Pembahasan Soal UN Kimia 2018 Nomor 21-40 (UNKP bagian-2)

Minggu, 04 November 2018

Pembahasan ini dibuat agar siswa yang akan mengikuti UN Kimia tahun 2019 dapat berlatih dan mendapat wawasan tentang pola soal. Pembahasan soal kimia UN 2018 (UNKP) versi urip.info dikirim per 20 nomor tiap bagian. Ikuti kiriman berikutnya hingga lengkap total 2 bagian (40 nomor). Silakan unduh berkas pdf pada tautan dibagian akhir tulisan pembahasan ini. Semoga bermanfaat. Bila ada yang kurang tepat mohon koreksi dengan menuliskan di kotak komentar yang tersedia.

Soal nomor 21:
Perhatikan wacana berikut ini.

Sendok logam yang terbuat dari zink akan disepuh dengan logam tembaga seperti gambar berikut.
Reaksi yang terjadi di katoda adalah ....
  1. Cu2+(aq) + Zn(s)  Cu(s) + Zn2+(aq)
  2. Zn(s)  Zn2+(aq) + 2e
  3. Zn2+(aq) + 2e  Zn(s)
  4. Cu(s)  Cu2+(aq) + 2e
  5. Cu2+(aq) + 2e  Cu(s)
Pembahasan soal nomor 21:
Di katode akan terjadi reduksi kation. Kation dalam larutan adalah Cu2+.
Jadi reaksi di katoda: Cu2+(aq) + 2e Cu(s)
Jawaban yang tepat A.

Soal nomor 22:
Diketahui notase sel Volta: Mg|Mg2+||Sn2+|Sn Eo = 2,23 V. Gambar sel Volta yang benar adalah ....

Pembahasan soal nomor 22:
Mg(s) | Mg2+aq) || Sn2+ (aq) | Sn(s) E0 = +2,23 Volt
Makna dari notasi sel:
Mg berperan sebagai anoda, Mg akan melarut atau teroksidasi menjadi Mg2+ dan Sn berperan sebagai katoda, di sini akan terjadi reduksi S2+ menjadi Sn.
Gambar yang sesuai dengan notasi sel adalah A, B, dan E. Aliran elektron yang benar adalah dari anoda ke katoda. Jawaban yang tepat adalah A dan E, kedua gambar indentik, sama persis.
Jawaban yang tepat A dan E.

Soal nomor 23:
Elektrolisis suatu larutan menghasilkan reaksi sebagai berikut:

Gambar yang tepat untuk peristiwa elektrolisis di atas adalah ....

Pembahasan soal nomor 23:
Reaksi reduksi di katoda adalah reduksi kation dari dalam larutan. Jadi larutan harus mengandung ion Ni2+.
Pilihan A dan D sudah pasti salah karena tidak terdapat Ni2+.
Reaksi oksidasi di anoda adalah oksidasi air bukan anion yang berasal dari larutan. Pilihan C menjadi tidak tepat lagi karena Cl dapat teroksidasi, dan pilihan D juga tidak tepat karena Ni bukan elektroda inert sehingga ada kemungkinan ia yang mengalami oksidasi, nyatanya tidak terjadi.
Adanya anion sulfat yang tidak dapat mengalami oksidasi maka airlah yang mengalami oksidasi.
Jawaban yang tepat B

Soal nomor 24:
Pada percobaan pengujian titik beku larutan urea yang massanya sama dengan larutan NaCl, (11,7 g dalam 1 L larutan) ternyata menghasilkan titik beku yang berbeda. Tf larutan Urea = – 0,367oC, Tf larutan NaCl = - 0,744oC. Jika Mr CO(NH2)2 = 60 dan Mr NaCI = 58,5 serta deiajat ionisasi NaCl = 1, besarnya tetapan penurunan titik beku molal dari kedua percobaan adalah ….
  1. 0,031oC/m
  2. 0,520oC/m
  3. 0,604oC/m
  4. 1,860oC/m
  5. 3,720oC/m
Pembahasan soal nomor 24:
Urea merupakan larutan nonelektrolit.
molalitas urea = (11,7 g : 60 g/mol) : 1 kg = 0,195 molal
∆Tb = molalitas urea × Kf
0,367 oC = 0,195 molal × Kf
Kf = 0,367 oC : 0,195 molal = 1,882 oC/molal
NaCl merupakan larutan elektrolit dengan i = 2.
molalitas NaCl = (11,7 g : 58,5 g/mol) : 1 kg = 0,20 molal
∆Tb = molalitas NaCl × Kf × i
0,744 oC = 0,20 molal × Kf × 2
Kf = 0,744 oC : 0,40 molal = 1,86 oC/molal
Jadi jawaban yang tepat D.

