Berikut ini kelanjutan untuk tulisan hukum-hukum gas agar lebih berdaya guna. Silakan memilih variabel yang akan dibuat tetap, kemudian isikan nilai vaiabel-variabel yang diketahui pada bagian input data.
Kalkulator untuk Hukum-hukum Gas
Jumat, 23 Maret 2018
Tabel Hukum Gas Turunan Persamaan PV = nRT
Kamis, 22 Maret 2018
Rumus gas ideal untuk keadaan yang sama atau berbeda dapat diturunkan dari persamaan:
$\begin {aligned} P \cdot V &= n \cdot R \cdot T \\R &= \dfrac{P \cdot V}{n \cdot T}\end{aligned}$
Dalam hal ini R adalah suatu konstanta/tetapan, nilainya tidak berubah. Untuk keadaan pertama dimisalkan R1 dan keadaan kedua adalah R2.
Kategori:
Hukum Avogadro,
Hukum Boyle,
Hukum Charles,
Hukum Dasar Kimia,
Hukum Diver,
Hukum Gay-Lussac,
PV=nRT
Kalkulator Hukum Dalton (Hukum Kelipatan Perbandingan - Hukum Perbandingan Berganda)
Rabu, 21 Maret 2018
Ada dua tahap penentuan perbandingan massa unsur menurut hukum perbandingan berganda (law of multiple proportions atau hukum Dalton).
1) Perbandingan internal yaitu perbandingan massa antarunsur dalam senyawa;
2) Perbandingan eksternal yaitu perbandingan massa unsur antarsenyawa.
1) Perbandingan internal yaitu perbandingan massa antarunsur dalam senyawa;
2) Perbandingan eksternal yaitu perbandingan massa unsur antarsenyawa.
Simulator Prediksi Arah Pergeseran Kesetimbangan
Jumat, 16 Maret 2018
Pada sistem kesetimbangan reaksi dapat diprediksi arah pergeseran kesetimbangannya bila dilakukan perubahan jumlah zat-zat yang terlibat dalam suatu reaksi tersebut.
Dalam hal ini faktor temperatur diasumsikan tidak berubah saat terjadinya perubahan jumlah zat-zat dalam kesetimbangan.
Dalam hal ini faktor temperatur diasumsikan tidak berubah saat terjadinya perubahan jumlah zat-zat dalam kesetimbangan.
Kategori:
kalkulator kimia,
Kc,
Kesetimbangan Kimia,
Kimia-2,
Pergeseran Kesetimbangan
Kapasitas Bufer/Penyangga (Pengayaan untuk Kimia SMA)
Selasa, 13 Maret 2018
Kapasitas bufer (𝛽) dapat didefinisikan sebagai jumlah asam kuat atau basa kuat yang ditambahkan ke dalam 1 liter larutan penyangga yang menyebabkan perubahan pH sebesar 1 satuan:
$\beta = \dfrac{\Delta c_b}{\Delta pH}=-\dfrac{\Delta c_a}{\Delta pH}$
$\beta = \dfrac{\Delta c_b}{\Delta pH}=-\dfrac{\Delta c_a}{\Delta pH}$
Kategori:
Kapasitas Bufer,
Kimia-2,
Larutan Bufer,
Larutan Penyangga,
Soal Kapasitas Bufer
Kumpulan Soal dan Jawaban OSK 2018 Semua Bidang jenjang SMA
Minggu, 11 Maret 2018
Berikut ini adalah alternatif pranala Soal Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota 2018 Calon Tim Olimpiade Indonesia 2019 Semua Bidang dan kunci jawaban semua bidang OSK 2018 yang diselenggarakan secara serentak bulan Februari 2018.
Simulator Perhitungan pH Larutan Bufer/Penyangga dan pH setelah Penambahan Asam/Basa
Larutan bufer (larutan penyangga, larutan yang mampu mempertahankan pH-nya) dengan sedikit penambahan asam atau basa tidak akan mengubah pH larutan penyangga itu secara signifikan.
Pada larutan bufer asam:
Pada larutan bufer asam:
-
bila ditambahkan asam (H+) maka konsentrasi asamnya akan meningkat dan konsentrasi basa konjugasinya akan berkurang;
- bila ditambahkan basa (OH–) maka konsentrasi asamnya akan berkurang dan konsentrasi basa konjugasinya akan bertambah.
Kategori:
kalkulator kimia,
Larutan Bufer,
Larutan Peyangga,
Penambahan Asam,
Penambahan Basa,
pH
Kalkulator Variabel pada Titik Ekivalen Titrasi Asam Basa
Kamis, 08 Maret 2018
Pada bahasan titrasi asam basa menggunakan dasar pemikiran bahwa dalam reaksi asam dan basa selalu berlaku jumlah zat yang bereaksi itu sebanding (ekuivalen) dengan zat-zat yang terlibat dalam reaksi.
