secara cermat hingga diperoleh kesimpulan yang benar.
Simulator Identifikasi Kearomatikan Molekul
Sabtu, 31 Maret 2018
Kategori:
2D,
3D,
Antiaromatik,
Aromatik,
Aromatisitas,
Aturan Huckel,
kalkulator kimia,
Kearomatikan,
Konjugasi,
Nonaromatik,
Nonsiklik,
Planar,
Siklik,
sp2,
sp3
Kalkulator Waktu Paruh dan Peluruhan Radioisotop (Radiokimia)
Jumat, 30 Maret 2018
Bahasan tentang radioaktif atau kadang ditulis kimia inti atau radiokimia bukan lagi menjadi pokok bahasan utama dalam pelajaran kimia SMA saat ini.
Meskipun demikian pada beberapa soal dalam OSN Kimia pernah dimunculkan.
Untuk membantu siswa kalkulator ini dibuat, untuk asistensi dalam menemukan jawaban dan memeriksa kembali alur kerja yang sudah dilakukan selama latihan.
Meskipun demikian pada beberapa soal dalam OSN Kimia pernah dimunculkan.
Untuk membantu siswa kalkulator ini dibuat, untuk asistensi dalam menemukan jawaban dan memeriksa kembali alur kerja yang sudah dilakukan selama latihan.
Kategori:
Isotop,
kalkulator kimia,
Kimia Nuklir,
Kimia-3,
N0,
Nt,
Radioaktivitas,
Radiokimia,
Tetapan Laju Peluruhan,
Waktu paroh,
Waktu Paruh,
Waktu Peluruhan
Kalkulator Ar dan Kelimpahan Isotop
Rabu, 28 Maret 2018
Bahasan tentang massa atom relatif (Ar) dan massa molekul relatif (Mr) dominan hanya terkait hitungan secara matematis.
Untuk menguasainya diperlukan pemahaman aturan dalam hitungan. Hitungannya cukup menggunakan aturan aljabar relatif sederhana saja.
Berdasarkan persentase isotop keberadaan isotop di alam kemudian dapat dihitung rata-rata isotop untuk setiap unsur.
Ini kemudian ditampilkan pada tabel periodik unsur yang selama ini digunakan.
Kalkulator ini berfungsi untuk menentukan hitungan variabel-variabel terkait dengan Ar/Mr dari data yang diberikan.
Untuk menguasainya diperlukan pemahaman aturan dalam hitungan. Hitungannya cukup menggunakan aturan aljabar relatif sederhana saja.
Berdasarkan persentase isotop keberadaan isotop di alam kemudian dapat dihitung rata-rata isotop untuk setiap unsur.
Ini kemudian ditampilkan pada tabel periodik unsur yang selama ini digunakan.
Kalkulator ini berfungsi untuk menentukan hitungan variabel-variabel terkait dengan Ar/Mr dari data yang diberikan.
Kalkulator Kadar Zat
Minggu, 25 Maret 2018
Satuan kadar zat atau konsentrasi zat dapat dinyatakan dengan berbagai satuan. Ini dilakukan agar nilainya tidak menjadi terlalu kecil dan tentu sesuai kegunaannya pada bidang kerja tertentu.
Misalnya orang yang bekerja pada bidang farmasi tidak menggunakan satuan %, jika menggunakan satuan % itu menjadi sangat kecil nilainya kalau memang ia hanya membutuhkan hanya 10 mikrogram zat tertentu dalam setiap 100 mL larutan.
Sebagai satuan % massa/volume, 10 mikrogram dalam 100 mL sama dengan ((10 × 10−6) gram : 100 mL) × 100% = 0,00001%. Mereka akan lebih suka menggunakan satuan 10ppm.
Misalnya orang yang bekerja pada bidang farmasi tidak menggunakan satuan %, jika menggunakan satuan % itu menjadi sangat kecil nilainya kalau memang ia hanya membutuhkan hanya 10 mikrogram zat tertentu dalam setiap 100 mL larutan.
Sebagai satuan % massa/volume, 10 mikrogram dalam 100 mL sama dengan ((10 × 10−6) gram : 100 mL) × 100% = 0,00001%. Mereka akan lebih suka menggunakan satuan 10ppm.
Kategori:
% massa,
% volume,
bpj,
Kadar,
kadar unsur dalam senyawa,
Kadar Zat,
kalkulator kimia,
Kimia 10,
Kimia-1,
persen massa,
persen volume,
ppm
Simulator "Endapan Apa yang Terbentuk?"
Sabtu, 24 Maret 2018
Soal seperti berikut kerap muncul dalam latihan soal kimia pokok bahasan kelarutan dan Ksp.
"Ke dalam 1 liter larutan yang mengandung CoSO4, FeSO4, MgSO4, MnSO4, dan ZnSO4 dengan konsentrasi masing-masing 0,001 M ditambah larutan NaOH sampai mempunyai pH 8.
Diketahui hasil kali kelarutan basa yang terbentuk adalah:
Ksp Co(OH)2 = 2 × 10-15,
Ksp Fe(OH)2 = 5 × 10-17,
Ksp Mg(OH)2 = 5 × 10-12,
Ksp Mn(OH)2 = 2 × 10-13,
Ksp Zn(OH)2 = 3 × 10-17
Endapan apakah yang terbentuk dari larutan tadi?"