Soal nomor 25:
Data percobaan tentang titik beku 4 larutan pada suhu 27oC dan tekanan 1 atm tercantum pada tabel berikut.
No Zat terlarut Larutan
Molalitas Titik beku
1 CO(NH2)2 1 -2oC
2 CO(NH2)2 2 -4oC
3 NaCl 1 -4oC
4 NaCl 2 -8oC
Pada konsentrasi yang sama, larutan CO(NH2)2 dan NaCl memiliki titik beku yang berbeda.
Hal ini disebabkan kedua larutan ....
A. Mempunyai molekul yang tidak sama besarya
B. Mempunyai derajat ionisasi yang sama
C. Menghasilkan jumlah partikel yang tidak sama
D. Sama-sama larutan elektrolit
E. Sama-sama larutan non elektrolit
Pembahasan soal nomor 25:
Larutan urea adalah larutan nonelektrolit yang tidak dapat terionisasi.
Larutan NaCl merupakan larutan elektrolit yang dapat terionkan menjadi 2 partikel ion setiap 1 NaCl.
Keduanya menghasilkan jumlah partikel yang tidak sama maka keduanya memiliki titik beku berbeda pula.
Jawaban yang tepat B

Soal nomor 26:
Diketahui energi ikatan rata-rata:
H−H = 435 kJ/mol
N≡N = 946 kJ/mol
N−H = 390 kJ/mol
Kalor yang diperlukan untuk menguraikan 1,7 gram gas ammonia (Ar N = 14, dan H = 1) menjadi unsur-unsurnya adalah ....
  1. 4,45 kJ
  2. 8,90 kJ
  3. 108,1 kJ
  4. 1081 kJ
  5. 1170 kJ
Pembahasan soal nomor 26:
Reaksi setara penguraian amonia:
2NH3 N2 + 3H2

∆H untuk penguraian 2 mol NH3
2(3(N−H)) N≡N + 3(H−H)
∆H = Total energi pemutusan ikatan di ruas kiri – Total energi pembentukan ikatan di ruas kanan
∆H = 2(3×390 kJ/mol) – (946 kJ/mol + 3(435 kJ/mol))
∆H = 2.340 kJ – 2.251 kJ
∆H = 89 kJ
∆H permol = 89 kJ : 2 mol = 44,5 kJ/mol

Penguraian 1,7 gram NH3 :
Massa molar NH3 = 14 + 3(1) = 17 gram/mol
Jumlah mol NH3 = 1,7 gram : 17 gram/mol
Jumlah mol NH3 = 0,1 mol

Jadi ∆H untuk 0,1 mol NH3 = 44,5 kJ/mol × 0,1 mol
Jadi ∆H untuk 0,1 mol NH3 = 4,45 kJ
Jawaban yang tepat A

Soal nomor 27:
Bacalah wacana berikut!
Kunci yang terbuat dari besi akan disepuh dengan logam emas menggunakan kuat arus 10 ampere selama 9650 detik, seperti gambar berikut.