Perbandingan ini sering disebut rasio molar. Biasa secara matematis akan ditampilkan dalam bentuk persamaan reaksi zat-zat dalam keadaan setara untuk jumlah setiap atom pada pereaksi dengan hasil reaksi.
Contoh:
Larutan KOH 0,30 M digunakan untuk menetralisir 20 mL larutan H3PO4. Jika untuk mencapai titik ekivalen titrasi diperlukan 30,00 mL larutan KOH, berapakah konsentrasi larutan H3PO4 tersebut?
Perbandingan ini sering disebut rasio molar. Biasa secara matematis akan ditampilkan dalam bentuk persamaan reaksi zat-zat dalam keadaan setara untuk jumlah setiap atom pada pereaksi dengan hasil reaksi.
Contoh:
Larutan KOH 0,30 M digunakan untuk menetralisir 20 mL larutan H3PO4. Jika untuk mencapai titik ekivalen titrasi diperlukan 30,00 mL larutan KOH, berapakah konsentrasi larutan H3PO4 tersebut?
Kategori:
kalkulator kimia,
Kimia-2,
Rasio molar,
titik ekivalen,
Titrasi asam/basa
Kalkulator Konsentrasi Molar (Massa-Massa Molar-Volume-Konsentrasi)
Rabu, 07 Maret 2018
Berikut ini adalah kalkulator yang dapat membantu perhitungan konsentrasi dengan satuan molar (M).
- Konsentrasi molar ($M$) diperoleh dengan membagi jumlah zat terlarut ($n$) untuk setiap 1 liter volume ($V$) larutan (volume pelarut + volume zat terlarut).
$M = \dfrac{n}{V}$
Kategori:
Jumlah Zat,
kalkulator kimia,
Kimia-2,
Konsentrasi Molar,
Massa Molar,
Massa Zat,
Volume Zat
Kalkulator Viceversa Campuran Dua Zat, Salah Satu Zat Berlebih
Minggu, 04 Maret 2018
Soal: Seorang siswa lupa mencatat volume larutan natrium hidroksida (NaOH) 0,1 M yang dicampur dengan 100 mL asam sulfat (H2SO4) 1 M. Setelah diukur ternyata pH campuran larutan tersebut sekitar 0,22 pada skala pH. Hitunglah volume larutan NaOH yang sudah tercampur tadi.
Manakah Zat yang Habis Bereaksi (Pereaksi Pembatas)
Sabtu, 03 Maret 2018
Berikut ini adalah alat yang dapat membantu siswa belajar menentukan pereaksi pembatas pada reaksi kimia zat A dengan zat B.
Data yang diperlukan adalah koefisien zat yang bereaksi, tanpa memedulikan rumus kimianya seperti apa, yang dibutuhkan adalah koefisien zat ketika sudah disetarakan.
Data berikutnya adalah volume dan konsentrasi setiap zat.
Bila volume atau konsentrasi tidak diketahui namun dapat diketahui jumlah zatnya (satuan mol) silakan memanipulasi data volume dan konsentrasi sehingga diperoleh jumlah zat yang diketahui. Jumlah zat (mol) = volume larutan zat × konsentrasi larutan zat.
Data yang diperlukan adalah koefisien zat yang bereaksi, tanpa memedulikan rumus kimianya seperti apa, yang dibutuhkan adalah koefisien zat ketika sudah disetarakan.
Data berikutnya adalah volume dan konsentrasi setiap zat.
Bila volume atau konsentrasi tidak diketahui namun dapat diketahui jumlah zatnya (satuan mol) silakan memanipulasi data volume dan konsentrasi sehingga diperoleh jumlah zat yang diketahui. Jumlah zat (mol) = volume larutan zat × konsentrasi larutan zat.
Informasi Tersembunyi dalam Soal Kimia
Pada banyak soal kimia sering pembuat soal sengaja menyembunyikan informasi. Hanya yang memahami soal benar-benar yang dapat "melihat" informasi itu. Apa tujuan pembuat soal menyembunyikan itu? Jelas tujuannya adalah menguji pemahaman tentang konsep-konsep terkait pada bahasan soal tersebut. Konsepnya bisa apa saja, namun biasanya tidak lepas dari informasi yang pernah diberikan. Misalnya pada persamaan reaksi redoks, apakah perbandingan koefisien dalam persamaan reaksi redoks menunjukkan jumlah zat yang direduksi atau dioksidasi? Berhati-hatilah dalam memahami maksud kalimat atau kata dalam setiap soal kimia yang dihadapi. Bahasan dalam reaksi redoks ada perbedaan yang membuatnya dapat berbeda makna dan maksud.
Langganan:
Postingan (Atom)