"Ke dalam 1 liter larutan yang mengandung CoSO4, FeSO4, MgSO4, MnSO4, dan ZnSO4 dengan konsentrasi masing-masing 0,001 M ditambah larutan NaOH sampai mempunyai pH 8.
Diketahui hasil kali kelarutan basa yang terbentuk adalah:
Ksp Co(OH)2 = 2 × 10-15,
Ksp Fe(OH)2 = 5 × 10-17,
Ksp Mg(OH)2 = 5 × 10-12,
Ksp Mn(OH)2 = 2 × 10-13,
Ksp Zn(OH)2 = 3 × 10-17
Endapan apakah yang terbentuk dari larutan tadi?"
Kategori:
Basa,
kalkulator kimia,
Kalkulator Pengendapan Selektif,
Kelarutan,
Ksp,
Pengendapan Selektif,
pH
Kalkulator untuk Hukum-hukum Gas
Jumat, 23 Maret 2018
Berikut ini kelanjutan untuk tulisan hukum-hukum gas agar lebih berdaya guna. Silakan memilih variabel yang akan dibuat tetap, kemudian isikan nilai vaiabel-variabel yang diketahui pada bagian input data.
Tabel Hukum Gas Turunan Persamaan PV = nRT
Kamis, 22 Maret 2018
Rumus gas ideal untuk keadaan yang sama atau berbeda dapat diturunkan dari persamaan:
$\begin {aligned} P \cdot V &= n \cdot R \cdot T \\R &= \dfrac{P \cdot V}{n \cdot T}\end{aligned}$
Dalam hal ini R adalah suatu konstanta/tetapan, nilainya tidak berubah. Untuk keadaan pertama dimisalkan R1 dan keadaan kedua adalah R2.
Kategori:
Hukum Avogadro,
Hukum Boyle,
Hukum Charles,
Hukum Dasar Kimia,
Hukum Diver,
Hukum Gay-Lussac,
PV=nRT
Kalkulator Hukum Dalton (Hukum Kelipatan Perbandingan - Hukum Perbandingan Berganda)
Rabu, 21 Maret 2018
Ada dua tahap penentuan perbandingan massa unsur menurut hukum perbandingan berganda (law of multiple proportions atau hukum Dalton).
1) Perbandingan internal yaitu perbandingan massa antarunsur dalam senyawa;
2) Perbandingan eksternal yaitu perbandingan massa unsur antarsenyawa.
1) Perbandingan internal yaitu perbandingan massa antarunsur dalam senyawa;
2) Perbandingan eksternal yaitu perbandingan massa unsur antarsenyawa.
Simulator Prediksi Arah Pergeseran Kesetimbangan
Jumat, 16 Maret 2018
Pada sistem kesetimbangan reaksi dapat diprediksi arah pergeseran kesetimbangannya bila dilakukan perubahan jumlah zat-zat yang terlibat dalam suatu reaksi tersebut.
Dalam hal ini faktor temperatur diasumsikan tidak berubah saat terjadinya perubahan jumlah zat-zat dalam kesetimbangan.
Dalam hal ini faktor temperatur diasumsikan tidak berubah saat terjadinya perubahan jumlah zat-zat dalam kesetimbangan.
Kategori:
kalkulator kimia,
Kc,
Kesetimbangan Kimia,
Kimia-2,
Pergeseran Kesetimbangan
Kapasitas Bufer/Penyangga (Pengayaan untuk Kimia SMA)
Selasa, 13 Maret 2018
Kapasitas bufer (𝛽) dapat didefinisikan sebagai jumlah asam kuat atau basa kuat yang ditambahkan ke dalam 1 liter larutan penyangga yang menyebabkan perubahan pH sebesar 1 satuan:
$\beta = \dfrac{\Delta c_b}{\Delta pH}=-\dfrac{\Delta c_a}{\Delta pH}$
$\beta = \dfrac{\Delta c_b}{\Delta pH}=-\dfrac{\Delta c_a}{\Delta pH}$
Kategori:
Kapasitas Bufer,
Kimia-2,
Larutan Bufer,
Larutan Penyangga,
Soal Kapasitas Bufer
Kumpulan Soal dan Jawaban OSK 2018 Semua Bidang jenjang SMA
Minggu, 11 Maret 2018
Berikut ini adalah alternatif pranala Soal Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota 2018 Calon Tim Olimpiade Indonesia 2019 Semua Bidang dan kunci jawaban semua bidang OSK 2018 yang diselenggarakan secara serentak bulan Februari 2018.
Simulator Perhitungan pH Larutan Bufer/Penyangga dan pH setelah Penambahan Asam/Basa
Larutan bufer (larutan penyangga, larutan yang mampu mempertahankan pH-nya) dengan sedikit penambahan asam atau basa tidak akan mengubah pH larutan penyangga itu secara signifikan.
Pada larutan bufer asam:
Pada larutan bufer asam:
-
bila ditambahkan asam (H+) maka konsentrasi asamnya akan meningkat dan konsentrasi basa konjugasinya akan berkurang;
- bila ditambahkan basa (OH–) maka konsentrasi asamnya akan berkurang dan konsentrasi basa konjugasinya akan bertambah.
Kategori:
kalkulator kimia,
Larutan Bufer,
Larutan Peyangga,
Penambahan Asam,
Penambahan Basa,
pH
Langganan:
Postingan (Atom)