Pada reaksi penyepuhan kunci besi dengan logam emas diperlukan arus listrik 0,015 Faraday,
massa logam emas yang melapisi kunci besi tersebut adalah …. (Ar Au = 197)
  1. 0,0985 gram
  2. 0,2985 gram
  3. 0,9850 gram
  4. 2,9850 gram
  5. 9,8600 gram
Pembahasan soal nomor 27:
Soal ini sebenarnya kelebihan data. Sayangnya data pertama (arus listrik dan waktu) memberikan hasil yang berbeda.
Au3+ + 3e Ag
Massa ekivalen Au (e) = 197/3 = 65,67 g; t = 9650 detik; i = 10 ampere.
massa Au yang digunakan untuk melapisi kunci
m = (65,67 × 10 × 9.650)/96.500
m = 65,67 g data tidak menghasilkan massa yang sama dengan data berikut.

massa Au yang digunakan untuk melapisi kunci
Massa ekivalen Au (e) = 197/3 = 65,67 g; F = 0,015 Faraday.
massa Au = e.F = 65,67 × 0,015 F = 0,985 g
Jawaban yang tepat C.

Soal nomor 28:
Perhatikan wacana berikut.
Senyawa aktif pada pemutih adalah senyawa natrium hipoklorit (NaClO). Untuk menghitung kadar NaClO dalam pemutih digunakan reaksi iodometri sebagai berikut.
NaClO(l) + 2KI(aq) + 2HCl(aq) NaCl(aq) + 2KCl(aq) + I2(l) + H2O(l)
I2(l) + 2Na2S2O3(aq) 2NaI(aq) + Na2S2O6(aq)
Berdasarkan wacana tersebut, untuk menghitung kadar NaClO dalam pemutih digunakan titrasi iodometri dengan Na2S2O3 sebagai larutan standar. Jika 20 mL NaClO dititrasi memerlukan 15 mL Na2S2O3 0,1 M, maka kadar NaClO (w/w) dalam pemutih tersebut adalah .... (Mr NaClO = 74,5, massa jenis NaClO = 1 g/mL).
  1. 0,279%
  2. 0,558%
  3. 1,116%
  4. 2,232%
  5. 4,464%
Pembahasan soal nomor 28:
Massa NaClO kotor:
Massa NaClO = Volume NaClO × massa jenis NaClO
Massa NaClO = 20 mL × 1 g/mL
Massa NaClO = 20 g

Hitungan dari titrasi:
Perbandingan koefisien antara NaClO dengan koefisien Na2S2O3 = 1 : 2.
Jumlah mol Na2S2O3 yang diperlukan = 15 mL × 0,1 M = 1,5 mmol
Jadi jumlah mol NaClO = ½ × 1,5 mmol = 0,75 mmol = 0,00075 mol

Massa NaClO = jumlah mol NaClO × massa molar NaClO
Massa NaClO = 0,00075 mol × 74,5 g/mol
Massa NaClO = 0,055875 g
Kadar NaClO = (massa NaClO titrasi : massa NaClO kotor) × 100%
Kadar NaClO = (0,055875 g : 20 g) × 100%
Kadar NaClO = 0,279%
Jawaban yang tepat A.

Soal nomor 29:
Diketahui data entalpi pembentukan standar sebagai berikut.
ΔHf CO2(g) : - 394 kJ/mol
ΔHf H2O(g) : - 286 kJ/mol
ΔHf C2H5OH(l) : - 266 kJ/mol
Entalpi pembakaran standar dari pembakaran etanol menurut persamaan reaksi:
C2H5OH(l) + 3O2(g) ® 2CO2(g) + 3H2O(l) adalah ....
  1. – 1094 kJ/mol
  2. – 1380 kJ/mol
  3. – 1488 kJ/mol
  4. – 2986 kJ/mol
  5. – 2020 kJ/mol
Pembahasan soal nomor 29:
Pembakaran standar adalah pembakaran 1 mol zat yang dilakukan pada keadaan standar.
∆Hco = S∆Hfo (produk) – S∆Hfo (pereaksi)
∆Hco C2H5OH = (2.∆Hfo CO2 + 3.∆Hfo H2O ) – ∆Hfo C2H5OH
∆Hco C2H5OH = (2(–394) + 3.(–286)) – (–266 kJ)
∆Hco C2H5OH = –1.646 kJ + 266 kJ
∆Hco C2H5OH = –1.380 kJ
Jawaban yang tepat B.

Soal nomor 30:
Bacalah wacana berikut!
Seorang siswa melakukan percobaan menyelidiki faktor-faktor penyebab korosi pada besi.
Bahan besi yang digunakan adalah paku yang telah diamplas. Diagram percobaan yang
dilakukan adalah sebagai berikut.

Keterangan:
  • Indikator fenolptalein membentuk wama merah muda jika terdapat ion OH-.
  • CaCl2 anhidrat merupakan zat yang higroskopis (menyerap air), sehingga udara dalam tabung bebas uap air.
  • Air yang sudah dididihkan kehilangan oksigen terlarut
  • K3Fe(CN)6 membentuk kompleks warna biru jika terdapat ion Fe2+
Setelah 2 hari kemudian diperoleh data sebagai berikut.

Berdasarkan percobaan tersebut, faktor penyebab terjadinya korosi besi adalah ....
  1. Besi memiliki kemampuan mengalami reduksi > Zn
  2. Adanya ion OH- (suasana basa) di sekitar besi
  3. Eo reduksi besi < reduksi air
  4. Besi merupakan oksidator kuat
  5. Adanya gas oksigen dan uap air di sekitar besi
Pembahasan soal nomor 30:
Jawaban E adanya oksigen dan uap air yang lembab menjadi penyebab terjadinya korosi. Cukup jelas.
Jawaban yang tepat E.

Soal nomor 31:
Berikut ini pasangan senyawa karbon.
Pasangan senyawa karbon yang benar adalah ....
  1. 1 dan 2
  2. 1 dan 3
  3. 2 dan 3
  4. 2 dan 4
  5. 3 dan 4
Pembahasan soal nomor 31:
(1) nama benar tetapi isomer dan jenisnya salah, bukan isomer melainkan indentik
(2) nama benar dan isomernya benar (jumlah dan jenis atom sama) dan jenisnya isomer posisi, beda letak ikatan rangkap.
(3) nama benar dan isomernya benar (jumlah dan jenis atom sama) dan jenisnya isomer fungsi. Golongan keton memang berisomer fungsi dengan golongan aldehid.
(4) nama benar dan bukan isomer yang tepat. Asam alkanoat/ asam karboksilat berisomer fungsi dengan alkil alkanoat, yang ada itu adalah jenis alkanol/alkohol.
Pilhan yang benar hanya (2) dan (3)

Soal nomor 32:
Perhatikan rumus struktur senyawa C3H6O berikut ini!

Perbedaan sifat kimia senyawa (1) dan senyawa (2) adalah ....
Senyawa (1) Senyawa (2)
A Dapat direduksi menjadi
senyawa yang bereaksi
dengan Na
Dapat direduksi menjadi
senyawa yang tidak bereaksi
dengan Na
B Dapat dioksidasi menjadi
alkohol primer
Dapat dioksidasi menjadi
alkohol sekunder
C Dapat diidentifikasi dengan
 pereaksi Tollens menghasilkan
cermin perak
Tidak dapat beraksi dengan
pereaksi Tollens
D Dapat dioksidasi menghasilkan
senyawa yang dapat
memerahkan lakmus biru
Tidak dapat dioksidasi
 menjadi senyawa organik lain
E Dapat bereaksi dengan
logam Na
Tidak dapat bereaksi dengan
logam Na

Pembahasan soal nomor 32:
(1) adalah propanal (golongan aldehid) dan (2) adalah propanon (golongan keton).
Aldehid dapat dioksidasi menjadi asam alkanoat/karboksilat sehingga dapat memerahkan lakmus biru yang menandai bahwa memang hasil oksidasinya bersidat asam. Keton sulit teroksidasi kecuali menggunakan oksidator yang sangat kuat.
Jawaban yang tepat D.

Soal nomor 33:
Terdapat 2 jenis monomer sebagai berikut.

Jika kedua monomer bereaksi akan membentuk polimer ....
  1. Bakelit
  2. Dakron
  3. Nilon 6,6
  4. Perspek
  5. Polistirena
Pembahasan soal nomor 33:
Ini jenis soal hafalan. Nilon 6,6.
Jawaban yang tepat C.

Soal nomor 34:
Pembakaran sempurna gas etanol sebagai bahan bakar altematif mengikuti persamaan reaksi
berikut. C2H5OH(g) + O2(g) ® CO2(g) + H2O(l) (belum setara). Jika pada pembakaran
tersebut dibutuhkan 5,6 L gas oksigen dan etanol yang dibakar 1,12 L, massa air yang terbentuk diukur pada keadaan STP adalah …. (Mr H2O = 18)
  1. 1,8 gram
  2. 2,7 gram
  3. 9,0 gram
  4. 18 gram
  5. 27 gram
Pembahasan soal nomor 34:
Volume gas-gas dalam reaksi akan sebanding dengan koefisien reaksi gas dalam persamaan reaksi yang setara. Pada keadaan STP setiap 1 mol gas = 22,4 L
Reaksi setara: C2H5OH(g) + 3O2 (g) → 2CO2(g) + 3H2O(g)
C2H5OH + 3O2 2CO2 + 3H2O
Awal 1,12 L 5,6 L - -
Bereaksi -1,12 L -3,36 L 2,24 L 3,36 L
Sisa habis 2,24 L 2,24 L 3,36 L
Jumlah mol H2O = 3,36 L : 22,4 L/mol = 0,25 mol
massa H2O = 0,15 mol × 18 g/mol = 2,7 gram
Jawaban yang tepat B.

Soal nomor 35:
Untuk menentukan kadar gula dalam tubuh pasien digunakan pereaksi ….
  1. Fehling, karena-pereaksi ini lebih spesifik untuk mengidentifikasi gugus aldehid
  2. Molish, karena pereaksi ini dapat mengidentifikasi zat golongan karbohidrat
  3. Millon, karena pereaksi ini dapat menentukan adanya fenol dalam protein
  4. Ninhidrin, karena pereaksi ini dapat mendeteksi asam amino
  5. Seliwanof, karena pereaksi ini dapat membedakan gula aldosa dan ketosa
Pembahasan soal nomor 35:
Jawaban yang tepat A.

Soal nomor 36:
Bacalah wacana berikut.
Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar terbarukan alternatif yang dibuat dari minyak
nabati/lemak hewani alami maupun inyak jelantah. Proses pembuatan biodiesel melibatkan reaksi transesterifikasi minyak/lemak dengan pereaksi alkohol dan basa kuat menghasilkan monoalkilester dan gliserin sebagai hasil samping.
Biodiesel memiliki karakteristik pembakaran yang mirip dengan solar dari minyak bumi, namun emisi pembakaran biodiesel lebih ramah lingkungan dibandingkan solar sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar tersendiri maupun dicampur dengan solar untuk mereduksi emisi gas beracun hasil pembakaran solar. Solar merupakan bahan bakar yang berasal dari pengolahan minyak bumi yang kandungannya teridi atas senyawa-senyawa
alkana rantai panjang C16-C20. Selain itu, solar mengandung senyawa nitrogen dan sulfur yang pada pembakarannya menghasilkan senyawa beracun. Campuran biodiesel dan solar di Indonesia disebut biosolar. Biodiesel dapat dicampur pada berbagai perbandingan dengan
solar. Campuran 5% biodiesel dan 95% solar diberi kode B5.
Pasangan berikut yang menunjukkan rumus struktur dari komponen utama biodiesel dan
petrolium diesel (solar), berturut-turut adalah ....

Pembahasan soal nomor 36:
Rumus kimia gliserin dan solar sebagai komponen biodiesel ada di pilihan B, cukup jelas.
Jawaban yang tepat B.

Soal nomor 37:
Data suatu unsur sebagai berikut.
  • Hidroksidanya bersifat basa lemah
  • Dapat bereaksi dengan air panas
  • Merupakan reduktor kuat
  • Senyawanya digunakan sebagai obat maag
Unsur yang memiliki sifat tersebut adalah ..'.
A. Natrium
B. Magnesium
C. Aluminium
D. Silikon
E. Pospor
Pembahasan soal nomor 37:
Data itu menunjukkan sifat logam Mg. Cukup jelas.
Jawaban yang tepat B.

Soal nomor 38:
Bacalah wacana berikut.
Sabun dapat dibuat melalui proses batch atau kontinu. Pada proses batch, lemak atau minyak dipanaskan dengan alkali (NaOH atau KOH) berlebih dalam sebuah ketel. Jika penyabunan telah selesai, garam-garam ditambahkan untuk mengendapkan sabun. Lipisan air yang mengandung garam, gliserol dan kelebihan alkali dikeluarkan dan gliserol diperoleh lagi dari proses penyulingan seperti pada reaksi:

Di dalam sabun terdapat struktur bipolar, bagian kepala bersifat hidrofilik dan bagian
ekor bersifat hidrofobik
Prinsip kerja sabun saat digunakan adalah ....
  1. Mengendapkan kotoran
  2. Menaikkan tegangan permukaan air hingga bagian ekor akan mudah mengikat air
  3. Bagian kepala dari sabun mengikat air dan tersuspensi dalam air membentuk misel
    yang tidak mudah mengendap
  4. Menetralkan muatan kotoran
  5. Bagian ekor menarik air hingga kotoran mudah lepas
Pembahasan soal nomor 38:
Bagian ekor molekul sabun sifatnya tidak dapat menyatu dengan air tetapi akan menyatu dengan minyak/lemak. Bagian ekor molekul sabun bersifat nonpolar dan minyak juga nonpolar maka mereka saling melarutkan. Selanjutnya molekul minyak yang terikat dengan bagian ekor ini membentuk misel yang tidak mudah mengendap, terkurung oleh bagian kepala yang justru mudah mengikat air karena bagian kepala dan air ini sama-sama bersifat polar. Ketika dilakukan pembilasan minyak ikut mengalir bersama air, bersih.
Jawaban yang tepat E.

Soal nomor 39:
Perhatikan persamaan reaksi berikut.

Jenis reaksi pada I, II, dan III berturut-turut merupakan reaksi ....
A. Adisi, eliminasi, substitusi
B. Eliminasi, adisi, substitusi
C. Adisi, substitusi, eliminasi
D. Eliminasi, substitusi, adisi
E. Substitusi, adisi, eliminasi
Pembahasan soal nomor 39:
Reaksi I adalah reaksi adisi, mengubah ikatan rangkap pada C=O menjadi berikatan tunggal
Reaksi II adalah reaksi substitusi, terjadi pergantian gugus OH digantikan gugus Cl.
Reaksi III adalah reaksi eliminasi, terjadi pengubahan ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap dan melepaskan gugus Cl dan H menjadi HCl.
Jadi jawaban yang tepat C.

Soal nomor 40:

Perhatikan data berikut! 1 – 3
No Kation
Logam
Anion
Nonlogam
Rumus
Kimia
Nama Senyawa
(1) Na+ NO3 Na3NO Natrium Nitrat
(2) K+ SO42 K2SO4 Kalium sulfat
(3) Mg2+ PO43– Mg2(PO4)3 Magnesium fosfat
(4) Al3+ CO32– Al2(CO3)3 Aluminium Karbonat
Berdasarkan data tersebut, pasangan data yang berhubungan dengan benar adalah ....
  1. 1 dan 2
  2. 1 dan 3
  3. 2 dan 3
  4. 2 dan 4
  5. 3 dan 4
Pembahasan soal nomor 40:
No Kation
Logam
Anion
Nonlogam
Rumus
Kimia
Nama Senyawa
(1) Na+ NO3 NaNO3 Natrium Nitrat
(2) K+ SO42 K2SO4 Kalium sulfat
(3) Mg2+ PO43– Mg3(PO4)2 Magnesium fosfat
(4) Al3+ CO32– Al2(CO3)3 Aluminium Karbonat
Jawaban yang tepat D. 2 dan 4

Unduh langsung format pdf resolusi rendah. Nomor 40 tertulis jawaban tepat C, yang benar seperti pada pembahasan online D. Bila ingin tampilan ingin lebih bagus silakan zoom-in perbesar hingga 200%. Harap maklum. Terima kasih.

Untuk 20 nomor lain sila klik tautan berikut:
Pembahasan Soal UN Kimia Tahun 2018 UNKP (Nomor 1-20)
Bagikan di

1 komentar:

 
Copyright © 2015-2018 Urip dot Info | Disain Template Oleh Herdiansyah Hamzah Dimodivikasi Urip.Info